#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Apa Arti Kebebasan Jika Hak Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan? – Aku dan Byung-Chul Han

Apa arti kebebasan jika hak tidak bisa dipertanggungjawabkan? Menilik kembali ruang yang selama ini di perjuangkan tetapi waktu menjelaskan pudarnya tanggungjawab.

Satu kata yang aku lihat semakin hari semakin jauh dari perannya. Entah karena insan sudah lelah berlari dengan banyak perubahan, atau tanggungjawab itu sendiri malas beririsan dengan kebebasan, karena kebebasan itu sendiri sudah tidak mengenal lagi siapa dirinya.

Langit saat ini pudar, tak ada warna jelas. Biru tidak gelap-pun tidak. Kelabu.

Bersama rintik hujan yang juga tidak terlalu jelas, semakin memberi kesan hari ini seperti tanpa identitas. Kabur.

Sementara tawa anak-anak remaja yang sedang berkumpul, menikmati waktu disebelah tempat dudukku pecah dengan riangnya. Waktu yang sama tempat yang sama tapi punya ruang makna yang sangat berbeda.

Dan aku berdialog dengan logika dan nuraniku, berkelana mengatur penyajian bagaimana arti kebebasan dapat diterima pembaca dengan hati riang dan menjadi santapan gurih.

Baca juga: Kemerdekaan adalah Pilihan, Kekuatan Tak Tergoyahkan di Tengah Tekanan – Menuju Hidup Sejati #10

Arti kebebasan
Apa arti kebebasan jika hak tidak dipertanggungjawabkan.

Apa Arti Kebebasan di Kehidupan Modern Saat Ini

Wikipedia mengatakan kalau kebebasan adalah hak dan kemampuan individu untuk bertindak, berpikir, atau berekspresi tanpa campur tangan, paksaan, atau pembatasan yang tidak adil dari pihak luar.

Dan di hari Kartini lalu aku membuat satu kalimat yang terlintas saat itu. Pemikiran itu lahir karena keresahanku atas arti kebebasan di kehidupan modern saat ini.

Hak

Masa lalu begitu banyak insan memperjuangkan atas hak dan juga kebebasan, termasuk Kartini pada masanya. Sekarang tidak hanya hak yang sudah semakin banyak dipenuhi, kebebasan-pun makin menjadi tuan besar.

Sayangnya, kebebasan itu sendiri makin pongah atas raganya karena begitu disanjung oleh insan-insan yang tidak mengenal arti batasan.

Kebebasan tanpa batasan
seperti gadis liar yang tidak mengerti gelap sebuah batas
untuk menyelamatkan

Tidak paham liarnya melupakan batas, malam-pun ditelanjangi tanpa ampun. Berpesta sampai datang pagi. Terus menerus tanpa batas, hingga akhirnya waktu mempertemukan dengan habisnya tenaga.

Apa iya pohon akan berbuah manis dan tumbuh rindang jika terus menerus disirami hujan? Apa akar akan kokoh jika tidak ada datangnya angin kencang untuk mengujinya? Ada banyak batasan yang perlu dilihat dan itu semua menuju pada kebebasan yang sejati.

Tidak berisik berteriak hak dan kebebasan tetapi saat diberi dengan leluasa memeluknya lantas tidak merawatnya dengan baik. Menjauhkan kebebasan dari batasan bukanlah hak yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Hak Menjadi Hak –  Ketika Waktu Menunjukkan Keadilan – Niksukacita

Byung-Chul Han dan Kritik Tentang Hak Tanpa Kesadaran

Kebebasan tanpa batasan seperti gadis liar yang tidak mengerti gelap sebuah batas untuk menyelamatkan. Karena tidak semua batas lahir untuk mengekang, ada hadir agar kehidupan tidak kehilangan arah.

Keresahan serupa pernah disentuh Byung-Chul Han tokoh yang sejalan pemikiranku, seorang filsuf dan kritikus budaya asal Korea Selatan–Jerman. Melihat manusia modern yang terus didorong berkata “iya” pada tuntutan, produktivitas, dan pencapaian tanpa henti. Tanpa sadar kehilangan kemampuan memberi batas pada dirinya sendiri.

Padahal saat batas menghilang, kebebasan tidak selalu melahirkan kesejahteraan. Kadang ia justru berubah menjadi kelelahan yang tanpa sadar menghabiskan manusia dari dalam.

Baca juga: Aku dan Tokoh lainnya yang selaras dengan langkahku.

Arti kebebasan dan Byung-Chul Han
Arti kebebasan dan Byung-Chul Han

Menjaga Kebebasan agar Tetap Memiliki Arti dalam Hidup

Hening, sore ini makin sepi dan kopi susu gula aren berteman tape goreng kesukaanku sudah mulai dingin. Pandanganku tertuju ke salah satu daun yang bergoyang dengan hembusan angin.

Seperti rasa terlunasi. Bersama kopi, tape dan tampannya sosok Byung-Chul Han. Semua yang ada saat ini memberi ruang tenang, teduh bersama arti kebebasan yang aku tulis dalam kesempatan ini.

Kebebasan yang bertanggungjawab atas hak yang diberi waktu untuk bercerita hal baik, menjadi karya yang bisa dinikmati insan dengan kedalaman makna. Tidak hanya sekedar membaca tetapi memberi ruang atas pemahaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Tidak riuh menuntut hak dan kebebasan, tapi mampu bertanggungjawab atas hak dan kebebasan itu sendiri.

Maka dengan apa yang menjadi keresahanku dan pemikiran Byung-Chul Han diatas pembaca melihat cerminan makna yang bisa diambil relevansinya pada kehidupan masing-masing.

Menjaga kebebasan agar tetapi memiliki arti dan makna dalam kehidupan sehari-hari memang tidak mudah. Karnea hidup di masa saat ini dan mungkin juga mendatang, terus mengajak berlari dan berlomba.

Memperkosa kebebasan tanpa melihat hak itu sendiri punya hak,
untuk mendapatkan batasan sebagai energi sebagai nyawa dari kebebasan.
Sebuah tanggungjawab hak pada kebebasan.

Baca juga: Hidup Berkehidupan: Kembali ke Akar, Bertumbuh Kuat, dan Berperan Hidup Berbuah Manis

Cara Melihat Karakter Seseorang - arti kebebasan
Cara Melihat Karakter Seseorang – arti kebebasan

Akhirnya

Terima kasih sudah membaca sampai akhir dan kiranya apa yang tertulis bisa mengajak pada ruang makna yang memberi arti untuk setiap langkahmu.

Kebebasan tanpa kesadaran akan batas bisa berubah menjadi tindakan yang merusak dirinya sendiri. Sebab batas bukan musuh kebebasan; batas memberi bentuk, arah, dan nyawa bagi kebebasan. Sebab batas adalah hak bukan sekadar diberi untuk dimiliki, tetapi dipertanggungjawabkan agar kebebasan tetap memiliki arti.

Ini sebuah pemikiranku, bagaimana denganmu apa arti kebebasan dalam cara pandangmu.
Yuk berbagi di kolom komentar.

Jakarta Selatan, Mei 2026
Ditulis bersama sendunya waktu dengan ditemani kopi susu gula aren dan tape goreng.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

satu Respon

  1. Soal ini pernah juga jadi bahan kontemplasi untukku di masa lalu. Soal sejauh apa kebebasan itu bisa menjadi cara hidup. Walau aku juga gak kenal Byung-Chul Han yang ternyata mempesona ini Mba Nik.. tapi menurutku bebas yang bisa dipakai hidup itu yang tidak menyakiti diri maupun orang lain.. kalau mau cari bebas sesungguhnya sepertinya bukan dunia tempatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink