#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Kehidupan Carut Marut? Ingat 3 Hal Cara Agar Tetap Waras dan Kuat

Kehidupan carut marut?

Akhirnya tulisan ini dilanjutkan juga, sejujurnya tentang kehidupan carut marut ini, aku persiapkan tepat di hari seorang anak bangsa yang berjuang melakukan tugasnya, kehilangan nyawanya.

Kamis malam itu, aku mempersiapkan dan belum juga mulai mengisinya, baru judul dan hal-hal terkait teknis lainnya. Berita itu hadir dan aku langsung menutup laptop.

Baca juga: Affan Kurniawan: Luka Indonesia dalam Usia 80 Tahun, Sampai Kapan?

Sebelum demo dan kejadian itu, kehidupan sudah begitu murung. Seperti merajuk. Seakan tidak mau dirayu. Dingin. Pekerjaan terasa enggan disentuh. Hubungan semakin diuji. Orang-orang terkasih dipisahkan, kembali pada empunya.

Rasanya aku sedikit menyesal tahun lalu pernah berkata, “kuatkan diri, kehidupan tidak akan baik-baik saja”

Kala itu aku tidak ingin berkata, tetapi bagaimana lagi, keadaan mengarahkan untuk berjaga-jaga. Memang hidup tak sekejam dirasa, ada saja waktu memberi gula-gula. Tetapi kisah yang hadir, semuanya memperlihatkan kehidupan carut marut.

Lantas dengan itu tidak ada sukacita?

Sedangkan sukacita satu rasa wajib dimiliki untuk bisa melangkah. Lalu bagaimana cara tetap waras dan kuat ditengah kehidupan carut marut?

Ada tiga hal yang aku dapatkan sepanjang perjalanan hidupku. Saat keadaan, hidup seakan tidak berpihak dan itu yang membuat langkahku tetap sukacita. Dan hal itu juga aku sampaikan pada orang-orang yang datang padaku untuk coaching.

Kehidupan Carut Marut
Kehidupan Carut Marut terasa gelap

1. Sementara, bertahanlah Sebentar Lagi

Hal pertama yang perlu dan penting selalu diingat untuk kuat dan tetap waras ditengah kehidupan carut marut adalah bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi. Semuanya berputar, selalu bergantian.

Seperti tergambar diatas, bagaimana mentari akan pamit. Begitu indah. Bukan dia tidak mau terus bersinar, dia hanya memberi ruang pada malam untuk menunjukkan diri. Semuanya sementara. Foto diatas diambil oleh kawanku saat kami traveling ke Takabonerate.

Baca kisahnya juga: Takabonerate Surga Laut Indonesia Terlupakan dan Kisah Perjalanan Sejam Lagi Katanya

Dalam perjalanan itu aku belajar dan semakin memahami arti ketidaknyamanan hanya sementara. Jawaban sejam lagi seakan sebuah harapan. Walau nyatanya sampai berjam-jam kemudian.

Kehidupan carut marut? tenang saja semuanya hanya sementara. Bertahanlah, sebentar lagi akan datang hal-hal yang membuat langkahmu semakin baik dan apa yang kamu butuhkan akan terpenuhi.

Kehidupan Carut Marut? Besarkan Cintamu
Kehidupan Carut Marut? Besarkan Cintamu

2. Besarkan Cintamu: Menjadikan Cinta sebagai Poros Kehidupan

Kehidupan Carut Marut

Cinta bukan sekadar rasa, tapi arah. Ia adalah peta yang membuat setiap langkah tetap bermakna.

Bersoal cinta memang akan selalu menarik, apapun jika diramu bersama cinta segalanya terasa nikmat. Karena itulah aku mengambil ini salah satu cara bagaimana tetap waras dan kuat dalam kehidupan terasa carut marut.

Meramu cinta dalam kehidupan yang terlihat carut marut.

Mulai dari besarkan cintamu pada diri, temukan hal-hal membuat senang. Makan, nonton, atau traveling. Atau seperti aku, melihat kembali foto-foto perjalanan lalu. Melampirkan diatas sebagai pengingat bahwa saat itu, ketika menikmati indahnya pagi di Labuan Bajo, butuh perjuangan.

Bangun subuh, mendaki bukit dengan jalan yang terjal. Lalu kembalinya perlu jalan jauh ditengah rumput liar. Hingga kami seperti tenggelam dalam perbukitan. Panas semakin menyengat. Tetapi semuanya dinikmati dengan penuh sukacita.

Mengingat masa traveling melunasi rasaku, cara mencintai diri untuk tetap bertahan, kuat. Atau bisa juga melakukan perjalanan dekat, seperti kalau di Jakarta bisa ditempuh dengan MRT. Aku suka dengan tulisan Isti tentang Destinasi Wisata Keluarga Seru di Jalur MRT Jakarta. bisa jadi pilihan untuk memberi kesenangan pada diri.

Lihat hal-hal terdekat, tumbuhkan dan besarkan cintamu pada itu. Jika suka traveling lagi tidak mampu jauh. Yang dekat belum tentu lebih rendah kadar rasa bahagianya. Siapa tahu yang terdekat justru membasuhmu lebih lagi.

Kemudian ketika sudah diri dipenuhi dengan cinta, maka tentu saja hal yang penting untuk besarkan cintamu juga pada orang sekeliling. Tambahkan cintamu pada orang terdekat. Berjuang terus menerima segala peliknya. Dukung lebih untuk bisa membuatnya lebih baik.

Tidak hanya soal pada diri, orang lain. Besarkan cintamu juga pada apapun yang ada padamu. Rawat semua dengan kasih tulus. Rumah dengan segala perlengkapannya juga. Tata dan bersihkan lebih lagi.

Mencintai lebih lagi pada sekelilingmu, pasangan, keluarga, rumah, sahabat, bahkan perabotanmu termasuk cara mencintai dirimu sendiri. Utuhkan semua. Satu cara terbesar merawat hidup tetap waras dan kuat ditengah kehidupan carut marut.

Karena cinta selalu membawa energi baik dan memberi sinar pada langkah. Meluruskan, menyegarkan, menghidupkan.

Baca juga: Rahasia Menangkan Hidup – Besarkan Cintamu dengan Mengingat CintaNya – 2025

3. Bergerak dan Berkarya

Hal terakhir yang penting selalu diingat, untuk tetap waras dan kuat dalam kehidupan carut marut ini adalah bergerak. Lakukan hal-hal yang membuat diri lebih baik. Perlengkapi dan tajamkan kemampuan.

Memang tidak mudah, karena kadang persoalan datang terus bertubi-tubi seakan tidak memberi ruang untuk sejenak rehat. Hingga rasa bodo amat-pun hadir. Ingin rasanya tidak melakukan apapun.

Tetapi hidup terus berjalan bukan?

Kewajiban terus menuntut. Sesederhana perus perlu diisi, raga perlu rehat dan sampah dalam perutpun perlu dibuang. Semua itu butuh bergerak. Tidak bisa hanya diam dan masa bodo.

Selain bergerak untuk memenuhi kewajiban, tetap berkarya juga penting dilakukan. Dengan memperjuangkan mimpi pada karya, rasa tertekan dan tidak nyaman akan teralihkan. Tidak punya waktu untuk bersedih, kecewa atau rasa apapun yang membuat tidak semangat.

Bergerak dan fokus pada karya adalah cara terakhir yang selalu perlu diingat untuk menghadapi kehidupan carut marut supaya tetap waras dan kuat.

Kembali ke Akar

Kehidupan carut marut?

Tetap waras dan kuat dengan kembalikan semua pada akarnya. Mengingat bahwa semuanya sementara, besarkan cintamu, bergerak dan berkarya adalah akar selalu perlu dirawat untuk tetap waras dan kuat ditengah kehidupan carut marut.

Kehidupan Carut Marut

Baca juga series Jumat sebelumnya: Kembali ke Akar

Ilalang mungkin terlihat menghalangi sinar mentari itu, tetapi nyatanya paduan itu menyempurnakan keindahan dalam foto diatas. Mungkin hidup juga demikian, terasa carut marut tetapi sejatinya semuanya itu untuk membuat kita semua lebih baik.

Bagaimana menurutmu? Yuk komen dikolom komentar.

Jakarta, September 2025
Ditulis setelah memandang luar jendela. Hari begitu sendu, murung tapi tidak hujan.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

26 Responses

  1. Terima kasih penguatnya Mbak, minggu minggu kemarin menguras emosi, soal demo dan kematian Affan membuat darah mendidih, ibuku sakit dan banyak hal yang membuat terkuras diri ini.. betul banget kita tak bisa mengatasi semuanya, kembali ke diri dan lingkungan, fokus pada diri dan keluarga, cintailah keluarga, lakukan hal yang kita suka dan.. terus berkarya.. berjuang.. semoga keadaan segera membaik ya mbaak.. pelukk..

  2. Kalau di Al Qur’an, ada 1 surat yang aku suka sekali ka Nik, yang mengajarkan dan bikin kita semakin sabar juga kuat. Ayat itu pun diulang 2x dalam 1 surat untuk membuktikan hal itu sudah jadi kepastian. Arti dari ayat tersebut adalah “Maka bersama kesulitan ada kemudahan”. Kata yang digunakan adalah “bersama”, bukan setelah, bukan juga di balik kesulitan.

    Betul-betul menandakan Allah/Tuhan itu hampir selalu memberi kemudahan pada setiap kesulitan yang kita hadapi. Tugas kita sebagai hamba cukup percaya dan terus bergerak dan berkarya. Terima kasih atas tulisan penguatnya ❤️❤️

  3. Kalau dianggap kembali ke akar itu untuk merenung kembali agar tetap stay waras dengan segala kondisi saat ini, memang lebih baik daripada harus marah dengan semua yang terjadi
    Orang yang masih punya iman dalam hatinya akan selalu percaya semua sementara seperti kata mbak Nik di atas
    Semua perlu dilalui dengan keyakinan dan juga cinta bahwa semua sudah mauNya

    1. Memang tidak mudah bertahan tetap waras di tengah kehidupan yang carut marut ini. Tapi betul kata mbak Nik, mengingat bahwa semuanya sementara, besarkan cinta, dan terus bergerak dan berkarya adalah salah satu cara untuk terus bertahan. Tidak mudah tapi pasti bisa jika terus mencoba.

  4. Semoga kita bisa yaaa selalu inget kaya gini… Supaya selalu teringat bahwa semua cobaan, semua halangan dan rintangan ada untuk membuat kita lebih kuat lagi, lebih baik lagi.. kalau diinget pasti semua masalah bisa ketemu titik terangnya ❤️

  5. Jujur sebagai penyintas depresi, berita di sosial media akhir akhir ini cukup jadi trigger yang membuat ada luka yang kembali terangkat ke permukaan. Rasanya tidak baik-baik saja, membuat murung berkepanjangan. Bahkan mengganggu aktivitas. Terima kasih ya Mba Nik sudah memberi tulisan pengingat untuk terus berjalan dalam keadaan yang terasa menghimpit ini. Kembali mengingat kita ini makhluk fana yang menggantungkan semua kepada Sang Pencipta yang Maha Penyayang.

  6. Aku tersentuh Mbak Nik, setelah akhir bulan agustus lalu aku merasa carut marut tidak karuan dan pada hari ini, aku benar merasa “ya, carut marut itu hanya sementara.”
    Dan dari carut marut keadaaan yang lalu, aku belajar bahwa ada harapan baik yang menanti di depan. Karena memang semesta kadang suka bermain dengan carut-marut agar pada manusia sepertiku belajar menerima ketidaksempurnaan.
    Terima kasih untuk pengingat yang hangat, Mbak Nik! 😉

  7. Betul sekali mba, secarut-marut apapun hidup rasanya tetap ada maksud dan nilai baik yang bisa dipetik. Mungkin saat mengalami kondisi sekarang, belum terasa dan yang ada memang disergap enggan untuk bergerak karena merasa kelu dan nyeri. Tetapi harus segera sadar dan melangkah lagi karena hidup nggak berhenti jika kita menolak sekalipun. Hidup tetap harus berjalan dan perut serta kepala tetap butuh diisi.

    Yuk semangat berkarya. Semoga semakin menyala dan tajam, kelak akan temukan tempat terbaik dimana semua usaha dihargai dengan semestinya.

    Terima kasih sudah mengingatkan dengan penuh kelembutan. Semoga senantiasa bersemangat dan tebar energi baik ke sekitar.

  8. Memang tidak mudah bertahan tetap waras di tengah kehidupan yang carut marut ini. Tapi betul kata mbak Nik, mengingat bahwa semuanya sementara, besarkan cinta, dan terus bergerak dan berkarya adalah salah satu cara untuk terus bertahan. Tidak mudah tapi pasti bisa jika terus mencoba.

  9. seruwet apapun kondisi kita tetap ketenangan, fokus dan berbesar hati untuk terus melanjutkana kehidupan dibutuhkan untuk tetap berlanjut. Kalau bukan kita yang berinisiatif dengan semua itu, tidak akan ada perjuangan yang membuahkan hasil ya…

  10. Adakalanya kalau dipikirkan terlalu mendalam soal carut marutnya kehidupan, yang ada malah bikin makin pusing. Ketika kitanya pusing, lalu siapa yang akan menolong?
    Sehingga diri kitanya juga yang perlu mindset, hempaskan yang membuat toxic pikiran lalu hadirkan rasa syukur sehingga bisa lebih tenang jalani kehidupan

  11. Saya pun merasakan hidup di Indonesia lagi yak baik-baik saja Mbak Nik. Apalagi sebagian penulis lepas atau freelance yang menghasilkan yang tak tetap. Kalau tak kuat maka akan segera terhempas.
    Dan memang saya sat ini dalam keadaan bertahan, sambil terus berusaha melakukan yang saya bisa. Berpikir tetap waras. Pasti salah atau kunci utamanya. Terus bersyukur dalam keadaan apapun wajib saya lakukan. Sambil terus berusaha dan berdoa. Semoga keadaan akan menjadi lebih baik lagi. Aamin.

  12. Life must go on, apapun kondisinya. Setiap saat menyimpan makna, tugas kita untuk memetik makna tersebut
    Saling menguatkan, saling jaga satu sama lain insyaallah akan membantu kita untuk menjalankan hidup dengan cara terbaik yang kita bisa. Bagaimana pun juga peran kita untuk menjalankannya

  13. Membaca kata carut marut aja, rasanya hati uda ikutan gak karuan rasanya.
    Konteksnya sangat jelas, membuat seseorang pesimis dan tidak bersemangat.
    Namun, dengan keadaan yang tidak menentu ini, semoga kita tetap bisa kuat dan bertahan dengan cara yang benar, tidak menyakiti orang lain dan yang terpenting, kesehatan mental kita pun tetap terjaga.

  14. beberapa minggu lalu, berita tentang negeri ini memang bikin aku jadi emosi dan serius, tiap pulang kantor isi timelinku berita demo terus, nangis lagi dan lagi.
    Kadang kala, kita aja ikutan “nggak waras” dengan keadaan ini, lagi-lagi bener kata mbak Nik, ambil langkah yang bisa bikin kita hepi seperti traveling, yang deket-deket kadarnya juga bisa bikin kita seneng, dan yang penting tetep waras, ini pointnya

  15. 3 poin yang bener banget ini. Sebagai wanita yg uda memasuki kepala 4 aku menyadari banget 3 hal itubyang bikin aku tetap kuat bertahan hingga hari ini dan memang hidup kan tak selamanya badai. Pasti setelah sabar dan kerja keras banyak juga bahagianya

  16. Aku kalau denger kabar duka misalnya anak yang masih muda, trus dikenal sebagai orang baik di lingkungannya, suka ikut sedih. Berita ojol muda yang tewas kemarin, berita mahasiswa Belanda yang meninggal setelah jd guide pejabat, mahasiswa yang meninggal krn dipukuli polisi, kyk nyeess banget di dada, bikin sesek.
    Mungkin yang bisa kita lakukan selain membuat diri stay waras juga membantu orang lakn di lingkungan kita waras. Mulai dari cara yang gampang aja, gak menyakiti hati mereka dengan lisan dan perbuatan. Begitu juga dengan stranger di sosmed. Kadang suka gemes ya kalau mau komen apa gitu, apalagi soal persoalan sosial, dahlah biarin aja org setres ngomong gak perlu kita tambah setresnya =))

  17. Terima kasih Kak Nik untuk tetap bertahan di masa sulit. Karena memang kudu yakin bahwa setelah hujan badai akan ada pelangi yang indah. Yakin bahwa ada hadiah yang menanti di akhir , kalau mau sabarrrr.

  18. Pas banget Mbak aku juga nulis topik ini Alhamdulillah sehati kita Mbak, aku juga tuliskan kita tetap harus bergerak dan berkarya bagaimana pun keadaannya.. semoga makin membaik..

  19. Pas banget Mbak aku juga nulis topik ini Alhamdulillah sehati kita Mbak, aku juga tuliskan kita tetap harus bergerak dan berkarya bagaimana pun keadaannya.. semoga Indonesia makin membaik….

  20. Setuju mba nik. Kehidupan carut marut bukan berarti jelek. Terkadang ini semacam ujian utk buat hidup kita lebih baik. Namanya ujian pasti ga enak.

    Aku msh percaya , suatu kehidupan yg terlalu nyaman, ga akan bikin kita berkembang . Orang yg begini akan susah untuk survive. Jadi sesekali bersyukurlah diuji dengan masalah2 keras.

    Tetep bergerak, tetap cari jalan kluar. Tapi juga tetep berdoa pada Yang Maha Kuasa. Krn segala cobaan dan nikmat, datang dari Nya.

  21. Betul sekali mbaa, bertahan adalah salah satu jalan keluar. Hidup itu seperti roda berputar kadang di atas kadang di bawah. Setelah duka pasti ada bahagia, begitulah kehidupan berputar dan silih berganti. Jadi saat kita sedang ada dalam kedukaan dan carut marut yakin lah suatu hari nanti badai ini pasti berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink