#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Rahasia Dukungan Sosial: Kenapa Support System Menjadi Kunci Sukses Alexander Hamilton

Bagikan

Rahasia dukungan sosial selalu menyimpan misteri: hari ini kita bisa tersenyum, besok belum tentu. Namun keberhasilan yang bertahan sering lahir dari jembatan support system – kadang mereka bahkan lebih yakin dari pada kita sendiri.

Hallo kamu, bertemu lagi dengan Senin.

Merpati genit menyapa dengan lincah, menggoda wajah-wajah yang kaget akan berlarinya waktu. Tau-tau Senin lagi saja. Belum juga sempat menyelesaikan kesenangan.

Sudah, lupakan saja kecepatan waktu. Hari ini waktunya melihat tokoh dunia dalam series Senin. Melihat kenapa support system menjadi kunci sukses seorang Alexander Hamilton.

Rahasia dukungan sosial
Merpati Genit mengajak melihat series Senin – Rahasia Dukungan Sosial

Begitu seloroh sang Merpati, menggoda mengalihkan kecepatan waktu yang kadang membawa tekanan sendiri. Belum lagi logika dan nurani diajak berhadapan system kehidupan semakin kabur. Regulasi penguasa semakin tidak mengenal apa itu kemanusian.

Barangkali dengan menilik lebih santai serorang tokoh dunia dan belajar darinya, mungkin nalar ini bisa disegarkan. Dengan harapan hatipun semakin percaya bahwa kehidupan punya cara untuk melunasi setiap perkara.

Baca juga: Cara Hidup Memberi Hadiah – Ketika Manis Kehidupan Menyapa dan Melunasi – 11 Hari Solo Jogja Semarang

Sekilas Tentang Alexander Hamilton – Rahasia Dukungan Sosial

Mengulik tokoh-tokoh dunia menjadi kebiasaanku belakangan ini, berawal dari memutuskan membuat series Senin aku dan tokoh. Bukan untuk menyandingkan, tetapi lebih untuk belajar dari kesamaan peristiwa.

Minggu ini aku memilih tema rahasia dukungan sosial, menjadi catatan khusus karena Agustus ini, waktu membuktikan bahwa support system mempunyai peran besar dalam keberhasilan langkah. Kemudian ketika mencari tokoh yang seirama dengan hal itu aku menemukan Alexander Hamilton.

Lahir di luar pernikahan, dibesarkan di Hindia Barat, dan yatim piatu sejak kecil, Hamilton melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi lewat bantuan orang-orang kaya di daerahnya. Kalimat yang aku temukan di Wiki ketika mengulik tokoh yang selaras dengan tema minggu ini.

Kalimat itu membawaku terhenti dan membuatku bersemangat belajar tentangnya. Latar belakang yang rumit tetapi mampu menjadi seroang Menteri Keuangan Amerika Serikat. Namun hal yang menarik buatku dan menyorotinya pada tokoh Hamilton, bagaimana koneksinya membawanya menjadi seorang tokoh besar.

Dikatakan bahwa peran koneksi bagi Alexander Hamilton sangatlah signifikan karena koneksinya dengan George Washington membantunya menjadi Menteri Keuangan pertama dan memimpin pembentukan sistem keuangan AS, serta menjadi kunci dalam advokasi dan ratifikasi Konstitusi Amerika Serikat,

Tentu kesempatan ada karena kemampuan yang bisa diandalkan. Dikatakan kalau beliau seorang yang cerdas. Kemampuan menulis, berpikir cepat, keberanian mengambil keputusan dan kesetiaannya.

Rahasia dukungan sosial seorang Alexander Hamilton, karena memiliki hubungan baik pada orang yang tepat. Di mana aku melihat itu sebagai support system, lingkungan yang mendukung, terlihat contoh awal bagaimana beliau kuliah dengan bantuan orang lain.

Baca Juga: Skill Life Sederhana yang Sering Diremehkan: 3 Kunci Akar Kehidupan Sejati

Rahasia Dukungan Sosial
Rahasia Dukungan Sosial – Gambar Alexander_Hamilton_by_John_Trumbull_Wiki

Kenapa Support System Menjadi Kunci Sukses

Kesuksesan memang memiliki arti luas, karena masing-masing punya tolak ukurnya. Pada umumnya orang disebut sukses karena memiliki harta banyak, sebut saja salah satunya memiliki rumah, mobil dan tabungan. Namun tidak sedikit juga orang mengatakan sukses itu ketika sudah menjadikan orang lain berhasil. Walau orang itu tidak memiliki harta.

Aku sendiri di masa saat ini berani mengatakan sukses karena sudah mampu melahirkan serorang sarjana dan semoga akan menambah satu lagi. Membuat orang-orang kuat, tersenyum menghadapi hidup ditengah luka-luka yang ada.

Dengan hal itu bukan berarti aku merasa semuanya karena hasil usahaku sendiri. Ada banyak aspek membuatku berhasil. Salah satunya support system. Atau memiliki sahabat yang sangat beragam.

Baca Juga: Rahasia Hidup Penting Diketahui: Mengapa Keberhasilan atau Kegagalan Bukan Cuma Karena Kamu #9

Mereka percaya bahwa langkahku akan melahirkan sinar, kadang aku sendiri masih bertanya, apakah iya.

Jika seorang Alexander Hamilton, memiliki kecerdasan yang luar biasa untuk bisa diandalkan dan melahirkan support systemnya, aku sendiri hanya memiliki hati yang ingin terus memudahkan orang lain. Soal kecerdasaan aku bagaikan dasar laut dan Hamilton langitnya.

Tetapi setiap kita punya perannya masing-masing bukan?

Lalu disinilah aku sadar kalau rahasia dukungan sosial atau memiliki support system karena bisa diandalkan. Aku menyadari orang-orang terdekatku mengadalkan kemampuanku sesuai kebutuhannya. Hal yang paling besar aku rasakan mereka nyaman, saat membutuhkan hati yang tulus untuk mendengar dan menerima semua persoalannya.

Baca juga: Life Coach Hidup Berkehidupan – Cara Waktu memberi Tugas 2024

Rahasia dukungan sosial

Tokoh ke Sebelas dan Aku: Ketika Hubungan Baik Menjadi Pondasi Dukungan

“You are the average of the five people you spend the most time with.” – Jim Rohn

Aku sangat setuju dengan kalimat itu, terbukti. Karena itu penting untuk menentukan dengan siapa kita menghabiskan waktu. Bukan memilih teman atau pergaulan. Aku sendiri hampir semua lingkungan punya lingkaran pertemanan. Tetapi menghabiskan waktu atau mempercayakan diri itu perlu dipilih.

Lalu bagaimana rahasia dukungan sosial lahir dari hubungan baik? membentuk support system?

Terletak pada bagaimana menempatkan diri, mempunyai kemampuan disaat kesempatan itu ada dan bisa diandalkan.

Seperti aku ketika memiliki support system di perusahaan selama tiga belas tahun bekerja, direktur menjadi sahabat dan bertemu bos terbaik. Begitu seorang Alexander Hamilton dipilih oleh George Washington membantunya menjadi Menteri Keuangan pertama.

Baca juga: Happy Birthday Peter Phelan – Best Boss Ever

Setiap kita punya kisah dengan dukungan orang terdekat, mereka hadir bukan karena kebetulan, tapi karena hubungan yang dipilih dan dirawat. Mungkin bukan seperti yang dimiliki tokoh besar Hamilton, tapi mereka adalah bagian dari rahasia dukungan sosial yang membuat langkah kita lebih ringan dan percaya diri.

Bagaimana?
Adakah support system yang membawamu pada keberhasilan? Cerita yuk di kolom komentar.

Bumi Serpong Damai, Agustus 2025. 01.20 AM
Ditulis setelah menikmati kebersamaan dengan support system yang telah bersama lebih dari 20 tahunan.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

10 Responses

  1. Punya hubungan baik dengan orang yang tepat adalah anugerah.
    Namun adakalanya kehidupan, dipertemukannya hubungan baik tetapi bukan dengan orang yang tepat, sehingga acap kali dukungan sosial tidak diperoleh. Butuh kesabaran.
    Jadinya seperti misteri kehidupan yang tak bisa ditakar.

  2. Bener-bener bikin mikir, sukses itu bukan cuma soal diri sendiri tapi soal siapa yang kita izinkan membentuk kehidupan kita. Rasanya jadi pengen bilang, ‘makasih ya buat mereka yang udah jadi sandaran, percaya meski kadang kita nggak yakin sama diri sendiri.’
    Daku pribadi baru tau tentang tokoh bernama Hamilton ini Mbaak..
    Dan seperti biasa artikel Mba Nik selalu bikin hatiku adem dan insight berupa perenungan, jadi semakin berasa kalau support system itu investasi kecil yang hasilnya besar banget.

  3. Langsung jleb di kutipan Jim Rohn. Aku sih terus terang cirlce toxic udah aku buang (sebagian jauh-jauh sebagaian ya masih dekat tapi udah gak dikasih panggung lagi). Sebab ya itu ngerasa gak ada faedah dan mereka tuh malah terasa dementor: menyedot kebahagiaan.

    Salah satu harapanku untuk #KaburAjaDulu salah satunya ya ingin coba hidup di lingkungan baru yang jauuuuuuuuh. Tentu harapannya nemu lingkungan yang lebih baik dari sekarang. Tentang Hamilton, hebat juga jalan hidupnya. Mau bilang dia sekadar beruntung tentu tidak tepat sebab dia menciptakan lingkungan yang menguntungkan dirinya dan berdampak positif terhadap hidupnya. Sayang kisah hidup Alexander Hamilton ini belum ada di seri tokoh dunia haha sebab aku pingin beli kalau ada.

  4. aku setuju banget dengan yang dikatakan oleh Jim Rohn. thanks to my friends that have been supporting me in my darkest time, aku masih bertahan hidup. Mendapatkan pengetahuan juga dari mereka mengenai beberapa masalah kehidupan. Dan memang sepertinya karena kami sefrekuensi sehingga bisa saling mengerti dan mendukung satu sama lain. Ternyata kisah kehidupan menteri keuangan Alexander Hamilton menarik juga. Dirinya dan George Washington sepertinya memang ditakdirkan untuk bertemu dan saling mendukung ya. Dan kita pun bisa belajar dari tokoh2 seperti mereka.

  5. Setuju sama quotes dari Jim Rohn mbak. Makanya aku tuh makin kesini makin sortir temen-temenku. Yang sekiranya toxic, aku gak mau deket-deket, karena mau nggak mau pasti nanti akan kebawa deh ke kehidupanku.
    Makanya aku bersyukur, setidaknya ada beberapa temanku yang positif vibes sekali, dan membuatku jadi bisa lebih berbenah kalau lagi down. Salah satunya mbak Nik, hehehe.
    Nganu, makasih ya mbak nih sudah jadi part of support system daku.

  6. Langsung buka google dan cari di mana letak Hindia Barat? Alexander Hamilton benar-benar orang besar ya. Jadi pejabat di era itu, di saat akses dan keadaan tidak seperti sekarang, memang berat. Tapi dia bisa melakukannya.

    Yuk terusin nulisnya Kak Nik soalnya daku suka baca biografi.

  7. Memang beda lha orang yang punya support system dengan yang gak. Kalau ada support system, seseorang udah berapa puluh persen merasa safe gitu yaa. Menurutku punya support system tu privilij yang wajib banget disyukuri, entah itu keluarga, teman, hingga atasan yang baik yang bisa dukung sampai membela kita.

  8. pernah beberapa tahun aku bestie-an dgn orang yg problematic (atau terbilang toxic kali yha)
    tapi aku bertahan karena merasa “Sepertinya cuma dia yg mau jadi bestie aku.”

    Hamdalahh bs lepas dan sekarang aku coba bergaul dgn orang orang lain

  9. Masalah koneksi itu aku setuju. Dengan catatan, orang yg terpilih Krn koneksi bener2 mampu yaaa. Kalo dipilih Krn koneksi, tp pas dasarnya ga capable, iniiii yg aku ga suka.

    Suamiku bisa di posisi sekarang ini, Krn koneksi juga mba. Dia itu dari dulu memang luwes banget, supel ke siapa aja. Jadi banyak yg kenal dan seneng. Dia pindah beberapa bank, Krn diajak oleh mantan2 bos nya. Bukan Krn dia apply sendiri. Krn bos2 nya tahu kemampuan Raka, makanya, pas bos nya pindah, Raka tuh biasa ditawarin juga, ikut atau ga.

    Makanya anak2 selain memang hrs belajar supaya pinter, tapi mereka juga harus menguasai kemampuan sosial atau bersosialisasi. Supaya bisa masuk ke kalangan mana aja. Dari situ akan terbentuk koneksi, dan support system.

    Kalo aku sendiri, mungkin koleksiku ga sebanyak raka. Tp aku akuin, support systemku dalam keluarga yg kuat. Itu yg berhasil membentuk karakterku juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink