#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Mencintai Lebih Kuat: Cara Menghadapi Hidup yang Tidak Baik – Kembali ke Akar #14

Mencintai lebih kuat tentang bagaimana melihat kehidupan. Jujur pada keadaan, sejatinya apa yang tidak tepat, sehingga terasa tidak nyaman. Adakah sungguh cinta pada semua yang ada, disampaikan dengan sesuai?

Cinta memang nadi, nyawa, poros dan kehidupan. Namun kadang cara menyampaikan membawa ketidaksesuaian.

Tidak selalu maksud dan tujuan yang benar, jika cara yang tidak tepat akan bertemu kebaikan atau pertumbuhan. Sedangkan buah dari cinta selalu kebaikan dan menghidupkan.

Aku pernah mengulas drama korea, mungkin orang melihat tokoh antagonisnya menyebalkan. Aku sendiri menangis karena begitu banyak orang yang aku tahu, melakukan hal yang sebaliknya, padahal tujuannya bukan hal tersebut. Maksudnya mencintai tapi reaksi lakunya seperti kebencian. Seperti cintanya tokoh antagonis.

Baca juga: Mencintai dalam Rapuh – Review Drama Korea Red Swan – 2024

Menjadi pendengar dan pelatih hidup berkehidupan, terus melihat peristiwa dari makna dan lapisannya. Aku mendapati banyak insan terluka karena tidak mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan. Begitu juga sebaliknya.

Dan melihat kondisi belakangan ini, begitu banyak peristiwa membawa reaksi kecewa, aku banyak berpikir dan lagi, ingin berbagi pemikiran dalam tulisan tentang mencintai lebih kuat.

Dalam series Kembali Ke Akar Kehidupan sebelumnya, aku menulis juga cara bagaimana kehidupan yang carut marut.Satu diantaranya aku katakan besarkan cintamu. Kali ini aku mempertajam dan tebalkan soal itu dalam mencintai lebih kuat.

Baca juga: Kehidupan Carut Marut? Ingat 3 Hal Cara Agar Tetap Waras dan Kuat

Mungkinkah Hidup Sedang Muak dengan Cara kita Mencintai?

Mencintai lebih kuat
Malam dan Mencintai lebih kuat

Malam itu, lampu-lampu menyatakan cintanya pada gelap. Seakan memberi sinarnya untuk insan-insan yang sedang lalu lalang. Dan aku melihat dari kejauhan dengan pikiran begitu penuh. Banyak tanya hadir.

Memiliki profesi yang menampung beragam kisah, aku terdiam seribu bahasa pada gemerlap lampu malam itu. Seorang kawan membuka minuman dan berulang kali dia memanggilku, aku diam, tersadar ketika aroma minuman itu menyapa.

Tiba-tiba merpati genit menghampiriku dan bertanya “Apa yang sedang kamu pikirkan”

Banyak

Lalu aku berceloteh dengan memberi jawaban lanjutan dengan pertanyaan, “Mungkinkah hidup sedang muak dan marah dengan manusia. Karena terlalu sering mematahkan atau merusak tatanan yang sudah dibuat dari zaman awal?”

Malam gelap itupun ikut menyaut, “Mungkin saja, tetapi kalau menurutmu, tatanan apa memangnya kamu lihat yang telah di patahkan oleh insan yang konon katanya mahluk paling mulia.”

Aku menyesap minuman nikmat yang katanya di kirim dari negeri seberang. Ingin aku aku jawab banyak hal. Tetapi bibir ini kelu dan tidak mampu untuk menjelaskan. Sepertinya malam mengerti akan pertarungan rasa dan logikaku. Memilih untuk diam.

Namun dalam bisu, nalarku berseru, lihat saja bagaimana manusia mengatur hutan dan tanah. Elemen yang paling utama jelas terlihat soal merusak tatanan kehidupan. Lebih luasnya disebut Alam. Hutan di perkosa, tanah ditutupi ruang-ruang bangunan. Dan begitu banyak hal lain aturan yang di lalui tanpa patuh.

Mungkin jika hidup bisa berteriak dia akan bilang “AKU SUDAH SESAK DENGAN SEGALA LAKUMU”

Ada begitu banyak polah manusia yang membuat aku melihat dan bertanya, apakah mungkin cara memperlakukan hidup kurang tepat sehingga segala yang terjadi sekarang itu hasil dari ulah kita sendiri.

Lalu bagaimana cara mencintai lebih kuat dengan tekanan yang sungguh tidak mudah dihadapi.

Pengorbanan Memberi dan Menerima Nadi Cara Mencintai Lebih Kuat

 Pengorbanan adalah tindakan atau memberi hal yang sangat bernilai bagi kita kepada orang lain. Kalimat ini aku ambil dari situs salah satu kampus. Aku menyoroti tentang memberi hal yang sangat bernilai.

Hal itu memberi kedalaman yang kuat bagaimana aku melihatnya hidup sedang butuh hal itu. Mencintai lebih kuat dengan memberi hal yang sangat bernilai.Mungkin mulai dengan menerima semua hal yang katanya sulit.

Wujud cinta yang memiliki sifat atau nadi utama yaitu pengorbanan.

Tanpa pengorbanan cinta tidak memiliki nyawa, mati tanpa arti.

Aku berani mengatakan hal itu karena banyak bukti, karena tanpa pengorbanan, cinta seperti tak utuh. Bukan seakan ingin mengorbankan diri tetapi kadang diripun tidak mau melakukan, tetapi demi rasa kuat untuk membuat semuanya baik, yang tidak mau pun akan jadi mau.

Dalam kontek saat ini, mungkin kita tidak mau menerima keadaan yang begitu rumit, tetapi bagaimana kalau hidup sedang menginginkan kita untuk menerima dengan iklas dan itu satu cara mencintai lebih kuat pada hidup.

Mencintai lebih Kuat
Mencintai lebih Kuat – lihat lebih dekat hal yang indah

Konon katanya jika menerima sesuatu dengan iklas, salah satu bukti diri mencintai dengan memberi diri, mejadi pengorbankan rasa dan logika yang sering bertanya, mengapa dan kenapa.

Merpati genit itupun menyahut tanpa diminta bicara.

“Ingatlah, ketika penerimaan itu dilakukan dengan tulus, maka malam akan bernegosiasi pada siang untuk segera datang”

Aku hanya diam, tak mampu menjawab. Bisu. Logika masih bertarung dengan rasa soal pengorbanan, memberi dan menerima.

Lakukan saja tanpa tanya

Ini mungkin hal yang tersulit dalam cara mencintai lebih kuat pada hidup yang sedang ngambek. Iya, kehidupan seperti muak, marah dan ngambek pada kita yang konon diberi tugas mengatur semua hal sebelum kita diciptakan.

Langit bumi dan segala isinya diciptakan untuk kelangsungan manusia itu sendiri, dan pemilik hidup meminta untuk manusia mengaturnya dengan sebaik-baiknya.

Nyatanya?

Semua jawaban kembali pada pembaca. Hanya jika iya mungkin yang diperlukan lakukan saja rasa mencintai lebih kuat lagi. Tanpa tanya apapun. Hanya ada keinginan untuk membuat semuanya kembali pada porosnya.

Air mengalir dengan tenang tanpa ada sampah, para orang tua punya waktu untuk berdialog putra putrinya dengan sesekali memberi pelukan hangat dan banyak hal lain yang sudah jauh dari pada akarnya.

Atau sesederhana bertanggung jawab pada tubuh untuk makan dan tidur dengan tepat. Walau seringkali insan berkata bahwa hidup tidak hanya soal makan dan tidur, tetapi tanpa itu apakah kehidupan akan berjalan dengan baik?

Baca juga: 2 Pondasi Hidup Berkehidupan – Saat Kita Lupa Hal Paling Dasar – Tentang Menikmati Hidup

Mencintai lebih Kuat

Akhirnya

Mencintai lebih kuat dengan utuh.

Tidak semua insan menerima kalau bunga itu indah. Sama dengan muramnya kehidupan dengan segala kesulitan tidak semua bisa menerima. Tetapi jika hidup menuntut memberi diri untuk mengorbankan rasa dengan menerima dan itu akan berdampak lebih baik, tidakkah mau melakukannya?

Mulai dari menerima dengan tulus tekanan apapun yang ada padamu. Contoh lebih kuat, ketika pekerjaan begitu menyusahkan, membawa emosi. Tetap bertahan dengan mengolah diri untuk merespon dengan iklas. Karena tanpa pekerjaanpun akan menambah persoalan.

Tidak hanya buat dirimu sendiri tetapi pada sekitarmu.

Tetap menerima pasangan, sahabat dengan segala pelik lakuknya. Karena diripun belum tentu selalu bisa menyenangkannya bukan? Setiap kita saat ini sedang bertarung dalam arena masing-masing.

Jika tidak bisa mampu memberi diri untuk menyenangkan, paling tidak berkorban saja sejenak untuk diam.

Karena bagaimanapun kita semua saling terhubung. Mari mulai hari ini dengan satu tindakan kecil: peluk orang terdekatmu, beri waktu untuk mendengar, atau cukup istirahat dengan tenang. Karena mencintai lebih kuat dimulai dari dirimu sendiri.

Baca juga series Jumat sebelumnya: Kembali ke Akar

Pasar Minggu, September 2025
Ditulis dalam kesadaran hidup sedang mengambil alih semua tanpa memberi ruang.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

satu Respon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink