Menutup 2025 di Jogja.
Tidak ada rencana untuk hadir di kota ini saat menutup 2025. Rencana awal hanya merayakan Natal dan itu-pun karena kakak yang mengajak. Begitulah, waktu dan hidup memang berkuasa atas peta arah langkah siapapun, termasuk aku.
Di penghujung tahun 2025, bertepatan di hari Rabu, sebagai terbitnya series Peta Rasa Sukacita, aku petakan semua rasa dan nalarku pada satu tulisan. Merangkum tulisan selama Desember.
Bersama ini, izinkan mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih untuk semua kisah. Mungkin kenangannya masih tetap ada mendampingiku melangkah 2026, mungkin juga tinggal dan enggan untuk ikut melangkah.
Apapun itu, terima kasih 2025. Dengan segala persoalan, peristiwa yang sudah terjadi, biarlah menjadi materi baik untuk bisa menjadi pondasi langkah selanjutnya.
Ingin mencatat terbaik yang diberikan olehmu 2025 yaitu sebuah komitmen dan terlunasi dengan baik. Series Mingguan
- Senin – Aku dan Tokoh
- Rabu – Peta Rasa Sukacita
- Jumat – Kembali ke Akar
Terima kasih juga sudah berjalan dengan baik, tidak terlewatkan satu-pun. Sungguh aku berterima kasih, di tengah pelik-mu 2025, kau masih mengizinkanku untuk membentuk sesuatu hal baik.
131 tulisan dalam sepanjang 2025, sebuah pencapaian terbaik sepanjang aku menulis di blog dan dari sekian tulisan hal yang membuatku terharu adalah komen yang ada. Terima kasih banyak untuk siapapun yang membuatku semangatku membara dengan komennya.
Dalam menutup 2025, semangatku hidup melihat satu tulisan, yang tiba-tiba sepanjang minggu mendapatkan komen terus. Setelah aku cek, saat itu memang sedang terjadi bencana alam. Tulisanku terasa relevan.
Tulisannya di Krisis Iklim atau Krisis Kesadaran? Ketika Bumi Berkata Cukup – Aku danTokoh (Bumi) #22
Dan selain series mingguan di blog ini, hal terbaik langkahku ketika menerima insan-insan datang padaku untuk menceritakan persoalannya. Terima kasih kalian, sudah berani jujur, kuat dan mau melangkah dengan kesadaran.
Juga, terima kasih terdalamku padamu 2025 dan orang-orang yang luar biasa, menjadikan ruang temu di Teras Sapa. Terbaiknya ketika awal Desember kemarin merangkul dengan rasa melalui berbagi bunga dan ucapan pesan memasuki 2026.
Dua hal yang paling membuatku bersyukur atas 2025. Di luar banyak hal-hal lain seperti melihat siapa yang datang, menetap atau pergi.
Kemudian, dengan peta rasa sukacita ini, aku rangkum kembali tulisan seriesnya, tetapi khusus Desember, sebagai cerminan atas komitmen yang lahir di pertengahan tahun yaitu Juni 2025.

Menutup 2025 dengan Melihat Aku dan Tokoh
Tokoh yang aku angkat sebagai tema, tidak selalu seseorang, bisa juga waktu, hidup dan lainnya. Seperti tulisan Desember berikut,
- 2025 Aku dan Kamu – Kesadaran Mendalam yang Tak Terduga Apa yang Terbentuk?
- Menghadapi Krisis: Typhoon Family dan 2025 – Rahasia Berhati Besar yang Menyelamatkan
- Menghitung Kebaikan 2025 sebagai Kunci Keberanian Melangkah – Refleksi Akhir Tahun | Aku dan Tokoh
- Ingin Bahagia? Merawat Kehidupan yang Selama Ini Terlewat – Aku dan Tokoh (Kehidupan) #28
- Aku dan James Cameron: Keberanian Bertaruh pada Waktu di Dunia yang Tergesa – Series Senin #29
Awal Desember aku mengajak pembaca, sudah mulai mempersiapkan diri untuk memasuki 2026 dengan melihat kembali rekam jejak melalui suatu perenungan, tentang kesadaran. Diantara tulisan yang ada, aku sangat terkesan dengan menonton Typhoon Family dan seorang James Cameron. Seperti hadiah manis yang selalu membuat rasaku semakin kuat.

Semakin dekat dengan Kuliner menjadi Peta Rasa Sukacita
Catatan terbaik dalam menutup 2025, ada juga pada langkah semakin dekat dengan kuliner. Akhirnya aku menemukan rasa senang soal mengulik makanan, sebelumnya, makan hanya sebuah kewajiban, sehingga tidak punya ketertarikan untuk mengulik makanan lebih jauh.
Tetapi kembali waktu menunjukkan pedangnya, apa yang tidak akan menjadi iya kalau sudah maunya.
Semakin dekat dengan kuliner dan terlihat dari tulisan sepanjang Desember pada series Rabu ini.
- Merawat Mental Lebih Tenang – Rahasia Kuliner Masa Kecil – Peta Rasa Sukacita #25
- Rujak Kuah Pindang dan Tipat Cantok: Kuliner Bali Paling Dicari yang Wajib Kamu Coba – Peta Rasa 26
- Selamatkan Mentalmu – Jaga Penglihatanmu dengan Keindahan yang Menenangkan – Peta Rasa #27
- Rujak Es Cream Jogja Sejak 1978: Pengalaman Pertama Mencicipi Kuliner Legendaris Yogyakarta
Kembali ke Akar Berkehidupan – Cara tetap bernafas di tengah kecepatan
Series Jumat ini, mungkin terasa berat membacanya. Jika Aku dan tokoh ada kisah menyertainya, begitu juga dengan peta rasa sukacita, ada rasa terpetakan melalui tempat yang nyaman, nikmatnya kuliner. Sehingga masih terasa ringan.
Tetapi untuk kembali ke akar, sebuah perenungan di akhir minggu. Memancing kesadaran dan ditengah riuhnya kehidupan.
- Kado Natal Terbaik: Menyelamatkan Langkah – Kembali Ke Akar #25
- Kehidupan Penuh Tekanan: 3 Alasan Kamu Perlu Menonton Drama Korea Typhoon Family – Rahasia Kembali Ke Akar #26
- Menjelang 2026: 5 Pertanyaan Penting Untuk Merenung – Kembali ke Akar #27
- Film Avatar Fire and Ash – Mengapa Perlu Ditonton – Ketika Cinta Memilih Merangkul – Kembali ke Akar 28
Terlebih dalam menutup 2025, bisa jadi pemicu kesadaran dan lebih bersemangat menghadapi tahun mendatang.
Hal yang membuatku bersukacita menutup 2025, ada bagian tulisan series kembali ke akar Desember, tentang menjelang 2026, 5 pertanyaan penting untuk di renungi, mendapatkan komen-komen yang membuat hatiku hangat.
Terima kasih semuanya.

Selamat Tinggal 2025
Jika aku melihatku sebagai pasangan, kau bukanlah yang aku harapkan. Seperti dijodohkan. Aku berusaha mencintaimu dengan segenap hatiku, belajar terus menyelaraskan apa yang menjadi kehendak kedua belah pihak.
Begitu juga kamu 2025, mungkin kamu ingin mengarahkanku untuk menemukan apa yang sepatutnya. Sedangkan aku yang tidak memahami maksudmu terasa pelik, berat dan tidak nyaman. Maaf ya kalau belum sepenuhnya mengerti.
Paling tidak, aku sudah mendapatkan arah yang baik, seperti menghasilkan dua hal yang bisa aku banggakan. Terima kasih.
Saatnya untuk pamit.
Akhirnya kau memang hanya untuk hadir, mengantarkanku pada alur yang sudah di rancang oleh hidup. 365 hari ternyata begitu cepat. 31.536.000 detik ternyata cukup banyak. Maafkan ya kalau mungkin aku tidak merangkulmu dengan baik.
Kadang ego suka datang berkuasa, dan aku membiarkan kau berlalu begitu saja. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya.
Selamat tinggal 2025
Semoga adikmu, 2026 bisa aku rangkul lebih baik dan ia juga lebih bersahabat denganku.
Jogjakarta, Akhir 2025
Ditulis dengan ditemani teh manis, kue cucur dan kue lumpur.

