Cara menikmati Takabonerate dari pengalamanku saat menjelajahi Selayar Sulawesi Selatan. Perjalanan yang tak terlupakan, melahirkan banyak pelajaran hidup. Kisahnya aku sudah tulis dalam Peta Rasa Sukacita sebelumnya.
Baca Juga: Takabonerate Surga Laut Indonesia Terlupakan dan Kisah Perjalanan Sejam Lagi Katanya
Jika rasa manis belum mampu dikecap, mengenang hal manis-pun akan bisa membawa energi besar.
Pemikiran itu terlintas saat berupaya mengatur waktu dengan tetap penuh sukacita di kala hidup sedang manja-manjanya.
Mengatakan manja seperti tidak mau di ajak kompromi, sesuka hati sehingga berdampak tekanan.
Bersyukur sekali ruang peta rasa sukacita ini hadir, membawa satu dampak, ketika muramnya hidup dan mengaturnya tetap sukacita melalui peta rasa, menjadikan tetap bersemangat.
Baca Juga Series Rabu sebelumnya: Peta Rasa Sukacita
Satu bagian peta rasa adalah berbagi tentang pengalaman cara menikmati Takabonerate, surga laut Indonesia tanpa sinyal internet. Menikmati salah satu gugusan atol terbesar di dunia: Taman Nasional Takabonerate, sebuah berkat tersendiri buatku. Perjalanan dan menikmatinya itu mendapatkan banyak pengetahuan.
Salah satunya bagaimana ketika sinyal internet tidak ada sama sekali, mampu bisa menikmati hidup dengan utuh dan penuh sukacita. Dengan pengalaman itulah ada lima hal yang bisa dilakukan ditengah tidak ada sinyal sama sekali.
1. Bermain dengan Baby Shark
Mungkin sebagian orang merasa, kalau mau ke pulau tentu akan ada resiko akan kehilangan sinyal internet. Tetapi tidak semua orang bisa nyaman tanpa internet selama tiga hari dua malam. Akan terselip harapan jika berpetualang di pulau, sedikit ada celah sinyal untuk bisa terhubung ke dunia luar.
Tetapi pada saat itu, ketika kami bertemu dengan Takabonerate surga laut Indonesia, ternyata tidak ada sinyal sama sekali. Kami tidak patah semangat dan bersyukurnya ada banyak ide yang bisa kami ingin lakukan.
Jika bicara bawah laut, tentu taman laut Sulawesi selatan ini tentu banyak keindahannya. Tetapi menikmati itu perlu usaha sedikit dengan perahu untuk lebih kedalam lagi.
Namun untuk kali ini di pulau Tinabo, aku melihat hal yang paling menyenangkan bisa dilakukan menjadi satu cara menikmati Takabonerate adalah bermain dengan baby shark.

Mengapa jadi istimewa?
Karena kamu tidak perlu jauh-jauh dari area pulau, tidak perlu dengan perahu. Baby shark ada di depan penginapan. Baby sharknya lucu dan ada di area pantai. Sekedar berenang bareng atau bermain kano diatasnya pun sangat menyenangkan.
2. Bermain Bentengan
Kebetulan aku mengajak cukup banyak kawan saat traveling ke Takabonerate. Ada belasan orang sehingga keseruan bisa kita atur bersama-sama. Ketika tahu sinyal tidak ada sama sekali di pulau tersebut, beberapa kawan langsung mencari ide supaya malam tidak terlalu membosankan.
Jadilah kami bermain bentengan. Sungguh permainan itu membuat kami mengisi waktu sangat produktif. Karena dalam permainan itu ada bagian mengatur strategi dan kebersamaan semakin terjalin.
Bermain bentengan satu cara menikmati Takabonerate, buatku sesuatu sesuatu yang istimewa.

3. Berenang Saat Sunset
Hal ketiga ini mungkin tidak banyak orang menyukainya. Tetapi buat kami saat itu, cara ini sungguh membawa keistimewaan tersendiri. Duduk melihat matahari pamit itu sesuatu yang biasa. Tetapi jika berenang disaat matahari mau terbenam itu lebih dari pada menikmati keindahan.
Cahaya keemasan itu menyelimuti dan bayangan gelap semakin dekat. Ada keindahan yang kami semua merasa tahjub.

Selain menikmati keindahan sunset, kami juga seseruan berfoto. Ternyata setelah saling menuangkan ide pose dalam berfoto, hasilnya membuat kami bahagia secara utuh.
4. Main Kartu
Menikmati pulau tanpa sinyal sama sekali dan tidak ingin tidur awal, tentu saja ide-ide untuk menikmati malam terus dicari. Akhirnya dengan diskusi yang penuh gelak tawa, kami memilih untuk menghabiskan malam dengan main kartu.
Menarik dalam permainan itu, siapa yang kalah akan mendapatkan coretan lipstik dimuka. Entah memang aku yang tidak bisa main kartu atau lupa membuat diri menang karena sehangat itu kebersamaan kami. Aku salah satu orang yang mendapatkan goresan lipstik di wajah paling banyak.
Sepanjang bermain, bukan fokus bermainnya tetapi segala keisengan, bagaimana caranya membuat kawan-kawan kena lipstik di wajah itu jadi sarana kami menikmati kebersamaan.
5. Main Lampion dan Menikmati Tebaran Bintang
Cara menikmati Takabonerate selain menikmati bawah lautnya adalah bermain lampion. Kami memang seniat itu menikmati kebersamaan. Berulang kali ke pulau mengajarkan kami, malam hari butuh kegiatan yang seru dan bermain lampion adalah pilihannya.

