Semarang dekat laut? kalimat itu keluar dari mulutku, ketika aku bertanya tentang menikmati sunset di Awanncosta. Tempat baru yang ingin aku kunjungi. Seperti biasa setiap ke satu kota, aku selalu bertanya tentang tempat baru yang banyak orang bicarakan.
Begitu juga dengan Semarang, Juli kemarin tanpa rencana, langkahku hadir kembali, untuk kesekian kalinya ke kota yang punya arti khusus dalam hatiku. Selama ini aku hanya menyadari, kalau Semarang ada bagian atas yang dingin dan bawah dalam perkotaan.
Nyatanya, Juli kembali aku sungguh baru tahu kalau kota itu ada tiga bagian. Atas yang dingin, tengah diantaranya dan bawah perkotaan dan ternyata juga ada pesisir laut.
Sepertinya memang sekarang setiap kota semakin berdandan, kemanapun aku kembali perkembangannya pesat dalam lima tahun ini. Termasuk cara Semarang tampil lebih cantik dan memikat, dengan menikmati sunset di Awanncosta.
Baca juga: 18 Juni 2016 – Weekend di Semarang

Menikmati Sunset di AwannCosta – Wajah Baru Semarang
Indah, menawan dan mempesona memang punya nilai lebih, terlebih di era sekarang ada tempat atau media untuk menunjukkannya yaitu sosial media.
Aku melihat kota Semarang saat kembali Juli kemarin, terlihat lebih cantik dan memikat. Pesonanya terpancar melalui satu bagian dekat laut yang disebut Awanncosta.
Aku kumpulkan informasi dari dua sumber untuk dirangkum dalam tabel berikut, sebagai gambaran tentang satu pesona baru Semarang saat ini. Menikmati sunset di Awanncosta.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pengembang | PT AWANN MUTIARA JAWA (AwannGroup) dengan POJ City by IPU Land |
| Groundbreaking | 18 Agustus 2023 |
| Soft Opening | Sekitar 5 September 2024 |
| Grand Opening | 29–30 November 2024 |
| Konsep Utama | Eco-sport tourism + sportainment di tepi pantai |

Tempat yang tidak hanya bisa di nikmati di area kafe saja, tetapi juga bisa duduk bebas di tepian laut seperti di gambar atas.
Jarak Kota Tua Semarang ke Awanncosta
Informasi tersiar jika mau ke Awanncosta lebih baik sore hari. Karena menikmati sunset di awanncosta memang cara terbaik bersantai dan menghabiskan waktu. Sebab itulah sebelum menikmati sore, siangnya aku duduk manis dulu di coffee shop area kota tua Semarang.
Aku melihat areanya tidak ada angkutan umum kecuali taxi. karena itu setelah sore mau datang, aku pesan taxi online menuju ke Awanncosta. Jarak tempuh dari kota lama ke sana kurang lebih tiga puluh menit.
Sepanjang jalan aku melihat truk-truk besar dan aku melihat area Awanncosta masih dalam pengembangan. Senyumku mengembang karena membayangkan bagaimana kelak area itu menjadi ramai dan banyak insan datang ke Semarang, menyempatkan diri menikmati sore di Awanncosta.

Menikmati Sunset di Awanncosta bersama Live Musik
Waktu aku datang kesana di Senin Juli 2025, turun dari mobil aku merasakan wajah baru Semarang, Awanncosta seperti area PIK Jakarta, di mana pesisir laut di poles dengan resto dan tempat nongkrong. Namun ada yang menarik di area ini, terdapat tempat bermain anak dan lebih asyiknya ada area live musik yang cukup besar.

Menikmati sunset di Awanncosta bersama live musik, tenangnya laut, rasanya peta rasa sukacita-ku semakin berjiwa. Jam lima sore sat itu suara terdengar merdu dan lagi syukurku ku naikkan betapa hidup yang mungkin terlihat muram, ternyata memberi rasa nyaman, saat menikmati waktu bersama wajah baru Semarang. Awanncosta.

Tidak hanya musik, aroma laut dan tempat asyik. Makanan yang aku pesan-pun begitu melunasi rasaku. Aku pesan lemon teh jahe dan reddish daniesh. Semuanya menyempurnakan waktu-ku saat menikmati sunset di Awanncosta Semarang.

Waktu selalu menawarkan perubahan
Lalu, nurani dan logikaku beradu dan melihat sesuatu menjadi bukti atas tanya,
Apa yang tidak bisa berubah?
Minggu ini aku beradu logika dengan seseorang soal perubahan. Dalam diskusi kami boleh dibilang alot, karena dia meyakini bahwa ada orang yang tidak bisa dirubah, sebagaimana-pun pintar mengaturnya.
Aku sendiri kurang setuju dengan hal itu, karena sepanjang menjadi seorang pendengar dan mengarahkan jalan hidup orang, ada banyak karakter yang begitu keras menyatakan tidak, pada akhirnya menjadi iya atau bisa.
Memang kembali pada pilihan orang itu, karena semua hal ada bayarannya. Menurutku semuanya bisa berubah jika ada kemauan dan ada support system yang mendukung.
Ketika menikmati sunset di Awanncosta, aku menyadari waktu selalu menawarkan perubahan. Siapa sangka Semarang terkenal dengan wisata sejarah, kuliner berdandan cantik menambah pesonanya, merawat dirinya bagian pesisir, menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati matahari tenggelam.

Peta Rasa Sukacita ke Sembilan
Akhirnya, pada series Rabu Peta Rasa yang ke sembilan, aku berbagi kisah tentang perubahan Semarang pada pesisirnya. Menata dan merawat dirinya menjadi pesona menikmati sunset di Awanncosta.
Bersama peta rasa langkah mengingatkan kembali bahwa segala hal bisa berubah. Termasuk kamu, kita yang mungkin saat ini begitu berat menjalani waktu. Tenang saja waktu akan mengatur perubahan itu.
Atau kamu atau kita yang merasa semuanya sudah nyaman dan baik, perlu juga tidak terlalu percaya diri bahwa ada saatnya juga waktu akan menguji.
Baca juga: Peta Rasa Sukacita
Mari saja tetap percaya bahwa segala hal yang terjadi itu baik, nyaman atau tidaknya waktu saat ini.
Di antara aroma laut dan live musik, menikmati sunset di Awanncosta membuatku percaya bahwa segala hal bisa berubah. Bagaimana denganmu? Pernahkah satu sore mengubah cara pandangmu? Ceritakan di komentar yuk.
Jakarta, Agustus 2025
Ditulis saat waktu mengatur perubahan.
Pejuang #HidupBerkehidupan mengarahkan insan untuk memilih langkah yang bertumbuh #lifeCoach


10 Responses
Iya juga ya Kak Nik, masih besar peluang Awanncosta untuk berkembang, karena masih ada pengembangan insfrastruktur juga ya di sana. Dengan begitu, bisa deh akan tersedianya transportasi massal seperti angkot yang memudahkan mobilisasi siapa saja.
Wah, Mbaknik sudah ke Awann Costa, aku belum pernah ke sana soalnya lumayan jauh dari daerahku, harus lanjut gojek lagi kalau turun gunung.. memang lebih enak sore ya matahari Semarang sudah jinak..
Wah, Mbaknik sudah ke Awann Costa, aku belum pernah ke sana soalnya lumayan jauh dari daerahku, harus lanjut gojek lagi kalau turun gunung.. memang lebih enak sore ya matahari Semarang sudah jinak hehe..
Andaikaaan aku pas baca artikel ka Nik ini masih dalam perjalanan safarkuuu..
Huhuh.. kemarin pas ke Rembang, lewat Semarang.. dan kami sempet bingung mau kemana..
Qodarullaah.. ban mobil meledug di Kota Lama Semarang.
Jadi explorenya ((laggii laggii)) hanya Semarang kota.
Tapi aku seneng banget sama deretan kota di Jawa Tengah.
Orang-orangnya selalu hangat menyapa dan membantu.
Keindahan Sunset di AwannCosta, tak tertandingi!
Sambil melamun menatap indahnya senja yang semakin menuruuun… dan semilir angin pantai juga live music.
AwannCosta tambah bikin aku semakin penasaran sama Semarang lho Mbaaa…
Sepertinya cocok banget nih buat spot mengejar matahari (sunrise/sunset)
Minuman lemon teh jahe dan reddish daniesh yang dipesan Mbak Nik bikin enak banget nih di cuaca seperti ini
Setuju banget! Nggak ada yang nggak bisa berubah. Lha wong berat badan saja bisa berubah kan ya.. #ehhh.. 😀
Tapi aku selalu menolak kalau ada orang yang bilang, “orangnya mah nggak bakal berubah!” karena seperti manusia pada umumnya yang terbiasa melihat gambaran luas, ketika ada perubahan kecil seringkali tidak disadari. Ya, seperti perubahan itu.
Jika alam saja bisa berubah, maka bukan tidak mungkin kan manusia juga berubah. Hanya yang berbeda adalah bagaimana mereka berubah (baik/tak baik) dan kapan mereka berubah (cepat/tak cepatnya). 😉
Dan Awanncosta menemanimu meraciknya dengan sangat menarik. 😀
Aku baru sadar loh mba, Semarang ada area pesisirnya 😄😄. Selama ini juga tahunya itu ada yg dataran tinggi dan tengah kota. Tapi ga pernah lihat kawasan pesisir mereka. Beneran mirip Ama PIK gitu yaaa. Setelah lihat peta nya, aku jadi paham 👍.
Seneng sih lihat suatu kota yg lengkap gini wisatanya. Laut ada, gunung ada, kota ada. Jadi banyak pilihan. Apalagi kalo semuanya juga di rawat. Turis pasti seneng untuk balik lagi.
Aku kalo ke Semarang biasa hanya transit , setelah dari solo. Belum banyak eksplor kotanya
Semarang ini salah satu kota yang masuk dalam wishlistku sejak dulu tapi belum kesampaian. Semoga kapan-kapan bisa main ke sana
Awanncosta ini seru kayanya ya buat nongkrong sore-sore. Ada live music, bisa menikmati laut dan pastinya melihat senja. Ah nimatnya. Karena masih dalam pengembangan, semoga saat saya bisa ke sana tempatnya sudah semakin bagus.
Saya pertama kali ke Semarang naik Motor, saya baru tahu kalau kotanya itu seperti berbukit Mbak. Baru saja saya kayaknya si bawah, eh kok sudah di bagian atas lagi. Makanya disebut bagian atas bawah dan tengah ya Mbak.
Dan keren nih Awanncosta. Dari foto-fotonya menarik sekali. Apalagi kalau ke sana pas sorenya ya. Duduk santai sambil menikmati sunset
6 tahun gak ke Semarang, tampaknya perubahannya sudah sangat banyak. Dulu jaman kuliah di Semarang, tempat hangout nya belum terlalu banyak. Jadi kangen Semarang