Drama Korea Typhoon Family dan 2025 seperti saudara kembar, dan melaluinya belajar bagaimana menghadapi krisis. Sebuah kisah yang mengingatkan masa tahun 1997, 1998 dan seperti terasa sama di tahun 2025. Krisis Ekonomi.
Tentu, ada perbedaan karena waktu lagi lagi memberi bumbu yang berbeda setiap masanya, yang menjadi sama ketika krisis itu terasa ekonomi semakin menekan, banyak terjadi PHK dan banyak pihak mengalami kesulitan dalam keuangan.
Tentang alur cerita, kembali aku ingatkan bahwa setiap ulasanku, tidak menghadirkan bagaimana jalan ceritanya, disini aku ingin menuangkan pikiran, bagaimana dalam tekanan hidup seperti menghadapi krisis ekonomi, belajar dari drama korea Typhoon Family.
Bagaimana alur ceritanya, silahkan bisa baca di tulisan detik dan bisa cari tahu juga di berbagai ulasan lainnya.
Sejujurnya ada banyak sudut pandang yang bisa dilihat dalam drama ini, walau bukan penggemar drama korea, tetapi karena ini berlatar bisnis dan masa krisis, aku suka menonton Typhoon Family. Mungkin nanti aku bisa menulis lagi dengan POV yang berbeda, kali ini aku mengambil dari sudut pandang, bagaimana menghadapi krisis sebagai series Aku dan Tokoh – nya yaitu (Hati/Rasa)
Mengapa menghadapi krisis aku ambil pertama sebagai tema ulasan drama korea ini?
Ada banyak krisis yang terjadi dalam kehidupan saat ini, dan aku merasa yang paling utama adalah krisis kesadaran, karena itu tema menghadapi krisis belajar dari drama korea. Berharap setelah membaca pemikiranku ini, bisa merawat kesadaran akan rahasia kehidupan.
Baca juga: Krisis Iklim atau Krisis Kesadaran? Ketika Bumi Berkata Cukup – Aku danTokoh (Bumi) #22

Typhoon Family dan 2025 – Tekanan Hidup Yang Sama
Bicara soal tekanan hidup, rasanya 2025 juaranya. Konon katanya pandemi pembukanya dan merasa tahun itu penuh tantangan, nyatanya tahun ini tekanannya jauh lebih berat.
Sepertinya kehidupan terus memurnikan pengelolanya, tahun demi tahun kehidupan menjadi modern dan katanya akses semakin mudah, tetapi mengapa tekanan semakin terasa berat?
Ketika menonton drama korea Typhoon Family, ada banyak rasa bercampur. Melihat bertubi-tubi kesulitan yang di alami tokoh utamanya, seperti melihat kehidupan kilas balik hidup. Melihat masa krisis ekonomi di tahun 98 seakan terulang di tahun ini.
Sambil nonton, nalarku melayang dan mengingat persoalan yang ada di tahun ini. 2025 yang terus menerus memberikan tekanan hidup. Sedikit tersenyum pada penulis dan sutradara, menghadirkan Typhoon Family, seperti mengingatkan untuk belajar bagaimana menghadapi krisis dan tekanan hidup di saat ini.
Memperlihatkan bahwa, pada masanya di tahun 97 98, tekanan hidup karena krisis ekonomi pernah ada dan terlewati. Mengajak untuk tetap semangat dan tidak menyerah pada keadaan.
Selagi tidak menyerah, segalanya mungkin
Satu kalimat dalam drama korea Typhoon Family menjadi bara. Ada banyak kalimat-kalimat penyemangat dalam film ini dan inilah hal yang paling aku suka.
Tetapi ternyata beberapa penggemar drama korea, ada yang tidak sepikiranku. Di salah sosial media, aku sempat membaca kalau drama ini sangat melelahkan, tidak habis-habisnya persoalan datang, seperti hidup tidak adil pada orang baik. Dari awal episode sampai ke lima belas semua menggambarkan kesulitan.
Selalu diberi persoalan dan membikin emosi membara karena lawannya selalu menang.
Seperti sama dengan 2025, kejutan penuh tantangannya tidak berhenti-henti. Sedikit ada celah sinar, eh tak selang lama datang badai. Begitu terus.
Baca Juga: 2025 Aku dan Kamu – Kesadaran Mendalam yang Tak Terduga Apa yang Terbentuk?
Hingga di pengujung tahun 2025, kembali ada sedikit sinar dan semoga saja sama dengan drama Tyhpoon Family, si akhir episode ke enam belas semuanya berbuah manis.
Dua episode terakhir, rasaku bercampur aduk, tertawa melihat bagaiman polah lakon dan juga sesak, air mataku tak tertahankan bagaimana tokoh antagonis berlaku menyebalkan karena terluka akan perkataan Ayahnya tidak pernah membangun, selalu merendahkan. Dan banyak adegan yang membuatku bersyukur menonton series ini.
Sampai pada titik melihat segala tekanan yang ada, bisa di menangkan dengan memiliki hati yang begitu besar. Inilah kunci mengapa aku ingin berbagi menghadapi krisis atau tekanan hidup dari Typhoon Family.
Baca Juga: Menangkan Hari dengan Tajamkan Logika & Hati yang Teguh – Cara Menghadapi Dunia yang Rapuh

Rahasia Menghadapi Krisis – Miliki Hati yang Besar
Perusahaanku tak akan menghilang cuma karena tak punya nama. Itu sebabnya, kami tak akan hancur.
Kalimat kunci yang aku dapat saat Ayah lawannya di selamatkan oleh tokoh utama. Duduk dipinggiran jalan, menyerahkan surat hutang. yang jadi garis merah utama alur kisah Typhoon Family.
Menyerahkan dengan tenang. Melihat perkara jauh lebih luas, bagaimana tokoh utamanya lebih memikirkan orang banyak, yaitu karyawan lawannya 350 orang. Berpikir bagaimana mereka tetap bisa bekerja dan sama sekali tidak menuntut apapun. Sedangkan dengan segala hal yang dialami selama ini, begitu menyakitkan, dia punya alasan untuk marah, menuntut atau balas dendam.
Tetapi dia tidak melakukan itu, tidak memperhitungkan sama sekali. Iklas dan memikirkan hal kedepan.
Begitu besar hatinya. Seperti samudera, besar dan luas.
Saat itu aku pause filmnya, berhenti mengolah rasaku. Iya, ini hanya film atau sekedar drama, tetapi sungguh, langkahku dalam hidup sebentar lagi setengah abad, apa yang ada di film ini, khususnya soal hati yang besar akan berdampak besar adalah nyata.
Kunci dalam menghadapi krisis, setiap hal yang rumit jika memiliki hati yang luas, hidup akan sangat adil memperhitungkannya. Seperti pernah aku menulis, jika terluka obati, jangan buat menanah dengan balas dendam ataupun berusaha melukai kembali.
Baca Juga: Tergores Terluka Boleh – Bernanah jangan – Terbaik – Hidupberkehidupan 2024
Mungkin terlihat bodoh, naif, tetapi jika luka terus di lanjutkan mau sampai kapan kehidupan ini akan membaik?
Aku – Krisis – Hati dan Cinta yang Utuh
Hyun Jun pasti belajar dari ayahnya, bahwa dunia ini adalah neraka.
Ayahku mengajarkan dunia ini penuh buah dan bunga.
Kalimat yang di sampaikan tokoh utama pada ayah lawannya (Hyun Jun). Dialog yang membuat hatiku kembali tertegun.
Tokoh utama memiliki hati yang begitu besar dan luas karena orang tuanya memberikan cinta yang utuh padanya.

Dan aku, melihat kembali jalan hidupku, krisis hidup seperti senang bersamaku. Sejak lahir sampai tahun 2010 tidak henti-hentinya datang dan herannya, tak ada rasa ingin balas dendam atau marah pada hidup.
Belakangan setelah dilunasi hal-hal manis oleh hidup, dengan diberi kesenangan yang luar biasa, terjawab satu persatu bahwa jika memiliki hati yang luas, semuanya akan di perhitungkan.
Salah satu contoh ketika aku dikeluarkan dari perusahaan, di hari yang sama tanpa ada waktu untuk bersiap, aku menerima dengan tenang dan setelah itu membantu perusahaan yang mengeluarkan tanpa dibayar selama tiga bulan.
Baca kisahnya: Semua Akan Kembali Padamu – Rahasia Waktu – 2016
Mampu melakukan itu , mungkin karena sedari kecil sudah dididik oleh lingkungan untuk teguh dalam hal yang baik, tidak mudah kecewa karena hidup sudah cacat dari awal. Aku banyak melihat bagaimana menghadapi hidup perlu kuat, tabah, sabar dan prasangka baik.
Kakek dan Ibu sosok yang jarang mengajarkan dengan lisan, tetapi melalui laku mereka, kami di bentuk menjadi pribadi yang gigih, tidak mudah menyerah pada keadaan. Walau mendapatkan cinta yang utuh setelah merantau ke Jakarta.
Hingga sadar, bahwa hati yang luas dan cinta yang utuh memampukan menghadapi krisis hidup. Seperti dalam film drama korea Typhoon Family.
Akhirnya
Dunia boleh menawarkan pembalasan setiap luka, tetapi rahasia menghadapi krisis kehidupan semua pada bagaimana hati yang murni, besar dan seluas samudera. Percaya segala hal di perhitungkan dan kehidupan ini sangat adil.
Aku dan tokoh utama dalam drama Typhoon Family contoh nyata.
Bagaimana denganmu, sudah nonton series drama korea yang ini? Yuk bagi kesanmu di kolom komentar.
Jakarta, Desember 2025
Ditulis untuk series Senin Aku dan Tokoh dan berpikir akan menulis lagi dengan POV lainnya dari Drakor Typhoon Family.


13 Responses
Jujur aku belum nonton drama Korea Typhoon Family. Sudah hampir empat bulan belum nonton Drakor apapun. Tumben banget, mungkin karena waktu terbatas dan kalaupun ada sedikit senggang lagi tergila-gila sama baca buku atau sesekali dengerin podcast.
Ternyata Typhoon Family ini bukan sekadar drama ya. Banyak pembelajaran terkait bisnis dan atasi krisis. Betul sekali, semua orang mengira kalau pandemi jadi gong semua krisis, nyatanya nggak. 2025 malah justru banyak banget dibuat kelelahan karena krisis beneran semakin nyata menggerogoti kehidupan.
Bertahan di tahun ini beneran luar biasa banget. Nggak mudah, beneran penuh perjuangan yang nggak biasa. Makasih sudah menyajikan tulisan yang realistis serta menjadi pengingat baik. Dalam krisis sesulit apapun semua akan baik-baik saja saat punya keyakinan dan semangat juang.
Kadang, dalam kondisi begini memang lebih mudah menyimpulkan hal negatif, menganggap hidup sangat menyengsarakan dkk. Padahal, ini yang mesti dihindari. Tetap berprasangka baik agar banyak kebaikan yang datang.
Daku belum nonton drakor ini Kak, karena masih mantengin si Taxi Driver hehe.
Mengena juga ya jalan ceritanya tentang krisis yang terjadi, setidaknya jadi pengalaman berharga buat penonton
Saya belum nonton drakor ini Mbak Nik. Tapi bicara soal krisis ekonomi, Jadi ingat tahun 1998. Dan saya merasakan. Langsung. Apalagi saat itu saya baru pertama kali merantau ke Jakarta. Akhirnya kerja jadi tukang taman dengan gaji 7 ribu per hari. Kalau ya masuk. Ya ga digaji hehhehe.
Tiap terbukti saya mampu melewati dan bertahan di Jakarta lama. Saya rasa, kuncinya semangat kekuatan dari diri sendiri. Terus berdoa dan Tuhan akan memberi kemudahan.
Aku belum nonton drakornya mbak. Nunggu kelar dulu, karena si jun ho sih yang main, biar bisa maraton. Hehehe.. 😂
Dan aku setuju banget sama kata² ini: Perusahaanku tak akan menghilang cuma karena tak punya nama. Itu sebabnya, kami tak akan hancur. Aku ikut mempelajarinya sendiri meski itu bukan dalam bentuk sebuah perusahaan.
Karena sejatinya, yang punya nama akan kalah dengan mereka yang lebih tegar menghadapi masalah. Dan beruntunglah yang memiliki ketegaran dalam menghadapi krisis, semoga kita diberikan ketegaran dalam menghadapi segala krisis. 🤗
Baru nonton satu episode, eh ketiduran. Emg terlalu berat kisahnya. Menurutku, narasi drakor ini terkesan dark hingga sulit dicerna awam. Padahal aku selalu suka drama/film tentang investasi hingga bisnis. Tapi tdk dgn drakor ini meski pemainnya udh famous bgt di dunia drakor. Terbukti ratingnya sekitar 7,4. Ga jelek sih tapi ya kurang tinggi utk aktor dan aktris yang terlibat di dlmnya.
Dan aku sepakat kalo tahun 2025 ini malah lbh kejam dibanding saat covid era 2000an. Dulu aku masih bs bahagia dgn kerjaan yg msh dpt cuan meski di rumah saja. Tahun ini, kerjaan mkn susah. Berwirausaha jg mkn menderita krn iklimnya ga mendukung bgt. Sepi pembeli, barang melimpah. Sesuai hukum ekonomi aja sih. Endingnya ya menggerus tabungan mulu utk sekadar hidup. Ya, kita hidup cuman bertahan. Bs bertahan aja sudah bagus.
Aku sebetulnya belum nonton mbak, tapi memang sudah ada keinginan karena baca ulasannya di blog teh Lendy. Baca ini jadi makin pengen nonton deh karena penasaran dengan ceritanya, tapi aku takut ngerasain perasaan sebel dan dongkolnya ke antagonis nih, hahaha. Apalagi tadi diceritakan sampai eps 15 ya kayak dunia gak adil aja ke protagonisnya. Tapi aslinya memang gitu sih ya, dunia terasa gak adil, padahal sikap kita ke dunia yang membuatnya adil atau enggak.
Anw, aku suka sekali kalimat ini: jika terluka obati, jangan buat menanah dengan balas dendam ataupun berusaha melukai kembali. Karena gak banyak yang sudah sampai tahap ikhlas tersebut sih, masih banyak yang ingin memuaskan keinginan balas dendamnya. Tapi bener, kalau ikhlas dan terus berjalan, hal-hal baik akan bisa muncul dan terbit cahaya yang terang di hidup kita.
Terima kasih mba untuk ceritanya. Aku pun jadi ingat kata2 yang juga terngiang: Saat ada masalah dalam hidup dan memohon pertolonganNya, Allah bukan mencabut masalah tersebut melainkan menguatkan diri kita untuk menghadapinya dengan tenang.
Dengan diri yang kuat dan hati yang tenang, solusi dan keberkahan dari masalah tersebut bisa terlihat sehingga terasa lebih mudah menjalaninya.
Aku udah nonton ini jugaaa. Awalnya kek apaan sih ini drakor lawas soal bisnis2. Eh ternyata makin ke sini makin bagus jalan ceritanya. Kek merasa relate, apalagi 2025 rasa2nya ada krisis tapi nggak terlalu terasa, karena emang ada yang kena parah ada yang masih santuy.
Dari drama ini emang belajar gimana cara supoaya tetap survive, apalagi kalau jadi pengusaha, banyak nyawa yang harus diselamatkan.
Tapi juga belajar bahwa menyelamatkan nyawa ya nggak perlu juga pakai cara licik. Cara bersih sebenarnya bisa kok. Asal orangnya ada kemauan aja sih.
Trus aku juga jadi belajar kalau hidup tu beneran kek roda, kadang di atas banget, kadang bisa jatuh ke bawah udah gitu keblusuk lumpur pula hahaha. Yaaa diketawain bae yaaaa :p
Selelah itu yaa.. kita semua struggling dengan permasalahan hidup.
Semoga masih tetep bisa optimis di tengah gempuran perekonomian yang gak menentu inih..
Eh, tapi ini latar belakang krisis yaa..
Tapiii.. kek apa bedanya sama kehidupan kita di masa kini?
Huhuhu.. inget siih.. gak boleh ngeluh dan tetep kudu bersyukur jalani hari.
Suka banget sama Junho yang kini projectnya makin berbobot.
Typhoon Family menjadi salah satu rekomendasi drakor bisnis di tahun 2025.
aku nonton drama ini juga, kak tapi mandek nih dan sekarang malah nonton drama kedokteran the resident. memang sedikit banyak jika ada drama atau film yang relate dengan kehidupan kita itu akan sangat memberikan kesan tersendiri ya di hati kita. semoga tahun 2026 lagi kita semua bisa menjalaninya dengan lebih baik
Belum nonton mbak Niek,,,tapi setelah baca ulasan kak Niek jadi penasaran ingin nonton juga. Tapi dari ulasan cerita ini kita bisa belajar bagaimna acaranya emnghadapi suasana tidak enak atau saat menghadapi krisis dan bencana agar bisa tetap tenang dan berpasrah menerima semua ketentuannya. yaa berbesar hati menerima segala kondisi ketetapan dari Tuhan,,,,
Belum lihat Typon Family sih tapi membaca ulasan mbak, jadi tergambarkan dan pengen nonton juga
setiap orang punya masalah masing-masing dan bagaimana menyelesaikannya juga punya cara masing-masing bukan
Aku nonton ini tuh tiap episodenya kek nahan napas..
Berasa apa lagi nih tantangan kali ini..
Tapi ya gitu ya Mba ..
Hidup kita juga serupa.. selalu ada keseruan yang bikin kita naik kelas setiap saat
Aku belum nonton mba. Masih ragu, Krn pengen cari tahu spoiler nya dulu, terutama di ending 😄😄.
JD ceritanya ttg masalah bertubi2 yaaaa… Tapi kalau akhirnya berakhir baik, aku mau sih nonton, walaupun memang nonton drama begini biasanya ikutan capek mental 😅😅.
Masalah terkadang ga berhenti yaaa. Ngerasa aaa banget 2025 memang lebih berat. Musibah banyak terjadi, ditambah penanganan nya berkesan lambat, walaupun kita tidak jadi korban, tp berasa ikut sakiiit banget lihat teman2 yg terkena dampak.
Ntahlaah, jujur nya, aku hopeless Ama 2026. Ga tau apa bisa jadi lebih baik, Krn pemimpinnya masih sama. 😔. Yg pasti aku berusaha buat diri sendiri utk tetep lakukan yg terbaik. Masalah ga akan berhenti, tinggal cara kita handle nya gimana …