#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Masih Bertahan? Lihat Bagaimana Hidup Membuktikan Keadilannya – Kilas Balik 2025

Masih bertahan? Bertahan seperti apa? Semua tanya memerlukan kejujuran untuk menjawabnya. Tentang Kilas Balik 2025.

Lantunan melodi piano Yanni mengajakku untuk berpikir tentang tanya itu. Masihkah? Nuraniku bertarung dengan logika. Antara kejujuran rasa yang terus berjuang dan pikiran yang memperlihatkan bagaimana hidup tetap adil.

Walau berdarah-darah sampai titik ini, tetap saja kehidupan memberikan hal manis diantaranya.

Aku berani bertaruh, Tahun 2025 ini siapa yang tidak terasa sesak dalam langkahnya? Mungkin ada yang merasa biasa saja, tidak merasa berat, tetapi seberapa banyak dari sekian insan di muka bumi ini merasakan itu. Dan seberapa jujur dengan nuraninya jika merasakan kalau tahun ini tidak ada tekanan.

Ketika kilas balik atas langkahku di 2025, kalau boleh menilik dan berpikir ulang, mungkin keputusan yang kurang tepat ketika aku memutuskan keluar dari perusahaan terakhir. Hal itu aku lakukan ingin fokus dengan profesi yang sudah menjadi tugas belasan tahun lalu.

Tetapi sepertinya kehidupan sedang mengatur sesuatu, keputusanku berdampak tidak berjalan baik, tantangannya begitu besar, perekonomian sedang tidak baik-baik saja. Sehingga membuat para insan menahan dananya.

Tentu dengan itu dampak perputaran uang tidak selancar bayanganku. Namun aku tetap berterima kasih pada hidup karena melalui setiap peristiwa di 2025 aku belajar bagaimana hidup tetap adil.

Lalu pertanyaan masih bertahan? tentu tetap bertahan, bukan hanya soal bertahan tetapi lebih tepatnya bertahan dalam prilaku baik, menghidupi mimpi dan prasangka baik pada hidup. Bertahan dengan terus bergerak.

Semuanya aku lihat dari foto-foto arsip di ponselku dan membaca tulisan di blogku tahun ini. Membantu mengingatkan bahwa aku juga perlu adil pada hidup. Tidak selalu memandangnya ia memberi hal yang tidak nyaman.

Masih bertahan? Tentu, dan mari lanjut melihat bagaimana hidup sejatinya sungguh adil.

masih bertahan?
Masih bertahan? Tetaplah baik dalam lakumu.

Baca juga: Kehidupan Carut Marut? Ingat 3 Hal Cara Agar Tetap Waras dan Kuat

Masih Bertahan dalam Baikmu – Tetap Menyinari Sekitar

Masih bertahan? Tidak hanya soal bertahan tetapi lebih tajam dalam laku baik. Terus berjuang menajamkan jati diri sebagai insan yang melangkah dalam sinar dan memberi sinar pada kehidupan. Sepelik apapun hidup memberi jalannya.

Mungkin, ada yang mengatakan dalam situasi yang penuh tekanan, berlaku ego juga tidak apa-apa. Menurutku, boleh. Tetapi tidak terlalu banyak. Kuatkan, tajamkan kebaikan dan terus berjuang memberi sinar pada orang lain.

Sinarmu itu menggandakan berkatmu sendiri. Kalau kamu hanya baik pada dirimu sendiri, berkatnya hanya padamu. Tetapi kalau berbuat baik pada orang lain, maka hidup melihatnya sebagai berlipat. Seperti sinar, pantulannya kembali pada dirimu sendiri dan sekitarnya.

Walau mungkin banyak orang melihat sebagai kebodohan.

Inilah yang aku alami di 2025, sebagai kilas balik hidup tahun ini. Tetap bertahan karena berjuang untuk memberi sinar pada orang lain, walaupun tekanan hidup seperti tidak memberi jalan terang.

Baca juga: Kebaikan yang Dianggap Bodoh – Tentang Keteguhan – Aku dan Toyohiko Kagawa #9

Masih bertahan?
Masih bertahan? – Tetaplah memberi sinar

Masih Bertahan untuk Menghidupi Mimpi – Bukan Sekadar Mengejarnya

Masih bertahan? Tentu saja, ada mimpi yang perlu dihidupi.

Apa yang membuatmu tetap memilih bergerak — tekanan dari luar, atau panggilan dari dalam?

Pertanyaan itu terlintas dalam logikaku dan menyadarkan diri, bahwa sudah sejauh ini, berada pada titik ini, mimpi-lah jadi nadi terbesarnya. Lalu, mengapa ketika tekanan semakin bertubi tidak bisa terus menghidupi mimpi?

Di sinilah letak kesadaranku, melihat kembali kehidupan 2025 sebagai kilas balik langkahku di tahun ini, Terus menghidupi mimpi cara terbaik melihat hidup begitu adil. Dengah itu hidup semakin selaras, karena terus bergerak dan melihat secara nyata, kehidupan masih memberi gula-gula diantara tekanan yang diberikan.

Bergerak, terus menghidupi mimpi, tidak hanya sekedar mengejar, tapi hidup dalam setiap prosesnya. Walau keadaan sering seperti tidak mendukung.

Dan dalam kilas balik 2025 ini, aku melihat dua pribadi yang sangat kuat dalam menghidupi mimpinya, bersyukur bisa beriringan dengan langkahnya. Walau tidak sering bersama tapi karyanya memberi semangat pada pilihanku untuk tetap bertahan dengan menghidupi mimpi.

Masih bertahan? Sebuah tanya yang aku sendiri ingin menjawabnya sambil tersenyum iklas tapi ada sedikit getir terselip diantaranya. Tetapi ketika melihat bagaimana Lala dalam proses hidupnya, Isti tetap berkarya dengan kehidupan sebagai istri dan Ibu. Aku memandang diri yang sering diberi gula-gula oleh hidup dalam tekanan, merasa malu.

Karena itu, bukti hidup begitu adil, dan dengan aku terus mampu menghidupi mimpi, dengan wujud karya tulisan setiap minggu tiga kali. Sebagai series mingguan Aku dan Tokoh, Peta Rasa Sukacita dan Kembali ke Akar kehidupan.

Semuanya bisa dilakukan karena melihat semangat orang sekitar dan keadilan hidup yang sudah memberi gula-gula.

Baca juga tulisan ini, bagaimana hidup memberi gula-gula pada langkahku di 2025.

Masih Bertahan dengan Berprasangka Baik pada Hidup

Masih bertahan?
Masih bertahan? – Tentu, karena keindahan selalu ada di setiap prosesnya.

Masih bertahan? Bagaimana tidak, melihat perjalanan hidup di 2025 sebagai kilas balik tahun ini, hidup itu sungguh adil. Satu bukti kemarin aku jalan pagi, banyak keindahan yang tertangkap oleh mataku dan membawa lapisan makna, memicu ingatanku, bagaimana hidup sudah dan selalu adil dalam prosesnya.

Bunga-bunga diatas menjadi saksi dan aku abadikan sebagai bukti bahwa berprasangka baik pada hidup, cara terbaik untuk bertahan tetap untuk berlaku tepat dan mampu menghidupi semua mimpi dan itu menjadikan semuanya bergerak.

Prasangka baik, selalu aku jadikan akar kehidupan yang kuselipkan di setiap tulisan, segala sudut pandang, prasangka baik yang tidak bisa di abaikan. Sebuah nafas yang mencerminkan iman dan kepercayaan pada hidup.

Siapa yang tidak senang di beri kepercayaan?

Hidup termasuk didalamnya, ia juga suka diberi kepercayaan dan kalimat yang sering aku katakan, percaya saja dulu dan biarkan waktu dalam kehidupan yang repot kemudian.

Baca juga: Prasangka baik cahaya dalam gelap – Kisah Transportasi umum – Tentang keadilan hidup – 2025

Masih bertahan? – Tentang Kilas Balik 2025

Maka, bertahan bukan hanya soal bertahan hidup. Tapi bagaimana tetap berlaku baik, menghidupi mimpi, dan menjaga prasangka baik pada hidup.

Dan Tulisan ini dbuat saat mengingat 55 hari menuju 2026. Membaca kembali tulisan lalu dan foto-foto di ponsel, akalku mengetuk untuk menjadikan satu jejak dalam series Jumat, Kembali ke Akar Kehidupan.

Baca juga tulisan sebelumnya: Kembali ke Akar

Menemukan bagaimana hidup membuktikan keadilannya.

Masih bertahan?

Tiga hal diatas menjadi jawabanku, bagaimana denganmu? Yuk berbagi cerita di kolom komentar.

Serpong – November 2025
Ditulis saat kilas balik tahun, sebagai cerminan 55 hari menuju 2026, barangkali ada yang bisa di perjuangkan.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

18 Responses

  1. Ini kondisi yang juga aku rasakan sekarang. Sudah enak kerja jadi budak korporat, karena hantaman pandemi, semua makin sekarat. Ekonomi morat-marit, kehidupan sosial jadi terganggu, dan tentu saja isi dompet makin menipis.

    Kalo scroll sosmed, tentu saja iri dgn kehidupan teman2 lain. Ingin rasanya kembali kerja ke ibu kota lagi. Tapi ortu nggak ngizinin. “Mau sampe kpn kamu krj di sana? Sedangkan ibu ayahmu sudah tua renta. Nggak ada yang bantuin hidup di desa!

    Dari situ lah, aku mencoba bertahan dgn segala upaya. Toh, rezeki bisa diperoleh dari mana saja. Bahkan banyak skrg anak desa yang berpenghasilan nggak kalah dgn anak kota. Tinggal semangatnya aja nih yang hrs kita korbankan.

    Tingkatkan skill & perluas networking, insyaAllah rezeki akan dtg dari arah tak terduga.

  2. Ngomongin tentang mimpi, aku baru kemarin nonton ulang stand up comedy Pandji Pragiwaksono. Tapi bukan dalam bahasan komedi politiknya, melainkan epilog yang dia lakukan di salah satu stand up comedy shownya beberapa tahun lalu.

    Kata-kata yang paling aku resapi adalah: “Mimpi lo itu gak mati, sedalam apapun lo kubur, sekuat apapun lo pukul, dia cuma akan pingsan dan akan hidup kembali di masa tua nanti sebagai PENYESALAN”. Jleb banget. Kata-kata itu yang mengingatkan aku untuk terus menghidupi mimpi, umur berapapun aku, dalam kondisi apapun aku. Jangan sampai aku menghadirkan penyesalan kemudian.

    Jadi, iyes, walaupun 2025 kondisinya tidak terlalu baik (seperti yang dirasakan semua orang kayanya ya), tapi kita tetap bertahan demi mimpi yang selalu hidup dan akan tercapai sebentar lagi. (Aamiiinn)

    Takut dengan kondisi gak enak saat mengejar mimpi iya, tapi lebih takut lagi kalau mimpi itu nantinya datang dalam wujud penyesalan :'(

  3. Seberat apapun hidup, kita harus tetap bergerak. Krn hanya dengan begitu, hidup akan berputar nantinya. Berprasangka baik dalam hidup, juga penting. Karena kalau kita berpikir negatif selalu, yg ada kita hanya menarik hal2 negatif juga masuk ke dalam hidup kita. Berasa hidup berat, Tuhan ga adil etc. padahal cobaan datang sudah sesuai takarannya. Tuhan ga akan memberi cobaan di luar kemampuan kita kan.

  4. For me, 2025 berjalan dengan baik walaupun mungkin di mata orang biasa saja. ‘Baik’ in my POV adalah berdamai dengan segala kondisi yang terjadi di tahun ini, walaupun memang ada beberapa momen berat, tapi, ya, let it be..

    Tapi tentu ada harapan yang lebih baik di tahun 2026. Semoga semakin berdamai dengan skenario yang Tuhan siapkan dan semoga diberkahi setiap momennya. Aamiin

  5. 2025 emang gila-gilaan, Kak Nik, hampir semua sektor kena. Tapi emang bener, kudu bertahan dan sabar akan takdir serta ketetapan dari Tuhan. belum tentu kalau menurut manusia baik tapi menurut Tuhan tidak baik, jadi gak boleh nyalahin takdir yang tak diinginkan.
    Mengenai mimpi, aku mau kejar mimpi sebagai penulis buku (lagi), semoga lancar.

  6. Tidak terasa 2025 akan segera berakhir ya, Mbak Nik. Harapannya pasti di tahun 2026 ini akan lebih baik lagi. Aamin.
    Dan saya merasa 2-3 tahun ini saya Memang lagi berusaha sekuat tenaga untuk bertahan. Apalagi dengan penulis lepas yang pemasukan tak menentu. Ditambah kesehatan ibu saya lagi kurang bagus. Tapi seperti tulisan di atas. Terus bertahan sambil terus berusaha dan memberi manfaat. Saya percaya. Setiap orang ada ujiannya masing-masing. Dan salah atau kuncinya bertahan dan terus semangat. Saya percaya setelah hujan ada pelangi indah.

  7. nggak terasa ya ternyata sudah mendekati akhir tahun lagi. sepanjang tahun pastinya selalu ada cerita ada yang jungkir balik dan ada juga yang tertatih. kalau dipikir-pikir benar juga kata Bu Maya di film Pangku hidup itu tinggal dijalani aja walaupun terasa berat

  8. 2025 ini emang makin kerasa ya himpitan ekonominya. Alhamdulillah masih tercukupi meskipun harus pandai-pandai mengatur uang. Kerasa banget lebih jarang jalan-jalan, lebih jarang ngafe, apalagi ngemall. Tapi menikmati akhir pekan dengn berolahraga bersama dan menyibukkan diri di rumah juga nggak kalah seru. Mungkin itu cara kami bertahan di tahun 2025 ini, tetap berbahagia meski dengan cara yang berbeda dan lebih sederhana. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.

  9. Urusan masih bertahan atau tidaknya, balik lagi pada diri masing-masing orang ya. Kalau dia masih bisa mempertahankannya, maka lanjutkan saja karena memungkinkan ada hikmah tersendiri di sana.

    Meski juga bila ingin melepas, juga bukan berarti salah, karena seperti gak bisa kuat bertahan. Ketimbang malah tambah menyakitkan, maka sejenak tidak bertahan bisa menjadi jalannya

  10. Saya suka banget kqlimat kak Niek yang ini “Maka, bertahan bukan hanya soal bertahan hidup. Tapi bagaimana tetap berlaku baik, menghidupi mimpi, dan menjaga prasangka baik pada hidup”.

    Seolah menyemangati saya untuk terus berbuat baik dan untuk terus berprasangka baik pada hal apapun di kehidupan. Makasiih ka Niek, buat pengingatnya. Adeem bangeet, bikin semangat terus terjaga

  11. kadang dalam hidup dihadapkan pada pilihan take it or leave it. Mode bertahan merupakan pilihan yang wajar untuk dipilih sehingga mau tidak mau kita akan menyesuaikan sehingga tetap bisa bertahna dalam carut marutnya kehidupan. Disyukuri dan dinikmati aja daripada hanya mengutuknya justru akan semakin melelahkan

  12. Gak terasa ya, ka Nik.. kita uda ada di penghujung 2025 dan akan segera memasuki 2026.
    Semoga usia masih ada dan harapanku, aku bisa menjadi pribadi lebih baik lagi dengan memperbanyak bersyukur akan kesehatan, keharmonisan serta aktivitas produktif lainnya.

    Selalu senang membaca blog ka Nik yang penuh kontemplasi.
    Seakan kita berbincang intim dengan diri sendiri sebelum menjalani hari.

  13. Bertahan adalah salah satu usaha yang setiap manusia pasti punya dan diusahakan bagaimana caranya supaya bisa hidup terus dengan berbagai macam tantangan yang ada dalam dunia sehingga bertahan itu juga merupakan sebuah simbol bagaimana manusia bisa terus berjalan menuju kehidupan dan menjadi alami bagi kita untuk terus bertahan

  14. Membaca tulisan ini membuat aku tertegun memutar kembali ingatan apa saja yang sudah aku lakukan di tahun ini? Tanya timbul perlahan dan membuat aku semakin berpikir rupanya blog pribadi ku pun banyak terbengkalai gitu ntah aku yang tidak pandai mengatur waktu atau memang ada kesibukan menyita waktu. Yang jelas aku rindu kebebasan menulis dan bercerita dengan nyaman terjadwal. Akh semoga setelah ini bisa kembali konsisten menulis.

    Terima kasih mba Nik sudah menyematkan namaku di blog mu ini. Semoga mba Nik selalu menjadi pribadi yang lebih baik dan bersinar dengan karya nyata. Tetap bertahan, kuat dan bergerak serta dipermudah oleh semesta juga ya, aamiin.

  15. Bertahan dalam hidup sebenarnya banyak yang menjadikan ketidakadilan justru sebagai alasan
    Namun, bagi saya bertahan bukan karena siapa siapa karena Tuhan masih memberikan kesempatan waktu, kesehatan bahkan finansial yang cukup saat ini, tahu kalau saya mampu dan bisa
    Kalau seringkali menjadikan hal-hal fana sebagai alasan biasanya akan terasa banget lelahnya dan akhirnya mengeluh tanpa jeda

    1. 2025 ini mengapa keknya emang lebih berat rasanya ketimbang masa covid. Berharap tahun 2026 segalanya akan menjadi lebih baik ya mbak.
      Aku pun mbak selalu menguatkan diri selama di kulkas masih ada bahan makanan, dapur masih bisa dipakai memasak, masih punya keinginan bertahan hidup, sepertinya melegakan.
      Kyknya Tuhan masih ingin aku hidup karena peranku di dunia masih ada.
      Ada kalanya emang emosi up and down, wajar manusiawi, tetapi emang gimana caranya berpikir bahwa masalah akan lekas berlalu cukup memberi harapan ya.

  16. Kadang kita berpikir untuk berprestasi kita perlu memenangkan Nobel, Olimpiade, ataupun berbagai lomba.

    Padahal, prestasi terbesar dalam hidup adalah bertahan dalam kehidupan itu sendiri. Bernafas, bersyukur, berjalan tegak di hari baru, adalah prestasi dalam kehidupan itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink