Menemukan rahasia alur hidup dari sebuah tempat sederhana bernama Lukla Rooftop. Sepotong cerita mengubah hidup, hadiah manis dari semesta di tahun 2025.
Wajah waktu di pagi ini begitu cerah. Hangat dan insan-insan bertanggung jawab, lalu lalang mengisi dengan aktifitasnya. Mungkin juga karena kewajiban, atau bisa jadi hanya memanfaatkan waktu dengan baik, tidak ada tanggung jawab tetapi tidak mau melewatkan waktu yang terus melaju tanpa pernah berhenti.
Baca Juga: Mengapa Waktu Penting untuk Diperhatikan: 3 Pelajaran Heraclitus – Aku dan Tokoh
Mengingat tentang waktu, pagi ini duduk di kantin apartemen, memandang sofa hijau di depanku, teringat dengan nuansa Lukla Rooftop, kafe super nyaman di daerah Duren sawit – Jakarta Timur.

Lukla Rooftop – Kafe Super Nyaman di Jakarta Timur
Era ini, di setiap sudut kota terlihat kafe atau coffee shop begitu banyak. Menawarkan berbagai kelebihan. Pergi kemana-pun akan ada saja tempat-tempat yang membikin betah. Sepertinya benar kalau kebutuhan orang di era ini adalah bertemu dan terhubung.
Dan tempat-tempat manis itu menangkap kebutuhan para insan yang ingin terhubung. Walau seperti berjamur tetap saja ada peminatnya. Dan Lukla Rooftop, saat aku datang hatiku seperti dibasuh. Segar dan nyaman.
Warna hijau mendominasi interior Lukla Rooftop, menghadirkan keteduhan. Informasi yang aku dapat dari seorang sahabat, yang mereferensikan tempat ini, mengatakan kalau kafe ini sudah berdiri cukup lama. Tetapi wajah dan keadaannya masih sangat terjaga. Bersih dan meneduhkan.
Setiap sudut menghadirkan kenyamanan. Sofa, kursi, meja dan perlengkapan lainnya tertata sangat rapi dan bersih. Informasi yang aku dapat, kalau pemiliknya menyukai Nepal dan itu terlihat pada interior kafe.
Menariknya juga di kafe ini, terdapat ruang khusus yang bisa di pakai acara tertentu. Aku memperkirakan ruang itu bisa menampung kurang lebih sekitar dua puluhan orang.

Aku mengambil foto diatas pada satu sudutnya, dalam ruangan tersebut ada beberapa sudut yang sama manisnya dan membayangkan kalau buat acara disana akan menoreh rasa indah. Tempatnya menghadirkan keindahan.
Menu Lukla Rooftop
Saat itu, karena menerima ruang cerita pada seseorang, fokusnya mendengar. Jadi pesanan aku hanya Latte dan pisang goreng. Soal rasa cocok di lidahku. Apalagi pisang gorengnya enak pakai banget. Pisangnya manis dan pengolahannya tepat.

Lalu menu yang di hadirkan oleh kafe yang nyaman ini sangat beragam. Soal harga menurutku sesuai dengan rasa yang diberikan, baik lewat makanan, minuman dan terlebih suasana tempat itu. Mengenyangkan raga dan jiwa.

Jika ingin tahu lebih jauh tentang kafe ini, kepoin di Instagramnya https://www.instagram.com/lukla.rooftop/
Bagaimana cara menuju Lukla Rooftop?
Aku sendiri waktu itu dari Pasar Minggu naik LRT, turun di stasiun Jatibening dan dari sana naik ojek online. Jarak dari LRT ke Lukla Rooftop sekitar 2.5 KM. Aku juga sempat melihat ada lewat busway di depat kafe. Hanya belum tahu rute mana yang bisa melewati tempat itu.
Lain waktu aku akan mencoba kesana dengan busway, sepertinya tidak sulit. Tentu saja selain angkutan umum, kafe nyaman ini bisa ditemui dengan kendaraan pribadi. Untuk parkir aku lihat cukup memadai.
Secara keseluruhan untuk Kafe manis ini aku memberi rating 9/10. Tentu aku sisakan satu poin karena tidak ada yang sempurna bukan? Walau secara rasa, aku jatuh hati pada tempat ini. Terutama suasananya, sangat membangun rasa untuk menerima kisah orang lain. Seperti kedatanganku ke sana untuk mendengar sepotong cerita yang ternyata mengubah hidup.
Baca juga: Istimewanya Bumi Semboja – Terjaganya Cinta Rumah 100 Tahun

Sepotong Cerita Mengubah Hidup
Sofa itu jadi saksi ketika hening dan teduh kafe kala itu. Hatiku begitu hangat menyambut seseorang yang sudah ke tiga kalinya bertemu denganku. Siang itu wajahnya begitu cerah. Senyumnya menandakan kalau dia sudah berubah.
Kami duduk dengan rasa saling menerima. Dia bercerita dengan apa adanya. Sesekali aku bertanya untuk memberi ruang keberanian padanya mengungkapkan perasaaannya.
Kadang, cerita tidak bisa tersampaikan bukan karena tidak mau, tetapi ada yang menghambatnya, bisa dari pikiran yang terlalu rumit atau rasa yang tidak bisa dikenali. Dan disanalah letak kewajibanku, memberi pertanyaan untuk memicu.
Aku mendengar dengan penuh kasih, di akhir sesi aku melihat, insan ini sungguh sudah berubah. Pertama kali bertemu denganku, wajahnya begitu muram, penuh kepedihan dan air matanya mengalir ketika menumpahkan rasa dalam ceritanya.
Tetapi terakhir di Lukla Rooftop, ada perubahan hidup yang nyata dalam wajahnya. Wajah muram tiga bulan yang lalu sudah menjadi pribadi yang mampu menghadapi persoalan. Tercermin dalam senyumnya, cara duduknya dan menyampaikan apa yang di rasa.
Sepotong cerita tersampaikan dengan berani dan jujur, membawa perubahan dalam dirinya. Sebuah hadiah indah dari semesta untukku. Karena lagi, satu jiwa terbasuh dan kembali bisa melangkah menghadapi hidup dengan prasangka baik.
Baca juga: Prasangka baik cahaya dalam gelap – Kisah Transportasi umum – Tentang keadilan hidup – 2025
Hadiah Semesta Tentang Rahasia Alur Hidup – Peta Rasa Sukacita 25
Berjuang terus dalam prasangka baik pada hidup, memampukan langkahku untuk tetap bersemangat. Energi itu aku bagi pada setiap insan yang datang padaku untuk bercerita. Walau kadangwaktu begitu usilnya memberi banyak kejutan dan ujian, tetap saja ia sering membayarnya dengan hal-hal baik dan menyamankan.
Seperti ketika Lukla Rooftop, saat menerima kisah seseorang disana, aku melihat jelas bagaimana hidup mengatur alurnya. Memperlihatkan bahwa apa yang sudah di tabur akan berbuah baik jika dirawat dengan ketulusan. Sebuah hadiah dari semesta untuk mengetahui rahasia alur kehidupan.
Kemudian aku petakan rasaku pada tulisan ini, sebagai series ke 25 di Rabu yang cerah.
Baca juga series Rabu sebelumnya: Peta Rasa Sukacita
Akhirnya
Pengalaman itu membuatku sadar, bahwa tempat sederhana pun bisa menjadi saksi perubahan besar dalam diri seseorang.
Ketika aku bertemu dengan Lukla Rooftop, bagaimana waktu memperlihatkan alur kehidupan yang sudah diatur untukku begitu manis. Seorang insan telah berubah dalam menghadapi hidupnya. Lebih bersemangat.
Aku berterima kasih pada 2025 dalam sesaknya ia memberi ruang manis. Dan kamu juga yang membaca tulisan ini. Terima kasih sudah membacanya sampai akhir. Kiranya kebaikan selalu menyertaimu.
Lalu,
Apakah kamu sudah pernah datang ke Lukla Rooftop, ceritakan dong kesanmu. Kalau belum adakah tempat yang melahirkan rasa sepertiku? Cerita yuk di kolom komentar.
Jakarta Selatan, 26 November 2025
Ditulis saat mentari pagi sedang bergembira dengan wajah cerah. Bersama secangkir teh hangat dan sebuah harapan besar pada keajaiban.


2 Responses
Cerita tentang Lukla Rooftop ini kerasa banget ya bagaimana sebuah pengalaman bisa mengubah cara pandang seseorang. Kadang momen sederhana seperti itu justru jadi titik balik yang membuka banyak hal baru dalam hidup.
Momen yg sangat berharga
bisa menjadi titik balik.
yg jelas butuh keluasan hati
serta semangat resilience
untuk bisa melenting dan bangkit lagi