Rasa mereka memberi energi besar ketika komentar-komentar itu hadir, menerangi langkah, dan membantu menemukan mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat. Tulisan yang konon katanya berat, perlu berulang membacanya.
Maafkan aku ya pembaca yang setia.
Menulis buatku selain terapi jiwa tetapi juga melukis kehidupan untuk lebih sadar, mengerti dan membentuk kerangka berpikir. Karena dengan cara kita berpikir akan membawa arah hidup dan menjadi insan yang seperti apa.
Membaca adalah bagian pentingnya, dengannya memberi asupan pada logika dan merangkai peta. Seperti sebuah teori berkata,
“Our map is not the territory. It’s but a symbolic representation of the territory.”
Dan mungkin itulah alasan mengapa tulisan ini tak selalu mudah. Ia bukan menawarkan jawaban, tapi membuka ruang. Mari melihat bagaimana merasakannya dalam kata mereka sendiri.
Kata Mereka – Komentar Pembaca Blog – Mengapa Tulisan Ini Tak Bisa Dibaca Cepat
Terima kasih terbaik-ku untukmu yang telah menyediakan waktu untuk membaca tulisan-tulisanku. Terlebih mau menaruh jejaknya di komentar. Itu sebagai energi baik dan bara buatku. Hadiah manis darimu yang telah menaruh rasa disetiap kata.
Aku memilih lima komentar, bukan soal terbaik, tetapi sebagai perwakilan dari sekian komentar pembawa semangat-rela menjadi saksi mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat. Izin yan sebagai rasa terima kasihku dan jika yang tidak diambil, tentu bukan maksud mengabaikan tetapi selalu ada pilihan untuk di mewakili dan jika itu bukan kamu, kasihku tetap menyertai rasamu.

5 Komentar dengan sadar dalam tulisan berat katanya. Barangkali dengan membaca ini kamu mengerti mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat.
1. Kata-katanya Gong Banget Kalau bersedia sejenak melihat lapisannya
Medannya luar biasa sekali. Tapi aku suka banget sama kata-katanya mbak Nik “Nggak mau mencicipi rasa lemah yang katanya untuk wanita”. Itu kata-kata yang Gong! Banget. Di saat banyak media sosial yang tergempur dengan pesona lemah lembutnya wanita, kini ada gambaran bahwa wanita bisa sekuat itu (mau fisik, mental dan jiwanya).
Ah jadi bersemangat lagi habis dari sini.. ❤️❤️❤️❤️
2. Sederhana tapi ngena itu bisa di rasa jika menikmatinya dengan tenang
Selalu kagum dengan isi pikiran Mbak Nik. Hal sederhana, tapi ngena. Setuju banget dengan fondasi hidupnya. Huhu aku harus banyak belajar nih sama Mbak Nik. Biar bisa enjoy menjalani hidup. Belakangan ini aku terlalu banyak overthinking. Dan ya, itu kayaknya sedang ada masalah dengan fondasi hidup aku. Ayoooo… dibenerin lagi fondasi hidupnya. 🙂
3. Ngena jika dengan rela menikmatinya secara utuh
Banyak sekali kalimat yang ngena, terutama tentang waktu dan ketidaknyamanan. Rupanya ketidaknyamanan ada untuk menyelamatkan 😍🫰. Sungguh selalu indah sekenarioNya. Menyentil dan mencubit daku yang sedang kesal dengan waktu tidak nyaman hehehe.
Takjub dan terpesona dengan Pink Beach dan JEEVA Beloam. Keduanya beneran bikin terpana. Aku suka sekali melihatnya beneran indah maksimal.
4. Rasa tersampaikan berawal kejujuran diri ingin berbagi dan meneruskan sinar itu
Mba nik, terharu loh bacanya 🥹. Dan JD reminder utk selalu menebarkan aura positif kayak mba, sampai orang yg rutin ketemu di kereta jadi tahu kebiasaan mba, dan Krn terpancar aura positif yg seolah tanpa masalah tadi ❤️❤️.
Pengen banget bisa begitu. Aku sendiri masih hrs handle mood swingku yg naik turun. Melihat semangat mba nik, dan sikap positifnya, jadi bikin terpacu utk ngelakuin hal yg sama 🤗
Makna adalah jiwa dari tulisan ini, Kelak itu yang paling dibutuhkan
Namanya panggilan hati, panggilan jiwa, gak bisa dipungkiri yaa.. ka Nik.
Suka sekali dengan ka Nik yang selalu memaknai segala yang terjadi dengan rasa bersyukur yang tinggi. Jadi, travelling bukan hanya menemukan tempat enak, tempat nyaman, makan enak, tapi juga kenangan dan makna di balik diijinkannya hal ini terjadi dalam hidup.
Lima komentar itu dalam judulnya aku selipin alasan mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Perlu Tahu Positif Membaca Tulisan Berat

Ruang Tenang Menyadari Kebutuhan Makna – Kembali Ke Akar
Mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat, aku ambil sebagai series Jumat – Kembali Ke Akar, menjadi pesan khusus bahwa membaca dengan utuh, tenang mengembalikan makna dan melahirkan kehidupan.
Dan di era yang serba cepat ini, kendala terbesar bukanlah kekurangan informasi, melainkan kekurangan kedalaman. Segala sesuatu berlalu cepat, termasuk pengalaman hidup. Sering tergoda memberi nama sebuah kejadian tetapi melupakan tanya,
Apa sebenarnya makna dari semua ini?
Karena itulah blogku dalam tulisan-tulisannya terus berupaya untuk tetap hadir sebagai ruang tenang, kesadaran utuh untuk mengerti maknanya. Tempat di mana tidak sekadar membaca, tapi benar-benar menghayatinya.
Menyadari kebutuhan akan makna adalah langkah kecil namun mendasar untuk membangun hidup yang utuh. Menjawab mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat. Butuh hadir dengan kesadaran utuh.
Berikut beberapa alasan mengapa menyadari kebutuhan makna menjadi sangat penting dalam hidup yang tak lagi memberi ruang untuk pelan:
| Alasan | Penjelasan Singkat | Dampaknya Jika Diabaikan |
|---|---|---|
| Makna memberi arah hidup | Makna adalah kompas batin yang membimbing langkah. Tanpa makna, kita mudah tersesat. | Merasa hampa, sering bimbang dalam mengambil keputusan. |
| Makna menenangkan gejolak batin | Saat hidup terasa penuh tekanan, makna menghadirkan kedalaman dan ketenangan. | Mudah gelisah, overthinking, dan kehilangan kendali emosi. |
| Makna memperkuat identitas | Menyadari makna hidup membantu kita mengenali siapa diri ini sebenarnya. | Merasa asing dengan diri sendiri dan mudah terombang-ambing oleh ekspektasi luar. |
| Makna memperhalus rasa syukur | Dengan makna, kita bisa melihat ujian dan anugerah sebagai bagian dari proses hidup. | Mudah merasa hidup tidak adil atau tak berarti. |
| Makna memberi energi jangka panjang | Tujuan yang bermakna membangkitkan semangat yang tidak mudah padam. | Kehilangan motivasi setelah tujuan jangka pendek tercapai. |
| Makna menghubungkan kita dengan yang lebih besar | Makna membuat kita sadar bahwa hidup ini bukan hanya tentang “aku”. | Hidup terasa sempit, individualis, dan dangkal. |
Untuk sudut pandang lain tentang bagaimana kehilangan makna bisa menjelma dalam bentuk ekstrem, bisa melihat tulisan ini Ada Apa dengan Ekstremis?
Maka jawab dari mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat, karena kamu istimewa. Setiap hal ditemukan punya hal baik dan jika tulisan ini sudah menemukanmu, berarti dia ingin di nikmati sepenuh hati,bila itu sudah maka waktu-pun akan melunasi apapun yang dibutuhkan.
Jika tulisan ini membuatmu berhenti sejenak, maukah kamu berbagi alasannya? Tulis di komentar, karena mungkin jawaban dari ‘mengapa tulisan ini tak bisa dibaca cepat’ ada di ceritamu juga.


10 Responses
Jujur mbak, aku tuh salah satu yang pas pertama kali baca blognya mbak nik itu langsung SKIP, alias ‘ntar aja dah bacanya, belakangan.. butuh konsentrasi maksimal ini si’, hahaha
Tapi seiring waktu, sekarang aku mah enjoy-enjoy aja lho bacanya. Gak yang sampe berkali2 baca juga baru paham. Kuncinya ya itu, jangan baca dengan cepat. Melainkan baca perlahan, dan relungi setiap kata demi kata yang mengalir. Dan serius deh, nggak ada blog lain yang lebih menentramkan jiwa selain blogmu ini. *ciyus ini
Dan memaknai segala hal yang terjadi dalam hidup, it’s a must! Karena beberapa waktu terakhir, aku ngerasa hilang arah dan mudah lelah. Ternyata, masalahnya bukan di sekelilingku, tapi cara pandangku yang salah. Sekarang, sudah banyak improvement si. Bahkan, daku siap untuk menghadapi ujian hidup, apapun itu bentuknya.
Aaaah kamu Jar, aku meleleh nih dengan komennya. Terima kasih banyak untuk hadiah manis atas komen bikin semangat ini.
Selamat memaknai setiap langkah ya. Selamat berproses.
Sungguh sangat di luar dugaan punya bacaan blog yang awalnya sulit kucerna
Bukan karena beda tapi mungkin otakku terlalu biasa dalam memahami semua cerita dan maknanya
Makanya mungkin juga asal berkomentar
Padahal kalau dibaca dalam tenang tanpa terburu-buru, makna yang mengakar justru jadi proses relaksasi juga buat diri
Hmm… Jumat yang penuh makna berada di sini
Terima kasih mba Rahmah. Semoga makin betah ya main-main kesini ya, di ruang yang butuh rasa yang tidak bisa terburu-buru.
Mba Ni, baca judulnya justru saya merasa tertarik, kenapa ga bisa dibaca cepat, pasti butuh perenungan dan saya malah penasaran, dan ternyata benar setiap katanya memang harus dibaca pelan dan diresapi sampai akhirnya menemukan kebermaknaan setiap kata yang mba Nik tulis ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Terus baca bagian panggilan, setuju banget semua yang kita lakukan harus karena panggilan atau calling, akan lebih mudah rasanya melewatinya dan memaknai setiap langkahnya saat kita menjalani calling atau panggilan dari dalam diri itu
Terima kasih mba sudah hadir dalam tenang hingga bisa melihat dengan maknanya.
Mbakkkk Nikkk, mewek!! Hahaha..
Jujur baca tulisanmu ini jadi inget Alm. profesor yang ngajar aku dulu. Beliau itu always support pas aku lagi down-downnya. Dan nemuin kata-katamu “back to root” mirip sama beliau yang selalu ngingetin aku “back to your rootlife” alias tujuanmu ambil keputusan abc…
Dan tulisan atau kata-kata kayak gini itu nggak bisa bisa di dapat secara instan, ada proses penyembuhan yang (mungkin) harus diambil sama penulisnya sendiri. Terharuuu.. :’)
Huiiiiii aku lebih terharu karena dirimu memberikan hadir memberi hadiah manis dan menjadikan tulisan ini hadir. Terima kasih ya.
Semoga terus memberi rasa yang membawa energi baik ya Din.
Saya setuju sekali Mbak Nik. Menulis adalah terapi jiwa. Saya melakukan itu sampai sekarang. Dan Mbak Nik punya kekuatan dalam menulis melalui gaya bertutur yang rapi dan mengalir. Barisan-barisan kalimatnya penuh makna.
Tosss pak Bambang. Terima kasih banyak. Tulisan-tulisan Bpk juga bikin aku ngiler wkwkwk. Semoga kita terus menulis ya pak.