#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Manis Galungan: Begini Cara Anak Muda Bali Merayakan Cinta – Peta Rasa Sukacita #23

Bagikan

Manis Galungan punya makna yang berbeda bagi anak muda Bali: di hari inilah banyak dari mereka bertemu calon pasangan. Mengapa? Ceritanya selalu menarik. Begini kisah pengalamanku.

Disclaimer: Semua cerita berdasarkan pengalaman pribadi, dan kebiasaan masa muda di desa aku tinggal. Jika ada ketidaksamaan peristiwa, mohon maaf ini hanya murni sesuai apa yang pernah aku alami.

06.00 AM buka jendela, aku melihat mentari pagi begitu indah bersinar. Lanjut bereskan tempat tidur dan hal lainnya. 6.30 AM aku melangkah ke taman membawa buku, maksud hati menikmati pagi di taman dengan membaca. Tetapi sepertinya mentari pagi itu sedang berbaik hati dengan awan, memberi ruang padanya untuk hadir.

Sedikit kecewa, tidak lama dan aku tetap duduk sambil memandang awan dan mentari yang bersembunyi dibaliknya. Seperti rasaku tentang sesuatu, bersembunyi dari logika. Empat puluh menit kemudian aku kembali ke rumah dan teringat kalau besok hari raya galungan.

Pikiranku melayang pada kenangan manis dan yang seringkali ditunggu. Manis galungan, hari di mana kami anak muda menanti pertemuan dengan teman-teman. Masa muda selalu memiliki kisah yang membangkitkan rasa.

Manis Galungan dalam Tiga Hari Perayaan Galungan

10.15 AM hujan deras, aku bangkit dan melihat lebih dekat hujan, mencium aroma tanah yang terguyur hujan. Aku suka dengan aroma itu dan kembali duduk di depan laptop. Mataku terpejam, aroma hujan mengajakku kembali pada masa puluhan tahun.

Masa aku paling diandalkan oleh Ibu saat hari raya. Hampir setiap perayaan Ibu memintaku untuk mengatur kebutuhan banten (Arti dan Maknanya baca Bali Viva) termasuk juga pada hari raya galungan.

Banten - Manis Galungan
Banten – Manis Galungan || Foto Bali Viva.

Aku selalu senang dengan tugas itu, senang menjait, mengumpulkan bunga-bunga dan metanding. Ibu hanya bertugas membuat jaje kebutuhan banten dan mengarahkanku sesuai aturan. Setiap banten ada tujuan dan setiap tujuan isinya berbeda.

Baca juga: Honeymoon with Mother – Lovina Bali

Galungan perayaan terbesar bagi umat hindu dan ada tiga hari yang menjadi pusat dalam perayaannya.

  •  Hari Penampahan

Sehari sebelum hari galungan disebut hari penampahan, hari semua orang sibuk mempersiapkan hari esok. Semua punya tugas masing-masing. Para pria waktunya memotong hewan untuk menjadi bagian banten atau masakan hari raya.

Para wanita, mempersiapkan banten termasuk juga memasak. Semua orang sibuk. Termasuk anak-anak juga dilibatkan dalam persiapan hari galungan besok harinya. Biasanya mereka di arahkan membantu membersihkan semua ruangan.

Aku sendiri saat itu selain membersihkan semua ruangan, yang paling aku tunggu adalah metanding (Menata Banten) Duduk manis dengan semua perlengkapannya. Aku suka sekali dengan momen-momen itu.

  • Hari Raya Galungan

Hari yang paling ditunggu disepanjang minggu. Jam lima pagi para Ibu sudah masuk dapur, mempersiapkan segala sesuatunya dan biasanya jam enam pagi yang lain sudah menyusul untuk mandi dan beberes. Jam tujuh pagi kami sudah cantik dan ganteng dengan pakaian hari raya.

Selanjutnya sembahyang di pura keluarga. Setelahnya berkunjung ke pura-pura keluarga besar dan sanak saudara. Membawa banten dan sekaligus bersilahturahmi. Biasanya di saat inilah momen pertemuan dengan keluarga jauh.

Sepanjang hari waktunya sembahyang, bertemu keluarga dan makan. Selalu ada makanan khusus tersaji dan lawar adalah yang paling wajib ada dalam momen galungan.

  • Manis Galungan

Ada beberapa keluarga mungkin menjadikan manis galungan, atau sehari sesudah hari raya untuk berkeliling bertemu keluarga. Tetapi sepanjang pengalamanku, hari ini adalah momen yang paling ditunggu para anak muda.

Termasuk aku pada saat itu. Manis galungan adalah hari saat punya kebebasan, untuk bisa pergi dengan teman-teman sebaya dan yang belum menikah.

Baca juga: Liburan Nyepi – Tahun Baru Caka 1939

Masa Muda dan Kisah Manis Galungan

Tiga hari besar dalam perayaan galungan memiliki arti tersendiri buatku pada masa itu. Penampahan waktunya bersibuk ria dengan penuh sukacita mempersiapkan hari raya. Hari utama yaitu galungan waktunya bercantik ria dengan menikmati raya bersama keluarga.

Dan manis galungan adalah hari paling di tunggu saat masa muda waktu itu. Ingat betul saat kami para muda mudi desa merencanakan nonton drama di desa lain.

Informasi tentang drama, biasanya sudah tersiar di minggu sebelumnya. Tentang tema drama, lokasi dan harga tiket masuknya. Sehingga kami sudah berdikusi satu sama lainnya untuk janjian apakah mau nonton, atau hanya kumpul disalah satu rumah pemuda atau pemudi yang ditentukan.

Kamis malam di hari manis galungan, selalu ada ruang untuk bertemu. Bercerita dan disanalah momen salah mengenal antara pemuda dan pemudi sedesa. Dan jika ada ketertarikan satu sama lainnya, terjadilah benih-benih rasa. Di sanalah awal asmara lahir dan tidak jarang dengan pertemuan itu menjadi sebuah pernikahan.

Untuk memperluas pertemanan kami, seperti yang aku sampaikan di atas, hal paling ditunggu saat manis galungan adalah menonton drama di desa sekitar. Drama disini bukan film, tetapi yang di mainkan oleh sekelompok orang, lengkap dengan panggung dan areanya.

Ada tiket masuk dan selalu malam hari dan tidak jarang pertunjukannya sampai dini hari. Satu cara para anak muda menikmati waktu dalam perayaan hari galungan.

Momen Sederhana Penuh Makna – Jalan Kaki dan Ruang Dialog

Saat itu kendaraan memang belum banyak, tetapi sebagian besar dari kami sudah memiliki motor. Hanya dalam momen menonton drama di desa lain, kami sering memilih untuk jalan kaki.

Tidak tanggung-tanggung, jarak desa kami ke desa di mana pertunjukan drama yaitu puluhan kilometer. Tetapi disanalah letak istimewanya. Biasanya jika kami memilih jalan kaki, artinya tidak hanya berdua tetapi lebih, paling tidak lima orang dan pernah juga sampai lebih dari sepuluh orang. Selalu ramean.

Karena itu ketika berita tersiar tentang drama, sebagian kami sudah ada yang sibuk memastikan siapa saja yang mau pergi nonton. Keseruannya saat ada harapan besar, ketika satu orang ingin ikut tetapi berharap orang yang disukai-pun ikut.

Karena ada waktu panjang untuk bercerita. Sepanjang perjalanan adalah momen berharga untuk saling mengenal lebih dekat. Jika sudah ada benih-benih suka, mereka sedikit menjauh dari rombongan dan memakai waktu itu dengan sebaik-baiknya untuk saling mengenal lebih jauh.

Manis Galungan

Jika masih belum ada benih rasa, disanalah waktunya untuk melihat lebih dekat karakter satu sama lainnya, yang tidak jarak dari perjalanan nonton bersama itu akan ada pasangan baru.

Menulis kenangan masa itu, aku jadi teringat satu film yang berjudul Before Sunset (2004) yang hampir seluruhnya isinya:
dua orang berjalan kaki keliling Paris, ngobrol dengan buka hati pelan-pelan, langkah demi langkah makin intim dan makin jujur.

Begitulah juga saat kami pergi menonton drama di malam manis galungan. Jalan kaki dan berdialog. Langkah membawa kami pada kedekatan. Satu perayaan waktu dan hidup di saat hari besar galungan.

Momen indah yang tidak pernah terlupakan, satu cara para anak muda Bali saat itu, merayakan manis galungan

Peta Rasa Sukacita ke 23

Kisah manis galungan pilihanku dalam series Rabu, Peta Rasa Sukacta. Bertepatan hari ini adalah Hari Raya Galungan bagi umat hindu di Bali. Memetakan rasaku penuh sukacita di masa muda dulu.

Baca Juga Series sebelumnya: Peta Rasa Sukacita

Setiap hari raya selalu punya tradisi dan aku dengan teman muda mudi saat itu, merayakan manis galungan dengan berkumpul dan bercerita. Sering juga menonton drama dengan menuju tempatnya jalan kaki.

Kalau kamu, tradisi apa yang sering dilakukan dalam hari raya selain menikmati waktu bersama keluarga. Boleh dong ceritakan di kolom komentar.

Manis Galungan
Manis Galungan || Foto denpasarkota.

Kemudian, bersama hadirnya tulisan manis galungan ini, bertepatan di Hari Raya Galungan, izinkan mengucapkan,

Selamat Hari Raya Galungan Semeton.
Dumogi rahina suci puniki dados pangawit kauripan sane becik, kadagingin antuk tresna asih lan kawicaksanaan.

Jakarta, Sehari sebelum Galungan – November 2025
Ditulis dalam rangka mengenang masa muda di saat hari raya. Bersama hujan deras silih bergantian dengan teduh.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

12 Responses

  1. Rahajeng rahina jahat Galungan lan Kuningan semeton Sami. Aku baru tahu kalo ada tradisi saat manisan Galungan kyk gitu. Ku kira ya kenalannya via sosmed atau kenalan antar teman jauh gitu.

    Tapi ya bisa aja sih ya krn kenalan satu Banjar. Jadi lebih deket dan bs mengenal lebih jauh.

    Btw ini kakak kalo ibadah di Pura Rawamangun? Ah jadi kangen suasana Bali pas di Jakarta. Syg ga ada perayaan Ogoh2 gitu ya di Jakarta yg rame gt.

  2. Saya langsung mencari makna Hari Raya Galungan ini Mbak Nik. Ternyata merayakan kemenangan Dharma atas Adharma ya. Kemenangan kebaikan atas kejahatan. Jadi Memang harus dirayakan dengan penuh suka cita 3 hari termasuk adanya Galungan manis untuk para muda-mudi. Wajar kalau berharap orang yang ditaksir juga ikut menonton drama. Nah saatnya saling pengenalan. Walau jalan jauh kalau bareng gebetan, berapa puluh meter jaraknya juga ga terasa hehhehe

  3. Hari Raya selalu punya cerita seru ya. Termasuk Galungan yang pernah mbak Nik rasakan ketika muda. Tapi memang setiap fase usai, yang dirasakan tentang hari raya itu juga berbeda.

    Aku suka Bali saat Galungan. Indah dengan penjor-penjornya.

    Kalau yang berkesan dari hari raya saya waktu kecil adalah keliling kampung bawa obor sehari sebelum Idulfitri sambil takbiran. Sekarang sudah hampir nggak ada kegiatan itu.

  4. Sesuai dengan nama harinya: Manis Galungan, kenangan nya pun begitu manis dan membuat senyum membayangkan masa muda bertemu dan berkumpul dengan pemuda-pemudi, untuk berdialog dan saling mengenal. Bukan hanya sekadar hari raya, tetapi beneran menyatukan banyak orang.

    Semua orang excited dan mengenakan riasan, cantik serta tampan. Aduhai, ini momen penuh kesan. Selalu ada masa yang manis, hangat dalam ingatan. Meski sudah berlalu puluhan tahun sekalipun ya mba. Senang sekali membacanya, serasa ada energi baik menghampiri diri yang tengah kelelahan duniawi.

  5. Aku tuh kdg pengen ke bali di saat sedang ada perayaan mba, ntah itu galungan atau nyepi. Pengen merasakan aja suasana nya. Krn pasti terasa sukacita ataupun vibe agung dan damai tiap ada perayaan agama.

    Walaupun kata beberapa teman, jalau nyepi kurang asyik ke bali, tp ntah kenapa buatku malah menarik. Suasana kota sunyi, gelap, dan malah terbayang bintang jadi kelihatan di saat itu.

    Aku sendiri kalo hari raya, paling banter ya idul fitri. Dulu zaman masih tinggal ama ortu, semua perayaan terasa meriah. Krn teman2 masih ramai, 1 komplek ikut merayakan bersama.

    Sejak tinggal di jakarta, sepi sih. Ga semeriah di aceh.

    Selamat merayakan galungan mb Nik. ❤❤. semoga kebahagiaan selalu ada untuk mba dan keluarga.

  6. Barulah karena selama ini ternyata saya tidak pernah ada di Bali ketika sedang ada perayaan hari raya jadi suka kelewat tuh istimewanya perayaan dan juga berbagai upacara yang amat menarik dan ternyata memang setiap generasi memiliki persepsi yang berbeda walaupun keyakinan dan upacara tetap sama

  7. Waktu SMP puya teman yang merayakan Galungan. Kalau gak salah ingat, saat itu di kalender tidak dibuat tanggal merah. Jadilah ia meminta izin ke walas untuk gak masuk. Ia pun diijinkan, dan happy. Kalau baca cerita Kak Nik ini, pantas dia gak mau melewatkan momen Galungan karena banyak hal manis yang terjadi😍

  8. Baruu inget kalau ka Nik ada darah Bali-nya.
    Membaca pengalaman Galungan ini membuat merasakan banyak hal sekaligus kontemplasi akan masa lalu.

    Ka Nik yang sekarang, ternyata pernah melewati masa lalu.. dan tidak berpijak pada masa yang tlah lalu terlalu lama untuk bisa merasakan hikmat terbaik sebuah kehidupan dengan penuh rasa syukur.

  9. Kebetulan budhe aku menikah dengan orang Hindu, walau budhe aku Katholik tapi keknya kalau ada perayaan galungan juga tak kalah heboh. Apalagi ada adik ipranya dulu tinggal juga di rumahnya.
    Meski gak merayakan di rumah tetapi tetapi nyiap2in kebutuhannya apa aja.
    Soal banten ini kyknya emang udah tradisi ya kadang setiap rumah bikin banyak sekaligus buat dipakai beberapa hari. Kalau pas galungan butuh lbh banyak ya mbak.
    Di Bali pasti meriah sekali apalagi ada manis galungan. Jujur aku baru tahu yang satu ini.
    Pastinya muda-mudi menantikan momen ini yaa. Buat kenang2an nanti juga kalaupun hasilmya tak sesuai harapan tetep hepi2 aja keknya hehe

  10. Wah menarik sekali tradisi ini ya mbak
    Aku baru tahu tentang Manis Galungan ini
    Bisa dibilang ini hari rayanya kaum muda mudi Bali ya mbak
    Bisa main sepuasnya dan bertemu calon jodoh

  11. Kalau di bali Galungan tuh anak² sekolah liburnya lama Mbokkk… Aku iri.. wkwkw.. 😂

    Aku nggak pernah menikmati galungan di bali, karena momennya tuh emang nggak pernah dapat libur bapakku. Jadi pas baca ini tuh jadi ngeh kalau di Bali tuh ada drama pertunjukannya buat selebrasi (dari tiap banjar?) 🥰🥰

    Dan di momen galungan ini pun, aku mengucapkan selamat berbahagia buat kita semua. Semoga senantiasa hidup dalam keberkahan dan karunia Tuhan Pencipta.. ❤️❤️❤️

  12. Sudah 3x ke Bali tapi tidak saat hari saya tertentu. Jadi pengen ke sana lagi pas Galungan.
    Pernah lihat di sosmed ada konten gadis Bali yang cerita kalau Galungan bisa seharian capeknya karena ke pura keluarga besarnya. Habis baca blogpost ini jadi ingat konten tersebut. Lelah tapi menyenangkan ya karena bisa bertemu dengan keluarga besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink