#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis Jogjakarta -Rahasia Lapisan Rasa yang Menyatu

Bagikan

Menikmati dirty latte di Hitam Manis Jogjakarta, bukan sekadar tentang kopi, melainkan tentang pertemuan rasa dengan lapisannya. Rasa-rasa yang berbeda diteguk lembut tanpa diaduk, justru menghadirkan kenikmatan yang utuh.

“Nak, antar dan temenin tante ngerjain tulisan yang tertinggal dalam seminggu ya”

Tanyaku pada ponakan sulungku. Awal cerita bagaimana bisa menikmati Dirty Latte di Hitam Manis kedai kopi, yang berada di daerah Sleman. Setelah seminggu dengan kesibukan merayakan natal, aku kembali melakukan rutinitas yang bisa aku kerjakan. Menulis di blog.

Memutuskan menghidupi series mingguan di pertengahan 2025. Dengan segala keterbatasannya, awal 2026, aku terus berjuang menghadirkan tulisan tiga kali dalam seminggu. Karena itu, aku mengejar ketinggalan publis tulisan dan di kedai kopi hitam manis, tempat yang aku pilih untuk mengerjakannya.

Memutuskan naik motor saja ke Hitam Manis, selain lebih cepat, ponakan sulungku ini memang kurang suka menyetir mobil. Ternyata walau areanya sama-sama Sleman, jarak dari tempat tinggal kami ke kedai kopi cukup jauh.

Ketika sampai, aku langsung tersenyum, karena dari permukaan tempat ini sudah menyambut dengan hangat. Aku mengingat suasana Seminyak. Area dan interiornya sering kutemukan di kafe-kafe di Bali. Di kelilingi oleh persawahan.

Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis Kedai kopi Jogja
Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis Kedai kopi Jogja

Baca juga: 3 Tempat di Yogyakarta perlu kamu kunjungi – Menarik & Nyaman

Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis Jogjakarta

Aku memasuki area Hitam Manis dengan tersenyum manis, merasakan aura di tanah kelahiranku. Ponakanku langsung ke kasir melihat-lihat menu sebelum order. Aku sendiri langsung nyelonong ke dalam, melihat seluruh area.

Kebiasaanku kalau mau lama satu tempat, aku perlu melihat suasana keseluruhannya. Dan mencari tempat yang tepat. Aku punya aturan yang tak tertulis, tidak bisa duduk membelakangi pintu. Tempat favorite selalu sudut ruangan yang bisa melihat orang masuk dan lalu lalang.

Menikmati Dirty Latte
Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis kedai Kopi Jogjakarta

Tetapi saat itu, di Hitam Manis kedai kopi, sudut yang aku mau sudah di ambil orang. Sementara, aku berpuas diri di tengah-tengah. Setelah memutuskan tempat duduk, aku kembali ke kasir dan bertanya pada ponakan, mau order apa.

Dia memilih Lemonade Coffee sedangkan aku Dirty Latte. Sambil melihat menu snacknya. Aku kaget ketika menemukan pisang goreng dengan sambal kacang. Bisa banget ya orang memadukan rasa. Tentu saja aku order, karena selain suka dengan pisang goreng, penasaran juga gimana rasa sambal kacangnya.

Setelah order, kami duduk dan menunggu dan sedang menikmati area manis kedai kopi, pesanan kami datang dan aku tertegun dengan sajian dirty latte. Aku memang tidak sering order jenis kopi yang ini. Biasanya kopi hitam atau picollo.

Sebelumnya, ketika order dirty latte, aku tidak terlalu memperhatikan ternyata antara susu dan espresso tidak diaduk. Dia dibiarkan begitu saja. Saat di Hitam Manis baru sadar dan aku pandangi cukup lama. Setelah di teguk. Seperti rasa nikmat dalam piccolo coffee mundur dengan hormat. Rasa dirty latte di Hitam Manis kedai ini,

Enak banget

Beberapa rasa dirty coffee yang pernah aku nikmati di Jakarta, belum senikmat ini.

Sepertinya nama kedai kopi ini memateraikan rasa yang aku teguk. Hitamnya begitu manis dan terpadu dengan tempat yang nyaman, kembali aku merasa beruntung memilih tempat ini.

Menikmati Dirty Latte
Menikmati Dirty Latte di Hitam Manis Kedai Kopi Jogjakarta

Si Hitam Manis kedai menghadirkan rasa utuh saat menikmati dirty latte. Jogjakarta, lagi berkedip hangat pada langkahku.

Baca Juga: Sore Kereta Api dan Ayom Jogja – Rasa Bahagia Menyapa Kota Gudeg #8

Apa Itu Dirty Latte dan Keunikan Lapisan Rasanya

Kemudian, untuk mengenal seperti apa rasa dirty latte, mari melihatnya lebih dekat.

Dirty coffee (atau Dirty Latte) adalah minuman kopi tampilannya unik: espresso panas dituangkan ke atas susu yang sangat dingin tanpa diaduk, menciptakan lapisan dan pola abstrak alami

Bagaimana rasanya?

Nah ini yang menjadi kunci, mengapa akhirnya si picollo mungil, yang selama ini jadi sahabat setiaku dikala duduk di coffee shop. Sebenarnya kalau urutan tahta coffee kesukaanku, pertama jatuh pada coffee hitam tanpa gula, tepatnya kopi tubruk. Tetapi kadang beginilah ego, inginnya ada manis-manis dan paduan susu menambah kenikmatan. Jadilah si Latte dan anaknya, piccollo hadir menjadi bagian kesukaan.

Tahta utama kopi tubruk tanpa gula dengan saudara kembar lainnya, seperti espresso, americano, lalu picollo dan terakhir mamanya si Latte. Dan sekarang, sejak menikmati dirty latte di Hitam Manis kedai kopi Jogjakarta, si kesayangan picollo langsung bergeser.

Kenapa?

Jika kamu penyuka coffee dan belum bertemu si dirty ini, bayangkan ketika mulut bertemu dengan espresso eh tiba-tiba si susu tidak mau ketinggalan, dua rasa dua lapisan itu berkencan mesra di mulutmu. Sensasi nikmatnya sempurna.

Dan kalau kamu sudah meneguk dirty latte dan tidak merasakan hal yang sama, tak apa kan? karena soal rasa hanya diri yang bisa menerima seperti apa.

Menikmati Dirty Latte
Menikmati Dirty Latte

Makna Perbedaan Rasa dalam Secangkir Dirty Latte

Membayangkan rasa yang tertinggal dari minggu lalu, saat menikmati dirty latte, energiku hari ini terasa kembali meningkat. Lalu aku memandang buket bunga, hadiah ulang tahun dari ponakan. Krisan putih dan mawar pink berpadu, berbeda warna, berbeda bentuk, namun menghadirkan keindahan yang menenangkan.

Bunga yang berbeda itu mengingatkanku pada secangkir dirty latte. Espresso yang terpisah dari susu, disatukan dalam satu gelas. Ketika diteguk tanpa diaduk, perbedaan itu justru melahirkan kenikmatan.

Dan aku melihat kembali hidup. Betapa sering kita menolak memadukan hal-hal yang berbeda, enggan menerima perbedaan, terlebih rasa pahit atau pengalaman yang tak menyenangkan. Cenderung hanya mengharapkan yang manis, yang ringan, yang membuat senang.

Padahal, ketika diterima dengan ikhlas, rasa yang berbeda itu bukan melemahkan. Ia justru menghadirkan kenikmatan yang lebih utuh.

Baca Juga: Rujak Es Cream Jogja Sejak 1978: Pengalaman Pertama Mencicipi Kuliner Legendaris Yogyakarta

Akhirnya,

Kenikmatan lahir bukan dari rasa yang sama,
tetapi dari makna yang diizinkan menyatu.

Menikmati Dirty Latte

Sore itu, aku meninggalkan Hitam Manis kedai kopi Jogjakarta, dengan rasa utuh. Menikmati dirty latte disana menyadarkan kembali, kenikmatan lahir bisa dari hal sederhana, seperti nikmatinya dirty latte, tugas diselesaikan dengan baik.

Bagaimana denganmu, sudah pernah menikmati dirty latte? atau dari hal apa bisa dirasakan secara nikmat. Cerita yuk di kolom komentar.

Yogyakarta, Januari 2025
Ditulis setelah lolos mengatur hidup yang sedang buntu, untuk series Rabu, Peta Rasa Sukacita

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

16 Responses

  1. Ahhhhh ini ternyata dirty latte iconic yang bikin si picollo merosot ke urutan dibawahnyaa hehehe….
    Kalo aku hanya penikmat kopi ala2 mbaa gak tau aneka macam jenis kopi ini dan belum bisa menikmati kopi pahit 🤭
    Eh btw kok aku jadi penasaran sama pisang goreng sambal kacangnya…gimana rasanya mb?? Cocok kah? Selama ini tahunya pisang goreng pake sambel ala manado itu

  2. Kita tuh berbertolak belakang ya mbak. Kalau dirimu lebih suka duduk menghadap pintu, memperhatikan orang yang berlalu lalang. Kalau daku, malah kebalikannya. Lebih suka duduk membelakangi pintu, karena tak ingin fokusku buyar saat kerja di depan laptop.
    Nganu, begitulah kalo ke cafe cuma numpang kerja mulu tujuannya, hahaha

    Aku baru tau lho sama menu bernama dirty latte ini. Ternyata bedanya ada di susunannya ya, yang sepertinya dipengaruhi oleh susu yang masih dingin.
    Kebetulan kalo aku kadang bikin juga, tapi ini mah edisi warga ekonomi kelas bawah. Jadi satu gelas kopi gadjah, aku campur sama sebotol milku plain. Hasilnya? Weeeenakk.. tapi murah, hahahaha

  3. Wahh kita sama kak.. Lebih senang mejeng di sudut ruangan kalau udah di kafe. Aku pun suka sama kegiatan people watching. Seneng banget lihat orang lalu lalang dan sibuk dengan diri mereka masing2. Ada sesuatu therapeutic buat aku.. hihi

    Wahh Aku sbenernya baru banget denger dirty latte. Mungkin karena dunia perkopianku nggak sekeren kakak. Aku kalau ngopi cenderung yang kopi manis campur susu dan gula atau apapun itu yang bikin rasanya unik.. Kaya butterscotch, atau Dolce.. hihi

    btw, Kafenya baguss.. Cocok banget buat duduk santai sambil ngobrol.

  4. Ragam orang datang ke kafe, ada yang datang menikmati secangkir kopi pilihan, ada pula yang numpang menekur dengan laptop dan memesan secangkir kopi random, dan ada juga yang menikmati perpaduan kopi dan pekerjaan di sudut kafe karena membuat produktifitas tetap jalan bersamaan.
    Apapun itu, kopi memang membuat mata lebih awas, namun kini ada banyak pilihan menarik untuk menikmatinya dengan segala varian pilihan, seperti halnya dirty latte

  5. Waahh, mbak nikk aku sama denganmu. Toss dulu! Suka banget kalau duduk menghadap pintu, tapi ngambilnya nyempil di sudut, soalnya nggak suka dilihat orang, lebih suka ngelihat orang. Tapi kalau nggak ada pintu, pokok duduknya harus di sudut belakang. Entah sejak kapan aku punya kebiasaan ambil duduk selalu cari yang paling pojok ke belakang tapi menghadap ke orang yang lalu lalang gitu. Cuma sudut itu bagiku nyaman.

    Perkara dirty latte, aku suka semua kopi termasuk latte-latte. Kalau kopi tanpa gula aku prefer pilih kopi robusta, kalau bukan robusta, maka perutku akan menjerit lagi. hehe..
    Tapi memang hitam manis jogja ini bisa meninggalkan kesan ketika interior, kopi dan latar hijau itu menyatu. 😀

  6. Saya belum pernah coba Dirty latte, Mbak Nik hehehe. Dan pastinya menikmati Dirty latte di Hitam Manis pasti sangat menyenangkan ya. Kedai kopi yang rekomendasi menikmati hari di Yogyakarta Mbak. Apalagi menikmatinya di kota kelahiran Mbak Nik. Ada sesuatu yang luar biasa menikmati Dirty Latte di hari lahir bahagia tepat di kota kelahiran.

  7. Aroma kopinya sampe kesini……. ikutan sruput akh…. heheh jadi ikut merasakan suasana syahdu di Sleman! Deskripsi Mbak tentang Dirty Latte yang dinikmati tanpa diaduk itu puitis sekali, apalagi disandingkan dengan analogi buket bunga krisan dan mawar. Setuju banget, kadang hidup memang soal membiarkan perbedaan rasa—pahit dan manis—menyatu dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.
    Terima kasih sudah berbagi “rahasia” kenikmatan di Hitam Manis ini. Jadi penasaran juga ingin coba pisang goreng sambal kacangnya! Semangat terus ya Mbak buat kejar target tulisan blognya di 2026 ini.

  8. Jujur belum pernah nyoba minum dirty latte tetapi setelah membaca deskripsi terkait kopi yang satu ini, sangat menarik serta unik. Perpaduan yang tidak biasa, namun nyatanya bisa menjadi sesuatu yang serasi banget. Asli keren sih ini baik rasa kopi, tempatnya hingga ada camilan pisang goreng ditambah bumbu kacang, wow inovatif sekali owner-nya.

    Dirty Latte di Hitam Manis kedai kopi, Jogja view nya indah mempesona dan bisa jadi tempat menulis yang nyaman. Sungguh sebuah nikmat yang hakiki.

  9. Pantas saja Kak Nik ingin duduk di sudut, karena kalau daku lihat fotonya yang di jendela itu memang terasa asik dan syahdu, sambil seruput latte sambil pula memandang ke luar.
    Selain di sudut, daku semisal datang ke kafe sukanya di bagian dekat pintu, karena biar memudahkan mobilitas juga. Soalnya adakalanya ingin foto atau ke toilet hehe

  10. Saya belum pernah nyobain kopi jenis dirty latte, tapi jadi tertarik karena Mba Nik yang merekomendasikannya. Perpaduan dua rasa yang unik. Kopi manis Yogyakarta, nyaman banget tempatnya ya Mba. Saya kalau ke sini juga bakalan betah diem, duduk sambil ngopi dan ngeblog.

  11. Aku baru tahu varian dirty latte ini, mbak. Kalau dipikir sekarang banyak sekali ya istilah buat olahan kopi ini kalau dulu aku tahunya cuma kopi tubruk sekarang ada americano, latte, dan lain sebagainya. Tapi kalau aku sukanya kopi susu gula aren hehe masih belum kuat minum kopi tanpa gula

  12. Belum cobain dirty latte setelah mencoba Dirty Matcha yang wow!
    Hihihi.. maslaah dirty dirty-an ini memang kudu menyiapkan mental ketika minuman hadir ke hadapan kita. Ada banyak kontemplasi sebelum “tegar” saat meminumnya.
    Hihihi.. dan iya juga yaa.. hidup itu kadang ada overlap di dalamnya yang membuat kita tetap kuat melangkah.

  13. Aku tu dulu gak bisa makan pisgor sama sambel, kek aneh. Tapi begitu punya suami orang luar jawa aku jadi menikmati pisgor sama segala macam sambel, nggak cuma kacang, sambel terasi pun bisa, ternyata enak wkwk.
    Waah asyik banget ya kafenya. Aku suka jendela luas gitu. Suka juga bagian outdoor-nya. Akan sempurna kalau ada larangan merokok wkwk.
    Kyknya menarik juga tu minuman dirty latte mbak. Kadang awal2 pas nyampur minuman emang kyknya aneh tapi kalau udah dijual gitu biasanya sih perpaduannya udah pas, tinggal lidah kita mau menerima atau nggak 😀

  14. Dirty latte di Hitam Manis ini jadi kelihatan khas karena kontras rasa pahit kopinya masih kuat tapi tetap creamy. Aku juga jadi penasaran sama pairing pisang goreng sambal kacang, kayaknya unik buat teman ngopi sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink