#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Melangkah dalam Kesetaraan: Tentang Hidup yang Menjadi Lebih Ringan dan Selaras

Cara hidup lebih mudah dengan melangkah dalam kesetaraan, bukan soal tidak bisa bersama dalam perbedaan. Tetapi mengarah pada bagaimana hidup yang selaras dalam cara dan nilai hidup.

Bibit Bebet Bobok

Seperti sebuah pagar tinggi dan sebuah batas tanpa kebebasan dalam hidup. Tetapi jika menyadari dengan kerendahan hati, sejatinya itu cara para pendahulu menjaga kemudahan hidup.

Kali ini dalam series Senin ini aku mengambil arah pemikiran tentang bibit bebet bobot ini sebagai ceritaku. Boleh dibilang ini sebagai landasan mengapa aku berbagi tentang melangkah dalam kesetaraan.

Hari ini kehidupan sedang manis, cuaca cerah dan aku duduk di sudut kafe. Melihat begitu banyak insan sedang asyik berdialog mesra, intim dan riang satu sama lainnya. Seperti biasa aku menulis dan sesekali melihat sekeliling.

Senyumku mengukir dalam wajahku, melihat sosok di depanku, seorang lelaki setengah baya dan perawakannya menawan. Aku tersenyum karena dia seperti menunggu tempat lainnya yang lebih nyaman. Karena area tempat duduknya mentari sedang riang-riangnya.

Suasana kafe saat ini mengajakku kembali pada kenangan saat kala itu, aku berdiskusi alot dengan seseorang soal hidup. Salah satunya tentang kesetaraan. Aku berulang kali berkata mengapa pentingnya untuk memilih dalam apapun dalam kesetaraan.

Baik itu makan, tempat tinggal atau bersosial. Bukan soal mengesampingkan sesuatu yang mungkin lebih rendah ataupun tinggi. Tetapi soal bagaimana menjalani hidup lebih ringan.

Baca juga: Belajar Menikmati Hidup dengan Jiwa yang Segar – Nikmat Bumi dan Kesadaran

Melangkah dalam Kesetaraan
Melangkah dalam Kesetaraan

Kesetaraan Bukan Soal Materi: Menyatukan Cara Berpikir, Nilai, dan Tujuan Hidup

Nik, ikut meeting nanti dengan kolega orang-orang Jepang

Kalimat itu aku terima puluhan tahun dari seorang CEO dalam perusahaan di mana aku bekerja saat itu. Aku mengingat lagi peristiwa yang tidak pernah terlupakan sepanjang hidupku. Peristiwa yang bisa melihat sebuah bukti, bukan tentang status yang menjadikan kesetaraan dalam hidup. Tetapi bagaimana cara berpikir.

Saat itu aku hanyalah seorang staff collection, tetapi karena cara berpikir kami sama dalam bekerja, aku seorang staff bisa sering duduk berdikusi dengan pemegang keputusan dalam perusahaan saat itu. Perlu diketahui juga, aku sering diajak diskusi atau meeting tidak selalu berhubungan dengan kerjaan, atau job desk.

Kemudian peristiwa bulan terakhir terus memperjelas padaku tentang melangkah dalam kesetaraan akan membuat langkah semakin ringan. Aku merenungi pemikiran itu dan teringat akan kalimat CEO saat itu.

Aku seorang staff di ajak untuk berdiskusi tentang bisnis dengan kolega Jepang karena cara berpikirku mungkin terlihat searah dalam cara berpikir dengan mereka. Walau keterbatasan bahasa tidak membuatku patah semangat.

Kemudian, aku berpikir kesetaraaan pun tidak hanya berhenti pada cara berpikir, tetapi juga cara memandang nilai dan tujuan hidup. Ini tokoh utama dalam menjalani hidup lebih ringan.

Dan aku sadar cara berpikirku tentang nilai dan tujuan hiduplah yang sering menemukan orang-orang yang berkata, kok bisa duduk berdialog utuh walau buat mereka melihatnya aku tidak setara dalam status.

Baca juga: Cara Mengenali Diri Lewat Cerita Kehidupan: Tentang Materi Hidup dalam Aku dan Tokoh

Melangkah dalam Kesetaraan
Melangkah dalam Kesetaraan dengan cara berpikir

Ketika Setara dalam Cara Pandang, Langkah Hidup Menjadi Lebih Ringan dan Sejiwa

Walau saat diajak meeting dengan kolega pimpinan, aku sendiri bingung mengapa diajak dan seiring waktu hingga saat ini aku paham, peristiwa itu memperlihatkan dengan cara berpikirku setara dengan pimpinan menjadikan kemudahanku dalam bekerja.

Informasi, kebutuhan perusahaan lebih mudah didapat sehingga membawa diri bekerja lebih terarah. Dan juga hal-hal yang lain bisa dimudahkan karena dalam kesetaraan.

Seperti dalam hubungan. Hampir semua lingkunganku atau orang-orang terdekatku, sebut saja sahabat tetap berhubungan baik sampai puluhan tahun, bahkan ada yang sudah lebih dari setengah usiaku.

Semuanya bisa dijalani karena cara pandang kami pada hidup setara. Yang lebih tahjubnya puluhan tahun berhubungan tidak ada drama yang aku sering terlihat dalam hubungan.

Kalaupun ada gesekan, tidak pernah berlarut karena kami sadar apa yang kemudian itu jauh lebih penting dari yang sudah berlalu. Pun menyadari yang berlalu itu sebuah materi yang perlu di pelajari dan membawa pada kebaikan.

Dan kembali pada kalimat bibit, bebet, bobot. Rasanya warisan ini sangat penting dijalankan. Karena kelahiran, lingkungan dan kualitas diri itu memang sangat menentukan bagaimana langkah selanjutnya.

Semua bertujuan memudahkan.

Baca juga: Gerbong 3 Kereta Api – Kisah Indah Persahabatan di Dalamnya

Melangkah dalam Kesetaraan – Hidup lebih mudah dan Tenang

Mudahkanlah hidup dengan melangkah yang searah

Bisa juga dikatakan seperti itu. Jawaban mengapa kita sering merasa langkah begitu rumit dan riweh. Barangkali pilihan dan keputusan diri yang perlu dilihat lagi.

Pilih dan putuskan melangkah dengan segala sesuatu yang satu energi. Fokus dengan yang seirama. Setara. Tentu, waktu akan selalu memberi pilihan yang begitu ragam. Kadang tidak sempat memilih yang tepat dan keputusan diambil kurang tepat.

Alih-alih berada dalam satu energi, malah berada dalam lingkungan yang jauh dari kata seenergi. Tidak perlu kecewa karena itu bagian proses langkah. Yang penting setelah tahu, berusaha untuk melangkah ke arah yang sepatutnya. Melangkah dalam kesetaraan.

Pasangan, sahabat, hubungan dalam pekerjaan yang setara tidak hanya soal materi tetapi lebih pada bagaimana cara pikir, nilai dan arah hidup akan mempermudah dalam melangkah.

Baca Juga: Piccolo Latte dan 3 Kisah Persoalan Kehidupan yang Kehilangan Arah

Akhirnya

Melangkah dalam kesetaraan menjadikan hidup terasa lebih ringan, karena tidak perlu terlalu berupaya keras untuk menyamakan kebutuhan. Apa yang dilihat dan dirasa, sejak awal sudah berpijak pada tanah yang sama.

Terima kasih sudah membacanya hingga akhir dan bagaimana menurutmu, pernah mengalami kemudahan karena setara dalam nilai hidup? atau mungkin justru sebaliknya. Yuk cerita di kolom komentar.

Jakarta Selatan, April 2026
Ditulis di sudut kafe dengan penuhnya area. Melihat cerminan ekonomi sedang bergerak.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

satu Respon

  1. melangkah dalam kesetaraan yang mungkin nggak semua orang bisa melakukan atau mendapatkan kesempatan itu.
    Terkadang apa yang dilihat oleh “petinggi-petinggi” terhadap kita bukan hanya dari status di kerjaan, tapi juga bisa dari pola pikir, bener juga kata mba Nik. Bisa aja mungkin usia kita sama dengan pimpinan, tapi pola pikir bisa dibilang setara dengan polapikir petinggi-petinggi dan client itu.
    Jadinya kita bisa menjadikan suasana pertemuan jadi lebih rileks gitu ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink