Banyak orang menganggap penglihatan buram sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi gejala awal katarak yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mata.
Katarak merupakan kondisi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk dengan optimal ke retina. Akibatnya, kualitas penglihatan menurun secara perlahan.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM menjelaskan bahwa katarak paling sering terjadi akibat faktor usia. Namun, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
“Karena beberapa hal, termasuk faktor usia, lensa mata bisa menjadi keruh,” ujar Dr. Ricky.
Baca juga: Self Awareness: Mengapa Kita Bereaksi dalam Relasi dan Keputusan Hidup – Peta Rasa 38
Gejala Mata Katarak yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Gejala mata katarak biasanya berkembang perlahan dan tidak langsung terasa berat. Banyak penderita baru menyadari adanya gangguan ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Beberapa tanda katarak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penglihatan tampak berkabut
- Mata terasa silau saat melihat cahaya
- Kesulitan melihat pada malam hari
- Warna terlihat lebih pudar
- Penglihatan ganda pada satu mata
Karena gejalanya bertahap, tidak sedikit masyarakat yang menunda pemeriksaan mata. Padahal, pemeriksaan sejak dini penting untuk menentukan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin mengganggu kualitas hidup.
Selain faktor usia, risiko katarak juga dapat meningkat pada penderita diabetes, perokok aktif, orang dengan riwayat trauma mata, hingga mereka yang sering terpapar sinar ultraviolet berlebih tanpa perlindungan mata.
Deteksi Dini Mata Katarak
Dokter mata menyarankan pemeriksaan mata rutin terutama setelah memasuki usia dewasa. Pemeriksaan berkala membantu mendeteksi perubahan kondisi mata lebih awal, termasuk gejala katarak yang sering tidak disadari.
Katarak yang tidak ditangani dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup karena penderita akan semakin kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti membaca, bekerja, hingga berkendara.
Saat ini, operasi katarak modern telah berkembang dengan teknologi yang lebih nyaman dan presisi. Operasi dilakukan untuk mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa tanam buatan agar penglihatan kembali lebih optimal.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada mitos bahwa katarak dapat sembuh hanya dengan obat tetes mata atau terapi alternatif tertentu. Konsultasi dengan dokter mata tetap menjadi langkah penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Dengan edukasi mengenai gejala katarak dan pentingnya pemeriksaan mata rutin, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata dapat terus meningkat sehingga kualitas penglihatan tetap terjaga hingga usia lanjut.

Jakarta Selatan, Agustus 2026
Gejala Mata Katarak ditulis untuk series Rabu, Peta Rasa Sukacita sebagai peta kesadaran (Sponsored)





