2025 Aku dan Kamu
Dalam kacamataku. Bohong, kalau mengatakan tahun ini semuanya baik-baik saja. Kehidupan sedang sakit, berduka. dengan cerminan begitu banyak polah insan yang terluka dan merasa tertekan dengan ketidakpastian hidup.
Jika bertanya siapa yang salah, sepertinya tidak perlu.
Setiap kita punya peran dalam alur kehidupan. Hanya perkaranya bertanggung jawab atau tidak saja.
Baca juga: Kehidupan Carut Marut? Ingat 3 Hal Cara Agar Tetap Waras dan Kuat
Aku memandang hujan begitu sengit jatuh ke bumi. Angin ikut bergembira atas tugasnya hujan membasahi siang ini. Setiap hujan selalu ada rasa yang khusus hadir. Membangkitkan peristiwa mendalam.
Seperti saat ini, ditengah keterlambatan terbit series Senin, Aku dan Tokoh. Nurani dan Logika terpadu, memberi ruang pada kehadiran rasa tentang 2025 Aku dan Kamu.
Baca Series sebelumnya: Aku dan Tokoh
Juga di awal Desember ini, selain sebagai series Senin, rasa tentang 2025 Aku dan Kamu sebagai rangkaian kilas balik tahun, yang penuh dengan pembentukan kesadaran.
Merangkainya dalam bentuk prosa atau apapun itu namanya, yang jelas tulisan ini tidak bisa di baca dalam permukaan saja. Perlu dengan kesadaran dan hati yang terbuka, melihat dengan logika. Adakah yang sesuai rasamu atau mungkin dengan membacanya, ada kesadaran baru terbentuk.
2025 Aku dan Kamu, tentang cerminan rasa.

2025 – Mendalam Tak Terduga
Aku mengigit pisang goreng panas di tengah hujan badai, mengajak berkelana pada ingatan peristiwa, yang terjadi di tahun ini. Antara cukup lega melewati tahun penuh kisah yang mendalam dan tak terduga. Dan juga rasa getir karena masih ada hal yang dinanti tetapi belum juga datang.
2025 Aku dan Kamu, berusaha jujur pada keadaan tentangmu tahun kelima, setelah dunia berhenti dengan wabah Covid.
Ketidakpastian semakin terang dalam karaktermu
Mendalam tak terduga
Adakalanya kau manis, tetapi raga jiwamu seperti muak pada polah pengaturmu
Konon katanya manusia diciptakan sebagai pengatur kehidupan
Menjadi tuan atas bumi untuk di kelola dan itu semua untuk mereka
Tetapi apa yang terjadi?
Begitu serakahnya hingga waktu semakin muak.
Dan kini, kau 2025 menjadi bukti bagaimana rasa ketidaknyaman waktu. Tercermin dengan begitu muramnya wajah tahun ini. Panas, hujan, badai tidak pada waktunya dan berlebihan. Seperti memperlihatkan ragamu yang rapuh.
Bukan, bukan kau tidak mampu mengatur menjadi baik. Tetapi jika di rasa dengan logika, kau sedang mendidik kami.
Boleh dibilang takdir, tetapi bukan sepenuhnya kehendak sang pencipta. Lebih dari ini semua dari apa yang sudah ditabur.
Upah dosa adalah maut
Sepertinya kalimat itu selaras dengan alur yang sudah terjadi di 2025. Dosa yang tidak mengikuti aturan, kesombongan yang merasa semua hak dan tidakbertanggung jawabnya akan tugas dan peran, yang diberi oleh sang pemilik hidup.
Mengambil lebih banyak dari yang diperlukan, tidak merawat tetapi cenderung memperkosa.
Maut, iya sebagai upah atas tidak sesuai laku. Sampai akhirmu 2025, semakin menjadi kepedihanmu tercermin pada bencana terus hadir. Tetapi, diantara didikanmu, selalu ada saja terselip gula-gula.
Penemuan teknologi yang memudahkan, salah satu marak wajahmu 2025. Terasa manis tetapi kembali lagi, jika tak bertanggung jawab, tentu bisa jadi duri. Menghambat tujuan untuk kemudahan dan kebaikan.
Setiap peristiwa atasmu 2025 aku dan kamu membentuk kesadaran yang mendalam, bahwa hal tak terduga adalah nafas waktu.
Dinamis dan penuh ketidakpastian.
Lalu, bagaimana meresponnya?
Maka lihatlah yang perlu dilihat, tajamkan logika dan rasa untuk bisa dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Menangkan Hari dengan Tajamkan Logika & Hati yang Teguh – Cara Menghadapi Dunia yang Rapuh
Aku – Bertahan pada permurnian dan bernafas dalam karya
2025 Aku dan Kamu menjadi catatan awal sebagai kilas balik tahun ini. Dan aku mencatat diri sebagai tahun yang penuh pemurnian, bertahan dan terus bernafas dalam karya.

Biasanya, setiap memasuki awal ada gairah yang penuh.
Tetapi sepertinya naluri sudah mendapat bisikan dari angin.
Ada rasa yang perlu di persiapkan lebih.
Baca juga: New Year 2025 – Siap bertemu dengannya? – Cek dulu yuk akarnya
Tahun Baru Hal Baru Harapan – Hi 2025 dan Lalu?
Ada ragu, tetapi tetap saja kau selalu manis memberi pelukan. Terbukti di awal tahun kau memberi hal yang tak terduga. Hadiah genap usia yang melahirkan rasa sukacita yang mendalam.
Baca juga: 4 Hari 3 Malam di Labuan Bajo – Hadiah Indah Ulang Tahun
Hari demi hari, mingu demi minggu, bulan demi bulan langkah ini tertatih. Raga yang tidak segesit dulu dan kejutan hidup semakin bertubi seakan memberi pernyataan, inilah pemurnian.
Bukankah pernah berkata, mau menanggung apapun resiko ketika mengecap yang belum haknya. Sepertinya hidup memang seadil itu. Dan 2025 sebagai alurnya.
Menyesal?
Untuk apa? yang perlu hanya bagaimana tidak mengulang. Sungguh waktu 2025, kau bengis dalam didikan.
Walau begitu dalam didikan, Juni lahir sebuah komitmen. Satu minggu tiga kali dalam series Senin, Rabu dan Jumat.
Sebagai karya yang mengatur nafas tetap teratur.
September, sebuah wadah terbentuk dan memberi ruang pada insan untuk bercerita. Ini adalah hal manis kukecap darimu 2025 Aku dan kamu terpadu pada sebuah ruang.
Baca juga: Bagaimana Teras Sapa Berjalan – Setiap Cerita Layak Mendapat Ruang – Berani Membuka diri?
Agustus, aku kira itu sebuah tanda cukup, tetapi ternyata tidak. Angin segar yang terlihat hanyalah sebuah kebaikan hidup, untuk sedikit memberi ruang hangat pada jiwa. Membangkitkan semangat.
Hingga Oktober, ternyata jiwa ini begitu lelah. Dua minggu terbaring. Tiga hari seperti di ujung maut dan tertatih memeriksa diri pada ahlinya. Istirahat total, begitu perintahnya.
Bagaimana bisa?
Kebutuhan terus menuntut. Raga boleh saja rehat tapi logika ini terus bergulir mencari muaranya. Berusaha menemukan yang dibutuhkan.
Bingung, kadang iya. Tetapi bagaimana lagi, hidup sudah melatih diri dan mendapatkan tugas sebagai pelatih kehidupan, rasanya konyol jika kejutan hidup ini, dirayakan sebagai kemarahan dan banyak tanya pada..
Bergerak saja, apa yang bisa di beri nafas lakukan saja dengan tulus. Hak menjadi Hak. Walau penuh tantangan tetap saja perlu untuk mengingat kehidupan itu adil.
Membentuk kesadaran mendalam, ketidakpastian mengajak bertemu dengan terlatih dan itu akan membuat langkah semakin ringan.
2025 Aku dan Kamu, terima kasih aku sebagai diri yang betahan dan bernafas pada karya.
Kamu – Datang Pergi memperlihatkan jatimu
Bersikap sayang pada yang memuaskan, tentu saja itu hal biasa. Tetapi saat kondisimu terpuruk dan masih tetap menyayangi itu kasih yang perlu di pertahankan. Terlepas dari apapun alasan terpurukmu.
2025 Aku dan Kamu memperlihatkan siapa dirimu sesungguhnya. Bertahan tetap bersama dalam ketidaknyaman. Atau lepas terpisah. Bukan soal tidak saling sayang, tetapi mungkin ketidakmampuan untuk tidak melukai jika bersama.
Tahun yang memperlihatkan, siapa jatimu saat tetap bersama, walau kadang saling melukai, tetap itu bukan suatu yang di sengaja. Luka kadang memang suka manja pada waktu yang rapuh. Tetapi luka akan tidak berarti jika kasih dengan ketulusan mengobatinya.
Tetap bersama dengan segala keadaan.
Kamu, disebut support system. Menjadi pagar ketika keadaan memaksa terpeleset. Atau menarik kembali untuk sejalan dikala waktu mendorong jatuh pada keadaan yang tak diinginkan.
Baca juga: Kisah Indah Persahabatan: Tentang 5 Bunga yang Saling Melengkapi

2025 Aku dan Kamu – Kesadaran Mempertajam Adaptasi
Garis merah begitu jelas, antara 2025 aku dan kamu terpadu pada ketidakpastian. Dinamis.
2025 yang rapuh, Aku yang bertahan dan kamu bagian yang kadang datang dan pergi. Semuanya membawa nafas ketidakpastian dan begitu dinamis ritmenya.
Membentuk kesadaran mendalam tentang pentingnya mempertajam kemampuan adaptasi, logika dan memurnikan hati. Sebagai perlengkapan melangkah selanjutnya.
Akhirnya,
Setiap kata dalam tulisan ini hanyalah pintu menuju rasa. Adakah yang sesuai rasamu? Tinggalkan komentarmu yuk, tentang bagaimana 2025 Aku dan Kamu hadir dalam hidupmu.
Jakarta Selatan, Awal Desember 2025
Ditulis setelah hujan badai dan tergesa ke service HP yang tiba-tiba mati total.


19 Responses
Jadi diingatkan kalau sebentar lagi 2025 akan berganti 2026
Padahal masih banyak hal yang belum tercapai di tahun ini
Eh tiba-tiba akan berganti saja. Tidak terasa ya…
Semoga tahun 2026 lebih baik untuk kita
Dan apa yg berlimpah datang di tahun 2025 ini mungkin itu memang rencana Tuhan dan itu yang terbaik buat kita
Semangat!
Tahun 2025 bagiku campur aduk meski banyak dukanya. Perekonomian makin seret tapi usaha nggak boleh mampet. Terus berusaha aja semoga nanti akan dapat buahnya.
Tadi saat mengisi bensin, kulihat tulisan di belakang truk. “Angsuran mengingatkanku bahwa kita tidak boleh hidup malas.” Haha.
Kebutuhan terus ada tapi pemasukan seret. Kadang mencoba menghindari utang tapi ya hidup kadang ga bs jalan. Asal bs bayar tepat waktu, akhirnya utang jadi jalan ninjaku. Semoga tahun depan lunas dan segera mencapai titik keemasan ku.
Betul mbak, rasanya 2025 ini memang penuh dengan frasa ‘ketidakpastian’. Entah itu ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian karir, bahkan ketidakpastian masa depan. Tapi apalah itu, aku percaya semua akan menemukan jalan terbaiknya. Apalagi, jika kita sebagai insan terus berbenah dan memperbaiki diri. Serta terus merendah, memasrahkan diri pada sang Maha Kuat, Maha Kaya.
Eh mbak, dirimu nulis ini lagi kesel juga ya sama kejadian di sumatera?
Nganu, “Mengambil lebih banyak dari yang diperlukan, tidak merawat tetapi cenderung memperkosa.”
Emanggggg benerrrrr ini kelakuan segelintir manusia di negeri Konoha. Cuma pinter merusak, ambil cuan. Tanpa peduli petaka akan hadir setelahnya.
Daku jadi teringat quotes ini : “Bumi itu gak perlu diselamatkan, karena sejatinya dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Hanya saja, mungkin dalam prosesnya kita umat manusia akan dibinasakan. Oleh karena itu, saat kita berhenti menebang hutan.. mencoba merawat lingkungan, sebenarnya kita bukan sedang menyelamatkan bumi. Kita sedang menyelamatkan diri kita sendiri”
Bagi saya, tahun 2025 berjalan cukup stabil jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak kejutan naik turun dari kehidupan. Sangat patut disyukuri. Sebentar lagi tahun akan berganti. Semoga saja sampai akhir tahun semua tetap baik-baik saja seperti ini dan tahun2026 datang dengan hal-hal yang lebih baik.
Saat covid sebenarnya kami tidak terlalu terdampak, tetapi ternyata Tuhan memberikan sebuah ujian lain yang menyisakan luka hingga sekarang, walau udah mendingan karena sedikit2 demi sedikit terobati sakitnya.
Tahun 2025 yaaa emang sih keknya terasa agak berat jika dibandingkan sebelumnya, terutama dari sisi ekonomi. Namun, setiap aku membuka kulkas dan melihat bahan makanan aman, di situ kek berasa ditegur buat banyak2 bersyukur aja.
Aku tu salah satu yang menyambut tahun 2026 dengan optimis, semoga di masa mendatang semua akan lekas membaik aamiin 😀
Tatkala berkunjung ke sini, di tempatku sedang hujan. Kalau dibilang ada sesuatu rasa, ya pasti ada, minimal dingin karena cuacanya.
Namun, kalau dibilang sakit, ya karena pemberitaan dari semenjak akhir November tentang saudara kita di tiga lokasi yang sedang berjuang karena kumpulan air membawa gelondongan kayu. Miris melihatnya, kok bisa ada kayu² itu yang dibabat demikian rapinya.
Semoga tak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari
Bulan Desember 2025 sudah menyapa. Tahun 2025 sudah akan berakhir. Dan tahun ini memang saya rasakan juga kurang bersahabat. Mbak. Termasuk lbu saya masih sakit dan sekarang dirawat. Tapi apapun itu, semu yang datang harus disyukuri. Sambil terus berusaha dan berdoa, tahun 2026 akan lebih baik lagi. Aamin.
Aku ngerasa 2025 ini memang keras banget. Berasa sakitnyaaaa… Melihat saudara dan teman, juga orang2 yg bahkan tidak dikenal, harus menderita Krn keserakahan orang2 berkuasa, itu bikin emosi mba… Kok ya ada orang2 yg sedikitpun tidak mau mengerti rakyatnya.. seserakah itu jadi manusia?? Sedikitpun ga ada lagi tersisa nurani, merusak alam, mentang2 dia tidak tinggal di daerah itu.
Tapi dari sini, disupport oleh kecanggihan teknologi, kita jadi saling bantu. Saling menguatkan, makin berempati. Dan sadar di mana letak salah. Cuma ntahlah apa sadar saja cukup. Harus dibarengi tindakan untuk memulihkan semua. Itu yg masih gelap untuk 2026 😔
Tahun 2025 ini benar-benar campur aduk Alhamdulillah bisa bertahan ya kita semua, semoga tahun 2026 keadaan lebih baik, lebih sehat, tercapai impiannya, banyak rezeki dan kebaikan untuk kita ya Kak, aamiin ya Allah..
Nggak terasa ya kita sudah memasuki akhir tahun. Selama 12 bulan terakhir pastinya ada banyak hal terjadi dalam hidup kita entah itu hal manis, asam atau bahkan ada yang pahit. Semoga saja kita semua bisa mengambil hikmah dari setiap kisah perjalanan selama setahun terakhir yaaa
Selalu ada harapan dan optimisme di dalam keadaan yang mungkin belum sesuai dengan harapan kita. Semoga di detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun berikutnya, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Karena aku percaya, kebaikan akan datang jika kita berfokus pada solusi, bukan masalah yang sedang dihadapi.
Turut berduka dengan kesedihan saudara-saudara kita yang mengalami bencana di Sumatera. Pun membaca ketidakpedulian pemerintah akan tanggapi bencana ini.
Semoga ini menjadikan kita semua pembelajaran sekaligus doa untuk pemimpin yang amanah dan rakyat yang saling bantu meringankan kepedihan ini…
Ah iya bener banget mbak
2025 ini rasanya kok dar der dor ya
Tapi tetap bersyukur, bisa melalui semua itu
Beberapa hari lagi 2026,semoga tahun baru semuanya jadi lebih membaik ya
Aduh Mbak Nik, tulisannya bikin uap air membuncah di rongga mata. Huh… 2025 sungguh tahun yang penuh warna. Perjuangan, tawa, air mata. Dan di ujung tahunnya ini, ada rasa yang tak bisa aku ungkapkan melalui kata-kata. Hanya air mata saja yang bisa mewakilinya. Problematika yang belum jelas solusinya. Hanya tetesan-tetesan doa saja yang sedikit menawarkan rasa bimbangnya. Semoga menjelang 2026, semua bisa terlewati. Aamiin…
Tidak terasa ya mbak Nik….2025 sudah mau berlalu saja. Ceot banget berlalu….sepanjang tahun ini saya merasa memang cuaca banyak tak bersahabat yaa…kalau keseharian sih yaaa biasa saja rutinitas sehari² kerja, di rumah, kwgiatan di komunitas dan organisasi . Yaa beroutar disitu² saja 😁. Dinikmati saja , disyukuri masih bisa beraktivitas…alhamdulillah.
Wah salah fokus saya Mbaaa.. apakah lalu devicenya baik baik saja? >.<
Oh yaa, 2025 ini memang campur aduk…ada masa sulit, penderitaan, kesalahan, bahkan bencana sosial/alam..
Di keluarga kami pun melalui begitu banyak krisis. Tapi selalu lebih banyak berkah di setiap waktunya. Semoga 2026 kita semua bisa lebih baik
Rasanyaaa 2025 dar der dor bangettt
semoga tahun depan dan seterusnya kita dianugerahi hal hal baik.
dan makin mensyukuri semua pelajaran dan peristiwa dalam hidup.
smangaatttt
Mba Nik gimana kondisi sekarang? Hp mati total? Yaampun mba. Maaf aku baru tau lewat tulisan ini. 2025 penuh tantangan sekali, tertatih melewati hari demi hari. Mba Nik strong banget, tetap tenang walau isi kepala berisik dan kondisi semakin menghimpit.
Semoga segera ada angin segar dan kabar baik di penghujung tahun ini. Keep strong & to the best. Support system terbaik tentu patut di apresiasi. Terima kasih orang-orang baik yang terus ada dan selalu ada.
Time flies so fast, sudah di bulan terakhir di tahun 2025 dan sudah bertambah usia ini 1 tahun
Tahun yang cukup berat, banyak perubahan terjadi, termasuk pekerjaan dan pendidikan anak-anak. Tahun ini cukup berat, emosi campur aduk, ingin menangis dan berteriak sekuat tenag untuk melepaskan beban ini. Semoga amanah yang diberikandapat dijalani dengan baik pun laku hidup yang lainnya. Bijak bersikap dan bertutur, banyak mendengarkan, mengamati sekaligus menganalisa sebelum berucap dan bertindak, itu pelajaran yang kupetik di akhir tahun ini
2025 memang darderdor, kukira 2024 udah sedih tapi 2025 lebih gimanaa gitu, ditambah lagi kakekku barusan berpulang untuk selamanya.
Tadi malah fokus ke bagian: upah dosa adalah maut. Jadi tokoh dia sudah meninggal dunia?
Mengenai hal ini, jadi ingat, pernah baca kalau kita melakukan hal-hal negatif (seperti dosa kecil) kalau dikumpulkan maka akan menjadi balasan berupa kecelakaan atau hal buruk lain. Memang harus menghindari dosa walau kecil.