Merasa capek dan lalu? Keadaan dan tanya sedang mencari arahnya dan aku mengingat beberapa tulisan sebelumnya, membawa pada tulisanku saat ini tentang kendali atas tekanan.
Setiap pribadi sedang berjuang menyamankan hidup dengan caranya masing-masing
Kalimat ini menjadi tokoh utama dalam tulisanku kali ini. Tentang cara setiap pribadi mengendalikan tekanan dan rasanya memang tidak perlu atau tidak bisa membuat semua pihak, untuk membuat satu cara untuk menghadapi tekanan yang belakangan masih terus hadir.
Tetapi walau mungkin tidak bisa mengajak untuk melangkah satu cara, tetap saja sebagai penilik hidup berkehidupan, aku ingin berbagi bagaimana caraku menghadapi tekanan yang bertubi tetapi tetap sehat badan, akal dan jiwa.
Capek dan lalu? Iya, tentu saja capek dan itu sangat wajar, tetapi yang lebih perlu diperhatikan adalah setelah merasakan capek, dan lalu adalah tanya yang perlu dijawab dengan tindakan.
Aku setuju dengan tulisan tentang cara menghilangkan capek dan itu menurutku sangat penting. Tetapi melalui pengalaman yang aku alami sepanjang hidup yang sudah memasuki arah lima puluh tahun, yang aku ingin sampaikan atau berbagi lebih ke arah tentang Yakin, Menikmati dan Tetap Berkehidupan.

Tetap Yakin dan Percaya Saat Tekanan Datang
Siapa yang paling bisa di percaya dan diandalkan dalam hidup ini?
Bagian pertama untuk menjawab capek dan lalu adalah tentang percaya dan siapa yang bisa diandalkan dalam kehidupan. Seberapa yakin bisa membuat langkah tetap bersukacita dalam tekanan.
Mungkin bagian ini jika kamu pembaca seorang yang tidak percaya sama pencipta atau Tuhan, bisa dilewatkan tulisan bagian ini atau bisa juga diganti dengan keyakinan atas waktu.
Aku sendiri membawa arah bagaimana merangkul tekanan pada keyakinan pada Tuhan atau pencipta bahwa DIA memegang kendala pada kehidupan. Semua hal dalam kehidupan ini tidak akan pernah terjadi jika tanpa izin-NYa.
Maka dengan itu ketika sadar bahwa ada yang MAHA kuasa memegang kendali untuk apa risau atas tekanan?
Baca juga: Tetap Yakin dan Percaya: Kekuatan Iman yang Perlu Dirawat dalam Kehidupan
Tetap Menikmati Hidup di Tengah Tekanan
Hanya sehari dan tidak lebih ataupun kurang.
Semuanya tidak akan pernah kembali.
Kemudian jawaban ketika rasa capek dan lalu adalah ketika sudah sadar bahwa kehidupan ada yang mengatur dan satu tetes embun-pun tidak akan jatuh tanpa izinnya, maka ingatlah akan waktu yang paling adil dalam kehidupan.
Hanya 24 jam dan hanya sehari.
Sejatinya kita hidup hanya sehari dan itu yang perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Maka dengan segala tekanan yang ada, jangan pernah lupa untuk menikmati waktu kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Sediakan waktu untuk senang. Pekerjaan, tanggung jawab atau tuntutan lain tidak akan pernah berlalu begitu saja, ia akan hadir setiap hari. Tetapi menghidupi senangmu bisa saja terlewati karena seringkali berdalih dengan tanggung jawab.
Merawat jiwamu itupun sebuah tanggung jawab dan jadikanlah itu bagian hal paling penting dalam waktumu.
Aku sendiri selalu menyediakan waktu saat pagi setelah bangun dan sebelum tidur. Apapun yang membuatku senang aku lakukan karena itu satu energi baik untuk menghadapi setiap persoalan di hari itu.
Namun perlu diingat, merawat atau menghidupi senang di sini lebih ke arah yang memberi hal baik pada langkah selanjutnya. Tidak hanya sebatas untuk memuaskan ego semata.
Baca juga: Ciptakan Imunmu untuk Tetap Berkehidupan – Peta Rasa 50

Tetap Berani Memilih untuk Berkehidupan
Terakhir cara merangkul tekanan adalah berani memilih tetap berkehidupan di tengah tekanan.
Berani terus bergerak walau penuh tekanan, memperlihatkan pada hidup bahwa diri yang memegang kendali dan itu langkah berkehidupan
Capek, tentu saja karena diri masih manusia lengkap dengan kerapuhan dan ego tetapi keberanian untuk merangkul tekanan dengan kuasa pada diri, satu langkah terbaik yang disebut dengan berkehidupan.
Selain yakin dan percaya ada sang MAHA yang berkuasa atas hidup dan menghidupi rasa senang, berani tetap bergerak sebuah respon bahwa kendali untuk tetap berkehidupan ada dalam diri.
Baca juga: Melangkah Lebih Jauh: Cara Meluaskan Hati dan Mengokohkan Akar Hidup

Akhirnya
Cara merangkul tekanan dengan kendali keberanian untuk menghadapi rasa capek dan lalu menghadirkan,
- Yakin dan Percaya bahwa kehidupan ada yang mengatur dan segalanya akan menjadi baik.
- Ketika sadar akan adanya Sang MAHA, maka menghidupi rasa senang sebuah kewajiban.
- Keduanya menghadirkan keberanian untuk TETAP berkehidupan dengan bergerak dan berbuah manis.
Sehingga semuanya mengarah pada, bahwa kendali dan respon yang menjadi tokoh ketika tekanan hadir dan semuanya ada pada keputusanmu.
Ini pandangan dan langkahku, bagaimana denganmu? Yuk cerita di kolom komentar.
Jakarta Selatan, September 2026
Ditulis sambil menghidupi rasa senang dengan minum cold brew black magic lemon.





