#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Fenomena Langka 163 Tahun: Imlek, Prapaskah, Ramadhan, Nyepi Bertemu – Ketika Kehidupan Memberi Tanda

Fenomena langka 163 tahun mempertemukan Imlek, Prapaskah, Ramadhan, dan Nyepi dalam satu musim yang sama. Mungkin ini bukan sekadar perhitungan waktu, tetapi melihat kembali menyelaraskan diri dengan kesadaran yang utuh.

Setiap tanda membawa peringatan,
Kesadaranlah yang menjadikannya cahaya

Cahaya itu hadir di siang hari saat membasuh diri. Sebuah kesadaran mengetuk nurani dan logika ketika air membasahi tubuhku. Mandi satu terkuat di mana segala ide lahir, dan pikiranku saat itu biasanya menyala sangat kuat menemukan hal yang perlu di tulis atau mendapatkan solusi atas persoalan yang ada.

Mataku cukup lama terpejam di bawah kucuran shower dan logika terusik dengan kenyataan kok bisa dalam satu musim hadir banyak hari suci. Mengetahui kenyataan itu, hal pertama aku pikirkan adalah para pembisnis.

Momen dalam satu musim, membuat langkah stategi penjualan akan sangat penuh tantangan. Biasanya setiap hari suci akan membantu mendorong penjualan, tetapi jika menjadi satu dalam sebulan, ini sungguh berat.

Kemudian logika melangkah lagi pada satu pertanyaan, mengapa fenomena langka ini, ada Imlek sebagai cerminan perayaan penuh sukacita bertemu dengan tiga hari suci yang mencerminkan pengorbanan terlebih dengan Nyepi, sebuah tanda kehidupan di perlukan untuk diam dan berhenti.

Kemudian dengan mencari tahu kembali tentang hari suci yang ada, akhirnya memutuskan untuk menulis dan berbagi tentang pemikiranku, bahwa fenomena langkah ini, sebuah tanda kehidupan untuk kita semua perlu lebih menumbuhkan kesadaran akan tanda semesta.

Lalu bagaimana fenomena langka 163 tahun hadir kembali dalam pertemuan hari suci dalam satu musim, butuh lebih menumbuhkan kesadaran, mari nikmati rangkaian aksara-ku selanjutnya.

Silahkan ambil minuman kesukaanmu dulu atau cemilan supaya membacanya dengan tenang dan tidak perlu terburu-buru.

Fenomena Langka
Fenomena Langka – Ramadhan bertemu hari suci lainnya.

Tahun Baru Imlek dan Energi Kuda Api Penuh Semangat

17 Februari lalu dunia seakan di alihkan dengan perayaaan begitu meriah. Sepertinya tahun baru Imlek kali ini hampir banyak orang ikut dalam keceriaannya. Terutama dalam dekorasi kota.

Begitu banyak juga bertebaran konten tentang bagaimana prediksi dan karakter tahun ini. Soal keberuntungan dan tidaknya tersiar begitu banyak. Mari kita lepaskan dulu soal percaya atau tidaknya. Kita melihatnya sebagai suatu informasi yang mungkin saja sebagai tanda kehidupan.

Garis besarnya, konon tahun kuda api memiliki energi yang sangat besar, jika aku tidak keliru, kuda melambangkan energi api dan di tambah elemen api maka tahun ini bersifat agresif. Seperti api besar jika lengah sedikit akan membakar banyak hal.

Konon, begitulah tahun ini. Tahun yang penuh dengan semangat, kecepatan dan cenderung melupakan kesadaran. Segalanya serba cepat. Positifnya semangat tinggi dan kembalikannya cenderung emosional dan meledak-ledak.

Kemudian mari kita sadari dulu hal ini. Jika mau mempercayai silahkan, tidak-pun juga tidak apa-apa. Setiap kita memiliki landasan dalam menjalani hidup.

Selanjutnya kita tengok hari suci prapaskah dan ramadhan.

Fenomena Langka hari suci Imlek
Fenomena Langka hari suci Imlek

Baca juga: Dia Tak Cukup Baik Drama China – tapi Kamu Terbaik – 3 Pelajaran dan Penerimaan Diri – Kembali Ke Akar #3

Prapaskah dan Ramadhan: Pantang dan Puasa

18 Februari lalu, bertepatan dengan hari Rabu Abu. Umat katolik dan kristen memulai prapaskah, periode 40 hari persiapan pertobatan, doa, puasa, dalam merayakan Paskah.

Sekaligus di hari yang sama sebagian umat muslim memulai masa Ramadhan yaitu puasa selama 30 hari menjelang hari hari Idul Fitri.

Dalam prosesnya semua pribadi yang melaksanakan, mengambil bagian dalam menahan diri atau mengendalikan diri atas hawa nafsu. Waktunya lebih banyak merenung dan kembali pada jadi diri. Lebih sering terhubung dengan pencipta dalam doa.

Semua prosesi mencerminkan pengendalian diri. Aku sendiri mengambil momen ini sebagai waktu yang tepat untuk melihat kembali, apa dan bagaimana pencipta berkehendak dalam langkahku.

Pantang 40 hari dengan tidak minum kesukaan yaitu kopi dan makanan daging serta jajanan pasar. Semuanya bersifat hal yang paling aku suka atau menyenangkan.

Fenomena Langka hari suci prapaskah pantang kopi
Fenomena Langka hari suci prapaskah pantang kopi

Baca juga: Kendalikan Emosi – Mengerikan itu Bara – Review Film Captain America: Brave New World – 2025

Hari Raya Nyepi: Saat Alam Berkuasa dan Manusia Belajar Diam

19 Maret nanti, sebelum perayaan Idul Fitri hadir hari raya umat Hindu yaitu Nyepi. Tahun Baru Saka bagi umat Hindu yang bermakna sebagai hari penyucian diri (manusia) dan alam semesta, penyepian, serta introspeksi diri (mawas diri). Aku mengambil arti dan maknanya dalam tulisan dinas kebudayaan Buleleng.

Lagi, diberikan gambaran dalam waktu berdekatan, hari suci hadir dalam hal ini ketika alam mengambil alih waktu sepenuhnya. Umat hindu di hari tersebut tidak boleh keluar rumah, dan bahkan sebagian mengambil waktu untuk berpuasa.

Sebuah momen yang bisa di ingat untuk menghadapi yang penuh kecepatan.

Baca Juga: Liburan Nyepi – Tahun Baru Caka 1939

Fenomena Langka 163 Tahun: Ketika Energi Besar Dipertemukan dengan Keheningan

Hening waktu saat ini menghadirkan kejernihan logikaku akan fenomena langka hari suci bertemu dalam satu musim. 163 tahun lalu juga pernah terjadi, saat Imlek, prapaskah, ramadhan bertemu.

Yang membuatku terdiam ketika 163 tahun sebelumnya tepatnya di tahun 1863 Imlek ber- Shio Kelinci Air, sedangkan di 2026 kuda api. Berlawanan. Air dan Api.

Aku melihat sepertinya kehidupan sedang mencerminkan atau memberi tanda, dunia modern semakin ambisius dan hal itu ada pada karakter api. Penuh gairah dan ambisi serta kecepatan.

Sama dengan kehidupan zaman ini. Mungkin dengan hal ini, waktu mempertemukan bagian hari suci yang mencerminkan berdiam diri dalam ketenangan bathin.

Tahun Kuda Api yang agresif bertemu Prapaskah, Ramadhan, Nyepi yang penuh ketenangan batin. Seperti tanda, kendalikan semangat yang berlebihan dengan kesadaran yang penuh ketenangan.

Akhirnya

Mengajak diri untuk memperbesar kesadaran sebelum bertindak, mengingat kembali apakah langkah yang diambil memang dibutuhkan dan memberi manfaat bagi banyak pihak

Hidup kesadaran untuk tidak terpicu emosi, eling-eling.

Dan tulisan ini menjadi bagian series Jumat pada kembali ke akar kehidupan.

Baca juga series sebelumnya: Kembali ke Akar

Kalau menurutmu, fenomena langkah ini sekadar kebetulan atau sebuah tanda? Cerita yuk di kolom komentar.


Pasar Minggu, 20 Februari 2026
Ditulis setelah berenang saat badan sudah merengek minta olah raga.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

23 Responses

  1. Ini tuh kayak, kita mungkin sedang semangat-semangatnya untuk mengusahakan sesuatu. Tapi, jangan lupa selagi semangat, kita juga butuh untuk kesadaran diri.

    Dalam artian, jangan hanya sekedar semangat yang membara. Tapi, semangatnya itu kayak nggak ada nyawanya.

    Ada kalanya juga berhenti sejenak saat sedang bersemangat itu bukan jadi sebuah kemunduran.

  2. Di satu sisi penuh tekad karena masuk di tahun kuda api, tapi di sisi lain pun diingatkan untuk senantiasa tenang dan sabar ya mbak, tidak terlalu berlebihan dan menjaga hawa nafsu. Kurang lebih seperti itu.
    Akupun meraskan, rasanya banyak sekali peluang dan rezeki yang muncul akhir-akhir ini. Semoga kelak semua berbuah jadi berkah ya mbak. Doa terbaik untuk Mbak Nik, agar dimudahkan perjalanannya.

    Btw nanti 2030 lebaran sama natal barengan, hihihi

    1. Semangat Fajar. Waktu-mu sedang bersinar. Banyak kesempatan ada buatmu.
      Aaah ya kan 2030 barengan hari raya kita. Semoga di beri umur panjang, sehat dan rejeki banyak yaak. Amiin.

  3. Banyaknya momen spesial di awal-awal tahun 2026 ini semoga menjadi pengingat kita untuk bener-bener mengingat jati diri sebagai manusia, solidaritas, toleransi, dan juga menjaga alam sekitar kita. Teduh memang rasanya melihat setiap insan tersadar dan khusu’ dengan momen di hari-hari spesial di agama masing-masing. Setidaknya momen langka 163 tahun ini menjadi pelipur di tengah banyaknya berita dan informasi di layar kaca yang membuat miris hati.

    1. Iyaa, pengingat juga bahwa masih ada hal yang baik perlu di syukuri. Paling tidak pernah merasakan momen langka ini dan kita bisa pakai untuk refleksi diri untu eling-eling.

      Terima kasih untuk komennya.

  4. Sebelum di tahun berapa ya, itu natal dan lebaran hanya beda sehari, Mbak. Kau ga salah di bulan Desember. Dan ini memang spesial. Imlek, Prapaskah, dan Ramadan dalam masa yang sama. Dan tu ternyata terulang setelah 163 tahun ya, Mbak. Kalau dulu tahun Kelinci air, sekarang kuda api. dua elemen yang sangat bertolak belakang. Alhamdulillah bisa merasakan fenomena langkah ini ya, Mbak.

    1. Iya berbeda elemen, karena itu aku berbagi pemikiran. Mungkin ini cara semesta memberi peringatan di awal tahun yang penuh api ini, di mulai dengan perenungan dulu. Jadi kalau ada peristiwa yang bikin emosi, butuh untuk eling-eling.

  5. Nggak nyangka jg loh, momen indah spt ini pernah terjadi 163 tahun lalu. Langka sekali bs menemukan kondisi spt ini. Mulai dari Ramadhan, prapaskah, Imlek hingga Nyepi.

    Tapi bagiku, Ramadhan tahun ini malah bikin sedih. Aku hrs menemani ibunda opname di rumah sakit. Beliau divonis vertigo dan stroke. Ini udh hari ke-8 aku menemaninya. Hari2 yg biasanya dirayakan dgn buka bersama dan sahur bareng, hrs aku nikmati berdua di kamar rumah sakit. Sedih? Pasti. Smg beliau lekas sehat dan bs merayakan Idul Fitri bersama lagi.

    1. Iya, momen langkah dan bersyukur bisa merasakan.

      Semoga lekas pulih ya bunda mas Didik, dan amin yang paling serius bunda segera pulih dan bisa menikmati ramadhan dengan sehat dan juga merayakan Idul Fitri dengan kesehatan yang baik semuanya.

  6. Pas baca ini aku jadi klik baca simbolnya. Hehehhe..

    Berasa diajak maik teka-teki. Dan kalau dipikir-pikir, rasanya bukan tanpa maksud Tuhan mempertemukan ini semua di satu momen. Ketika kuda api bertemu selain ada panas dan semangat, ramadhan dan pra-paskah mengajaknya untuk rehat. Semacam rem kendali kalau semua semangat dan panas berlebih bisa berbahaya.

    Lantas menjelang ramadhan berakhir, euforia kemenangan seperti diingatkan kembali bahwa terlalu berlebihan bersenang² bisa membawa petaka, Nyepi hadir mengingatkan dan ditutup dengan rasa legawa untuk ikhlas menjalani proses kehidupan, Idul Fitri. Bermaaf-maafan dan instropeksi diri.

    Ahh, benar² analogi yang cantik mbak Niikk. Semoga kita selalu rukun dan tetap saling menyangi satu sama lain. Sehat² selalu dan panjang usia penuh keberkahan.😍😍

  7. Tahun ini benar-benar tahun yang beririsan ya bagi berbagai agama di Indonesia. Ada imlek, ramadan, puasa pra paskah hingga hari raya Nyepi bagi umat Hindu. tentunya ini juga hal yang kebetulan karena pastinya semua kejadian di muka bumi ini sudah diatur oleh sang pencipta. Tinggal kita aja nih yang harus bisa mengambil hikmah dari berbagai kejadian

  8. Iya ya. Tahun ini imlek, prapaskah, ramadan, nyepi dan lebaran datang berturut-turut. Sesuatu yang langkah yang terjadi 163 tahun yang lalu. Semoga umat beragama di Indonesia bisa terus saling toleransi terutama saat hari pentingnya beririsan.

  9. 163 tahun?
    Berarti bakalan bertemu lagi fenomena seperti ini, 163 tahun kemudian ya kak Nik?
    Wah.. Wah, sesuatu banget sih ini.
    Sebenarnya ada hal lain lagi yang unik di tahun ini sih, yaitu bulan Februarinya tanggalnya full, maksudnya, kalau lihat di kalender susunan hari dari Minggu sampai Sabtu di bulan Februarinya full, nggak selerti bulan lainnya.
    Fenomena yang memgesankan

  10. Beneran meriah ya di waktu yang bersamaan ada beberapa perayaan yaitu Imlek, Ramadan dan Valentine. Beneran menghangatkan hati karena semua merayakan dalam damai. Indahnya Indonesia negara yang beragam. Semua hidup bahagia berdampingan bersama

  11. Hmm sudah tahun kuda api
    Tahun yang selalu ada harapan terbaik bagi keluarga saya, keluarga kita semua sebab hidup makin berjalan dengan berbagai fenomena yang begitu berat
    Semangat menjalani hidup tetapi harus paham kapan bisa mengerem semangat itu supaya tidak kebablasan

  12. Wah iya ya , aq baru tahu juga klo nyepi berdekatan dengan lebaran
    Kemarin saat imlek, rabu abu dan puasa berdekatan aja rasanya amaizing
    Sungguh tahun yang luar biasa ya, moga banyak berkah buat kita semua

  13. Kalau menurut saya ini tuh seperti siklus yang akan berukang kembali pada suatu masa nanti. Karena waktu berputar dan nanti akan bertemu lagi di suatu masa. Dan kebetulan bertemu banyak hati besar dalam satu waktu jadi terasa lebih bisa mrmaknai semangat keberagaman dalam beribadah.

  14. Wow ternyata 163 tahun sekali ya mbakkk 😀
    Alhamdulillah ada masa di kehidupanku ngrasain hal ini juga haha. Suka sama event2 keagamaan yang hampir berbarengan ini biarpun membuat tim dekor mall dan hotel bingung wkwk 😀
    Apalagi event2 ini sangat baik untuk iklim usaha dan perputaran ekonomi, semoga kita semua kecipratan rezekinya aamiin 😀
    Tapi bisa dilihat aslinya kita di masyarakat mah bisa aja damai, semua bisa menikmati, asal nggak dibentrokin jadi konflik horizontal aja oleh oknum2 yang nggak suka dengan kedamaian.

  15. Ternyata ini kejadian langka banget ya Mbak Nik bisa nyaris berbarengan perayaan hari besar ini.. suasana Semarang jadi merah di mana-mana tapi juga ada suasana Ramadan kental.. meriah banget.. memang harus lebih mengendalikan emosi di saat sekarang ya soalnya tiap hari ada saja gebrakan pemerintah bilin rakyatnya hipertensi.. hahaha.

  16. Jadi belajar untuk lebih tidak berlebihan. Merasa seimbang itu sesuatu yang mutlak karena sangat diperlukan. Btw Mba, di fenomena 163 tahun ini kemarin aku malah nemu beberapa konten unik >..<
    Indahnya keberagaman…

  17. Aku baru tahu kalo ini kajadian 163 th sekali dan kita menjadi salah satu yang beruntung bisa bertemu dengan fenomena ini yaa,,,aku melihatnya salah satu cara kita bertoleransi antar umat beragama diawal ramadhan umat islam berkolaborasi dengan perayaan imlek dan di tengah ramadhan juga menjalankan ibadah puasa bersama umat kristiani dan katolik dan menjelang lebaran nanti umat islam berkolaborasi dengan perayaan hari raya nyepi..sungguh indah keragaman jika kita bisa memaknai nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink