Melangkah lebih jauh sebuah arah hidup meluaskan hati, jiwa dan menjadi akar semaki kuat. Bagaimana menemukan tempat baru memberi ruang kesadaran akan banyak hal.
Melangkahlah engkau akan mengerti
Kalimat yang menjadi akar dari rumah digitalku, sebelum menemukan peran hidup menjadi pelatih kehidupan, dan setelah itu bergeser lebih dalam lagi mengajak pembaca mengarah pada Hidup Berkehidupan.
Selaras dengan keputusan untuk menjadi pendengar dan mengarah hidup sebagai profesi. Mempertajam arah tulisan menyelaraskan peran hidup. Dan dalam tulisan kali ini aku mengajak untuk lebih melihat bagaimana melangkah lebih jauh, satu cara hidup berkehidupan.
Menariknya, cara kita melangkah ternyata bukan sekadar gerak tubuh. Dalam sebuah artikel di RRI, dijelaskan bahwa gaya berjalan dapat mencerminkan kondisi emosional seseorang – mulai dari langkah yang ringan saat bahagia hingga langkah yang berat saat hati sedang rapuh .
Maka melangkah lebih jauh bukan hanya tentang berpindah tempat, tapi juga tentang membentuk cara kita membawa diri dalam hidup.
Dalam catatan kali ini ada tiga hal yang mau aku bagi, bagaimana melangah jauh memberi ruang pada sudut padang, empati dan sebuah pengalaman membentuk arah.
Namun tentang melangkah yang jauh tidak hanya tiga hal tetapi ada tujuh, untuk memberi ruang jeda, aku menulisnya jadi dua bagian yang sama-sama menjadi series Jumat, kembali ke akar.
Baca juga: Kembali ke Akar

Memahami kebenaran dari berbagai sudut pandang
Tempat baru selalu memberi ruang pengetahuan
Hal pertama pemikiran yang ingin aku bagikan, melangkah lebih jauh memberi pemahaman dan memperkaya sudut pandang. Akar pemikirannya bahwa tempat baru atau hal baru sebuah pengetahuan yang bernyawa yaitu pengalaman.
Belajar dari pengalaman hidupku, aku bersyukur tak terhinga pada hidup karena diberi kesempatan untuk melangkah cukup jauh. Sabang sampai Papua, dan beberapa negara di asia. Dari pengalaman itu aku melihat banyak hal dan semuanya membentuk pemikiranku lebih luas.
Tentu saat perjalanan hal yang paling sering aku lakukan, melihat bagaimana kebiasaan hidup orang setempat. Cara mereka menghadapi waktu mencerminkan kehidupan mereka. Contoh seperti di Manado, prilaku dan kebiasaan dengan orang Padang sangat berbeda.
Hal tersebut memberi pengetahuan yang bernyawa. Mungkin jika di pelajari dari buku atau pitutur orang bisa tahu, tetapi kalau melihat dan mengalami sendiri jauh lebih terasa dan hidup.
Baca juga: Terbaik Bumi Pertiwi – Langkahku Indonesia – Part 2

Belajar empati dan syukur dari perjalanan hidup
Ketika langkah semakin jauh, akan hadir banyak rasa. Seperti merawat jiwa dengan berbagai hal baru. Tanpa sadar membentuk empati dan syukur yang penuh.
Bersyukur melihat bagaimana kehidupan di banyak tempat yang punya gaya, rasa hidup yang berbeda. Dalam hal kedua ini aku memperlihatkan dari sudut dengan melangkah jauh membentuk hati lebih luas.
Tidak mudah kecewa, sedih, sakit , patah atau terluka jika sesuatu terjadi tidak sesuai harapan. Karena mengingat ada banyak orang-orang jauh diluar sana tidak memiliki apa yang diri miliki.
Contoh ketika aku pergi ke sudut pulau negeri. Ada banyak insan yang tidak bisa menikmati pengetahuan lebih, karena keterbatasan. Sekolah dengan penuh perjuangan. Menikmati waktu dengan apa adanya.
Bukan tentang bahagia tetapi tentang kesempatan. Dengan keterbatasan mereka lebih kuat menghadapi waktu. Dan melalui mereka aku belajar karena itu saat hari-hari tidak bersahabat, mengingat perjalanan yang sudah dilalui menjadi lebih kuat dan bersyukur diberi hal yang lebih.
Baca juga: Tergores Terluka Boleh – Bernanah jangan – Terbaik – Hidupberkehidupan 2024

Pengalaman sebagai jalan menemukan arah hidup
Foto diatas di area Kelapa Gading, jalanan yang belakangan waktu sering aku temui. Mengajak pembaca untuk melihat jalan ini adalah sebuah titik hidupku dipahami bahwa area ini sekarang tempat aku bekerja, kantor terbaru.
Di kantor ini aku sadar dan bersyukur akan langkah-langkah yang sudah lalui. Terutama melangkah ke banyak kota dan disana aku mengenal banyak orang yang hingga sampai saat ini berhubungan baik.
Membentuk jaringan lebih banyak, dan pekerjaan saat ini membutuhkan hal itu dan kembali rasa syukurku begitu besar karena dengan melangkah lebih jauh membawa pengalaman yang akhirnya membawa dampak baik di peran hidup saat ini.
Tidak hanya itu, perjalanan akan melahirkan mimpi-mimpi baru dan tanpa sadar mengarah pada tujuan hidup yang mungkin sebelumnya tidak dimengerti.
Contoh saat aku di puncak wayag, ketika berada dipuncak ketinggian yang melihat keindahan luar biasa, hadir mimpi baru dan di mana saat ini aku sadar itu menjadikan peran dan peta hidup.
Baca Juga: Raja Ampat – Gerbang Mimpi Selanjutnya
Meluaskan Hati dengan Melangkah Lebih Jauh
Membentuk sudut padang yang luas, menajamkan empati sampai jembatan arah atau tujuan hidup, tiga hal bagian pertama mengapa melangkah lebih jauh jadi sesuatu yang diperlukan.
Meluaskan pandangan dan tanpa sadar meluaskan hati.
Dan bagian pertama ini mengajak apa yang dilihat saat melangkah, mengarah pada membuka pandangan. Kemudian selanjutnya untuk bagian kedua, ada empat hal yang tidak kalah pentingnya untuk diketahui.
Empat hal yang lebih mengarajh apa yang terjadi dalam diri saat melangkah.
Baca juga tulisan lanjutannya di Langkah membentuk kedalaman – Tentang Jiwa yang Kuat – Melangkah Jauh Part 2
Akhirnya,
Terima kasih sudah membaca sampai akhir dan bagaimana menurutmu tentang melangkah lebih jauh, adakah punya pandangan yang sama atau mungkin berbeda, boleh yuk cerita di kolom komentar.
Jakarta Selatan, April 2026
Ditulis sambil memandang teduhnya hari habis hujan ditengah semakin panasnya hidup.

