#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Cara Hidup Memberi Hadiah – Ketika Manis Kehidupan Menyapa dan Melunasi – 11 Hari Solo Jogja Semarang

Bagikan

Kehidupan selalu punya cara menyapa dengan hangat, walau saat badai begitu kencang, dan cara hidup memberi hadiah kadang diluar prasangka. Memberi kejutan yang tak pernah kita duga. Dalam pekat malam, tiba-tiba bintang bertaburan. Hujan badai sedang riangnya, ingin keluh ini memaki, tapi merpati genit datang membawa kopi dan pisang goreng.

Bagaimana bisa keluh itu tetap hidup? yang ada justru senyum riang menari. Syukur hadir begitu mudah di dalam diriku. Entah karena terlatih, atau memang tak ada energi lagi untuk marah.

Mungkin juga mengerti amarah tidak memberi ruang kemudahan, bahkan menutup jalan.

Baca Juga: Kendalikan Emosi – Mengerikan itu Bara – Review Film Captain America: Brave New World – 2025

Cara hidup memberi hadiah memang tidak bisa disangka. Tahun ini sudah kedua kalinya ia memberi kejutan manis. Kali pertama ketika awal tahun, saat ulang tahun.

Baca Juga: 4 Hari 3 Malam di Labuan Bajo – Hadiah Indah Ulang Tahun

Lalu untuk kedua kalinya saat duka merangkul seorang sahabat, membawaku ke tiga kota dan tanpa rencana perjalanan itu menjadi sebelas hari di Solo, Jogja dan Semarang.

Sore Kereta Api dan Ayom Jogja - Cara Hidup Memberi Hadiah

Kisah 11 Hari di Solo Jogja Semarang

Kamis 17 Juli 2025 jam 21:40 WIB kereta meluncur ke Solo, sampai tepat jam 05.30 WIB. Aku lupa kapan terakhir kali bertemu dengan kota ini, yang jelas sudah lama. Menyapa kembali tentu ada perbedaan. Aku melihat banyak perubahan.

Dari stasiun Solobalapan meluncur ke penginapan, mencoba untuk cek in lebih awal. Ternyata kamar penuh semua dan akhirnya hanya titip koper.Sebelum lanjut ke rumah teman yang berduka, aku ingin membawa bunga untuk ke kuburan.
Aku bertanya pada petugas, toko bunga terdekat dimana dan ternyata dekat dengan pasar bunga.

Keberuntungan kedua, melihat bagaimana cara hidup memberi hadiah. Dengan ojek online aku meluncur ke pasar dan setelah itu lanjut ke rumah sahabatku yang sedang berduka.

Sahabatku terkejut dengan kedatanganku, tentu sebagai hadiah manis buat dia dari kami, aku dan satu sahabat lagi yang menjadi sponsor perjalanan ke Solo. Hadiah hidup pertama di perjalanan ini.

Dua hari di Solo mendampingi sahabat yang berduka, tanpa rencana seorang kawan dari Semarang, yang sedang bertugas di Solo memboyongku ke Jogja. Tugas lanjutan dari kantornya setelah di Solo.Hadiah hidup berlanjut, tiba-tiba ke Jogja. Sampai di Jogja main sebentar dan setelah itu berpisah.

Kawanku menginap di hotel bersama suami dan anaknya dan aku mengingap di tempat ponakan yang sedang kuliah di Atmajaya. Aku bersyukur punya kesempatan bertemu dengannya dan banyak ngobrol. Itu aku anggap satu cara hidup memberi hadiah. Punya kesempatan ngobrol tenang dengan penerus.

Esoknya sambil menunggu kawan bertugas, aku, suami kawanku dan anaknya menikmati indahnya Ayom Jogja.

Baca juga kisahnya: Sore Kereta Api dan Ayom Jogja – Rasa Bahagia Menyapa Kota Gudeg #8

Sore Kereta Api dan Ayom Jogja - Cara Hidup memberi hadiah

Semalam di Jogja dan setelah itu lanjut ke Semarang, pulang kerumah sahabatku. Tidak ada agenda apapun ke kota itu, hanya ingin bersama mereka, satu keluarga yang menjadi harta-ku.

Kembali ke Jogja dan Solo – Selasa, 22 Juli 2025

Awalnya aku kembali ke Solo untuk menemani sahabat yang sedang berduka. Tak ada rencana untuk kembali ke Semarang, karena niatku adalah langsung menuju Jakarta dari kota ini. Tapi seperti biasa, waktu punya caranya sendiri dalam menyusun cerita.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya aku memutuskan berangkat ke Jakarta dari Semarang. Koper sengaja kutinggal, karena dari Solo aku memang berencana kembali ke Semarang terlebih dahulu.

Ke Solo hanya membawa tas rangsel yang aku pinjam dari sahabatku, kejutan hidup berlanjut ketika kembali mau naik kereta tetapi jadinya ikut sahabatku yang tiba-tiba diutus kembali ke Jogja.

Sampai di Jogja dijemput ponakan untuk diajak makan siang. Setelah itu lanjutt naik KRL Jogja ke Solo hanya tarif Rp.7.000,-. dengan waktu tempuh kurang lebih sejam.

Cara hidup memberi hadiah selanjutnya ketika kembali ke Solo, aku tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menginap. Ada satu keluarga menjadi kawan dekat juga yang memang orang Solo, mereka mengundangku menginap dirumahnya.

Waktu seperti berbisik, “kemudahan apa yang masih kau mau Nik?”

Tiga hari kembali aku menikmati Solo. Menemani kawan dalam dukanya dan disela waktu aku menyempatkan ke satu tempat yang membuat penasaran. Pracimasana Mangkunegaran.

Baca juga: Sore di Pracimasana Mangkunegaran: Saat Sejarah dan Adaptasi Duduk Bersama – Terbaik Solo #7

Sore di Pracimasana Mangkunegaran - Cara Hidup memberi Hadiah

Jumat, 25 Juli 2025 – Kembali ke Semarang dari Solo dengan Kereta Api Rp.28.000,-

Setelah tiga hari berlalu, aku kembali ke Semarang dengan menggunakan kereta api. Cukup terkejut dengan harganya, karena sangat terjangkau. Hanya dua puluh delapan ribu, dengan kereta banyubiru dari Solobalapan ke Semarang tawang.

Menempuh jarak dua jam, tempat duduk nyaman, dengan pemandangan menyegarkan buatku seperti beberapa menit saja.

Cara Hidup memberi hadiah

Perjalanan dari Solo ke Semarang naik kereta, baru pertama kali dan aku merasa ini satu cara hidup memberi hadiah. Selama ini selalu bersama kawan dengan naik mobil menjelajah tiga kota itu. Kali ini ketika waktu sedang suka bercanda karena ada ada saja kejutan yang ingin mengelus dada, waktu menikmati Solo Semarang seperti hidup melunasinya.

Menikmati Semarang bersama ponakan

Pertemuan kembali dengan Semarang di waktu Juli kemarin, tidak ada agenda apapun. Hanya ingin menikmati waktu.

Sempat berkabar dengan beberapa kawan baik disana, ternyata belum rejeki bertemu, tetapi ternyata waktu yang kusedikan dibutuhkan oleh anaknya sahabatku. Sepertinya memang waktu sedang menempatkanku menjadi Ibu sementara, karena sahabatku dan suaminya sedang bertugas diluar kota.

Inilah jawaban kenapa aku perlu kembali ke Semarang.

Menemani ponakan yang ditinggal orang tuanya bertugas keluar kota. Selama ditinggal aku sempat menjadi ibu yang mengantar anak ke Ekstrakurikule berenang. Karena tidak mengenal ibu-ibu yang lain, waktu menunggu, aku memutuskan mencari tempat untuk duduk membaca di coffe shop.

Cara Hidup memberi hadiah

Cara hidup memberi hadiah dalam perjalanan sebelas hari Solo Jogja Semarang, tidak hanya soal kemudahan dalam langkah aku temui. Tetapi juga bagaimana pertama kali aku mendapatkan pengalaman menjadi seorang Ibu yang mengantar anak sekolah.

Di hari berikutnya, aku dan ponakan menikmati waktu dengan jalan kaki sekitar rumah dan ternyata dekat air terjun. Tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan. Langkah menyusuri jalanan yang cukup curam. Walau tidak terlalu besar, tetap saja air terjun itu membawa rasa senang.

Bertemu Pesisir Semarang

Setelah sahabatku dan suaminya kembali dari bertugas, aku menyempatkan ke suatu tempat yang membuatku penasaran, Jujur saja, tidak menyangka kalau Semarang itu ada tempat seperti di PIK, pesisir yang bisa dinikmati. Ternyata juga masih dalam pengembangan. Aku melihat daerah itu seperti melihat bagaimana Semarang bersolek.

Cara Mencintai dengan utuh - Cara Hidup memberi hadiah

Cara hidup memberi hadiah memang diluar sangka. Memberi pengalaman dan kejutan manis. Tiba-tiba bisa bertemu AwanCosta.

Baca Juga:Menikmati Sunset di AwannCosta: Cara Semarang Tampil Lebih Cantik dan Memikat #9

Genap sebelas hari aku di Solo Jogja Semarang, dan sebelum kembali ke Jakarta Selasa, 29 Juli 2025-01.19. Di mana sebelumnya di beri drama setitik. Semestinya pulang Rabu pagi tetapi aku salah beli tiket ternyata di Selasa pagi. Begitulah, jika memang waktunya kembali ada saja jalannya, walau sudah punya rencana.

Cara Hidup Memberi Hadiah – Ketika disapa dan dilunasi

Setiap rasa pahit dikecap dan ingin kecewa, selalu saja ada jalannya kehidupan menyapa dengan manisnya. Seperti tidak diberi waktu untuk bertanya mengapa ini terjadi. Cara hidup memberi hadiah buatku sungguh sangat unik.

Sejak memutuskan hidup di Jakarta, hidup selalu melunasi hal-hal pahit dengan diberi manis. Bukit bahwa tidak akan ada manis tanpa pahit. Semuanya seperti kembar tak terpisahkan.

Baca juga: 5 Kembar Kehidupan yang Tak Terpisahkan: Rahasia Menyatu dari Lao Tzu – Aku dan Tokoh #5

Ketika aku membaca tulisan salah satu kawan blogger, Dinda, tentang Pawang Hujan dan BMKG, banyak lapisan makna hadir. Bagaimana usaha dan rencana, boleh saja jadi bagian mempersiapkan langkah, tetapi pada akhirnya waktulah punya kuasanya. Kejutannya kadang terkecap pahit dan tentu saja juga bisa manis.

Seperti perjalananku sebelas hari Solo Jogja Semarang, terkecap manis karena semuanya tanpa rencana dan biaya hidup selama itu hampir semua gratis. Pengeluaran dari rekening pribadi kurang dari biaya hidupku sebelas hari di Jakarta.

Cara hidup memberi hadiah membentuk peta rasa sukacitaku.

Catatan ke 10 Peta Rasa Sukacita

Akhirnya, kisahku tentang cara hidup memberi hadiah, menjadi catatan ke sepuluh Peta Rasa Sukacita Rabu ini. Menyimpan dalam ruang series ini untuk kelak diingat. Bahwa lagi, kehidupan begitu adil menyapa dengan manis ditengah pahit langkah.

Baca juga: Peta Rasa Sukacita jika ingin tahu kisah sukacitaku lainnya, membentuk peta rasa.

Jika hidup seadil itu terus adakah alasan untuk tidak tersenyum manis?

Cara mencintai dengan utuh - Cara Hidup Melunasi

Cara hidup memberi hadiah pertengahan tahun ini, menyapa dengan manis dan sekaligus melunasi rasa getir dalam candanya waktu. Jika sebelah hari di tiga kota itu sebagai hadiah manisku, kalau kamu bagaimanakah cara hidup memberi hadiah sepanjang tahun ini?

Mari berbagi dalam kolom komentar dan terima kasih ya sudah membaca dengan sabar. Selamat merajut Peta Rasa Sukacita.

Jakarta, Agustus 2025
Ditulis sambil menunggu customer.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

7 Responses

  1. Mbookk Nikkk, perjalananmu menarik banget! Aku membayangkan traveling sambil mengunjungi teman-teman itu sebuah perjalanan yang menyenangkan. Kadang apa yang kita rencanakan bisa jauh berbeda dengan apa yang kita harapkan. 🙂

    Ada hal yang kupelajari dari sini. Kadang hadiah itu tidak harus selalu mewah dan terlihat. Sederhana perjamuan, pertemuan dan hadir dengan orang-orang yang dikenal saat suka dan duka, itupun juga bagian dari hadiah yang dikasih oleh semesta. Harapanku semoga kebaikan orang-orang yang memberimu hadiah ini selalu mendapat berkat meski dalam suka-dukanya dan berumur panjang

    Karena tanpa itu semua, rasanya hadiah itu akan terasa hambar dan kosong, kan?? Ya, tak ada cerita yang singgah di blogmu ini… 😀

  2. Perjalanan ini terasa penuh kejutan manis yang datang tanpa rencana, seakan hidup benar-benar tahu cara menyapa di tengah rasa duka. Indah sekali melihat bagaimana setiap pertemuan dan momen sederhana bisa berubah menjadi hadiah yang layak disyukuri.

  3. Perjalanan seperti ini rasanya hangat dan menyembuhkan, mbak. Menikmati waktu berlalu, mendampingi kawan dan saudara dalam sendu, tanpa diburu-buru.

    Ini idamanku juga untuk kota-kota di Asia Tenggara. Ingin revisit kota-kota seperti Singapura, KL, atau Bangkok untuk kawan, atau berkarya.

  4. Cara hidup memberi hadiah pada perjalanan saya adalah dengan memberi banyak kesempatan melakukan berbagai hal dan Tuhan memuluskan jalannya. Senang ya mba Nik bisa silaturahmi dan bertemu serta saling menguatkan dengan sahabat. Itu adalah saat paling berharga dalam hidup

  5. Setuju banget kalau hidup memang selalu memberikan kejutan, kejutan yang manis. Ada pertemuan dengan sahabat lama meski dalam suasana suka, jadi bisa ngobrol dengan keponakan dan menginap bersama. Hal yang pahit akan berganti, tak kan selamanya manusia diliputi kesedihan. Suatu saat nanti ke kebahagiaan akan datang tatkala hati sudah damai dan menerima.

  6. Perjalanan yang awalnya hanya satu tujuan namun malah diberikan banyak kejutan lain dan berlangsung dalam 11 hari yang awalnya tanpa tujuan pasti namun setiap harinya memberikan kesan tersendiri…
    Kalo aku kado terindah di tahun ini sepertinya adalah bisa kembali ke kampung halaman setelah beberapa tahun ini merantau..dulu juga sempat kembali pulang setelah bbrp tahun berpetualang namun kemudian diajak lagi merantau dan kali ini diberikan kesempatan kembali untuk pulang,,ternyata seindah apapun berpetualang ternyata selalu ada waktu terbaik untuk kembali pulang 😉

  7. Aku tuh percaya, pikiran yg positif akan selalu membawa hal2 positif juga. Mba Nik orangnya ceria, jarang banget berpikir jelek terhadap orang lain, jadi mba selalu dikelilingi hal2 yg baik juga 🤗❤️. Aku harus banyak belajar dari sini. Krn jujur mood ku itu amat sangat naik turun.

    Walaupun pernah sih aku ngerasa ada banyak kemudahan yg aku dapat. Tp bukan dalam bentuk hadiah seperti mba.

    Contohnya, aku beberapa kali bisa kluar dari situasi yg ga enak. Aku pernah salah approve transaksi tellerku. Jadi uang Rp500juta yg seharusnya masuk ke Rek nasabah A, malah masuk ke rek nasabah B.

    Dan baru ketauan 4 bulan kemudian. Krn si nasabah A dan B, sama2 punya duit super banyak, sampai ga sadar kalo yg 1 uang 500 jutanya ga masuk, yg 1 ga sadar rek nya ketambahan 500 juta 😂😂😂.

    Pas ketauan mba, aku panas dingin. Yg bikin shock, nasabah udah tutup rek. Tapi nomor telp nya tetap ada di database kan. Kami telp, dan Alhamdulillah mbaaaa, dia mau balikin 500 jutanya 😭😭.nasibku selamat. Aku cuma kena Warning Letter1. Dan tetep dapat bonus walau setengah.

    Case kedua, masih related Ama nasabah premier yg aku handle. Waktu itu aku masih teller mba. Tp khusus nasabah prioritas. Ada 1 nasabah, mau convert uangnya dari USD ke IDR. USD 10k yg mau dia convert. Aku sebenarnya udah confirm 2x bahwa benar TRX yg dilakuin convert USD ke IDR Sebasar 10k USD ya pak. Dia bilang iya.

    Pas aku proses, eh, dia kaget, kalo sbnrnya dia mau beli USD, bukan jual USD nya kayak yg aku lakuin …

    Aku lemes sih. Tapi kemudian bersyukur, pas dia bilang , ‘ya sudahlah fan. Gapapa. Udah terlanjur. Biarin aja. ‘

    Aku kayak mau sujud syukur. Karena transaksi convert begini ga bisa dicancel mba. Kalo sampe dicancel, aku harus cari nasabah lain yg mau tukar utk gantiin slot itu.

    Dari situ, kdg aku berpikir, aku suka kepleset, tapi beberapa kali selalu ditolong Tuhan. Jadi mungkin itu sentilan supaya aku jgn gegabah. . Atau, makin banyakin berbuat baik ke orang2, at least kurangin bad mood yg jelas banget kliatan di muka 🤣🤣🤣.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink