Menghitung Kebaikan 2025, sebagai lanjutan tulisan kilas balik tahun yang penuh pengujian. Refleksi Akhir Tahun sebagai landasan menyambut tahun baru. Merangkainya untuk series Senin, Aku dan Tokoh – nya adalah 2025.
Baca tulisan sebelumnya: 2025 Aku dan Kamu – Kesadaran Mendalam yang Tak Terduga Apa yang Terbentuk?
Sebelumnya aku sudah menulis tentang tahun ini, tetapi lebih mengajak melihat kembali bagaimana tahun berjalan. Kali ini aku bercerita, melihat sisi kebaikan, karena bagaimanapun hal baik penting diingat. Sebagai bara, yang kurang nyaman biarlah hanya sebuah pelajaran untuk tidak mengulang kembali.
2025 bukan tahun yang ramah, Ada yang kehilangan arah, ada yang kehilangan orang, Ada yang kehilangan semangat tetapi belum menyadari sebenarnya apa sebabnya.
Begitulah, kadang hal yang paling miris, ketidakmampuan pribadi mem-validasi rasa dan terburu-buru menghakimi waktu. Tidak memberi ruang pada hidup untuk melihat, sejatinya ia telah memberi kebaikan.
Bersama tulisan ini, semoga bisa memberi kesadaran untuk melihat kembali bagaimana 2025 dalam carut marutnya, tetap memberi hal-hal manis.Merangkum semua jejak dengan menghitung kebaikan 2025 dan jadikan bara baik untuk melangkah selanjutnya.

Q1 – Hadiah Kehidupan – Ulang Tahun dan Takdir Pertemuan
Januari, sepertinya memang selalu jadi bulan favoriteku. Mungkin di bulan ini adalah hari kelahiran dan tahun ini sungguh tidak mengira akan bisa melakukan kebiasaan ulang tahun dengan berkelana keluar kota jauh.
Perekonomian yang sedang ehem ini, aku-pun terkena dampaknya, sehingga perlu untuk lebih bijaksana untuk menahan diri melakukan perjalanan yang tentu akan menguras rekening. Tetapi hidup sesayang itu padaku. Ada saja jalannya untuk menikmati kesukaan bertahun-tahun aku lakukan.
Menghitung kebaikan 2025 di Januari dan semua sudah tercatat pada tulisanku berikut,
- Semalam di Bandung – Sepotong Kenangan – Welcome 47
- 4 Hari 3 Malam di Labuan Bajo – Hadiah Indah Ulang Tahun
- Ketika Cinta Memanggilmu – Menyapa Loccal Collection Hotel – 2025
Februari, mungkin kalau dilihat kejadiannya, hal ini tidak menyamankan. Karena bulan ini aku harus mengeluarkan dana cukup besar, sebagai tanggung jawabku atas komitmen pada orang lain. Hanya saja menjadi pelik, kondisi ekonomi yang sangat ehem ini, menjadikan peristiwa ini menguji kesabaran.
Tetapi karena sudah dilatih oleh hidup, tetap aku jadikan hal ini sebagai kebaikan hidup. Paling tidak, aku mengerti karakter orang dan belajar untuk tidak mengulang hal yang sama. Satu hal lagi, aku bisa melihat diri tetap tenang dan menjadikan suatu tulisan yang bisa membangun.
- Mengapa Membenci itu Haram – Tentang Nilai Rejeki dan Hidup – 2025
- Kendalikan Emosi – Mengerikan itu Bara – Review Film Captain America: Brave New World – 2025
Maret, bergerak. Begitu yang selalu aku lakukan. Apa yang bisa dilakukan, kerjakan saja. Dan bulan ini aku bertemu sama orang-orang yang sungguh hidup sangat baik padaku. Bulan ini aku lebih menyadari, bagaimana pelukannya tak pernah lepas. Mempertemukan pribadi-pribadi yang baik hati.
Kisahnya sudah tertulis,
Pertemuan ini membuka mataku pada keselarasan energi dan pikiran. Ketika kemudian membaca tulisannya, yang bernada sama tentang menghitung kebaikan 2025, aku tersenyum sendiri. Tulisan ini sudah kurencanakan jauh sebelum tulisannya terbit, dan rasanya hangat sekali melihat bagaimana energi kami bertemu.
Baca tulisannya di Hal-Hal yang Saya Syukuri di Tahun 2025 dan Harapan Untuk Tahun 2026
Q2 – Mengingat Kebaikan Hidup Sebagai Bara Menghadapi Peliknya Waktu
April, Mei, Juni, boleh dibilang bulan yang begitu pelik. Ada banyak hal yang tidak nyaman terjadi di Q2 2025 ini. Dan seperti biasa, aku menghitung kebaikan hidup untuk tetap melangkah dengan baik.
Tercermin dalam tulisan-tulisanku ini.
- Pengorbanan Setiap Peran – Mengalahkan Tekanan dengan tujuan – Review Film Zero day – 2025
- Ketika Pengalaman Menangkan Hidup – Tentang Pengorbanan dan kebaikan yang diterima – 2025
- Malam Ajaib: Alga, Kunang-Kunang, dan Milky Way Ketika Camping di Ambon – Hadiah Terbaik 41
- 5 Rahasia Ketajaman Intuisi yang Bisa Dipelajari dari Alam
- Menangkan Hari dengan Tajamkan Logika & Hati yang Teguh – Cara Menghadapi Dunia yang Rapuh
Seperti tulisan ini menghitung kebaikan 2025, akan jadi bara menghadapi tahun 2026, yang tidak pernah tahu kejutan apa yang akan diberikannya.

