#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Meta State dan Reframing: Mengubah 3 Bayangan Negatif Jadi Akar Kehidupan

Bagikan

Meta State dan Reframing adalah cara sederhana untuk menemukan makna di balik setiap peristiwa. Dua pendekatan Neuro Semantics ini mengajarkan bahwa bahkan hal-hal negatif pun dapat menjadi pintu kesadaran baru, yang menuntun kita pada hidup yang lebih berkehidupan.

Aku bersyukur pada hidup, karena setiap langkah ternyata selalu mengarah pada tujuan yang lebih besar. Dari tulisan-tulisan lamaku terlihat, semua proses seolah membawaku pada peta kehidupan yang sudah dirancang agar aku bisa hidup berkehidupan.

Baca Juga: Life Coach Hidup Berkehidupan – Cara Waktu memberi Tugas 2024

Karena itu, aku akhirnya memilih mempelajari Meta NLP Practitioner. Bagiku, itu bukan sekadar sertifikat, melainkan wujud kesungguhan untuk menjadi pelatih kehidupan. Melengkapi pengalaman hidup yang penuh warna, agar bersama semua warna itu aku bisa membantu orang hidup lebih sadar, lebih kuat, dan lebih berkehidupan.

Sebagai gambaran tentang Meta State dan Reframing aku bagi sekilas bagaimana hal negatif mampu menjadi akar kehidupan.

Sekilas Tentang Meta State dan Reframing

Behind every behavior is a positive intention.

Satu teori dasar NLP aku pakai untuk jadi gambaran apa itu Meta State.

Jika di sederhanakan menjadi,
State = keadaan mental/emosional yang langsung kita alami (misalnya: takut, marah, cemas).
Meta = lapisan di atasnya, yaitu cara kita memberi makna terhadap state tersebut.
Meta State = ketika kita “merasakan sesuatu tentang perasaan kita sendiri” → misalnya bersyukur atas rasa lelah, menerima rasa takut, memberi kasih pada marah.

Kemudian dasar teori diatas menjadi akarku mengapa setiap hal yang terlihat negatif bisa menjadi berkehidupan. Melihat bahwa setiap laku, peristiwa selalu ada hal baik yang akhirnya bermanfaat pada langkah selanjutnya.

Our map is not the territory, it is but a symbolic representation of the territory

Lalu untuk Reframing sendiri aku memakai hal ini, sebagai dasarku mengatur langkah yang kadang terasa menyulitkan.

Sebuah kalimat yang selalu aku ingat juga, bahwa jika cara atau jalan dilalui tidak bisa membawa pada tujuan, perlu untuk mencari cara lain. Begitu juga persoalan, jika terlihat atau terasa rumit, mungkin perlu mengubah frame atau sudut pandangnya.

Kesehatan Mental - Meta State dan Reframing
Kesehatan Mental – Menerima dengan cara melihat dari sudut berbeda

Baca juga: Kesehatan Mental mulai dari penerimaan – Cara Tenang Markus Aurelius – Aku dan Tokoh #15

Selanjutnya mari kita lihat bagaimana tiga bayangan yang sering dianggap negatif ternyata bisa menjadi akar kehidupan lewat Meta State dan Reframing.

1. Takut → Penerimaan → Belajar Peduli

Aku baru mengenal rasa takut dalam lima tahun belakangan. Sebelumnya sungguh rasa itu tak pernah aku alami, seperti seorang pengembara yang siap pulang ke pencipta kapanpun. Aku tidak perduli bagaimana dunia melihatku, karena aku sadar betul, perjalanan hidupku terasa dunia tidak menerimaku. Jadi apa yang perlu ditakutkan jika kematian dengan sukacita bisa diterima kapanpun.

Namun, waktu memilih di lima tahun terakhir ini, ia mengajarkan rasa takut itu dan dalam bersamaan aku belajar bahwa takut itu menghadirkan pelajaran penerimaan dan mengubah hal negatif yaitu rasa takut menjadi belajar perduli.

State = Takut, Meta = Penerimaan, Reframing = Belajar Perduli

Sehingga Meta State dan Reframing dalam rasa takut menjadi hal yang menghidupkan. Karena itulah aku semakin sadar bagaimana perlu memiliki rasa takut supaya rasa perduliku pada sesuatu semakin ditajamkan.

Meta State dan Reframing
Melihat gambaran Meta State dan Reframing

2. Lelah → Syukur → Hidup Masih Berarti

Siapa yang tidak pernah merasa lelah?

Aku sangat percaya setiap kita pernah merasakan itu, bahkan seringkali lelah itu membawa rasa cemas, kecewa, marah dan hal-hal negatif yang menjadikan diri tidak bersemangat.

Tetapi marilah kita lihat, mengapa kehidupan memberi rasa lelah pada kita. Semuanya memiliki makna dan tujuan untuk kebaikan pada setiap peristiwa.

Keadaan lelah jika melihatnya maknanya membawa kita pada syukur, dan itu bisa dilakukan saat kita reframing, mengatur ulang kembali cara pandang dengan sadar bahwa lelah itu membawa satu kenyataan kalau kita tetap hidup dan berjuang.

3. Marah → Kasih → Energi Merawat, Bukan Merusak

Hal negatif yang paling tebal ada padaku. Marah seperti kekuatanku untuk melawan dunia yang sering tidak menerimaku. Boleh dibilang aku begitu marah atas hidup. Tetapi bersama waktu, semuanya diubahkan menjadi pribadi seperti sekarang ini.

State atau keadaan marah membawaku mengerti akan arti kasih sesungguhnya dan waktu mendidikku untuk Reframing atau memandangnya jadi gambaran berbeda. Bersamanya akhirnya aku memahami bahwa tanpa rasa marah itu aku tidak mengerti sebuah kekuatan kasih yang membawa energi merawat bukan merusak.

Setiap hal memiliki bayangan atau kembarannya. Seperti kemarahan terlihat negatif tetapi sejatinya jika dilihat meta statenya itu sebuah akar kehidupan yang membawa pada berkehidupan.

Karena itu perlu sekali untuk memainkan Meta State dan Reframing dalam rasa yang kadang terlalu mengikat.

Baca juga: 5 Kembar Kehidupan yang Tak Terpisahkan: Rahasia Menyatu dari Lao Tzu – Aku dan Tokoh #5

Meta State dan Reframing

Semua bisa berubah, Usah Terlalu Percaya diri atas Kepastian

Aku seringkali mengatakan ini jika seseorang merasa dirinya tak berarti. Merasa tidak mampu lagi hidup dan sebagainya. Setelah itu cerita tentang Meta State dan Reframing biasanya jadi lanjutannya, ketika pertanyaan mengapa jadi balasan atas kalimatku.

Apa yang pasti dalam hidup selain kematian?

Tidak banyak ada yang mampu menjawab, hanya diam dan jikapun dijawab aku melihat semuanya hanya terpaku dengan state mereka masing-masing. Tidak melangkah ke Meta State dan Reframing dalam peristiwa yang dihadapinya.

Maka apa bisa percaya diri jika tidak ada kepastian alam hidup?

Jika masih percaya diri bahwa hidupmu begitu tak berarti, mungkin perlu untuk melihat lebih dalam Meta State dan Reframing. Barangkali bisa menjadikanmu lebih sadar bahwa kau ada menjadi bagian alur dan tujuan hidup.

Akhirnya, takut, lelah, marah – semua bisa jadi pintu kesadaran lewat Meta State dan Reframing. Kamu pernah mengalami yang mana? Atau ada rasa negatif lainya?

Yuk cerita dan mungkin akan bisa jadi akar kehidupan untuk yang lain. Tulis di komentar, ya.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

2 Responses

  1. Pembahasannya menarik banget, terutama tentang bagaimana meta state bisa bantu kita mengubah respon terhadap hal negatif. Konsep reframing-nya terasa praktis dan bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Salut banget pada Mbak Nik yang bisa mengubah perasaan-perasaan negatif pada dirinya menjadi hal yang positif dan mendorong semangat untuk maju dan bahagia…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink