Pernahkah kamu dianggap salah karena terlalu baik? Kisah Aku dan Tokoh Senin ini tentang kebaikan yang dianggap bodoh, kadang banyak orang heran kenapa mau melakukannya.
Mungkin bisa dibilang ini kelemahan juga, karena kadang tidak semua hal yang baik berdampak tepat. Tetapi buatku apapun yang berlandasan ketulusan, waktu yang akan memainkan perannya, tidak tepat akan menjadi buah manis.
Kata orang apapun yang terlalu akan berdampak tidak baik, begitu juga kebaikan tapi aku percaya cinta kasih yang tulus yang berlebihan itu baik, karena kekuatan terbaik kehidupan itu terletak pada cinta kasih.
Ketika mengulik tokoh masa ratusan lalu tentang kebaikan yang dianggap bodoh, aku menemukan Toyohiko Kagawa, seorang aktivis sosial Jepang, hidup di antara kaum miskin. Membantu orang yang mengejeknya, merawat orang yang menolaknya.
Selaras dengan langkah yang sudah aku jalanin. Salah satu hal yang pernah aku tulis tentang menolong perusahaan, di mana aku sendiri sudah di keluarkan dan kembali membantu tanpa dibayar.
Baca kisahnya juga: Semua Akan Kembali Padamu – Rahasia Waktu – 2016

Toyohiko Kagawa – Aktivis Cinta Tanpa Batas
Jika Senin lalu aku berbagi tentang tokoh, lebih fokus tentang mengubah getir ke manis, kali ini lebih fokus tentang keteguhan hati yang berbuat baik, walau sering dibilang bodoh.
Baca juga: Penolakan Amarah Bangkit – Mengubah Rasa Getir Menjadi Manis – Aku dan Jean-Jacques Rousseau #8
Kebaikan yang dianggap Bodoh aku ambil dari seorang Toyohiko, tentangnya aku yakin jika tanya pada media online akan banyak informasi disampaikan.
Satu di antaranya tentang peduli kaum miskin hingga rela Tinggal di tempat kumuh
Dalam kisahnya lebih memilih untuk berbagi secara tabel tentang kebaikannya. Tokoh Jepang lahir tahun 1888 ini menurutku seorang teguh dan sesuai dengan apa yang menjadi pemikiranku dalam series Senin.
Walau kebaikan yang dianggap bodoh, dia terus menabur dan meninggalkan benih baik hingga saat ini.
| Aspek | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Kebaikan Nyata | Hidup di tengah kawasan kumuh, berbagi kehidupan dengan kaum miskin, merawat yang sakit, serta mendirikan berbagai layanan sosial seperti koperasi, klinik, sekolah, dan rumah sakit. |
| Keteguhan Spiritual | Menghidupi iman dengan tindakan nyata, berbuat baik tanpa pamrih, dan memegang prinsip bahwa kasih harus diwujudkan, bukan hanya diucapkan. |
| Solidaritas Sejati | Tidak sekadar memberi bantuan dari jauh, tetapi ikut tinggal, makan, dan bekerja bersama mereka yang menderita. |
| Visi Perdamaian | Menggagas “Brotherhood Economics” sebagai alternatif dari budaya konflik dan kesenjangan sosial, mengutamakan kerja sama dan saling menolong. |
| Ketekunan Menghadapi Tantangan | Tetap berjuang meski ditentang, dikritik, bahkan dipenjara karena keyakinan dan tindakannya yang melawan arus zaman. |
| Pengaruh Global | Gagasannya menyebar ke banyak negara, memberi inspirasi bagi gerakan sosial dan ekonomi di berbagai belahan dunia. |
| Reputasi Tinggi | Dihormati di dalam dan luar negeri, dikenal sebagai tokoh moral dan sosial yang konsisten memperjuangkan martabat manusia. |
Lagi, aku tidak menyandingkan diri dengan tokoh-tokoh besar sebagai paduan langkahku, tetapi melalui kisahnya aku terus mengingatkan bahwa hidup berpola dari kehidupan lalu dalam tokoh, aku masa sekarang dan kemudian kamu juga yang mungkin sedang dalam masa waktu ketika kebaikan yang dianggap bodoh.

Aku dalam Kebaikan yang Dianggap Bodoh
Sejak tulisan kembali padamu bertahun-tahun lalu, aku bersyukur prinsip dan keteguhanku atas kebaikan tetap aku lalukan. Walau sering insan melihat aku melakukan kebaikan yang dianggap bodoh.
Mungkin terlalu sering menabur pada terlihat tanahnya kering dan mereka melihat itu percuma. Tetapi aku sendiri entah memang sudah mengalir dalam nadi untuk menabur kebaikan itu, atau memang mengerti bahwa tidak ada yang lebih kuat dalam kehidupan selain cinta kasih.
Dalam series ini aku jadikan tulisan kebaikan yang dianggap bodoh dan melihat memperlihatkan langkahku dan tokoh. Aku rangkum dalam tabel berikut.
| Aspek | Dalam Kisah-ku | Paralel pada Tokoh | Makna untuk Tema |
|---|---|---|---|
| Respon terhadap Perlakuan Tidak Adil | Menerima PHK tanpa kemarahan, tetap menjaga hubungan baik, mengucap terima kasih dan meminta maaf. | Kagawa tetap menunjukkan kasih dan keramahan bahkan kepada pihak yang menentangnya. | Kebaikan sejati tidak bergantung pada bagaimana orang memperlakukan kita. |
| Pilihan untuk Tetap Membantu | Kembali membantu kantor yang memecat, tanpa gaji, selama 3 bulan. | Kagawa memilih hidup di tengah kemiskinan untuk melayani, meski dianggap sia-sia oleh sebagian orang. | Kebaikan kadang tampak “tidak masuk akal” di mata dunia, tapi itu adalah wujud ketulusan. |
| Mengikuti Kata Hati | Mengabaikan saran teman untuk berhenti membantu, karena merasa terdorong oleh hati nurani. | Kagawa bertindak berdasarkan keyakinan rohaninya, bukan tekanan sosial atau keuntungan pribadi. | Keteguhan hati adalah fondasi kebaikan yang bertahan. |
| Mengorbankan Waktu dan Tenaga | Membantu di sela pekerjaan baru meski tak mendapatkan imbalan materi. | Kagawa mengorbankan kenyamanan dan peluang demi misi sosialnya. | Pengorbanan adalah bahasa kasih yang nyata. |
| Tidak Menyimpan Dendam | Tetap menjalin hubungan baik dengan rekan kantor lama. | Kagawa memaafkan orang-orang yang menentang dan memfitnahnya. | Melepaskan dendam menjaga hati tetap murni. |
| Keyakinan akan Balasan Tuhan | Percaya bahwa kebaikan akan kembali dengan cara Tuhan, walau tidak segera. | Kagawa yakin bahwa kasih sejati selalu menghasilkan buah, meski tidak terlihat langsung. | Kebaikan tulus tidak pernah hilang, hanya butuh waktu untuk berbuah. |
Mengapa Perlu Teguh dalam kebaikan?
Men who fear to make the sacrifice of love will have to fight
Pengorbanan akar dari cinta kasih dan buahnya kebaikan yang tak tulus. Walau terlihat kebaikan yang dianggap bodoh karena berulang dikecewaka tetap berbuat baik. Aku sendiri segala sesuatu dikembalikan pada nurani sebagai penerang langkahku.
Mungkin orang melihat apa yang aku lalukan bodoh, tetapi aku punya prinsip kebaikan tidak akan pernah berdusta akan karakternya, kalau dia berbelas kasih mengembalikan dengan kebaikan juga.
Kebaikan itu seperti benih baik, walau mungkin jatuh ditanah kering. Percaya ada aspek lainnya yang akan menumbuhkannya sesuai kehendak hidup. Siapa yang mengerti akan kerja waktu dengan pasti?
Kebaikan yang dianggap bodoh dan mengapa perlu tetap teguh? Karena sudah terbukti bahwa kebaikan tidak pernah berkhianat. Selalu tahu punya cara melunasinya.
Baca juga: Kejujuran dalam Hidup, Jejak Keteguhan dan Hak #2
Selain itu aku sendiri mengikut kalimat, jika kau berbuat baik ada yang baik padamu, lalu di mana letak kebaikannya?
Bukankah sepantas atau selayaknya kita berbuat baik jika menerima kebaikan. Akan jadi bernilai kalau kebaikan tetap dilakukan saat keadaan tidak baik.
Sepanjang waktu bersamaku, hidup sudah membuktikan kebaikan selalu berbuah. Jika-pun terlihat tidak itu hanya soal waktu. Bukan tidak tapi belum.
Jika selama ini kebaikan yang dianggap bodoh itu sudah membuktikan buah baiknya, trus mengapa perlu perhitungan?
Keteguhan dalam Kebaikan: Lilin Kecil di Tengah Gelap

Mungkin kebaikan yang dianggap bodoh, tetapi dia itu terang kecil seperti lilin ditengah kegelapan. Bisa jadi penerima kebaikan belum mengerti karena langkahnya gelap. Kurang memahami apa yang kita sebut baik itu sebagai kebaikan.
Maka disinilah letak ketulusan dan dalamnya itu ada pengorbanan, percaya bahwa pemilik kehidupan bersama waktu punya alur dan kisah yang tepat.
Bagaimana denganmu? Adakah kebaikan yang dianggap bodoh dalam langkahmu?
Kebaikan yang dianggap bodoh adalah benih yang ditanam di tanah tak dikenal. Tapi siapa tahu, tanah itu sedang menunggu musimnya. Sudahkah kamu menanam hari ini? Mungkin mulai dari beri komentar baikmu dalam tulisan ini.
Jakarta, Agustus 2025
Menulis dalam keteguhan diri, tetap publis tulisan seminggu tiga kali ditengah waku semakin menuntut tanggung jawab.
#LifeCoach #HidupBerkehidupan


6 Responses
Memang adakalanya kebaikan itu tidak hanya bersifat horizontal mbak, namun juga bersifat vertikal. Sehingga dalam pelaksanaannya kita tidak lagi ada harapan balik, atau ada perasaan apapun. Pure membantu karena panggilan nurani dan bentuk cinta kita atas perintah Tuhan yang Maha Kuasa.
Aku masih belum bisa 100% sih kayak begini. Masih pilih2 kalo mau bantu orang, hehehe
Big hug mbak Niikk… Bener² merasa sedih tahu kau dulu pernah mendapat ketidakadilan (PHK). Tapi yang membuatku merasa setuju adalah, kita memang tak perlu marah sejadi-jadinya pada orang dalam perusahaan itu. Karena marah pun pada mereka tidak akan mebuat kita kembali pada posisi situ.
Caramu itu adalah cara elegan menunjukkan bahwa mereka salah sudah mengambil keputusan itu. Dan, mbak nik sudah membuktikan itu lewat bagaimana membantu rekan kantor dan tetap berkomunikasi baik dengan mereka. ❤️❤️❤️
Tokohmu itu jujur baru kenal. Kalau aku lihat tahunnya, itu kurang lebih pada masa-masa labilnya perpolitikan Jepang Era Meiji akhir atau Taisho atau (mungkin) Showa.
Berbuat baik bagi sesama adalah ajaran dasar salam hidup ini. Saya yakin setiap orang ingin selalu berbuat baik. Tapi terkadang orang lain yang melemahkan kebaikan kita. Karena masih banyak yang belum menganggap sesuatu yang diberikan dengan tulus ikhlas. Dan hanya Tuhan yang terus menguatkan diri kita untuk terus berbuat baik. Karena segala kebaikan akan mendapat balasan yang setimpal. Semua akan indah pada waktunya.
Sebenernya ga ada kebaikan yg bodoh. Krn dalam ajaran agama aja, kebaikan mesti selalu dilakukan . Sekeciiiil apapun itu, ada balasannya, ada pahalanya. Mungkin di pandangan orang sia2 aja melakukan kebaikan tanpa ada imbal jasa. Tapi di mindsetku itu tabungan akhirat. Pahala yg mungkin akan menolong kita di hari akhir. Bukan sekarang …
Lagipun, makin banyak melakukan kebaikan, aku ngerasa sendiri, jalan hidup dipermudah. Selalu ada solusi, itu pun sebenarnya hasil dari kebaikan yg kita lakukan
“Apapun yang berlandasan ketulusan, waktu yang akan memainkan perannya”. Setujuu banget sama kalimat ini ka Nik. Bisa jadi kebaikan dianggap bodoh karena yang menilai kebaikan itu adalah manusia, tapi kita yakin, penilaian kepada diri sendiri adalah yang utama. Aku ikut sedih, tapi di sisi lain juga ikut merasakan ketenangan ka Nik dalam menghadapi situasi PHK itu. Bahkan dengan kebaikan yang ka Nik lakukan kepada perusahaan itu, aku yakin suatu saat pasti akan terbayarkan. Kalau kata orang jawa sih “Gusti Allah mboten sare”.
Hal-hal kayak gini nih yang mau aku ajarkan ke anak-anak. Untuk tetap berbuat baik dalam kondisi apapun.
Makasih mbaaa…tulisannya insightfull banget. Saya jadi lebih bisa memandang bijak saat ada sesuatu yang tidak berkenan dengan respon yang saya terima dari orang saat saya memberi kebaikan padanya. Apapun respon orang yaaa kita harus tetap berbuat baik karena berbuat baik itu sejatinya akan kembali pada diri kita sendiri.