JCO Kelapa Gading saksi kisah perjalanan hari-hariku bersama senja. Melintasinya dengan jalan kaki dan sekali waktu hadir dengan penerimaan kisah pribadi yang ingin dirawat.
Hidup itu hanya 24 jam
Akhir-akhir ini aku suka dengan pikiran itu dan logika serta nuraniku itu sebuah kebenaran. Hanya 24 jam itulah yang perlu dihidupi dengan sebaik-baiknya. Karena itu sebelumnya aku pernah menulis tentang hal tersebut.
Baca Juga: Cara Hidupi Hari Ini dengan Sungguh dan Menemukan Sukacita Langkahmu
Lalu kali ini aku berbagi lebih luas bagaimana hari-hari itu dihidupi dengan sungguh. Tentang tempat yang setiap hari dilewati, senja yang menyapa dan langkah diri dengan berjalan kaki menuju halte Trans Jakarta.

JCO Reserve Kelapa Gading – Ruang Temu dengan Kenyamanan
Mengenal lebih dekat Kelapa Gading memang sebuah takdir yang tidak pernah terpikirkan olehku. Begitulah waktu kalau sudah berkendak apapun tidak bisa membantahnya. Daerah ini menjadi ruang pembelajaranku tentang penerimaan.
Sesuatu yang tidak suka bukan berarti tak menemukan hal berharga. Aku selalu belajar dan menajamkan diri soal bagaimana adaptasi dengan waktu soal ketidaksukaan.
Kelapa Gading contohnya. Perjalanan tiga jam pulang pergi dari tempat tinggal ke kantor dengan kendaraan umum, bukan sesuatu yang disebut nyaman.
Tetapi lagi, saat inilah aku bangga akan diri karena dalam ketidaknyamanan itu aku tetap menemukan sukacita yang utuh. Melintasi JCO Kelapa Gading dengan senja saat berjalan kaki, satu hadiah hidup yang membuatku semakin hidup.
JCO Reserve Kelapa Gading setiap hari aku sapa, kadang saat pagi aku lihat wajah-wajah yang sedang menikmati waktu dengan kopi. Dari jauh dalam perjalanan kaki aku memandang sambil berpikir, seperti itulah salah satu cara insan bertemu paginya.
Di lain waktu, aku sendiri hadir disana, kadang sendiri dengan segala riuh pikiran, kadang berdua dan juga dengan beberapa orang. Semuanya memberi warna mengatakan kalau JCO Kelapa Gading ruang temu yang menyamankan.
Areanya luas, berkolaborasi dengan MAKO Cake & Bakery dan Johnny Andrean menjadikan tempat ini semakin lengkap untuk jadi tempat bersantai.
Alamat JCO Reserve Kelapa Gading – 18, RT.18/RW.8, West Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240
Baca juga: Temu Cerita di Teras Sapa – Rahasia Semakin Terhubung, Mengapa Terpisah? (Peta Rasa 16)

Menikmati Senja Bersama Langkah Kaki di Tengah Rutinitas
Satu hari lagi lewat sudah
Setiap hari pulang kerja kalimat itu hadir dalam benakku. Iya, hari-hari terakhir hidup seperti menghitung hari. Rasanya saat bertemu malam, tersadar lagi kesempatan hari ini sudah dilewati.
Keluar dari kantor aku selalu melihat langit, kadang ia muram di lain hari ia tersenyum manis karena cerahnya. Setelah melihat langit, langkahku maju dan bertemu dengan JCO Kelapa Gading.
Tempat ini memang tidak jauh dari kantorku, selalu aku lewati dan menjadi indahnya setelah melewati JCO kembali Senja itu menyapa. Langkah demi langkah dijalani dan Senja itu mengajak dialog.
Berdialog tentang satu hari sudah dilalui dengan segala polemiknya. Entah kenapa berjalan kaki saat pulang kantor seperti memberi ruang tenang berdialog dengan senja dan diri.
Selama ini menikmati senja selalu dengan hal-hal yang terlihat istimewa, di tepi laut atau di sudut kafe. Kali ini senja yang sama tetapi dengan cara bertemu yang berbeda, tetap energi baik itu hadir.
Energi baik karena satu hari lagi sudah dilewati dan dalam perjalanan pulang, senja itu menyapa dan kadang juga insan yang kutemui dalam perjalanan memberi senyumnya.
Di lain waktu aku mendapati satpam yang asyik bertugas dengan wajah semangatnya, kadang juga tukang gorengan asyik dengan dagangannya. Tak ketinggalan juga kang ojek duduk terdiam menunggu pesanan.
Semuanya memperlihatkan hidup dengan segala cerita dan apapun itu semuanya akan berlalu.
Baca juga: Senja terbaik di Indonesia dalam langkah empat puluh tahunku

Peta Rasa Sukacita ke 49
Perjalanan dengan jalan kaki pulang pergi rumah kantor dengan jalan kaki bersama senja dan melewati JCO Kelapa Gading, aku petakan dalam series Rabu. Cerita sederhana yang aku hidupi menjadi energi besar.
Senja yang selalu menyapa dengan senyumnya, walau kadang sedikit muram tetapi selalu memberi ruang berdialog dan menyatakan terima kasih pada diri karena sudah melangkah sampai di titik ini.
Terima kasih juga untukmu yang setia membaca sampai di sini dan bagaimana harimu? Terpetakan sukacitakah?
Apapun itu yuk bagi di kolom komentar.
Jakarta Barat, Mei 2026
Ditulis sambil menunggu pertemuan bersama secangkir cappuccino.

