Kesadaran akan materi hidup tentang mengerti di setiap peristiwa, memiliki satu kepingan yang akan menyambungkan peristiwa selanjutnya. Kemudian kelak menjadikan sebuah gambar yang utuh dan bertujuan kebaikan bagi diri dan orang lain.
Nafasku sedikit tertahan, melihat kembali apa yang waktu perlihatkan di Senin, 27 Oktober 2025. Hari ini diperingati sebagai Hari Blogger Nasional. Aku sejenak kilas balik bagaimana perjalanan menulisku dalam blog hampir sepuluh tahun.
Tidak sadar ternyata sudah sejauh itu dan begitu banyak hal-hal baik kudapati. Dan akhirnya dari sekian waktu menulis, baru pertama kali menemukan komen tulisan yang membuatku sejenak kaget dan berpikir, akhirnya bertemu juga dengan ini.
Temukan Komennya di tulisan ini: Kejujuran dalam Hidup, Jejak Keteguhan dan Hak #2
Sesungguhnya, hal ini aku tunggu. Karena sebuah komen yang terasa tidak nyaman sejujurnya membawa kebaikan. Percaya ketidaknyaman itu sebuah materi yang perlu di tilik lebih dalam dan jadikan itu sebagai pemicu pengembangan diri.
Seperti seri Aku dan Tokoh setiap Senin, aku rangkai untuk melihat bagaimana Aku dan Tokoh, ada bagian hidup mengalami hal tidak nyaman. Itu membuat pertumbuhan yang baik. Namun penting tahu bahwa perlu kesadaran akan materi hidup.

Kesadaran akan Materi Hidup – Cara Hidup Mengatur Alur
Dalam proses coaching yang aku lakukan, ada tiga hal utama dalam materiku. Yaitu Segarkan jiwamu, Temukan Peranmu dan Kenali Materimu. Semua itu aku selaraskan dalam tiga series tulisan di setiap minggunya. Salah satunya Kenali Materimu aku selaraskan dengan series Senin dengan tema Aku dan Tokoh.
Sebagai pengingat kembali Series Senin ini aku jadikan gambaran, bagaimana peristiwa yang terasa tidak nyaman atau diberi label sulit, menyakitkan itu sejatinya sebuah cara hidup, memberi materi yang kemudian perlu dipelajari. Kelak jika ada ujian hidup bisa memakainya sebagai jawaban.
Kemudian, dalam series keduapuluh ini, aku kembali mengambil tema kesadaran akan materi hidup, melihat lapisan makna dari tulisan yang sudah aku buat sebelumnya. Ada sembilan tulisan menjadi landasan, bagaimana series Aku dan Tokoh ini sebagai perjalanan penemuan diri.
Kesadaran adalah suatu keadaan di mana seseorang memiliki kemampuan untuk memperhatikan dan merespons lingkungan sekitar dengan cara yang rasional dan terkontrol. – Sigmund Freud
Aku mengutip kalimat tersebut dari vivoglobal.id yang menjelaskan pengertian kesadaran dari para ahli. Ada empat tokoh yang diambil sebagai landasan arti kesadaran. Bisa jadi informasi tentang kesadaran dan dengan itu lebih memahami mengapa pentingnya sebuah kesadaran.
Lalu, ada tiga hal pelajaran yang aku rangkum dari sembilan tulisan dalam series Aku dan Tokoh, untuk mungkin bisa jadi perenungan, bagaimana menemukan diri di setiap peristiwa dalam perjalanan hidup.
1. Kesadaran yang utuh untuk memahami bahwa setiap peristiwa memiliki lapisan makna
Tidak selalu tokoh itu diambil dari seseorang yang besar seperti Winston Churchill atau Lao Tzu, bisa juga juga dari tokoh film. Seperti tiga tulisan dibawah ini.
- Kesadaran Membentuk Keberanian – Langkahku dan Pelajaran dari Churchill tentang Bertahan – Aku dan Tokoh Part 1
- 5 Kembar Kehidupan yang Tak Terpisahkan: Rahasia Menyatu dari Lao Tzu – Aku dan Tokoh #5
- Squid Game dan Cermin Kehidupan: Bahaya Bermain Tanpa Kesadaran – Aku dan Tokoh #6
Dalam tulisan tersebut, contoh bagaimana kesadaran yang utuh perlu sekali dimiliki, untuk bisa memahami bahwa setiap peristiwa sebagai materi hidup, memiliki makna dan perjalanan menemukan diri.
Belakangan ini orang sering mengalami ketidaknyamanan dalam pekerjaan, karena tekanan yang begitu luar biasa. Maka jika memiliki kesadaran utuh, tentu hal itu bisa di atasi.
