Belajar dari rahasia Richard Feynman tentang makna ketidakpastian. Melihat ketidaktahuan jadi bagian seni hidup yang membuat bertumbuh dan berkehidupan.
Bertumbuh dan berkehidupan
Merawat impian atas dua kata tersebut seperti naif yang tidak melihat keadaan. Sejujurnya saat menulis ini aku sedang mengalami hal yang sangat pelik. Eroni kehidupan.
Berkehidupan. Nafas yang terus dirawat namun di satu sisi kaki seperti terjerumus dalam ikatan lumpur yang pekat dan dalam. Bagaimana mampu untuk berkehidupan, sedangkan kaki saja tidak dalam tapakan yang semestinya.
Tidak ada yang tahu hari esok. Kalimat ini sangat bernyawa karena di detik ini. Aku menyadari bahwa semua rencana yang sudah diatur dengan baik akhirnya juga kalah dengan takdir.
Atau mungkin saja takdir itu bicara karena ketidakmampuan diri pada waktu sebelumnya memutuskan dengan baik atau hal-hal lain yang tanpa sadar melakukannya.
Apapun itu kenyataannya di saat ini menghadapi sesuatu yang begitu pelik tetapi jiwa terus ingin memperjuangkan nafas yang sudah dipilih yaitu hidup berkehidupan.
Di mana dalam kesempatan ini di series Senin Aku dan Tokoh, menilik dan berbagi tentang makna ketidakpastian selaras dengan apa yang sedang aku alami saat ini.
Baca juga Series Senin sebelumnya: Aku dan Tokoh

Mengapa Kita Selalu Ingin Hidup yang Pasti?
Kepastian seperti membawa ruang kemudahan dan kenyamanan. Seperti kehidupan saat ini begitu banyak orang mengira kalau memiliki financial yang berlebih membawa kepastian.
Nyatanya berapa banyak dengan memiliki financial banyak membawa kehidupan yang lebih pelik dan menghadirkan ketidakpastian.
Kemudian tanya ini hadir,
Di mana letak seninya jika semuanya pasti?
Kepastian tentang pasangan sesuai keinginan, pekerjaan berjalan lancar, esok mentari bersinar hangat dan banyak hal pasti yang diinginkan. Begitulah cara berpikir logika. Segalanya ingin pasti. Seperti satu ditambah satu adalah dua.
Sayangnya kehidupan berkata lain. Selain logika manusia diciptakan juga ada namanya hati. Rasa yang berbuah satu tambah satu bukanlah dua. Bisa jadi kosong, sepuluh bahkan seribu.
Begitulah seninya kehidupan. Ada ruang yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan hitungan. Ruang itu dikenal sebagai hati. Tempat manusia memberi makna pada apa yang dialaminya.
Karena itu, ketika hati berbicara, satu tambah satu tidak selalu menjadi dua.
Begitulah seninya kehidupan. Dan hati atau rasa sering digambarkan sebagai cinta.
Ketika bicara cinta, variabel kehidupan semakin luas dan saat itulah makna ketidakpastian semakin tumbuh. Menghadirkan proses seni yang membuat hidup bersemangat dan menghadirkan kesadaran tentang,
“Logika memahami kehidupan. Hati menghidupinya.”
Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian, Bagaimana Tetap Berkehidupan? 3 Hal yang Penting Dihidupi
Semakin unik ketidakpastian itu dan ketika menemukan tokoh bernama Richard Feynman, logika dan rasaku semakin menghadirkan betapa ketidakpastian itu indah dan baik.

Richard Feynman Menemukan Keindahan dalam Ketidakpastian
“I can live with doubt and uncertainty and not knowing. I think it is much more interesting to live not knowing than to have answers which might be wrong.”
Jika di terjemahan bebas,
“Aku bisa hidup bersama keraguan, ketidakpastian, dan ketidaktahuan. Bagiku jauh lebih menarik hidup tanpa mengetahui segalanya daripada memegang jawaban yang mungkin keliru.”
Kalimat ini begitu indah buatku. Selaras dengan pikiranku yang sering menjadi nafas langkahku, bahwa penting untuk mengingat tidak semua hal perlu diketahui, kadang tahu banyak akan sering membawa perkara yang tidak baik.
Pria rupawan fisikawan pemenang Hadiah Nobel dan pelopor elektrodinamika kuantum ini, tokoh yang tepat sebagai cerminan pribadi berkehidupan.
Bagaimana dalam kutipannya sebuah ketidakpastian menghadirkan ruang untuk mengetahui dan itu membuka diri untuk terus berproses dan bertumbuh hingga menjadi berkehidupan.
Ada satu kalimat lagi yang membuatku belajar sangat mendalam tentang makna ketidakpastian dari seorang Richard Feynman yaitu,
Agama itu berdasarkan keyakinan. Ilmu pengetahuan didasari oleh keragu-raguan.
Jika di tilik maknanya menurutku semuanya tidak pasti tapi itulah seninya dan menghadirkan pertumbuhan. Agama dengan keyakinan adanya pencipta, sesuatu yang tidak bisa diliha tetapi menghadirkan keyakinan dan percaya.
Keraguan karena tidakpastian tetapi dengan itu menjadikan sebuah teori dan ilmu pengetahuan. Penuh makna dan menghadirkan kesadaran bahwa ketidakpastian itu indah dan membawa proses pertumbuhan.
Baca juga: Maut dan Ketidakpastian – Ruang di Mana Iman Menemukan jalannya

Ketidakpastian: Ruang untuk Bertumbuh atau Alasan untuk Berhenti?
Jika semuanya sudah pasti,
di mana letak gairah untuk terus melangkah?
Akhirnya kembali pada sebuah pilihan. Segala sesuatu memiliki resikonya. Jika terus mengejar kepastian tentu ada bayarannya. Atau berdamai dengan ketidakpastian sebagai ruang pertumbuhan membuka diri dalam proses.
Mungkin hidup tidak meminta untuk mengetahui semuanya. Mungkin hanya meminta untuk melangkah, walau tidak mengetahui semuanya.
Dan jika sebuah tanya hadir,
“Kalau begitu, apa yang membuat tetap berani melangkah?”
Mari lanjut membaca di Series Jumat nanti tentang Penasaran dan Gairah yang bisa jadi itu sebuah jawaban.
Jakarta, Juli 2026
Ditulis dengan penuh kesadaran bahwa makna ketidakpastian penting untuk dirawat untuk berkehidupan.





