Cara hidupi hari ini bagian dari merawat dan menemukan sukacita dalam langkah keseharian. Walau waktu dengan uniknya memberikan banyak kejutan.
Bersungguhlah dalam segala hal,
terutama hidupi hari ini dan biarkan takdir memelukmu dengan mesra
Mantra hidup yang sudah dari puluhan tahun aku hidupi, ternyata masih revelan di waktu saat-saat ini. Terus berjuang menghidupi setiap jam yang diberikan waktu walau dengan ketidakpastian hidup.
Bersungguh dalam segala hal bukanlah sesuatu yang mudah, terutama di tahun belakangan yang makin hari makin membuat mengelus dada. Kurs rupiah makin ehem, regulasi semakin terlihat tak terarah dan banyak hal lagi yang membuat langkah semakin berat.
Tetapi bagaimana lagi, hidup terus berjalan dan nafas ini masih ada. Artinya tugas masih perlu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Karena itu tulisan ini hadir sebagai bagian peranku sebagai pejuang berkehidupan.
Walau ditengah badai tetap berjuang untuk memberi arti dan berbuah manis pada sekitar. Berbagai cara hidupi hari ini tentang bagaimana hidup keseharian penting dilakukan dengan sungguh, sehingga dengan itu menemukan sukacita sejati.
Baca juga: Self Love dalam 24 Jam: Cara Bertanggung Jawab atas Hari sebagai Bentuk Cinta Diri

Bersungguhlah dalam Peran Hidup, Termasuk dalam Bekerja
Hampir setengah abad hidup, baru kali ini melihat hidup seperti wanita yang sedang datang bulan. Moodnya tidak karuan, ada saja kejutan yang bikin nafas tertahan.
Namun hidup tetaplah hidup, perlu dicintai dengan utuh dengan segala keberadaannya. Dan hal utama pada peran dalam bekerja. Satu bagian mungkin hal paling banyak menghabiskan waktu.
Pada tulisanku satu cara hidupi hari ini, soal bersungguhlah dalam peran hidup apapun itu termasuk dalam bekerja. Mungkin ada banyak alasan untuk menjalani hidup yang biasa saja, tanpa perlu bersemangat lebih.
Tetapi rumus hidup tidak berkata demikian, Hidup akan selalu meminta bayarannya. Jika memperlakukannya dengan biasa maka hasilnyapun biasa. Saat mencintainya dengan sungguh-sungguh salah satunya berperan dalam bekerja dengan sebaik-baiknya, maka hidup-pun akan memperlakukan dengan sebaik-baiknya.
Ah masa iya?
Mungkin banyak pribadi mempertanyakan hal itu, karena belakangan begitu banyak insan bersungguh dalam menjalani hidup tetapi sepertinya hidup tak memberi apa yang sepantasnya.
Tenang saja, ini hanya soal waktu.
Maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh tanpa melihat berapa yang diterima dan bagaimana lingkungan memperlakukanmu. Bekerjalah untuk dirimu sendiri, bukan soal angka tapi soal siapa dirimu.
Baca juga: Semua Akan Kembali Padamu – Rahasia Waktu – 2016
Apa yang kutulis pada semua akan kembali padamu adalah kisahku dan jika aku sudah membuktikan, mengapa kamu tidak? Karena itu, bersungguhlah dalam peranmu satu cara hidupi hari ini dengan utuh.

Rayakan Hari dengan Menikmati Hal yang Kamu Sukai
Dalam sebuah tulisan dari Halodoc disebutkan bahwa menikmati hal yang disukai penting untuk menjaga kesejahteraan mental, mengisi ulang energi, dan mengurangi stres. Aktivitas menyenangkan juga memicu pelepasan hormon dopamin, zat kimia di otak yang menghadirkan rasa bahagia dan kepuasan.
Karena itu mengapa rayakan hari dengan menikmati hal yang disukai sebagai satu cara hidupi hari ini. Aku sendiri setiap hari selalu mengupayakan hal-hal itu. Jika sebelum tiga tahun lalu ada banyak hal bisa dilakukan karena rekening tersenyum manis, namun setelah tiga tahun kesini segalanya butuh perhitungan.
Walau begitu bukan berarti tidak bisa menikmati hal yang disenangi, selalu ada cara. Dalam tiga bulan terakhir cara hidupi hari ini dengan menikmati makanan kesukaan, senja dan pertemuan dengan orang-orang yang sungguh mensupport.
Hal yang paling mudah aku nikmati dan gratis adalah menikmati senja, bersyukur sekali memiliki kesukaan ini. Di manapun setiap bertemu dengannya energiku selalu bertambah.
Senja seakan berkata, terima kasih sudah bersukacita menjalani hari ini, semoga esok kita berjumpa lagi.
Rasa bisikan itu seakan sebuah harapan dan saking senangnya dengan senja, ada waktunya aku duduk lama di lobby apartemen, hanya untuk menunggu senja dan aku tersenyum pada hidup, ada saja caranya membuatku bersukacita.
Baca juga: Perayaan Kecil Hidup: Menemukan Sukacita Lewat Minuman Favorit di Tengah Tekanan
Bersukacitalah dalam Perjalanan Waktu Hari Ini
Kata sukacita seperti sesuatu yang naif ketika waktu menempatkan hal pelik, pekat dan beratnya langkah. Tetapi bagaimana lagi, sukacita sebuah energi yang membawa semangat baik. Apapun bagaimanapun keadaannya magic kata ini perlu perjuangkan.
Seperti salah satu hari itu, ketika menunggu TJ untuk berangkat ke kantor, aku mendapati jalanan begitu macet dan waktu menunjukkan sudah lewat dari jadwal berangkat.
Aku membayangkan sampai kantor pasti telat. Setelah TJ datang aku mendapati isinya penuh dan berdesakan, hatiku tetap tenang. Nuraniku berbisik, sudahlah untuk apa mengeluh. Tidak ada arti. Kalau telat dan berat perjalanannya ya sudah.
Perjalanan pulang pergi dari rumah ke kantor menempuh kurang lebih tiga jam, dengan kadang berdiri berdesakan tidak memudarkan sukacitaku. Karena mengerti bahwa cara hidupi hari ini dengan tetap bersukacita dalam perjalanan akan berbuah manis kelak.
Tidak soal perjalanan ke kantor, juga dalam perjalanan kemanapun hari ini. Semuanya perlu dihidupi dengan sukacita. Karena dengan itu ada keyakinan bahwa hidup selalu adil dan kelak akan diperhitungkan.
Baca juga: Peta Rasa Sukacita: Merawat Rasa dalam Series Refleksi Rabu Hidup Berkehidupan

Akhirnya
Cara hidupi hari ini dengan bersungguh dalam peran, menikmati kesukaan dan bersukacita dalam perjalanan hidup, sebuah langkah keyakinan pada waktu akan adil mengatur dan memperhitungkannya.
Kalau kamu bagaimana cara hidupi hari ini? Yuk berbagi di kolom komentar.
Jakarta Selatan, Mei 2026
Ditulis bersama keyakinan akan adilnya waktu.