Seperti tiga tulisan di atas memberi ruang pemahaman, bahwa dalam kesadaran akan menumbuhkan keberanian, berani tetap berada di lingkungan kantor atau bekerja karena sadar masih butuh untuk melanjutkan hidup.
Begitu juga tulisan 5 kembar kehidupan, jika utuh dalam kesadaran bahwa tetap bekerja dalam tekanan, mengingat bahwa semuanya punya dua sisi. Tekanan tetap ada tetapi juga upah tetap bisa diterima sebagai sumber rejeki.
Maka contoh ketidaknyamanan kantor aku ambil sebagai pengingat, bahwa itu sebuah kesadaran akan materi hidup.
Setelah memahami bahwa setiap peristiwa membawa materi hidup, langkah berikutnya adalah belajar menerima, bukan sebagai bentuk pasrah, tapi sebagai cara mencintai hidup apa adanya.
2. Menerima cara diri percaya bahwa setiap materi bertujuan baik
Tentang menerima, belakangan semakin banyak digaungkan. Sehubungan dengan issue mental health. Salah satu kunci yang penting untuk dimiliki. Sebagai kesadaran akan materi hidup.
Menerima seperti sesuatu yang klise. Bagaimana bisa menerima kalau ketidaknyaman terus datang tanpa henti. Apakah dengan menerima persoalan akan selesai? Dan mungkin masih banyak pertanyaan, apakah menerima itu cara tepat untuk hidup waras.
Lagi, disinilah perlunya sebuah kesadaran akan materi hidup, bahwa jika dengan menerima, itu tanda bahwa percaya hidup memiliki alur yang bertujuan baik.
Terima aja dulu, biarkan waktu memperlihatkan bagaimana peristiwa yang terjadi sebuah materi baik.
Mungkin kalimat itu bisa jadi landasan, untuk memiliki kesadaran akan materi hidup disetiap peristiwa. Sehingga tenang dalam langkah selanjutnya.
Mari lihat tulisan Aku dan tokoh sebelumnya bagaimana menerima adalah cara diri percaya bahwa semua bertujuan baik.
- Kesehatan Mental mulai dari penerimaan – Cara Tenang Markus Aurelius – Aku dan Tokoh #15
- 3 Kutipan Man’s Search for Meaning yang Mengubah ‘Aku dan Tokoh’ – Belajar dari Viktor E. Frankl
- Frida Kahlo dan Garis Takdir yang Tak Bisa Dilewati – Aku dan Tokoh #18
Bersama tokoh Markus, Viktor dan Frida, aku belajar bagaimana penerimaan itu membawa hal-hal baik dikemudian hari. Karena juga kadang, tidak ada pilihan untuk menolak. Sudah terjadi dan akan tetap terjadi seberapapun kuat menghindarinya.
Bukankah menerima akan jadi lebih tenang dari pada menolaknya tetapi tetap terjadi.
Maka disinilah letak penerimaan untuk hati lebih tenang dan dengan itu terpikirkan bagaimana langkah selanjutnya. Dan waktu sering membuktikan dengan menerima, semua persoalan terselesaikan dengan tepat, sesuai kehendaknya.

Dalam menerima, kita tak lagi terjebak pada pertanyaan “mengapa ini terjadi?”, melainkan mulai bertanya “apa yang bisa kulakukan dari sini?”. Di sanalah gerak bermula.
3. Bergerak cara terbaik melihat bahwa setiap peristiwa itu materi
Hal terakhir untuk melihat kesadaran akan materi hidup, sebagai perjalanan menemukan diri merangkum beberapa tulisan dari series Aku dan Tokoh adalah bergerak.
Mari kita lihat tulisanku sebelumnya dan bagaimana bergerak cara terbaik untuk melihat bahwa setiap peristiwa sebuah materi.
- Kebaikan yang Dianggap Bodoh – Tentang Keteguhan – Aku dan Toyohiko Kagawa #9
- Rahasia Dukungan Sosial: Kenapa Support System Menjadi Kunci Sukses Alexander Hamilton
- Pelajaran dari Emily Dickinson: Tetap Berkarya Saat Dunia Belum Mengakui #11
Peristiwa terlalu baik dianggap bodoh sebuah materi, bahwa kadang kita perlu bijaksana tetapi tidak perlu berhenti untuk itu. Hanya perlu penempatannya saja. Begitu juga dalam bergerak, penting untuk melihat siapa yang mendukung kita dalam perjalanannya, karena menentukan seberapa tepat kita dalam bergerak. Begitu juga materi hidup bahwa tidak diakui bukan berarti kita berhenti.
Terus bergerak dalam kisah Emily Dickinson, aku melihat materi yang sangat baik dan penuh pelajaran. Aku sendiri ingin sekali semua pihak memahami, bahwa sebuah karya jika terus di hidupi akan terus hidup walau yang membuatnya sudah tidak hidup lagi.
Maka bergerak bukan sekadar melangkah, tapi membawa serta kesadaran akan materi hidup, bahwa setiap tindakan adalah cara kita merespons makna yang telah kita temukan.
Akhirnya
Wajah hari tetap sendu dalam beberapa hari ini, mungkin sudah memasuki musim derasnya air jatuh kebumi. Dingin. Seakan memberi sapaan, ya sudah semuanya sudah diatur alurnya. Jika sudah waktunya hujan ya tidak akan pernah menjadi waktu terik.
Begitulah jika memiliki kesadaran akan materi hidup, bahwa setiap peristiwa membawa kepingan untuk alur. Mempertemukan kisah selanjutnya, menemani perjalanan bertemu dengan diri.
Kemudian dari semuanya itu tiga hal tentang kesadaran, menerima dan bergerak cerminan yang penting untuk dilihat sebagai landasan kesadaran materi akan hidup.
Mungkin ada satu peristiwa yang dulu kamu tolak, tapi kini kamu terima dan semoga berkenan menuliskan di kolom komentar. Siapa tahu dengan berbagi, akan memberi ruang hangat bagi pembaca lainnya.
Jakarta, Senin terakhir di Oktober 2025
Ditulis dengan kesadaran penuh tahun ini akan segera berlalu.



19 Responses
Aku percaya bahwa perjalanan setiap orang memang punya makna. Hanya saja ada yang sengaja mengacaukan dengan melangkahi bahkan tidak mau menerima karena alasan tak sanggup atau marah kenapa harus dirinya. Padahal setiap yang ada pada diri saat ini adalah bentuk kesanggupan kelak akan pertanggungjawabannya
Saya dulu gak ingin hanya berdiam saja. Merasa mampu bekerja dan aktif bermobilitas
Eh setelah berumah tangga tugas suami malah berada di pelosok, mau tidak mau saya mengikutinya
Kini kondisi saya jauh bertolak belakang dengan harapan dan kebiasaan di awal
Tapi sudahlah, saya tetap mensyukurinya
Mungkin memang ini jalan terbaik buat saya
Dan saya yakin pasti akan ada banyak hikmah dibalik semua ini
Menerima kondisi diri bagaimana pun kondisinya adalah kesadaran tertinggi dari manusia yang akan melahirkan sikap rendah hati karena saat itulah manusia tersebut sudah menundukkan egonya
Adanya rasa ketidaknyamanan , bisa jadi karena tidak sesuai dengan ekspektasi kita.
Seperti yang disampaikan kak Nik bahwa tidak nyaman dengan komentar yang datang, memungkinkan karena ada harapan untuk tidak mendapatkan komen yang demikian. Daku pun pernah juga seperti itu. Namun pada akhirnya, tidak mengambil pusing hal itu, bisa hapus saja komennya atau abaikan
Sampai sekarang pun masih saja memerlukan effort besar untuk bisa menerima ikhlas setulus hati. Saat kita sudah bisa menerima maka hati akan tenang, damai dan hidup pun bahagia
memang setiap orang terutama tokoh itu memiliki kisah hidup yang bisa kita refleksikan pada diri sendiri, ya. tapi mbak untuk seri 20 memang nggak ada tokohnya ya?
Aku sendiri udah di tahap ikhlas menerima takdir sambil terus berusaha utk mengubah takdir yang ada. Apapun itu. Termasuk utk mengubah taraf ekonomi menjadi lebih baik lagi.
Intinya kita hrs tetap bersyukur thd apapun yang kita rasakan dan kita terima. Smg dgn bekal penerimaan itu akan menambah kenikmatan menjalani hidup.
Saya percaya sih semua yang terjadi dalam hidup kita pasti ada maknanya, dan mendorong kita pada suatu tujuan. Dulu saat masih belia, sering banget mikir “Kenapa ini terjadi pada saya?” dengan perasaan kesal dan marah jika itu sesuatu yang buruk. Tapi sekarang berusaha untuk menerima dulu dan menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Karena sudah sering sekali mengalami pasang surut kehidupan.
Ada sih mbak, saat hidup aku dan keluargaku yang tadinya mengalir lancar aja tiba2 karena suatu hal mengubah hidup kami. Trus kyknya ini udah beberapa tahun, tetapi kami masih bingung dengan hikmahnya apaa. Setiap hari ngrasa pertanyaanku nggak pernah dijawab sama Tuhan, jadi kadang emosiku naik turun, apalagi kalau udah ketrigger bawaannya esmosi mulu haha.
Namun pas lagi bener yaaa paling aku jadi rajin ibadahnya, banyakin baca istighfar dan dzikir setiap ada kesempatan sambil tetap mencari hikmahnya apa? Mungkin kurang pakai mata batin kali yaa jadi gak paham2 heuheu.
“Menerima, bukan sebagai bentuk pasrah, tapi sebagai cara mencintai hidup apa adanya”. Ka Nik, kalimat ini setuju banget, tapi memang justru langkah paling berat ya ada di menerima. Karena betul, gak semua orang bisa langsung menerima apa yang terjadi pada dirinya, ya mungkin melewati fase-fase lainnya dulu kali ya, seperti denial dan marah.
Aku sendiri sebetulnya marah dengan diriku zaman pandemi yang gak bisa mengatur makan, sehingga BB naik jauh. Tapi akhirnya dengan menerima aku malah jadi bergerak untuk berusaha olahraga dan makan insyaAllah lebih bergizi, gak sembarangan seperti zaman pandemi.
Anw, aku sepertinya tau komentar dari mana yang jadi salah satu trigger ka Nik nulis ini, hehe. Sepertinya bener ya “tak kenal, maka tak sayang”. Bisa jadi ia belum kenal dengan ka Nik, jadi belum terbiasa dengan semua kalimat yang dituliskan 😀
Tapi, ungkapan itu bisa diubah dikit menjadi “tak kenal, maka… kenalan” supaya jadi tauu, hehe
Saya setuju sekali, Mbak Nik. Kalau setiap yang saya hadapi dalam perjalanan hidup saya adalah materi. Dan tulisan Mbak Nik ini semakin membuka hati saya. Kalau materi yang datang diterima saja dulu. Jangan mengeluh duluan, tapi segera mencari solusi materi yang sedang dihadapi
memang hati itu organ yang mudah lelah.
gampang sakit, dengki, iri.
ya kita semua wajib kontemplasi dan instropeksi.
agar menjadi better person
Cerita yang dulu mungkin terasa membelenggu ternyata di hari ini jadi satu tuju yang membuat hidup kita seru.
Kalau memang begitu, buat apalagi ragu dengan segala pahit yang menyapa hari ini, kan nanti jua yang temukan hikmahnya..
Iya juga ya, sebentar lagi kita semua akan meninggalkan tahun 2025 dan memulai lembaran baru di tahun 2026. Entah waktu yang cepat berlalu atau aku terlalu terlena dalam hidup sehingga setahun beneran berasa wooosh.
Kesadaran penuh dalam segala hal sangat dibutuhkan banget. Nice sekali artikelnya, mengingatkan kembali akan pentingnya kesadaran, penerimaan hingga tetap bergerak sebagai bentuk usaha nyata. Semoga senantiasa semakin memahami makna hidup dan dapat memberi manfaat buat sesama dalam bentuk apapun yang dimampu.
Ternyata Mba Nik udah ngeblog sepuluh tahun lamanya, saya baru 8 tahun aja. Pasti banyak cerita di balik aktivitas ngeblog. Memang benar Mba kadang kalau ada komentar yang nggak enak hati bisa bikin mood kita juga ikutan ngga enak. Setuju yang penting penerimaan diri sendiri terhadap semua yang terjadi.
Wah, mbak Nik sudah menulis blog selwma satu dekade ya
Uda lama ya mbak, pasti yda banyak banget yang ditulis. Memang kadang perjalanan blogging nggak selalu mulus ya mbak
Kak Nik, dulu daku pernah belajar mindfulness ke seorang terapis dan kata beliau emang wajib mengaktifkan kesadaran. Jangan larut dan lanjut overthinkingnya.
Sadar lalu menerima masa lalu. Bahwa sebenarnya jalan hidup manusia sudah diatur oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya.
dulu aku berpikir kalau misal mendapatkan sebuah masalah, yang mungkin penyebabnya dari aku sendiri, jadi kepikiran “kok gini sih endingnya”, cuman kalau kita terus-terus menyalahkan keadaan dan diri sendiri, ga bakalan jadi pribadi yang strong gitu.
sekarang aku usahakan kalau ada masalah, coba ambil hikmahnya, apa yang perlu diperbaiki dan mencoba belajar dari kesalahan dan coba tahan emosi dulu untuk berpikir jernih
Aku percaya semua akan mempunyai waktunya masing-masing, tak perlu membandingkan dengan yang lain. Dijalani dan dinikmati saja. Walaupun kadang nagis bombay sih tapi ya ternyata ada makna dalam setiap cerita yang memang baru disadari setelah beberapa waktu