Dan setelah bermain dengan lampion kami lanjut menikmati keindahan bintang-bintang. Bagian ini akhirnya melahirkan banyak sesi melo. Cerita-cerita terpendam yang tidak bisa keluar, dalam momen saat itu mengalir dengan tenang. Dan aku seperti biasa memberi telinga dan hati untuk mendengar dengan sebaik-baiknya.
Setiap rasa dimulai dengan menentukan pilihan
Tetap bersyukur dan bersukacita ditengah carut marut kehidupan, seperti klise. Tetapi bagaimana lagi, hidup sudah menentukan aturannya.
Bersungut atau bersyukur dan bersukacita itu hanya soal pilihan.
Sama dengan ketika kami sadar selama tiga hari tanpa internet, merasa terputus dari dunia luar. Apakah sungut itu akan membawa dampak lebih baik atau kami memilih bersukacita dengan menemukan ide-ide seru dalam menghabiskan waktu.
Begitu juga kehidupan, keadaan memang kadang se dar der dor itu, tidak bisa diatur. Tetapi kita mampu mengatur reaksi. Karena sehebat apapun berusaha jika bukan hak, semuanya hanya akan berlalu saja.
Cara menikmati Takabonerate, satu bagian langkahku dalam menikmati taman laut Selayar. Mengajarkanku bahwa rasa itu dimulai dengan menentukan pilihan.
Bagaimana denganmu? Adakah hal yang tidak nyaman tetapi memilih tetap bersukacita? Yuk bagikan di kolom kementar.
Menteng Jakarta, September 2025
Ditulis setelah mengisi rasa sukacita dengan bertemu orang-orang terbaik dan mengejar keterlambatan publis series Rabu. (Biasanya 07.00 PM menjadi 08.22 PM)


8 Responses
Ga dapat sinyal internet, itu bukan sesuatu yg ga nyaman, melainkan seruuuuuuuu byangetttttttt 😍😍😍😍😍. Aku udah ngerasain pas 5 hari tanpa sinyal di Korea Utara . Hidup serasa dalam bubble. Tapi akibatnya, kami semua jadi akrab, jadi bener2 ngobrol, bener2 main, dan akhirnya jadi Deket sampe skr.
Makanya aku ga keberatan sih mba kalo hrs traveling ke tempat tanpa sinyal. Malah tenaaaang, ga diganggu Ama email atau telp kantor, bener2 rileks 🤣.
Kapan lagi bisa hidup kayak dizaman sebelum internet ada 🤭🤭. Anak2ku hrs ngerasain sih 😄
Pengalamann yang wajib dicoba setiap orang sepertinya Kak. Sepertinya sekarang semua orang kaya kecanduan HP dan internet, nggak bisa sedetikpun jauh dari hal itu. Padahal kalau mau sejenak saja hidup tanpa itu mungkin kita bisa menemukan hal baru dan aktivitas baru yang nggak kalah menarik. Tempat perenungnan terbaik ada di sana, mendengar dengan sebaik-baiknya. Aku sendiri belum berani untuk menjamah wilayah-wilayah seperti yang didatangi Kak Nik, belum berani lama-lama jauh dari internet dan HP. Ingin rasanya mengunjungi daerah Timur agar bisa mencoba hal-hal baru. Semoga segera 🙂
meskipun tidak ada sinyal internet kalau suasanya indah dan enak begini sih betah-betah aja kak Niek…seruuu aja yang ada gak akan bosan
No internet kalau pas di Pulau dan pantai gini. It’s okay banget ya Mba Nik, banyak yang bisa dilakukan soalnya seperti membangun kedekatan dengan pasangan atau anak. Bisa main pasir, berenang bareng, main lampion pas malam hari. Indahnya. Jadi kangen mantai deh.
MasyaAllah pengalamannya seru sekali, bisa ke Takabonerate. Wishlist banyak traveler, terutama pecinta pantai dan laut (kayak saya). Haha! Justru dengan nggak adanya sinyal internet kita makin bisa menikmati momen nggak sih? Nggak terdistrak pengen posting ini itu, fokus ke kegiatan di sana sembari mengabadikan momen.
Mbak, ini healingnya beneran “kabur” dari hiruk-pikuk dunia yaa. Tanpa sinyal tanpa terhubung, betul² menikmati diri menyatu dengan alam. Itu buat aku keren banget sih.. Pulau Selayar juga indah banget view-nya 😍Semoga kapan² aku bisa travelling macam gini bersama keluarga.
Mbak, ini healingnya beneran “kabur” dari hiruk-pikuk dunia yaa. Tanpa sinyal tanpa terhubung, betul² menikmati diri menyatu dengan alam. Itu buat aku keren banget sih.. Pulau Selayar juga indah banget view-nya 😍Semoga kapan² aku bisa travelling macam gini bersama keluarga.
Kok aku jadi pengen ya menikmati hidup kayak gini juga, sesekali lepas dari internet, lepas dari dunia luar, mengajak anak-anak untuk bisa kreatif dalam menemukan berbagai aktivitas yang dilakukan.
Tapi jujur ka Nik, main-main sama baby shark ini bikin aku overthinking banget. Tapi bercampur juga rasanya, bercampur dengan rasa penasaran dan keinginan untuk bisa berenang bersama baby shark itu. Kalau memang sudah biasa begini, berarti mereka memang gak bahaya ya? Asal kita juga tetap tenang.