Cerahnya Jakarta siang ini menemaniku naik TJ (Transjakarta) dari Pasar Minggu – Pancoran – Cawang Central sampai Sunter Kelapa Gading. Dan lanjut ke Puri Kembangan. Menemukan dan menangkap rasa yang berbeda pada Jakarta.
Bisa ketemu jam dua siang di Artha Gading?
Pesan whatshapp siang itu membangkitkan semangatku. Tentu saja aku jawab siap dengan sepenuh hati. Pertemuan untuk kedua ini memang aku tunggu.
Sebelumnya karena belum terbiasa naik TJ ke area jauh, aku bertanya pada teman blogger yang sudah terbiasa memakai moda transportasi TJ. Termasuk pak Bambang yang selalu membawa racun yang diinginkan kalau membaca tulisannya. tentang perjalanan dengan naik Transjakarta.
Berkat informasi darinya akhirnya aku bisa dengan mudah naik TJ ke Artha Gading. Begitu juga untuk kedua kalinya berjalan dengan lancar.
Kemudian setelah keperluan di Kelapa Gading selesai, secara tiba-tiba keidean untuk lanjut naik TJ ke arah Puri Kembangan. Berawal dari seorang sahabat bertanya, apakah tempat tinggalku mudah ke Puri Indah Mall.
Merasa ada kesempatan dan belum ada keperluan yang mendesak perlu pulang cepat, aku memutuskan untuk menjelajahi Jakarta barat dengan naik TJ. Tetapi karena waktu sudah mengarah ke sore, membayangkan Jakarta Barat ke Pasar Minggu cukup jauh, aku menyapa sahabatku yang kerja di area itu.
Bertanya apakah hari itu dia membawa mobil dan tidak punya agenda setelah pulang kerja. Karena jika dia tidak ada acara, aku berniat untuk menumpang pulang, kebetulan arah rumahnya sama dengan tempat tinggalku.
Baca juga: Gerbong 3 Kereta Api – Kisah Indah Persahabatan di Dalamnya
Naik TJ 10 (Tanjug Priok-PGC) dan TJ 9 (Pinang Ranti – Pluit)
Aku melirik jam tangan menunjukan 3.3 PM saat sampai di Cawang Central. Sampai halte transit aku memastikan kembali ke petugas, kalau ke arah Puri Kembangan naik TJ no berapa.
Petugasnya memberikan informasi kalau ke arah Pluit yaitu non 9. Siang ini TJ cukup ramai dan tidak ada kursi kosong. Aku mulai beradaptasi lagi dengan berjibaku dalam dunia transportasi umum, menikmati perjalanan dengan berdiri.

Petugas di Cawang Central mengatakan nanti turun di Grogol dan setelah dalam bus, aku cek rutenya kira-kira berapa halte. Saat melihat rute ada rasa ragu, nanti turunnya grogol mana, karena dalam rutenya ada Grogol Reformasi dan Kali Grogol.
Karena masih ragu, aku kembali bertanya pada sopir. Ia sempat terlihat tidak yakin, lalu menyarankan untuk turun di Grogol Reformasi. Setelah aku cek ulang, memang hanya halte itu yang menjadi titik transit di rute ini.
Halte Transit Grogol Reformasi yang Luas dan Menarik
Setelah turun di halte grogol reformasi aku sempat bingung lagi karena menemukan lorong. Aku menyusuri sambil mencari petugas untuk bertanya, kalau ke Puri kembangan naik no berapa.

Lorongnya cukup panjang, setelah jembatan ada sebelah kanan ada deretan toilet dan sebelah kiri pintu keluar dan disanalah aku bertemu bertugas. Ia berkata kalau menuju Puri kembangan perlu naik no 3 ke arah Kalideres dengan turun di Jembatan Baru.
“Lurus dan sebelah kiri ada lift lalu naik dan ikutin jalan “
Petugas yang ramah di sore itu mengarahkan menuju halte tempat bisa naik TJ no 3 ke arah Kalideres.

Mengikut intruksi petugas dan aku dapati halte transit grogol reformasi cukup unik, areanya seperti peta. Lurus lalu terpecah kekanan dan naik. Setelah di atas jembatannya berliku mempertemukan jalan ke seberangnya.

Perjalanan TJ 3 dari Grogol ke Jembatan Baru – Daan Mogot Cengkareng
Mengikuti kata hati memang menjadi kekuatanku dalam melangkah. Kali ini di awal April 2026, apa yang menjadi kata hati seperti mengajak untuk melihat Jakarta lebih dekat. Sesuatu yang hampir tidak pernah aku lakukan.
Awal datang ke Jakarta, belasan tahun aku berjibaku dengan moda transportasi kereta, lalu puluhan tahun belakangan kehidupanku semakin membaik. Aku memutuskan tidak membeli mobil karena merasa terlalu mengikat.
Pengalaman diberi mobil dinas saat menjabat leader di suatu perusahaan, aku merasakan memilii mobil merasa cukup merepotkan. Karena itu saat kehidupan sudah membaik, aku memutuskan memakai moda transport taxi online.
Tetapi kehidupan memang selalu punya rahasia sendiri untuk mengatur. Kehidupanku kembali di ajak untuk lebih prihatin dan ditengah dunia semakin miris akan ekonomi yang tidak pasti, kembali menerima arah hidup untuk memakai moda transportasi umum yang lebih hemat.
Dan dalam musim ini, TJ sebagai pilihan yang paling nyaman.
Lalu kembali pada perjalananku dari Kelapa gading ke Puri Kembangan. Saat rute dari grogol ke Jembatan Baru aku menemukan sesuatu yang menarik. Bersama mentari mulai meredup dengan dibayangi awan, bus berjalan pelan dan tepat ketika berjalan di layang antara halte DAMAI ke halte TAMAN KOTA, aku menikmati area kanan kirinya.
Sebelah kiri terlihat padatnya rumah-rumah penduduk yang aku lihat kurang tertata.

Lalu di seberangnya aku melihat pemandangan lebih asri dengan bangunan klasik dan menjulangnya pohon-pohon.

Baca juga: Sore Kereta Api dan Ayom Jogja – Rasa Bahagia Menyapa Kota Gudeg #8
TJ 3E – Jembatan Baru Puri Kembangan
Aku menikmati perjalanan dari grogol ke arah daan mogot dan tidak terasa sampai ke tujuan, halte Jembatan baru. Kembali aku bertanya ke petugas untuk no TJ untuk arah Puri kembangan.
Petugas menunjuk tempatnya menunggu dan katanya naik no 3E dan aku melihat papan informasi rute, cukup terkejut. Ternyata haltenya cukup banyak.

Ada sedikit rasa khawatir sahabatku menunggu terlalu lama. Aku pun bertanya pada seorang gadis apakah rute 3E ini memakan waktu lama. Ia menjawab tidak, karena jarak antar halte cukup berdekatan.
Setelah melaluinya, ternyata benar. Halte pemberhentiannya banyak berada di area gedung perkantoran, dan aku merasa TJ 3E ini seperti bus penjemputan karyawan. Rutenya melintasi gedung-gedung, masuk ke perumahan, dan berakhir tepat di seberang Puri Indah Mall.

Baca juga: Daftar Rute Transjakarta.
Pengalaman Menemukan Jakarta Rasa Berbeda secara langsung
Setiap langkah melahirkan pengetahuan dan kali ini dengan naik TJ dari Kelapa Gading ke Puri Indah, aku melihat banyak hal dan menemukan Jakarta rasa yang berbeda secara langsung.
Dua tahun ini ini aku memang sudah membiasakan diri naik TJ, tetapi rutenya masih area Jakarta yang memperlihatkan cantiknya, gagahnya. Ketika pengalaman kemarin dari Kelapa gading ke arah Puri Kembangan, aku melihat wajah Jakarta yang rentan.
Ada banyak lansia dalam bus dan area yang aku jelajahi terasa padat. Mencerminkan Jakarta yang keras tapi rentan. Berbeda dengan apa yang aku temui selama ini. Gemerlapnya dengan kemudahan.
Di atas langit ada langit, di bawah tanah masih ada tanah
Kalimat yang selalu aku pegang teguh dalam perjalanan hidupku. Memahami dan melihat langsung setiap keberhasilan akan ada yang lebih berhasil lagi, begitu juga sebaliknya.
Aku sendiri dalam dua puluh tahun sebelumnya mengerti sekali akan hidup dalam tanah, jurang ataupun parit. Namun berjalannya waktu hidup mengajak ke pada istana. Dan tahun belakangan walau tidak kembali ke jurang ataupun parit, hidup kembali mengajak ada di antaranya.
Dan perjalanan naik TJ dari Kelapa Gading ke Puri Indah, diingatkan sepelik apapun hidup saat ini, ada yang lebih pelik. Dengan hal ini aku kembali dingatkan untuk tetap dalam syukur.
Tabel berikut aku lampirkan sebagai Peta Rasa Sukacita jelajah naik TJ dari Kelapa Gading ke Puri Kembangan.
| Langkah | Perjalanan | Koridor | Catatan Rasa |
|---|---|---|---|
| 1 | Dari Sunter / Kelapa Gading ke Cawang Central | TJ 10 | Perjalanan dimulai dari utara, terasa biasa. |
| 2 | Cawang Central ke Grogol Reformasi | TJ 9 | Mulai berpindah ke tengah |
| 3 | Grogol Reformasi ke Jembatan Baru | TJ 3 | Kota mulai terasa berbeda, tidak lagi sekadar dilewati |
| 4 | Jembatan Baru ke Puri Kembangan | TJ 3E | Perjalanan terasa lebih dekat dengan kehidupan saat ini. |
Baca juga: Prasangka baik cahaya dalam gelap – Kisah Transportasi umum – Tentang keadilan hidup – 2025
Kembali ke Pasar Minggu Bersama Hujan
Tepat pukul 5.15 aku mendarat di kantor sahabatku dan dia sudah menunggu di parkiran dengan mobilnya. Tidak selang sepuluh menit setelah menelusuri jalanan Kedoya, air hujan jatuh dan makin waktu makin deras.

Perjalanan kurang lebih dua jam dari Kelapa Gading sampai Puri indah memetakan rasa sukacitaku atas pengalaman yang akan terus aku ingat, bahwa janjiNya tetap hidup dalam langkahku.
Terima kasih sudah menikmati pengalamanku naik TJ dari Jakarta Utara ke Barat. Bagaimana denganmu adakah pengalaman naik transjakarta, boleh dong berbagi di kolom komentar.
Jakarta, Awal April 2026
Ditulis sambil menunggu kabar baik hasil pertemuan di Artha Graha.


3 Responses
Asyik… Akhirnya Mbak Nik menikmati perjalanan seru naik Tije. Dan sebenarnya kalau sudah tahu rutenya, nomor tije-nya, terus transit di mana akan lebih mudah Mbak. Terus yang penting bertanya kalau ragu, pasti ditunjukkan. Kalau saya lagi pengin cobain Tije dari Blok M ke Bandara Soetta, Mbak. Tije masih jadi andalan saya. Pokoknya pas di hati dan kantong hehehe
Wah, ini tumben sekali baaca tulisan mbak Nik serasa baca tulisan Pak Bambang, hahahaha. Benar-benar dirimu membahas satu per satu langkah naik transjakarta dari Kelapa Gading sampai ke Puri Kembangan. Mantap betul!
Tapi jujur mbak, diriku ini kalaupun dijelaskan secara mendetil sampai berbusa, tetap saja bingung kalo tiap naik TJ, hahaha. Jadi yaaa aku mah santuy aja meluncur, sambil sesering mungkin mengkonfirmasi instruksi ke petugas yang berjaga. Pokoknya selagi masih di TJ mah, Insya Allah ga bakalan nyasar sih.
Enaknya TJ tuh, kemana-mana murah ya mbak. Cuma 3500 perak aja, dan itungannya cukup nyaman kok.
BTW kapan kita ketemu lagi mbaaaak, yuk ngopi2 lah hehehe. Bareng sama duo ajaib, Mas jaya dan satunya lagi.
Ini aku komen diluar BW perlu pake pantun ga, mbak? hahaha. Sy kasih deh yaaa.
Martabak lebar, bumbunya merata
Banyak porsinya tuk dibagi-bagi
Apa kabar mbak nik sukacita?
Kapankah kiranya kita ngopi lagi?
Halo Nik.. Klw sy juga penikmat moda transportasi Jakarta, Krl ataupun Tj.. Murah meriah, pas di kantong. Rutenya juga sudah banyak.. Klw sy masih bingung, ya sy tanya ke petugasnya ajaa.. Hehehe..
Lagi pengen nyoba yg ke Bandara, pengen nongki sambil lihat2 pesawat.. Haha..