#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Foto Adat di Malioboro Saat Pertemuan Blogger – Cerdik Boleh, Manipulatif Jangan – Peta Rasa 37

Siapa sangka, sebuah foto adat di Malioboro saat pertemuan blogger justru melihat cara kang foto menjual jasanya lebih dekat dan dari sana semakin belajar untuk lebih teliti dalam bertransaksi.

Cerdik Boleh, Manipulatif Jangan

Hal yang ingin aku bagikan sebagai pelajaran kehidupan dalam bekerja ataupun berbisnis. Saat ini aku mengingat, bulan puasa sudah memasuki akhir minggu pertama, dan aku masih menunggu keajaiban hidup. Hening malam ini terasa mengusik.

Mengingat banyak tanggung jawab yang perlu dilakukan tetapi kesediaan makin menipis. Ketika logika sedang bertarung, aku mencari peralihan yang menyeimbangkan rasa dengan melihat galery foto HP. Menemukan banyak kebaikan hidup salah satunya foto adat di Malioboro.

Kenangan manis awal tahun 2026 menyadarkan, bahwa kehidupan selalu punya cara untuk memberi kesenangan. Salah satunya foto adat Malioboro sebuah hadiah waktu atas langkahku. Berulang kali ke kota yang konon paling pintar membuat rindu, selalu saja agenda berfoto dengan pakaian adat terlewatkan.

Sampai awal tahun kemarin, hal yang tak terbayangkan terjadi dan sekaligus sebagai momen manis bersama orang-orang keren yang berbagi banyak kisah dalam tulisan blog.

Baca juga: Pertemuan Blogger Awal 2026, Terbatas Waktu tapi Menghidupkan: Membuka Kesadaran dan Rezeki

Foto adat di Malioboro
Foto adat di Malioboro (Rere,Lala, Aku, Eryka)

Tiba-tiba Foto Adat Malioboro – Pertemuan Blogger di Yogyakarta

Sepertinya hidup sedang suka dengan permainan tiba-tiba. Rasanya tahun-tahun belakangan segala sesuatu terasa tiba-tiba. Tanpa rencana, segalanya berjalan sesuai yang di kehendaki waktu.

Hal terakhir yang aku dapatkan ketika saat di Yogyakarta tiba-tiba lanjut ke Jepara. Setelah itu mendadak lanjut ke Bali dan sampai ke Surabaya. Segalanya tidak pasti tetapi semuanya berjalan tiba-tiba dan membawa kebaikan.

Baca juga kisahnya:

Pertemuan blogger di Yogyakarta berjalan sesuai rencana. Namun di sela-selanya, muncul satu ide yang sama sekali tak disiapkan: mengabadikan momen dengan foto adat di Malioboro.

Sebenarnya sempat terpikir untuk melakukan foto baju adat di Kotagede. Namun waktu begitu mepet. Salah satu teman, Eryka, harus segera kembali ke Solo, sementara jadwal KRL terbatas.

Akhirnya, tanpa banyak pertimbangan panjang, pilihan pun jatuh ke Malioboro.

Baca juga kisahnya yang di tulis oleh Eryka dan Lala, blogger yang bertemu di Yogyakarta.

Selain mereka berdua ada Rere, blogger yang pertema kali punya ide foto adat di Malioboro, karena dialah momen manis ini tercipta dan bisa melihat lebih dekat bagaimana cara kang foto berjualan.

Baca juga cerita-cerita serunya Rere dalam tulisan yang juara akan storytelling dan tulisan tentang kami juga di di Cerita 4 Blogger, Bertemu di Tugu Jogja, Berkebaya di Malioboro ~ Ire Rosana Ullail

Tentang bagaimana kami bertemu hingga akhirnya memutuskan sesi foto adat di Malioboro, sudah dituliskan dengan detail oleh para kawan bloggerku di atas. Aku sendiri, dari momen manis pertemuan itu, justru menyoroti satu hal yang terasa lebih dalam.

Tentang bagaimana strategi berjualan kang foto yang menurutku kurang sesuai.

Foto adat di Malioboro bertiga setelah Eryka duluan kembali ke Solo.
Foto adat di Malioboro bertiga setelah Eryka duluan kembali ke Solo. (Dari kiri, Rere, Aku dan Lala)

Cerdik Boleh, Manipulatif Jangan – Strategi Penjualan atau Bisnis

Apa yang akan aku ungkapkan dalam tulisan ini murni sebagai cara pandangku. Pengalamanku kerja lebih dari 28 tahun dalam dunia Korporat dan pernah menjadi leader bertahun-tahun di adminitrasi penjualan, dan juga berapa tahun sebagai top leader, apa yang kutemui dalam cara dagang kang foto adat di Malioboro saat itu terasa mengusik.

Tentu saja setiap pelaku bisnis punya cara masing-masing. Semuanya bertujuan cuan atau profit. Hanya ketika sesi pertemuan dengan blogger awal tahun lalu, membuatku merasa tidak nyaman.

Tidak transparan. Awalnya terlihat murah tetapi setelah sudah memutuskan dan bersepakat, baru terlihat ada tambahan ini itunya. (Detailnya baca di tulisan Lala)

Terlihat cerdik karena pembeli seolah diarahkan untuk sepakat terlebih dahulu, lalu kejelasan detailnya muncul belakangan. Namun bagiku, itu bukan lagi sekadar kecerdikan, melainkan mulai bergeser ke arah manipulatif. Tindakan mengendalikan atau memanfaatkan orang lain secara licik demi keuntungan sepihak.

Sedangkan dagang atau bisnis itu untuk bernafas panjang, perlu memiliki pemikiran untuk keuntungan kedua belah pihak. Mengapa?

Kenyamanan adalah nafas marketing terbaik dalam penjualan

Karena dengan pelanggan nyaman, kekuatan rasa nyaman itu akan membawa penyebaran informasi sangat cepat. Terlebih di era saat ini, setiap pribadi, mampu berbagi cerita kepada siapapun melalui sosial media.

Karena itu dari dulu aku selalu menekankan pada team, untuk selalu memperhatikan kenyamanan pembeli. Jujur untuk kelemahan product, karena tidak ada product yang sempurna. Begitu jgua soal respon cepat untuk memberi ruang pada pembeli untuk bisa berpikir cepat dalam memutuskan.

Respon cepat, transparan dengan jujur kurang lebihnya product bagian dari menghadirkan kenyamanan.

Ketika rasa nyaman hadir, orang akan bercerita dengan sendirinya tentang sebuah produk-tanpa diminta, tanpa diarahkan. Di tengah kuatnya media sosial hari ini, yang patut diperhitungkan bukan hanya kemampuan pengusaha dalam menjual cerita, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pembeli.

Rasa yang didapatkan oleh pembeli itu JAUH LEBIH PENTING. Aku sendiri salah satu pribadi yang sangat mengutamakan kenyamanan. Terlebih di era ini siapa yang tidak punya product bagus?

Jasa atau product terlalu mudah didapatkan saat ini. Tetapi soal pelayanan dan memberi kenyamanan tidak banyak yang mampu menghadirkan secara konsisten.

Mungkin ada yang berpikir, karena itu perlu untuk lebih teliti dan bertransaksi. Aku sepakat untuk hal itu. Barangkali karena kami saat itu sedikit terburu waktu sehingga foto adat di Malioboro awal tahun lalu tidak terlalu memperhatikan secara detail.

Tetapi menurutku, selain memang sebagai pembeli butuh lebih memperhatikan secara detail, sebagai pengusaha perlu lebih memperhatikan kenyamanan, untuk keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Setelah kejadian di Malioboro, aku lebih berhati-hati dalam hal kang foto di jalan. Walau sudah bicara dengan hati-hati dan teliti dalam bertransaksi, tetapi saja unsur manipulatif aku temui.

Baca kisahku dengan kang foto jalanan di Surabaya: Saat Seduh Coffee di Kota Lama Surabaya: Kisah Menikmati Jeda Waktu yang Tenang – Peta Rasa 33

Foto adat di Malioboro
Foto adat di Malioboro

Karena itu, semoga para jasa tukang foto di jalan atau pelaku bisnis apapun lebih memperhatikan hal seperti ini. Namun kembali segala sesuatu punya alasan dan resiko dan kembali pada pelaku atau pribadi itu sendiri.

Akhirnya,

Pengalaman foto adat di Malioboro saat bertemu blogger, mengingatkanku untuk lebih berhati-hati bertransaksi di jalanan dan untuk pemilik bisnis penting untuk lebih jujur dengan kelebihan dan kekurangan productnya.

Kenyamanan akan membuahkan hal yang baik
dan ini penting untuk diingat sebagai pelaku usaha

Ini pandanganku, kalau kamu bagaimana? Yuk bagi pendapatmu di kolom komentar, dan terima kasih ya sudah membaca sampai selesai.

Tulisan ini dirangkai untuk series Rabu, Peta Rasa Sukacita memetakan rasa sukacita atas pertemuan blogger yang manis dengan ber- foto adat di Malioboro.

Jakarta Selatan, Februari 2026
Ditulis sambil membayangkan kembali ke Yogyakarta dan berfoto di Kotagede.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

5 Responses

  1. Hehehe, iya mbak. Seperti kurang transparan dari awal. Padahal sudah sebutkan paketan, tetapi pas kita kedalam kok banyak sekali tambahan ini, itu. Walau nominalnya kecil kalau dikali lumayan juga kan. Aku agak perhitungan kalau nggak sesuai akad awal. Soalnya yang sebelumnya aku dan kak Rere berfoto, sangat jelas dan terperinci. Tambahan pun hanya selendang saja. Lainnya aman. Termasuk bros sekalipun. Makanya aku ada membandingkan keduanya dan jomplang. Maafkan yaaa, tetapi ada benarnya, dalam bisnis pun semua ada etika nya ya.

    Makasih sudah menceritakan dari sisi bisnis, dan banyak hal berkaitan. Semoga ada banyak hal baik yang hadir dalam keseharian. Segera menggapai apa yang mbak impikan. Semangat terus ya mbak.

    1. Terima kasih Lala. Amin tercapai apa yang aku impikan, dirimu juga ya. Sehat selalu dan tetap semangat. Semoga waktu nanti memberi jalannya untuk mengulang momen seru ini ya.

  2. Sepertinya karena efek kita terlalu buru2 ya mbaa..jadi ya udah langsung oke saja diawal tidak kita detailkan terlebih dahulu..apalagi waktu liat hasilnya jiga ternyata gak sebagus yang dibayangkan..ada sie yang bagus2 cuma jika dibandingkan secara keseluruhan kok sayang aja banyak yg gak sesuai…Apalagi kata mb lala lebih murah dan lebih bagus yg sebelumnya ternyata kan…
    Bener juga sie ya karena sudah terlanjur jadinya pelanggan pasti cuma iya2 aja…so sad
    Tapi sisi positifnya ya udah jd punya bbrp foto kenang2an yg cantik 😊

    1. IYa betul, sepertinya karena kita terburu waktu. Tetapi tak apa, jadi ada cerita dan bisa melihat sisi lain dari kang foto.

      Terima kasih ya Eryka, semoga waktu memberi kesempatan mengulang sesi foto adat ini ya. Mungkin pakai adat Bali nanti. Amin.

  3. Makasih Mbak udah disematin artikelku. Iya tuh nambah mulu di sana, mana tukang fotonya ngasih instruksi kurang jelas, hehe. Walhasil tiba-tiba yang dibayar membengkak. Anting dihitung, asesoris dihitung, aneh banget. Mana promo yang mereka lakukan satu foto cuma 5 ribu. Kesannya murah gitu, ternyata plus ini itu, dibikini video estetik pula, tambah ini itu jatohnya tetep lumayan, hehe.

    Ya buat pengalaman Mb, next time kita lebih hati-hati lagi. Kalau mau makai jasa model begitu harus ditanya benar-benar dan lebih detail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink