Perjalanan lima kota dalam sebulan, di antara Natal dan Tahun Baru, bukanlah tentang liburan seperti kebanyakan orang. Ini adalah caraku merajut pertumbuhan untuk hari esok, dengan memilih bergerak di tengah ketidakpastian waktu.
Ketika bergerak, pikiran ikut membuka kemungkinan; dan di sanalah pertumbuhan mulai bernafas.
Pesan sebelum lanjut membaca: tulisan ini murni sebuah perjalanan 5 kota, kisahnya di tulis mungkin terlihat curahan hati, tetapi sejatinya lebih pada mencatat langkah, melihat kembali kehidupan sedang mengatur alur dan tanpa di sadari sebagai perayaan 30 tahun lebih hadir di Ibu kota Jakarta.

Koper lojel medium dan tas furla dengan teman-temannya, menjadi saksi manis langkah yang sedari awal hanya sebuah rencana. Tidak terlalu yakin akan terwujud karena keterbatasan dana.
Saat menulis ini aku tersenyum melihat hidup begitu apik mengatur semua hal. Termasuk kehidupanku. Kisah perjalanan 5 kota dalam sebulan ini memperlihatkan, bahwa hidup yang belakangan seperti ugal-ugalan memurnikan segala sesuatu, tetap memiliki keadilan.
Sepanjang mempersiapkan tulisan ini, aku teringat bagaimana dalam dua tahun ini langkah begitu berat, tetapi tetap bisa bernafas dengan baik. Tersadar ternyata sudah tiga puluh tahun lebih berjuang dan hidup di kota Jakarta. Bayangan peristiwa-peristiwa hidup berlari-lari dalam kenangan dan ketika membaca tulisan Dinda tentang Menua dengan gembira, aku merasa perjalanan 5 kota ini seperti hadiah manis dari kehidupan.
Dalam ulasan buku tersebut aku melihat bagaimana penulis mengangkat isu sosial. Aku sendiri merasa semuanya nyata terlebih saat bertemu lima kota dalam sebulan ini. Khususnya kutipan buku halaman 49.
Bahwa manusia selalu berupaya melakukan yang terbaik dalam kondisi yang sesungguhnya mengenaskan, agar setidak-tidaknya berkesempatan untuk berbahagia walau nyaris selalu terjepit dan terdesak
Dan kalimat ketika bergerak, pikiran ikut membuka kemungkinan; dan di sanalah pertumbuhan mulai bernafas, sebagai landasanku atas kisah perjalanan 5 kota. Bergerak satu cara upaya melakukan hal terbaik untuk berkesempatan bahagia.
Jogjakarta, Solo, Jepara, Bali dan Surabaya. Waktu mengantarkanku ke lima kota dan semuanya berjalan langkah demi langkah. Menjadi hadiah manis hidup ketika dalam sebulan pada lima kota ini, biaya yang aku keluarkan tidak lebih dari lima juta dan semua dana didapatkan saat proses berlangsung, tahap demi tahap.
Perjalanan 5 Kota di Jogjakarta pada Masa Akhir Tahun: Langkah Awal Pertumbuhan
07.10 AM – 22 Desember 2025, KA Tambahan Gambir-Yogyakarta (GMR-YK) meluncur membawaku dan kakak ke kota penuh kenangan. Kembali ke Jogja kali ini dalam masa perayaan Natal. Semua biaya di atur oleh sahabatku yang sudah menjadi kakak angkat.
Sepanjang tanggal 22 sampai 27 Desember kami menikmati hari raya dan kuliner Jogja dan semuanya di tanggung oleh kakak. Setelah itu ketika ia kembali ke Jakarta sama satu ponakan, tinggallah aku dan satu ponakan lainnya melanjutkan kehidupan masa akhir tahun di Jogjakarta.
Walau terlihat masa liburan akhir tahun, hari-hariku di warnai dengan mencari peluang rejeki dan berusaha bertemu rekanan yang kiranya bisa mempertemukan kesempatan yang mendatangkan cuan.
Baca juga: Rujak Es Cream Jogja Sejak 1978: Pengalaman Pertama Mencicipi Kuliner Legendaris Yogyakarta
Di sela itu semua, tetap perayaan tutup tahun dan tahun baru aku nikmati. Setelah itu lanjut melangkah ke kota Solo. Kota kedua dalam perjalanan 5 kota dalam sebulan.
Solo: Perjumpaan dengan Blogger sebagai Bagian dari Rejeki
2 Januari 2026 pagi itu, kereta dalam kota membawaku pada kota kedua yang aku temui. Walau tidak menginap, kota ini menjadi catatan manis kisah perjalanan 5 kota.
Setiap pertemuan akan menjadi kepingan
yang kelak membentuk suatu
Karena itulah aku selalu suka bertemu orang-orang, terlebih orang baru. Selalu mendapatkan hal baru, membuka pemikiran dan dari sana alur terasa bergerak harmoni. Membuktikan bahwa pertemuan sering mendatangkan rejeki.
Iya, aku percaya itu. Seperti awal tahun lalu bertemu Eryka, satu blogger Solo. Ada banyak cerita mengalir dalam pertemuan kami. Ada harapan yang lahir dan bisa jadi merajut sesuatu yang mendatangkan kebaikan banyak orang.
CenKlik menjadi saksi dialog hangat diantara kami dan tentangnya aku tulis nanti secara terpisah. Rasa syukurku penuh ketika mengingat pertemuan dengannya, terlebih sudah menjamuku. Terima kasih ya Eryka.

Jepara: Melangkah dalam Ketidakpastian untuk Menemukan Arah
Dalam keterbatasan dana, dan dalam ketidakpastian pendapatan serta kebiasaan bertemu kota yang belum di jelajahi di hari ulang tahun, menjadikan logikaku terus berputar.
Apakah bijaksana pergi atau tetap di Jogja saja. Pertarungan antara logika dan nurani terus berjalan di awal Januari lalu. kemudian di tengah pertarungan itu, aku memberanikan diri mencari informasi kota yang bisa terjangkau anggaran seminim mungkin.
Akhirnya kutemukan kota Jepara, sebagai tempat ketiga dalam perjalanan 5 kota yang memberi warna pertumbuhan dengan terus bergerak dalam ketidakpastian.
4 Januari 2026, ponakan mengantar aku ke pangkalan bus. Tidak lama menunggu bus datang dan membawaku ke kota penghubung Karimun Jawa.
Baca juga: Resto Jepara Marina: Catatan Perjalanan Tenang dari Jogja ke Jepara – Kembali Ke Akar 32
Selama di kota ketiga ini, aku menikmati perayaan ulang tahun sendiri. Tepat tanggal 5 Januari 2026, data aku matikan seperti biasa. Fokus menikmati kota itu dengan segala ceritanya.
Baca juga: Tahun ke-10 Menghilang saat Ulang Tahun – Sebuah Catatan Tenang dari Jepara
Tanggal 6 Januari, data aku nyalakan kembali dan ucapakan ulang tahun bertumpuk di whatshaap. Satu hal yang membuatku merasa hidup begitu sayang padaku, ketika salah satu ucapan menyampaikan mengirim angpau dan setelah aku cek rekening, dana bertambah dan aku sangat terharu dengan perhatiannya.
Hadiah ulang tahun sangat berarti karena dengan itu aku berani melangkah wujudkan rencana. Kembali aku melihat, keberanianku untuk memutuskan tetap melangkah, melakukan kebiasaan ulang tahun, menyepi dan sejenak lahir kembali dengan sesuatu yang baru di kota yang tak mengenal siapapun, seakan sebuah bukti kalau nuraniku masih menjadi kompas baik dalam melangkah.

Menemukan arah dalam ketidakpastian dengan mengikuti nurani. Dalam tiga hari di Jepara, aku menemukan banyak hal. Selain menikmati hening, aku juga melihat secara langsung bagaimana kehidupan kota itu bergerak, terutama soal mebel. Menyempatkan diri untuk melangkah di satu area Sentral Patung Mulyoharjo Jepara khusus pengrajin mebel.
Sebuah nikmat bumi dan hadiah hidup di hari lahir. Setelah menikmati kota Jepara, 6 Januari aku kembali ke Jogja.
Kembali ke Jogjakarta – Menunggu Waktu Mengarahkan Langkah
Aku memutuskan kembali dulu ke Jogja sebelum melangkah ke kota selanjutnya. Nuraniku masih belum memberi rasa nyaman untuk melangkah.
Dalam masa menunggu, aku mengisi waktu dengan melanjutkan mencari peluang-peluang dengan bertemu beberapa kawan dan rekan. Sungguh aku bersukacita memutuskan tidak langsung melangkah ke kota selanjutnya. Karena ada satu orang yang sebenarnya ragu apakah ia bisa bertemu.
Namun kejutan hidup memang unik. Kembali kehidupan menyatakan cintanya. Melalui gadis muda yang aku kenal dari suatu perusahaan yang aku tanggani dua tahun lalu. Dipakai hidup mewujudkan keinginan yang hampir terlupakan. Bertemu Ulen Sentalu.

Tempat yang sudah berulang kali ingin aku kunjungi tetapi selalu terlewatkan jika ke Jogja. Hampir saja aku lupa punya keinginan itu dan tiba-tiba nona yang satu ini memberi kejutan. Sukacita sungguh menjadi penuh.
Baca juga: Ullen Sentalu – Ketika Cinta Kehidupan Merangkul 48 Tahun – Peta Rasa ke 34
Waktu bergulir dan apa yang ditunggu belum juga memberi jawaban, akhirnya aku memutuskan melangkah ke Bali. Ke tanah kelahiran. Bagaimana kisah dua kota lainnya,
Baca kisah selanjutnya di sini ya:
Perjalanan Bali Surabaya: Di Tengah Ketidakpastian, Prasangka Baik Menyelamatkan Langkah – Akar 34
Kembali ke Akar dengan perjalanan 5 kota dalam sebulan
Aku mencatat kisah perjalanan 5 kota ini di series Jumat. Berbagi kisah, bahwa kadang melangkah adalah salah satu kesadaran diri tentang akar.
Akar tidak selalu tercermin dengan diam, bergerak tumbuh luas dan dalam, mengokohkan pertumbuhan. Sehingga kelak badai datang tetap berdiri dengan kuat.
Baca juga series sebelumnya: Kembali ke Akar
Kisah perjalanan 5 kota ini belum selesai,
kalau ada yang ingin kamu bagikan sebelum membaca kisah lanjutannya, silakan tulis di kolom komentar ya.
Pasar Minggu Jakarta – Akhir Januari 2026
Ditulis setelah berenang dengan kejaran hujan dan suara petir.


21 Responses
Salah satu hal menarik ketika baca blogmu, selalu aku lakukan menjelang sore atau pagi hari. Rasanya teduh baca blogmu di waktu² itu mbak.
Kadang aku ngerasa takjub dengan mereka yang bisa bertemu orang² baru. Tanpa rasa kikuk atau canggung. Beda banget denganku yang kalau ketemu orang baru rada gugup. 😅
Meski gitu pertemuan dengan orang² baik nggak hanya bawa hal² baik, tapi juga pertemanan baru, sudut pandang baru.
Selamat ulang tahun Mbakkk. Sehat², panjang usia dan semoga kebaikan datang ke arahmu. Selalu. 🥰🥰
Heeeeeih, aku malah penasaran lho mau ketemu sama Mbak Dinda, mau ngobrol banyakk hehehe. Moga nanti ada kesempatan, kita bisa ngobrol2 dan ngopi bareng yaa. bareng sama Mbak Nik juga, hehehehe
Aku malah seneng kalo ngumpul ngobrol sama temen2 blogger. Karena rasanya seperti recharge energi. Menikmati kumpul2 bersama orang yang punya minat serupa, jadi aura positif yang membahana.
Yuuuuk mbak Dinda, kapan2 kita ngopi2 senja, hehehe
Ulen Sentalu sebagus iti ya Mbaaa
tempo hari adekku yg di Temanggung juga rekomen museum itu
tapi aku nih yg masih ragu2
karena katanya dilarang poto2 di dalam museum kan?
qkqkqkqkqkq
Terima kasih juga mb nikkkk sudah menyempatkan mampir ke solo di tengah agenda rencana menyepi di hari ulang tahun 😊
Begitu ketemu kok rasanya kayak dh kenal lama padahal baru ketemu tp beda aja gitu….
Ulen Sentanu memang sebuah tempat yang menyimpan begitu banyak kenangan dan sejarah..sebuah museum yg dikelola sedemikian rupa…rasanya aku juga pengen kesana lagi 😁
Selalu suka dengan kata puitis nya.perjalanan yang penuh arti bertemu dengan sahabat dan kerabat, merayakan hal kecil dan sederhana namun memberi arti dalam hidup dan kehidupan
Terus melangkah mbak Nik, semesta mencintaimu
Hal yang paling bikin kagum adalah ka Nik justru menyepi serta mematikan hp saat hari ulang tahun ka. Beneran serasa menikmati waktu dengan diri sendiri di tengah hectic nya dunia.
Asik lagi di setiap kota selalu ada yang ditemui ya ka. Entah kenapa punya teman di segala penjuru itu rasanya hidup jadi “kaya” deh 😍
Dalam menuju perjalanan 5 kota banyak hal yang terselip, salah satunya bagaimana diri perlu juga buat menyiapkan segala hal bukan hanya dalam bentuk persiapan perlengkapan yang akan dibawa, tetapi juga bagaimana kondisi diri agar benar-benar siap untuk melangkah. Tak mengapa sejenak menepi dari hingar bingar rutinitas, karena diri perlu juga untuk beristirahat
Waaahh liburannya mayan panjang Mbak Nik 😀
Yogyakarta- Solo -Jepara masih mayan deketan yaa. Akhirnya bisa kopdaran juga dengan teman bloger lainnya ya. Nggak tahu kenapa walau baru first kopdar karena sering saling mengunjungi blog jadi kek udah lama ketemu dan temenan di RL hehe.
Ternyata ke Jeparanya naik bus ya? Penasaran kalau jalur kereta atau mungkin travel ada juga nggak ya mbak kalau ke sana?
Ulen Sentalu tu yang museum budaya kan ya? Aku juga belum pernah nih mbak ke sana, semoga next ke Yogya bisa mampir juga.
Ooo jadi finish perjalanannya ke tanah kelahiran ya mbak, ceritanya? Asyeekk. Penasaran gimana tu kok bisa ke Surabaya juga, apakah bagian dari transit sebelum ke Bali?
Sebulan ke lima Kota tentu kasih banyak kisah bermakna. Dan selalu takjub serta salut, bisa seharian mematikan hp di hari ulangtahun 🤩😇 sehat dan penuh berkah mbak Nik.
Aku baca setiap perjalanan, rasanya sangat hangat. Banyak kebaikan terasa. Positif vibes selalu mbak Nik. Penuh berkah dan kebaikan.
Jepara, Solo dan Surabaya, tiga Kota yang masih ada di wishlist. Semoga nanti aku pun bisa explore lagi.
Nah, salah satunya aku pun ingin jumpa sama mbak Dinda. Penasaran gimana cara beliau menulis cerita di blog, koleksi bacaan nya pun menarik banget. Semoga ya ada banyak kebaikan yang mampu mempertemukan.
Lima kota dalam sebulan keren sih mbak. Aku juga pengen gitu road trip mengunjungi banyak kota. Lalu pengalaman Mbak Nik mematikan ponsel saat ulang tahun seru sekali ya. Menikmati kota baru hanya dengan diri sendiri. Ah kayanya ide yang menarik. Tapi kalau saya jelas nggak bisa hehehe…
Ditunggu cerita beeikutnya.
Tos mba Nik, aya punya Lojel dari tahun 2012 sampai sekarang masih ada karena awet. Btw wah serunya mba Nik bulan ini sudah berjalan-jalan ke-lima kota, saya masih stay at home niy mba, seru banget pastinya ya selama perjalanan itu pasti banyak yang dicapai sekaligus pembelajaran dan membentuk harapan baru. Ternyata udah ketemuan sama Mba Eryka ya pas ke Solo seru banget, memperpanjang silaturahmi dan persaudaraan sesama Blogger. Ngomongin soal Jepara ingat Karimun Jawa jadinya, saya terakhir ke sini kayaknya tahun 2011an kalau ga salah, sudah lama banget. Perjalanan yang seru di hari ulang tahun mba Nik, selamat ulang tahun, sehat dan panjang umur, diberkahi dna semua mimpinya diberikan kemudahan dan tercapai satu-persatu ya Mba Nik, aamiin
Seru banget mbak perjalanan ke 5 kotanya yang mempertemukan dengan teman blogger dan teman lainnya. Aku lumayan penasaran jadinya sama cerita di Jepara apalagi perginya sendirian ke sana kalau aku jujur masih belum berani solo traveling kayak gini.
Sebulan ada 5 perjalanan ke lima kota pastinya menjadi sebuah pengalaman mengakar yang takkan lupa di awal tahun dan semoga akan ada banyak tulisan yang menarik dari perjalanan ini. Ditunggu ya pengalamannya di berbagai kota
Wah, menyenangkan dan berkesan banget ya perjalanan ke lima kota Mbak Nik, aku sudah lama nggak ke Yogya pengen eksplorasi Ulen Sentanu dan toko-toko buku estetik di Yogya..
Sebulan melakukan perjalanan ke 5 kota ini pasti meninggalkan kesan mendalam ya, Mbak Nik. Pasti banyak hal-hal menarik yang Mbak Nik dapatkan. Termasuk bertemu dengan teman blogger juga. Saling sharing jadi amunisi besar untuk terus semakin bersemangat beraktivitas. tentunya 5 kota itu jadi tulisan manis dan bermanfaat yang bisa dinikmati di blog Mbak NIk.
Kalau baca blog nya ka nik jujurli aku selalu terakhir. Karena harus dengan perasaan yg tenang , perkalimat aki terjemahkan permaknaanya . Bukan berati tulisan yg lain biasa aja engga jadi teknik baca yg aku terapkan ketika baca blog kaka swperti healing hehe duh maaf ya ka
Wah seru banget pasti mbaaa, mupeng beraat… Tapi perjalanan 5 kota dalam sebulan tuh pastinya bukan perkara gampang yaaa…
Aku ngerasa tulisan ini tuh bukan cuma soal jalan-jalan ya mbaa, tapi soal bertahan dan belajar ikhlas. Definisi syukur di level berbeda.
Pas baca bagian Jepara, rasanya kek relate banget akuuu…
Semoga perjalanan ini jadi penguat langkah ke depan ya mba, dan semoga langkah berikutnya selalu dimudahkan, penuh suka cita..
Seru banget nih Mbak Nik bisa jalan2 ke 5 kota selama sebulan. Impianku banget deh, bisa kayak gitu. Refreshing, menikmati kekhasan setiap kota, sambil refleksi diri. Suatu saat aku mungkin akan begitu, kalo anak bungsuku udah gede. Aamiin, Semoga masih ada umur untuk bisa mewujudkan impianku ini kayak Mbak Nik 🤩
So sweet..
Bisa seru seruan dan menikmati setiap perjalanan ini membuktikan ka Nik memang pribadi yang hangat, yang selalu menjadi daya tarik kebaikan berikutnya.
Penasaran sama kisah Ulen Sentalu.
Dari namanya, aga aga Bali yaa… tapi ternyata di Jogja dan makna dari namanya pun akronim dari “ulateng blencong sejatine tataraning lumaku”.
Wow~
Hmm… ingat ceritanya kalau sebelum ke Surabaya dari Bali
Ah rasanya aku jadi pengen ke pulau itu lagi
Memang sedikit menegangkan ketika menyeberang tetapi tetap menarik untuk tetap dikunjungi
Lanjut yuk ceritanya supaya makin menambah semangat setelah membacanya di kala banyak distraksi
Luarrr biasaaa, menebar sukacita di mana mana 😍💪 sukses selalu untuk semua journey kamu ya mba.
semoga ada rezeki bisa bersua lagiii