Langkahku

5 Pilar hidup berkehidupan – Cerita Jejak Sukacita

5 pilar hidup kucatat disini karena tanpa sadar hal – hal itulah yang membawaku menjadi seperti saat ini.

Hidup berkehidupan kupilih menjadi pilar dalam langkah karena syukur itu tak henti-hentinya hadir. Melihat jejak yang telah terlukis diwaktu lalu rasanya hidup sudah lebih dari cukup untuk selalu berbahagia.

Cerita jejak sukacita begitu aku ambil garis besar langkah, sukacita akan terus menjadi nyawa seperti saat itu aku memilih menambahkan nama dibelakang panggilan.

Nik Sukacita bukan nama sebenarnya, Nik berasal dari Ni Ketut yang menandakan aku orang Bali anak ke empat.

Entah kenapa ketika aku menemukan kata Sukacita ingin menjadi namaku dan akhirnya tetap ada sampai saat ini.

1. Doa – Utama dalam 5 Pilar hidup

Sejak meninggalkan tanah kelahiran , menuju impian yang sudah tertanam dan menuntaskan sesuatu, doalah jadi andalan dan nafasku.

Hidup dikota besar dengan orang-orang baru rasanya hanya Tuhan yang bisa dipercaya, karena itulah itu menjadi dasarku dalam melangkah.

Memulai dan mengakhiri dengan doa itu terasa langkah terasa ringan. Tentu saja waktu tidak semanis wajah orang yang sedang jatuh cinta.

Dia akan memberikan hal-hal rumit tujuannya memurnikan niat akan sesuatu. Perkara pemurnian tentu tidaklah menyenangkan, ego akan terusik dan tidak jarang emosi akan muncul.

Disinilah letak kekuatan doa. Ada hal yang kadang tidak dimengerti tapi terjadi. Seperti halnya kemudahan dan keajaiban.

Melibatkan pencipta disetiap langkah membawa diriku semakin percaya bahwa segala sesuatu akan menjadi baik.

Doa menjadikan sesuatu tidak mungkin menjadi mungkin, tak masuk dalam logika dan hanya bisa dimengerti dengan Iman

2. Puasa – Mengendalikan Ego

Hal kedua ini memang tidaklah semudah hal pertama dalam melakukannya, jujur saja hal ini cukup sulit bagiku.

Bukan tentang mampu menahan lapar , tapi lebih memulai diawal hari . Kadang niat sudah direncanakan tapi ada saja yang membatalkan niat itu.

Tapi puasa ini hal wajib dan aku sebut dalam 5 pilar hidup karena dalam hal ini lahir tentang pelatihan diri untuk menahan ego.

Menahan rasa lapar dan haus akan biasa dilakukan tapi untuk menahan ego rasanya sulit. Bagaimana untuk tidak emosi ketika keadaan tak berpihak.

Bagaimana menahan keinginan yang terlihat manis sejatinya bukan kebutuhan. Contohnya ketika puasa ada makanan yang selama ini dinginkan tapi tiba-tiba saja hadir didepan mata.

Tanpa harus berjuang mengusahakan , tentu saja sulit memilih.

Bisa jadi saat itu ada perayaan ulang tahun kerabat dimana tempat dan makanannya selama ini tak bisa dinikmati karena harga kurang terjangkau.

Tapi keinginan untuk mau ketempat itu tinggi, giliran ada kesempatan waktu itu sedang puasa. Karena itu aku selalu belajar untuk melakukan puasa.

Karena dalam puasa lahir pelatihan mengendalikan ego, dan ada banyak hal-hal lain bagaimaan puasa melatih diri untuk kebaikan.

3. Tidur – Haknya Tubuh

Mungkin ada pertanyaan kenapa tidak makan ?

Tanpa makan selama sehari dua hari tubuh masih bisa memberikan pelayanannya dengan baik, tapi bila tidak tidur semalam saja coba rasakan bagaimana tubuh akan protes.

Tubuh akan menuntut haknya, dia butuh dirajut kembali oleh pencipta dengan sesuatu kita tak paham.

Mungkin kalau dianalogikan butuh charge , seperti hp tanpa energi dia akan mati, sama dengan tubuh akan lesu dan akal tak berfungsi dengan baik bila tidak mendapatkan istirahat cukup.

Bagaimana bisa hidup berkehidupan bila akal dan tubuh tak berfungsi dengan baik ?

4. Belajar – Pengetahuan tembus batas

Salah satu harta berharga adalah pengetahuan, begitu mungkin kata orang bijak, dengannya akan bisa mengerti dan tahu harus melangkah seperti apa.

Ada banyak hal bisa melakukan sesuatu tanpa harus menggunakan uang yang mana hal itu menjadi alat tukar.

Aku sendiri bukanlah orang yang beruntung bisa sekolah tinggi tapi akhirnya waktu menjelaskan bahwa belajar itu tidaklah selalu dengan sekolah.

Membaca lebih banyak buku , mengenal orang yang pengetahuan luas dan sering-sering ngobrol dengan mereka juga proses belajar.

Menulis juga salah satu pembelajaran yang unik buatku , karena ketika menulis kadang kita dituntut mencari refrensi lebih sesuai tema yang diangkat.

Paling menyenangkan buatku proses belajar itu adalah ketika traveling. Banyak hal yang bisa aku pelajari, mulai dari mengenal orang baru, karakternya, kebiasaan orang lokal , kesukaan dan kebutuhan pokoknya.

Pengetahuan lebih akan menembus batas akan melahirkan kehidupan dan itu dimulai dari belajar.

5. Buat orang lain berterima kasih

Hal ini tidaklah mudah karena butuh proses keempat pilar diatas. Sepertinya hal menekan ego, mengutamakan orang lain adalah kunci dari pilar kelima ini.

Tanpa kerendahan hati sulit untuk bisa mengutamakan orang lain, tapi percayalah aku sudah membuktikan disetiap kesempatan bahwa pilar ini paling memuat bergairah hidup.

Bagaimana tidak, saat orang sedang terluka dan dunia seakan tak berpihak kita mampu membuat orang lain tersenyum dan mengucapkan terima kasih rasanya hidup itu semakin bertumbuh.

Mempermudah orang lain sejatinya banyak orang tak paham bahwa hal itu membawa diri dimudahkan.

Waktu sama semesta itu setitikpun tidak pernah lupa mencatat apa yang sudah dilaku itu yang akan dituai.

5 pilar Hidup yang berkehidupan

Tidak mudah tapi itulah sejatinya hidup yang sebenarnya.

Berakar dalam kebiasaan, tumbuh dalam proses dan berbuah memberi kehidupan buat orang lain.

Maka hidup akan menjadi indah.

all foto by Adelina T

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: