Pantai Sanur Bali ada sunset?
Begini, sebelum bercerita bagaimana akhirnya aku menikmati sunset indah di pantai sanur Bali. Aku sampaikan kalau bertemu Sanur tidak ada dalam agendaku dalam kembali ke Bali.
Kembali aku melihat bagaimana hidup memang sebaik itu padaku, dengan adanya ponakan yang mengantar ke sana kemari dengan motor irox yamaha-nya. Saat itu aku tinggal di Kubu Taraya Jimbaran, jika dilihat dari jarak ke Sanur tidaklah dekat.
Baca Juga: Kubu Taraya Bali – Tempat Menginap di Jimbaran: Saat Warganya Menciptakan Peluang di Tanah Sendiri
Tetapi ketika ponakanku bilang kalau mau mandi di pantai, nyamannya di Sanur, karena airnya tenang. Tidak berombak. Lalu aku teringat ketika masa-masa SMP di Sanur, langsung sadar kalau untuk main di laut, memang pantai Sanur terbaik. Dan waktu terbaik itu ada di pagi hari.
Dalam penuhnya jadwal pertemuan-pertemuan yang memang menjadi tujuanku kembali ke Bali minggu lalu, aku menyempatkan mandi pagi di pantai Sanur Bali.
Walau agak kesiangan, tetap rasa rindu mandi di laut terlunasi saat itu. Hal yang membuatku cukup terkejut dengan perubahan pantai Sanur karena suasananya sangat berbeda dengan terakhir aku berjumpa dengannya.
Setelah membersihkan diri, aku dan ponakan duduk di bangku satu kafe Matcha, ternyata minuman yang kami pesan sangat enak dan bersama teduh pagi dan nikmatnya Matcha, dialog kedekatan antara tante dan ponakan mengalir.
“Nak, nanti kita sempatkan yuk datang kembali dan sepedaan”
Siap. Begitu jawab ponakanku yang manut saja mengantar tantenya di waktu liburan semesternya.

Sebelum lanjut bagaimana aku menikmati pantai Sanur, mari kita lihat dulu, apa saja yang bisa dilakukan di sana.
Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Pantai-Pantai Sanur Bali
Sanur tidak berdiri sebagai satu pantai saja. Ada Sindhu, Semawang, Segara Ayu, hingga Mertasari. Masing-masing dengan napasnya sendiri. Beberapa di antaranya kerap disebut sebagai pantai favorit di Sanur Bali, sebagaimana dirangkum dalam tulisan Kumparan tentang pantai-pantai yang paling sering dikunjungi.
Pantai-pantai yang ada semuanya memberi tawaran yang nyaman. Aku sendiri sungguh merasa pemerintah daerah Sanur tidak mau ketinggalan dengan wilayah Bali selatan yang begitu seksi. Sebut saja Canggu, Seminyak dan sekitarnya.
Sanur sendiri dari dulu terkenal dengan area atau profilenya wilayah yang hanya di temui oleh para bule pensiuanan, tidak ada bar-bar, hanya ada resto yang tenang. Tetapi minggu lalu ketika aku kesana, rasanya profile yang hanya untuk para orang tua sudah tidak relevan lagi.
Nyatanya, tatanan pantainya begitu rapi dan semakin marak dengan resto. Tidak hanya itu track jalan kaki dan sepeda khusus dibuatkan dan itu menjadi nilai lebih untuk pantai Sanur Bali.
Melihat perkembangan yang sangat besar ini, aku melihat ada banyak hal yang bisa di nikmati di pantai Sanur diantaranya,
- Menikmati sunrise
Berada di bagian timur Bali, menikmati matahari terbit atau sunrise, Sanur memang menjadi salah satu tujuan utama untuk menikmati pantai Sanur. Tidak hanya wisatawan, penduduk lokal-pun menikmatinya.
- Berenang tenang
Selain itu mandi di pantai seperti kolam sendiri adalah bagian yang paling nyaman menikmati pantai yang terkenal dengan sunrise terbaiknya.
- Jalan santai, Sepedaan & jogging di tepi pantai
Aktifitas yang ini baru aku sadari ketika datang terakhir di minggu lalu, ternyata aktifitas olah raga sudah menjadi kebutuhan banyak orang, termasuk yang datang ke pantai Sanur. Aku mendapati begitu banyak insan jalan kaki, sepedaan dan jogging di tepi pantai. Semuanya dengan pakaian lengkap olah raga.
- Menikmati restoran sambil melihat lalu lalang insan yang berjalan kaki dan bersepeda
Waktu aku naik sepeda menyusuri sepanjang jalan pantai Sanur Bali, aku mendapati begitu banyak insan duduk dengan tenang menikmati resto dan makanan yang di pesannya. Sambil bersenda gurau. Aku sendiri memang suka mengamati dan ketika melihat cara mereka menikmati waktu, aku tersenyum dan melihat Bali memang semagic itu memberi kenyamanan, rasa tenang walau begitu banyak orang lalu lalang dipinggir pantai.
- Santai di pinggir pantai & menikmati sunset
Bagian yang ini, untuk yang bersantai rasanya hampir semua pantai yang ada di Bali, kegiatan hanya duduk sambil minum atau ngobrol-ngobrol sudah menjadi hal biasa. Tetapi yang tidak biasa dilakukan di pantai Sanur Bali ini ketika menikmati sunset. Karena pantai ini terletak di area timur Bali.
Tetapi apa yang tidak mungkin jika waktu berkehendak. Untuk tahu lebih lanjut, bagaimana magic Bali mampu menghadirkan sunset di Bali timur, lanjut ya membacanya.
Baca juga: Mengapa Bali disebut Dewata – terbaik 2 diantaranya

Pengalaman Tiga Kali ke Pantai Sanur Bali dan Hadiah Manis Kehidupan
Hidup memang unik dalam mengatur alurnya. Lagi dan lagi aku katakan itu. Minggu lalu, sepanjang waktu ketika ada di Bali, hal-hal sederhana tetapi memberi kesan mendalam hadir dalam langkahku.
Ada beberapa hal yang akan jadi catatan penting setelah mengalaminya, nanti akan aku ceritakan terpisah. Kali ini aku mau berbagi pengalaman, bagaimana bertemu pantai Sanur Bali tiga kali, hadir di sela-sela kewajiban dan agenda utama dalam langkahku ke Bali.
- 1. Mandi Pagi di pantai
Ketika malam sebelumnya, obrolan sebelum tidur bicara kalau ke Bali belum mandi dipantai rasanya belum lengkap. Ponakanku berceloteh, kalau pantai Sanur adalah tempat yang tempat untuk mandi, apalagi pagi hari.
Aku langsung saja bilang, yakin nak? Jimbaran ke Sanur jauh loh, begitu kataku. Belum lagi pagi-pagi, emang kita bisa dan belakangan juga cuaca kurang mendukung. Bisa aja biang tut, (sebutan tante di keluarga kami) jarak kan tidak kendala, ada si yamaha. Begitu selorohnya.
Karena ponakan sebagai sopir kesana kemari, aku manut saja dan hatiku senang malam itu, sambil berdoa, cuaca mendukung. Dan begitulah, esoknya pagi yang cerah menyambut kami dan motor yamaha besar itu meluncur ke Sanur dan kami begitu bersukacita menikmati laut dengan berenang.
Walau tidak lama-lama menikmatinya, karena agenda lain menunggu, aku cukup puas bisa berenang di pagi hari, sambil kembali berharap bisa kembali, walau sebenarnya masih ragu karena agenda tidak bisa diatur sesuai kehendak diri. Kejutan hidup sedang senang-senangnya menguji kesabaran diri.
