Kubu Taraya Bali tempat menginap di Jimbaran, menjadi hadiah manis dari hidup, atas kembalinya aku ke tanah kelahiran di Januari ini.Tempat yang tidak kusangka memberi kenyamanan dengan harga super terjangkau.
Aku memandang burung, yang sedang asyik jalan-jalan di taman, di samping dapur penginapan. Hening pagi ini menemaniku menulis tentang akar kehidupan di series ke tiga puluh satu. Aku menjadikan Kubu Taraya Bali sebagai series Jumat kali ini, bagaimana warga lokal sebagai akar pemilik bumi Dewata, sedang bergerak tumbuh.
Tanganku berhenti menulis, tiba-tiba burung itu terbang dan bernyanyi begitu merdu, lalu Aku melirik matahari masih malu hadir diantara awan. Entah dia memang serendah hati itu, memberi ruang pada awan untuk hadir. Sedangkan langit-pun tidak tersinggung akan kedatangan awan.
Mereka memberi ruang pada masing-masing. Tidak menunjukkan siapa yang lebih berkuasa diantara mereka.
Kadang aku cemburu pada alam,
mereka begitu akur bersama-sama menjalankan peran yang sudah diatur oleh waktu.
Bali dengan perubahannya
Sedangkan insan-insan sebagai pengelola alam, seringkali pongah dan ingin berkuasa. Seperti di sini, bumi indah dengan budaya, alam dan kerendahan hati warganya, Bali. Pulau yang konon di berkati lebih karena banyak orang datang ke pulau ini mendapatkan energi lebih.
Layaknya gadis molek, pulau ini semakin menggoda dan hari demi hari, tahun demi tahun semakin banyak orang-orang berbondong-bondong datang. Hal baik buat pulau yang memiliki pendapatan dari pariwisata.
Tetapi kembali segala sesuatu seperti pedang bermata dua, jika tidak mampu mengatur kebaikan akan terjadi luka. Dan Bali tahun belakangan seperti tidak mampu mengatur pedang kebaikan, ada saja warga memberi ruang pada orang luar menjadi tuan.
Hingga tanpa sadar seiring waktu, lupa akan peran masing-masing. Siapa tuan, siapa tamu. Semuanya menjadi bias, silau dengan materi yang ditawarkan. Hingga kali ini, kepulanganku ke tanah kelahiran, Bali pulau yang tidak pernah bisa menjauh darinya. Aku mendapati begitu banyak perubahan.
Dua tahun tidak kembali, apa yang tersiar tentang semakin banyak orang datang dan membuat tatanan kehidupan semakin kurang jelas, seakan itu benar terlihat. Terutama bagaimana cemburuku pada alam yang akur dengan peran, seperti nyata karena melihat Baliku jauh dari tatanan itu.
Refleksi itu akhirnya menuntunku pada sebuah penginapan yang bukan sekadar tempat singgah, melainkan wujud nyata dari warga lokal yang menciptakan peluang di tanah sendiri.
Bertemu dengan Kubu Taraya Bali yang ada di Jimbaran, rasaku terasa hangat. Terasa sedikit di peluk rasa pedihku dengan melihat akar Bali sebagai warga lokal tumbuh, ikut bermain dalam dunia bisnis penginapan, terutama daerah Jimbaran.

Baca juga: Mengapa Bali disebut Dewata – terbaik 2 diantaranya
Kisah Di Balik Bertemu Kubu Taraya Bali
Kembalinya ke tanah kelahiran kali ini memang bukan untuk berlibur, ada hal yang perlu diatur. Dengan keadaan ekonomi di 2025 yang begitu manja, memaksaku untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan biaya. Termasuk ketika memilih penginapan.
Rumahku jauh dari pusat kota, lebih tepatnya beda kota dan urusan yang perlu aku atur berada di pusat, karena itu mencari penginapan perlu aku lakukan. Walau sebenarnya ada beberapa kawan yang tinggal di daearah kota. Tetapi hidup sedang mengajak melihat hal lain. Pilihan untuk menginap di tempat kawan tidak bisa dan akhirnya aku memutuskan menginap di daerah Legian.
Budget sesuai, tempatpun sesuai kebutuhan. Tentang penginapan ini mungkin nanti aku ceritakan terpisah. Kali ini aku ingin lebih dulu menceritakan Kubu Taraya Bali, karena ada hal yang menarik perlu aku ceritakan tentang tempat ini.
Dua hari di Legian dan urusan belum selesai, aku memutar otak untuk mendapatkan penginapan dengan budget sesuai harapan. Malam itu jariku scrol tak henti, mencari dan mencari. Hingga aku memberi batasan harga di aplikasi biru untuk memberi pilihan yang lebih tepat.
Mataku tertuju pada Kubu Taraya Bali, Empat hari tiga malam hanya Rp.486,234,- Nett. Kontan saja aku langsung booking. Tanpa melihat letak tempatnya lebih dekat. Aku hanya melihat lokasinya Jimbaran. Aku tenang karena ada ponakan yang selalu siaga mengantarku kemana saja.
Selain ponakan yang selalu siaga, kakak juga selalu siap untuk mengantar jika diperlukan mobil. Seperti saat itu, setelah cek out dari Legian, karena koperku cukup besar, tidak bisa diangkut dengan motor, kakak lah yang mengambil perannya untuk menjemput dan mengantar. Walau tetap ponakan mengikuti dari belakang.
Sampai di Kubu Taraya Bali, aku sungguh tahjub dengan bangunannya. Tidak menyangka dengan harga kurang Rp.162.078,- semalam, mendapatkan tempat senyaman ini dan fasilitasnya lengkap.

Fasilitas Lengkap Harga Terjangkau
Mungkin itu sebagai karakter utama pada tempat menginap di Jimbaran ini, Kubu Taraya Bali. Tentu saja harga yang aku dapatkan sebuah promo yang mungkin tidak semua orang mendapatkan. Aku melihat tempat ini baru dan pemiliknya memakai program potongan besar untuk mendapatkan pelanggan.
Seperti biasa setiap bisnis baru perlu ada pengorbanan, tentu dengan harapan supaya dikenal dulu. Tetapi diluar promo yang ada, aku melihat harga normalnya Rp.318,750/malam. Buatku dengan fasilitas yang diberikan dan area Jimbaran harganya sangat terjangkau.
Mari kita lihat apa saja yang perlu diketahui, mengapa tempat ini satu pilihan yang tepat untuk menginap di daerah Jimbaran.
Area Kamar
Memasuki kamar aku langsung jatuh hati, selain memang baru, tempat tidurnya ukuran queen, kanan kiri terdapat nakas, depan ada meja dengan dua laci, dibawahnya meja terdapat kulkas kecil. Lalu dinding diatas meja ada TV ukuran sedang.
Yang paling aku suka, kamar mandinya cukup luas, bersih dan ada air panas. Lalu disamping pintu masuk kamar mandi ada lemari dan ada ruang khusus koper diantara lemari dan tembok.
Untuk colokan menurutku lengkap, ada empat titik. ada di atas nakas tempat tidur dan dua ada di samping lemari. Kemudian yang lebih membuat nyaman adalah ada balkon di setiap kamar.
Area Taman dan Dapur
Selain kamar, hal yang membuat nyaman menginap di Kubu Taraya Bali ini, ada ruang dapur terbuka, menyatu dengan taman. Aku sendiri suka sekali dengan ruang ini. Apalagi pagi hari, sambil menikmati jajanan Bali dan minuman favorite, tempat ini sebuah impian di masa depan.

Perlu di Perhatikan
Tentu saja tidak ada yang sempurna untuk semua hal, begitu juga Kubu Taraya Bali. Ada hal yang perlu di perhatikan. Di lihat kembali apakah kebutuhan tempat sesuai dengan apa yang diberikan oleh tempat ini.
Seperti halnya area penginapan, jika ingin menikmati area kota. Kubu Taraya tidak aku rekomendasi. Karena tempatnya cukup jauh ke dalam. Berada dekat area Unud.
Tetapi jika ingin menikmati daerah Jimbaran secara utuh, tempat ini sangat rekomen. Daerahnya dekat dengan tempat-tempat menarik. Soal malamnya, tidak kalah dengan gemerlap kota.
Tetap ada tempat untuk menikmati malam dengan nyaman. Tidak hanya itu, yang menjadi kelebihan di sini menurutku, ketika jalan pagi, areanya masih banyak pohon dan aktifitas penduduk setempat terasa dekat.
Alamat Kubu Taraya Bali
Jika ingin tahu lebih dekat, di mana daerahnya silahkan cek map dengan,
Alamat: Jl. Prana Gading I, Jimbaran, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361
Telepon: 0823-4271-3303
Kembali Ke Akar
Langit masih sendu dengan memberikan awan berperan, rintik hujan semakin hilang dan aku memandang kembali area penginapan ini. Hati dan logikaku berterima kasih pada hidup. Lagi, dengan caraNya, aku mendapatkan kemudahan.
Menemukan tempat penginapan sesuai budget dan sangat menyamankan. Tidak hanya itu, bagaimana pemiliknya ketika aku tanya ini bisnis keluarga, jawabannya membuatku ingin mengabadikan dalam tulisan pada kembali ke akar kehidupan.
Tentang warga lokal kembali pada akar sebagai tuan di tanah sendiri dan menciptakan peluang baik. Tercermin pada jawabannya,
Iya kak. Biar ga ambil bule semua kak. Biar lokal juga bisa 😊🙏
Akhirnya,
Aku berbagi tentang tempat penginapan di Jimbaran, bukan hanya untuk memberi informasi, bagaimana tempat ini bisa jadi pilihan, tetapi melihat bagaimana kehidupan sedang mengatur sesuai aturannya.
Dan aku melukisnya pada series Jumat, Kembali ke Akar

Lalu,
Aku kembali menikmati jaje Bali kesukaanku sambil mengingat untuk menambahkan informasi, bahwa harga yang aku dapatkan di Januari 2026, tentu saja dikemudian hari bisa berubah. Juga tulisan ini bukan berbayar, murni untuk menjadi catatan khusus tentang alur hidup mengembalikan semuanya pada porosnya.
Bagaimana denganmu, sudah pernah menjelajahi Jimbaran, atau adakah tempat yang kau temui memberi ruang kesadaran akan alur kehidupan, yuk bagikan kisahmu di kolom komentar.
Jimbaran Bali, Januari 2026
Ditulis bersama burung yang bermain senang diantara rintik hujan dan angin yang sedang menari tenang.


9 Responses
Aku dulu pernah ngekos sekitar setahun di sekitar Jimbaran. Nggak jauh dari McD Jimbaran itu. Kayanya kalau Kubu Taraya ini lebih jauh lagi ya. Ke arah Ayana Resort yang ada Rock Bar nya itu.
Cukup bagus penginapannya. Memang cukup jauh ke tempat wisata lainnya. Mungkin kalau fokusnya di sekitar Jimbaran, Ungasan, Uluwatu, Nusa Dua masih bisa dipertimbangkan. Tapi sebetulnya Bali itu ke mana-mana berasa dekat, asal nggak macet. Sayangnya menurut kabar sekarang Bali sering banjir dan macet.
Btw turut senang ada penginapan yang dimiliki penduduk lokal.
aku belum pernah ke bali, mbak dan ya pastinya masih nggak tahu nih jimbaran itu di sebelah mananya kuta. Ini kalau dilihat kayak rumah atau kos-kosan ya? Untuk dapur apakah itu khusus untuk karyawan atau boleh tamu ikut memasak juga?
Bagian paling aku suka dari tulisan Mbak Nik tentang Kubu Taraya Bali ini adalah pas tahu penginapan ini milik warga lokal. Ada perasaan senang, lega, dan bersyukur karena bukan milik warga asing.
Apa yang Mbak Nik utarakan dalam tulisan ini, aku yakin sama dengan yang ada di pikiranku, tentang rasa khawatir dengan Bali yang mungkin saja udah bisa dibilang hampir tidak menjadi tuan di tanahnya sendiri. Penginapan seperti ini yang mesti banyak-banyak dicari, dipesan, dan diceritakan kembali agar orang-orang berpihak pada warga lokal.
Btw, akhir tahun hingga Januari tahun baru 2026 kemarin Alief di Bali. Dia dan temen-temennya nginep di Jimbaran. Sewa villa, punya orang Indonesia. Tapi gak tahu warga lokal atau bukan.
Thanks buat tulisannya ya mbak. Info penginepannya aku simpan.
Bali di 2015 yg lalh aku berkunjung, dan hanya 1 teman ku disana bli yg jadi guidd duku oas berkunjung , di instagram aku mengikuti salah yg aktip menyerukan save bali, bali sudah tidak laya dulu katanya , orng2 pendatang sudah mulai meng hak kalau bahasa aku mah , waduh kata aku teh
Saya sempat membaca berita kalau Bali memang sudah mulai dikuasai investor asing. Bahkan ada yang sengaja memakai foto hotel atau penginapan milik orang lokal untuk promo. Kalau begini terus, Bali bakal dikuasai orang luar Bali juga.
Dan bagus sekali kehadiran Kubu Taraya Bali ini ya, Mbak Nik. Bagaimana upaya warga asli Bali memberikan penginapan terbaik juga. Dan Mbak Nik beruntung karena menemukan Kubu Taraya Bali saat harga promo. Makanya saya langsung kaget saat harga 4hari 3 malam hanya kurang dari 500 ribu. Wih.. kayaknya saya pengin langsung terbang ke Bali dan menginap di Kubu Taraya Bali untuk menikmati alam Jimbaran.
Kubu taraya ini apa yang di Jalan Jepun itu kah mbak?? Kok kayaknya familiat dengan namanya. Dulu pas kakakku wisuda di Unud pernah cari penginapan di area Jepun itu. Hihi.. Dan sepertinya memang di sana banyak area kost²an. 🤭🤭
Namun aku suka sekali. Justru kalau ke area Jimbaran aku malah milih yang jauh dari pusat kota. Lebih tenang, apalagi pas malam, pengennya yang jarang kedengaran kendaraan bermotor. Hehehe.. 😅
Ketika akan ke Jimbaran berarti Kubu Taraya ini bisa jadi pilihannya karena lebih terjangkau ya Kak.
Btw adakalanya juga saya cemburu dengan alam, karena mereka seperti tenang, tidak perlu memikirkan keadaan ekonomi, rutinitas harian, dan perintilan lainnya. Namun, tetap disyukuri karena segala sesuatu yang sudah Ilahi ciptakan pasti ada kebaikan di dalamnya
Saya belum pernah menginap di area Jimbaran tapi ini cukup menarik ya karena selain tempatnya terlihat tenang cocok juga buat santai dan juga menikmati Bali dengan sepenuhnya dan teruntuk Mbak Nik yang memang lahirnya di sana pastinya memiliki sebuah kesan yang mendalam
Ya ampuun murah sekali kak Nik,,,dengan menginap 3 hari 2 malam harganya hanya 400 san…suasananya enak lagi adem dan nyaman. Selamat kembali ke Bali kak Nik,,,menikmati kampung halaman