Q3 -Merangkai Tujuan dan Buah dari Hubungan Baik
Menghitung kebaikan 2025 di quartal tiga ini, aku beri tema buah dari hubungan baik. Tiga bulan ini aku dikasi kesempatan oleh support systemku untuk mendapatkan rejeki cuan.
Juli, mulai terarah tulisan blog dan menemukan petanya. Aku memutuskan renovasi sedikit interior blog ini. Memberi ruang-ruang khusus sesuai kebutuhan mengembangkan profesi life coach. Membentuk tulisan dengan series mingguan dan ada bagian-bagian khusus yang mencerminkan materi coaching.
Temukan perubahannya pada,
- Hidup Berkehidupan – Niksukacita
- Hak Menjadi Hak – Ketika Waktu Menunjukkan Keadilan – Niksukacita
- Nikmat Bumi – Ketika Hidup Melunasi – Niksukacita
- Coaching dan Ruangmu – Niksukacita
- Series Senin: Aku dan Tokoh
- Series Rabu: Peta Rasa Sukacita
- Series Jumat: Kembali ke Akar

Dan juga bulan ini, aku mendapatkan kesempatan untuk berkelana di tiga kota dan menemukan banyak hal yang manis.
Salah satu kisahnya ada di tulisan Menikmati Sunset di AwannCosta: Cara Semarang Tampil Lebih Cantik dan Memikat #9
Kemudian pada Agustus, aku memulai menjaga store dan melaluinya aku mendapatkan peluang-peluang yang nanti bisa jadi kisah yang membuktikan sebuah kalimat,
Selagi tidak menyerah, segalanya mungkin
Tercermin pada tulisanku,
- Menemukan Peran Hidup Saat Rasa Senang dihidupi – Peta Berkehidupan – Kembali Ke Akar #6
- 3 Pelajaran Sukacita sebagai Kekuatan Hidup dari Gene Wilder | Tokoh dan Aku #3
- Kebaikan yang Dianggap Bodoh – Tentang Keteguhan – Aku dan Toyohiko Kagawa #9
Lalu di bulan September, aku menghitung kebaikan 2025 dan melihat bulan ini sebagai hadiah hidup, karena bisa melahirkan karya, sebuah ruang bercerita yang bernama Teras Sapa.
Detail tentangnya baca di,
- Temu Cerita di Teras Sapa – Rahasia Semakin Terhubung, Mengapa Terpisah? (Peta Rasa 16)
- Bagaimana Teras Sapa Berjalan – Setiap Cerita Layak Mendapat Ruang – Berani Membuka diri?
Q4 – Pelukan Hangat Hidup tak pernah lepas
Aku menghitung kebaikan hidup di akhir tahun, sebagai pelukan hangat hidup tak pernah lepas. Walau sejatinya di bulan Oktober, ada hal yang tidak nyaman. tetap saja Oktober juga memelukku dengan begitu manis.
Speechless, mba nikkk banyak yg syg…
Kalimat itu aku copas dari salah satu chat seorang kawan, bagaimana dia melihat support systemku bergerak. Sejatinya yang dia lihat belum seberapa. Contohnya dibulan ini aku diajak ketempat yang belum pernah dikunjungi dan semuanya gratis.
Tulisannya ada di,
- Warung Hagia Wajah Baru Cifor Bogor – Tempat Manis Bikin Betah – Peta Rasa Sukacita 19
- Kopi Ranin Bogor: Sudut Teduh dan Pitutur Sederhana di Minggu Awal Oktober
Lanjut di bulan November, aku menghitung kebaikan 2025 dan menemukan waktu mencukupi segala kebutuhanku. Menikmati air terjun, bisa menghabiskan waktu dengan sahabat, yang sudah lama tidak menikmati waktu bersama. Selain itu, aku juga mendapatkan transfer dana yang diluar pikiranku.
Temukan kisahnya di,
- Menemukan Sumber Kehidupan – Air Cermin Jiwa dan Energi – Aku dan Tokoh #21
- Trekking ke Curug Ngumpet Sentul Bogor – 5 Drama Penuh Rasa dengan Makna Indahnya
- Ejji Coffee Vanya Park BSD – Sudut Manis dan Tenang Tangerang Selatan
Desember, menghitung kebaikan 2025, di akhir tahun hadiahmu sungguh membuat diri tak bisa berkata-kata. Janji-NYA lagi terbukti. Dalam keterbatasan, waktu mengambil alih perkaraku. Melunasi rasa tenangku dengan memberi hadiah natal lebih awal.
Baca kisahnya di Kado Natal Terbaik: Menyelamatkan Langkah – Kembali Ke Akar #25

Menghitung Kebaikan 2025 sebagai Kunci Keberanian Melangkah
Melihat dari semua jejak di tahun ini, menjadi refleksi akhir tahun, hidup begitu adil, tetap memberi kebaikan dan semuanya mengarahkan pada pertumbuhan.
Badai itu memang ada, pahitnya waktu juga tertelan bertubi, tetapi menghitung kebaikan 2025 lebih baik untuk dilakukan, karena hal manis akan selalu membawa semangat dan sebaliknya biarlah sebagai didikan untuk lebih kuat.
Akhirnya,
Semua tulisan di tahun ini menyadarkan dan memberi bara keberanian untuk melangkah semakin teguh, karena hidup sudah membuktikan, cinta dan keadilannya tidak pernah pudar.
Ini kisahku tentang menghitung kebaikan 2025, bagaimana denganmu? Boleh dong cerita di kolom komentar.
Pasar Minggu, 15 Desember 2025
Ditulis setelah berjalan melawan angin kencang dan tersadar setengah bulan lagi pamit dari 2025.


6 Responses
Penting memang ya melihat kembali kebaikan-kebaikan apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita agar rasa syukur kita terus meningkat. Kadang manusia cenderung fokus pada hal-hal kurang baik yang menimpanya, sampai lupa banyak hal baik yang telah terjadi. Saya pun mengalami mengalami banyak hal baik dan mendapat banyak kebaikan selama tahun 2025 ini. Semoga tahun depan juga penuh dengan hal-hal baik bagi kita semua. Aamiin…
Bagi saya 2025 juga berdinamika, tetapi bersyukur semua bisa dilalui and everything is good, even better. Mudah-mudahan di 2026 kita semua tetap diberi kekuatan untuk terus bisa melangkah dan dikuatkan dengan segala skenario kehidupan
Saya jadi ingin menuliskan juga tentang apa yang terjadi di tahun 2025 ini, tentang badai yang mulai reda, kembali menemukan diri sendiri, berdamai dengan keadaan dan alhamdulilah menanti pelangi di awal tahun 2026. Terima kasih untuk tulisannya Mba Nik. Membuat saya lebih banyak bersyukur.
Setuju banget Mbak Nik, tahun 2025 ini memang nano-nano berjuta rasanya, naik turun kehidupan tapi Alhamdulillah ada banyak hal yang perlu kita syukuri ya dalam hidup ini dan membuat kita lebih kuat dan bahagia.. semoga 2p26 lebih cemerlang, lebih sehat, dan lebih bahagia dan terwujud impiannya aamiin..
Aku baca tulisan ini kok mewek ya mbak Nik. Entah mengapa kalau ingat kebaikan sendiri aku jadi merasa minder, kayak kok kebaikan yang kulakukan masih nggak ada apa²nya. Padahal kalau dipikir² mengingat kebaikan tuh bisa jadi cara untuk tetap melakukan kebaikan di masa selanjutnya.
Kadang sering sekali berpikir apa aku yang salah cara pikirnya ya kalau mengingat kebaikan itu kayak malu. Bukan karena malu yang gimana², tapi lebih ke malu kalau aku tuh belum benar² baik aja. 😅
Selamat Tahun baru 2026 ya Mbak Nik.
Semoga segala kebaikan datang dari berbagai penjuru ke arahmu. 😍😍
Bacanya bikin aku merenung sebentar huhu. Tahun yang kurang ramah, tapi tetap ada kebaikannya. Ada pahit, ada capek, tapi tetap ada hal-hal kecil yang ternyata nyelip dan layak buat diingat. Aku suka gimana Mbak Nik melihat hidup bukan dari “apa yang hilang”, tapi dari apa yang diam-diam tetap tinggal. Jadi pengingat nih buat aku juga, buat ngelihat 2025 dengan cara yang lebih bijak.