- 2. Sepedaan Sepanjang pantai-pantai Sanur
Ketika pulang dalam pertemuan pertama dengan pantai Sanur Bali, ditengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan agenda pertemuan, aku berceloteh,
“Nak, pantai Sanur sekarang bagus banget ya, rapi dan bisa sepedaan pula, penasaran loh biang tut pengen tahu bagaimana wajah area Sanur sekarang”
Ponakanku cekikikan, dia tertawa sambil ambil handuk bersiap-siap mandi, aku juga baru tahu biang tut, aku juga sekarang hidup di Jogja kan, Begitu jawabnya. Lalu dia lanjut berkata,
“Ya udah biang tut, nanti kalau urusan biang tut udah selesai dan bisa selipkan waktu, nanti kita kembali kesana dan main sepeda.”
Semangatku membara dan hari itu aku berharap pada waktu, untuk bisa memberi ruang pada kami untuk kembali dan sepedaan. Waktu berlalu, pertemuan-pertemuan yang aku agendakan berjalan dengan baik, dan ternyata waktu masih ada waktu.
Saat itu pertemuan terakhir di Seminyak, karena sepenasaran itu bersepeda di pantai Sanur Bali, ponakanku langsung gas ke sana dan jadilah kami menikmati pantai Sanur dengan bersepeda.
Aku dapati begitu banyak perubahan dan kami terkejut juga ternyata sudah ada mall di pantai Sanur dan tentu saja dengan hadirnya menambah keramaian di area Sanur dan sepertinya pantai Sanur seperti menjadi primadona baru.

- 3. Menikmati Sunset
Antara begitu serakahnya diri atau memang hidup sedang memberi energi lebih diantara begitu banyak tuntutan. Merasa belum puas mandi di pantai Sanur Bali, aku kembali bilang pada ponakan, kenapa ya biang tut tuh belum puas dengan Sanur. Padahal mandi sudah, sepedaan sudah.
Kali ini biang tut mau agendakan khusus sebelum kembali ke Jakarta. Mandi di pantai Sanur lagi.
Begitulah, pertemuan ketiga kalinya bukan untuk mengejar sunset, karena memang kami tahu tempat itu bukanlah untuk menikmati matahari terbenam.
Dan beginilah ceritanya.
Kisah Sunset di Pantai Sanur Bali dan Hadiah Manis Kehidupan
Jumat lalu, 16 Januari 2025 agendakan pertemuan aku padatkan. Kala itu aku berniat sekali untuk kembali ke Sanur untuk mandi kembali, dua hari sebelum berangkat kembali perjalanan ke Jakarta, aku ingin kembali membasuh diri laut dan Sanur aku pilih tempat yang tepat.
Hari sebelumnya, aku memilih untuk seharian di penginapan, mengatur kegiatan dari tempat menginap. Seperti waktu bersahabat denganku, sepanjang hari hujan deras dan aku melakukan kegiatan dalam rumah dengan ditemani hujan yang beitu deras.
Menulis, kordinasi ini itu dan ponakanku terbaring ditempat tidur, istirahat dan begitu pasnya waktu di pilih, dia mengalami datang bulan pertama. Seperti semuanya tepat waktu.
Aku sempat merasa, apakah besok cuacanya bersahabat denganku, tetapi aku belajar untuk berserah dan percaya hak menjadi hak.
Dan Jumat sore itu waktu menjawab rasa berserahku, cuaca sepanjang hari begitu indah, langit biru dan semua pertemuan berjalan dengan lancar dan kami bertemu dengan Sanur dengan pantainya.
Kami memilih untuk parkir di Mall Sanur, ingin sekalian melihat bagaimana mall dekat pantai itu. Kaget, begitu banyak manusia hadir di Jumat saat itu, Lalu kami melangkah menelusuri pantai, semuanya penuh.
Langkah demi langkah akhirnya menemukan tempat yang lebih sepi. Aku langsung berenang dan ponakanku masih berpikir panjang karena keadaan dirinya masih datang bulan. Kurang lebih sejam aku berenang dan aku berganti pakaian diantara perahu yang ada di pantai, tanpa bilas.
Sambil minum air putih, aku melihat batas yang ada gasebo terlihat nyaman untuk duduk-duduk melihat lautan lepas. Aku ajak ponakan pindah kesana. Dan ternyata, waktu sedang memberikan cuaca indah dan sunset itu hadir pelan-pelan mengecup rasaku dan berbisik,
“Nik, mungkin kamu sekarang lelah dengan segala tuntutan keadaan, tetapi lihatlah aku memelukmu dengan sinar indah sunset ini, ingatlah semua hal yang akan menjadi hakmu akan datang pada waktunya”
Pertemuan ke tiga kali dengan pantai Sanur Bali minggu lalu, mengingatkanku pada, Hak akan selalu menjadi Hak. Sanur bukanlah tempat menikmati sunset tetapi waktu memberikannya dengan sangat baik. Semuanya mungkin jika memang sudah menjadi kehendakNya.
Pantualannya saja seindah itu, rasa dan keindahannya sempurna.
Lalu aku menikmati keindahan itu sambil berdialog intim dengan ponakan soal cinta.
Baca Juga: Drama China Bukan Picisan: Ketika Cinta Gagal Memahami Validasi Rasa
Aku percaya, setiap orang punya “Sanur”-nya masing-masing, tempat atau peristiwa yang datang bukan karena dikejar, tapi karena waktunya tiba.
Jika kamu ingin berbagi, apa hadiah kehidupan yang pernah datang padamu saat kamu berhenti mengejar? Ceritakan yuk di kolom komentar.

Pasar Minggu – Jakarta, Januari 2026
Ditulis sambil melihat hujan yang sedang bergembiranya memainkan perannya. Dan aku merelakan agenda Teras Sapa di jadwal ulang karena cuaca yang kurang bersahabat berkegiatan diluar rumah.


5 Responses
Aku trakhir ke sanur udh lamaaaaa byangeeeettttt mba 😂😂😂. Kayaknya 2009 deh. Tapi yg paling keinget, zaman kecil, pernah kesana dengan keluarga. Trus main kano. Saking berkesannya itu yg aku inget bangettt. Yg 2009 pas DTG bareng Raka justru ga inget hahahahahha.
Malah baru tahu bisa lihat sunset di sana. Krn selama ini lihat sunset ya biasanya Jimbaran 😄😄. Atau mungkin Krn aku ga pernah DTG sore ke sanur. Jadi ga tahu sunsetnya.
Ntr ah, kalau ke Bali lagi, pengen ih ke sanur. Memang ombaknya relatif tenang di sana yaa
Saya pernah ke Bali tapi belum pernah ke Lantai Sanur. Yang saya tahu Pantai Sanur itu dari permainan Monopoli jaman dulu. Hihi…
Ternyata pantai Sanur memiliki banyak keunggulan dan bisa jadi rekomendasi wisata buat pelancong yang suka berenang dalam ketenangan air laut atau pantai ya
Rasanya Sanur sekarang tuh beda poll ya mbak. Dulu pas saya ngekost di area Sanur 2003, pantainya kotor kayak dianak-tirikan gitu sama pemprov-nya. Tapi pas balik tahun 2024 udah lumayan cakep². Banyak fasilitas yang diperbaiki juga. Kecuali masalah halte yg masih banyak coret²nya. 🥲
Dulu saya sering sepedaan dan main layang² di pantai Mertasari, kalau nggak gitu mainnya ke pantai karang agak ke timurnya (kalau nggak salah). Kalau sanur saya suka lihat sunrisenya. Cakeppp.. 🥰🥰
Ya ampun typo tahun 2013 maksudnya saya ngekost.. 😅
Pantai Sanur rasanya saya baru sekali ke sana deh. Itu pun saya masih kecil banget. Jadi bener bener lupa seperti apa. Saat beranjak besar lebih pilih Kuta, Seminyak dan Ubud untuk jadi pilihan datang ke Bali. Bukan karena wisatanya, tapi karena tujuannya ketemu teman teman yang berdomisili di sana.