#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Resto Jepara Marina: Catatan Perjalanan Tenang dari Jogja ke Jepara – Kembali Ke Akar 32

Perjalanan dari Jogja ke Jepara menghadirkan kisah awal tahun, menjadi catatan khusus ketika bertemu resto Jepara Marina. Sebuah tempat yang ternyata menjadi favorite warga local dan tamu wisatawan untuk menghabiskan malam.

Minggu, 4 Januari 2026 06.30 AM Bis DayTrans meluncur dari Senturan menuju Jepara. Ketika masuk ke dalam bis, aku melihat kursi tidak seperti yang dibayangkan. Ternyata VIP yang tertera bukanlah dengan kursi yang sedikit lega.
Aku merasa seperti bis antar kota biasa.

Dengan menempuh waktu 6 jam 30 menit jarak Jogja ke Jepara, aku nikmati setiap waktunya dengan tenang. Kebetulan saat itu hari minggu, beberapa jam aku nikmati dengan kebaktian online. Perjalanan cukup menyenangkan karena kota yang di lintasi terasa baru, dan itu hal menyenangkan buatku.

Terlebih ketika bertemu dengan bangunan tol yang menjulang, disampingnya ada sawah yang terbentang luas. Aku membayangkan tempat itu seperti tol Bali ke arah nusa penida. Bedanya jika ke arah Jepara di diampingi dengan sawah, kalau di Bali di dampingi oleh laut.

Perjalanan ke Resto Jepara Marina
Perjalanan ke Resto Jepara Marina

Berhenti Satu Jam di Tengah Jalan

Perjalanan dengan bis memberi ruang untuk rehat sejenak, di tengah asyiknya menikmati perjalanan, tanpa sadar aku jatuh tertidur dan aku terbangun karena bisnya berhenti.

Aku heran melihat orang-orang semuaya turun, dan aku bertanya memastikan apakah bis ini tujuannya Jepara. Sopirnya menjawab iya, tetapi ternyata yang bertujuan ke sana hanya aku seorang.

Lalu sopirnya mengatakan kalau bus akan kembali jalan di jam 10, aku lirik jam tanganku menunjukan 9 pagi. Artinya sejam bis daytrans berhenti untuk rehat. Sepertinya memang sudah jadi aturan, untuk memberi ruang waktu, barangkali ada yang mau berangkat ke Jepara selain aku.

Aku melihat keadaan dari bis dan mendapati Jalan Ronggolawe Timur, aku cek di map jalan ini daerah mana. Ternyata berada di Semarang. Tetapi herannya mengapa tempat yang dipilih, area pinggiran. Tidak ada apapun dekat sana yang bisa di kunjungi.

Sebenarnya satu jam cukup bisa melihat keadaan atau tempat baru, tetapi karena tidak ada yang menarik aku putuskan menikmati waktu dengan nonton youtube.

Sedangkan sopir dan kenek keluar dan duduk diantara pepohonan. Menunggu waktu. sejam kemudian, tepat 10 pagi bis menuju Jepara meluncur kembali. Hanya ada aku sebagai penumpang, kenek dan sopir. Tiga orang dalam bus yang berkapasitas belasan orang.

Sampai Jepara lebih cepat dari perkiraan dan aku meluncur ke penginapan, di sanalah informasi tentang resto Jepara Marina ku dapat. Aku pilih sebagai menikmati malam ulang tahun sendiri, kebiasaan yang sudah aku lakukan selama sepuluh tahun.

Baca Juga: Tahun ke-10 Menghilang saat Ulang Tahun – Sebuah Catatan Tenang dari Jepara

Resto Jepara Marina, Tempat Singgah yang Tidak Sekadar Mengenyangkan

Data ponsel di 5 Januari selalu mati, sepuluh tahun berturut kebiasaan itu aku lakukan. Memberi ruang pada diri sendiri untuk fokus ke orang-orang di sekelilingku saat itu. Kebetulan selalu memilih tempat baru dan ada banyak hal bisa dinikmati tanpa perlu adanya internet.

Seperti 5 Januari tahun ini, aku berdialog santai dengan anak pemilik penginapan, yang ternyata serorang campuran Indo Italy. Aku sebenarnya sudah curiga kalau wajah gadis cantik itu, bukanlah murni gadis Indonesia pada umumnya.

Beberapa cerita tertangkap ketika bicara dengannya, terutama tempat asyik menghabiskan malam di kota kecil Jepara. Akhirnya nama resto Jepara Marina hadir dan aku memutuksan untuk datang.

Pagi hari di hari ulang tahun aku sudah melihat dulu, bagaimana keadaan resto tersebut dan ketika sore menjelang malam datang, aku tidak menyangka ternyata yang datang banyak wisatawan asing. Tidak hanya itu, ada group orang-orang korea sedang berkumpul.

Aku duduk disamping group korea dan mendengar celotehnya. Seperti mendengar drama korea, bahasa dan lafalnya sama percis , aku tersenyum dalam hati, jika aku tidak berusaha untuk mau nonton drakor, mungkin aku tidak mengerti kalau group sebelah aku duduk adalah orang-orang korea.

Resto Jepara Marina
Resto Jepara Marina

Kedatanganku ke resto Jepara Marina bukanlah hanya makan malam, tetapi ingin santai menikmati waktu di hari kelahiranku. Aku memesan bir yang aku sadari, rasanya sudah setahun tidak kunikmati, minuman yang dulu selalu menjadi kawan saat menikmati sunset.

Sore menjelang malam saat itu, bir dan buku menemaniku, serta celoteh orang korea dengan bahasanya. Suara laut yang tak jauh dari sana seperti sebuah bisikan. Aku hanyut dalam pikiranku, hari ini puluhan tahun lalu aku lahir dan mengenang tahun-tahun terus berjalan membentuk aku seperti sekarang ini.

Dua jam setelah itu, malam semakin larut dan aku minta pindah kedalam. Seperti biasa mencari tempat di pojokan, aku memandang area resto. Aku dapati resto ini memang terasa seperti suasana bar-bar yang memang di khususkan untuk orang-orang menghabiskan malam.

Namun karena hari itu Senin, orang yang datang tidak banyak. Hanya beberapa orang asing duduk di kursi Bar lengkap dengan birnya, sebelah kirinya seorang asing sendirian makan malam, dan sebelah kananku tiga orang pria setengah baya sedang makan malam.

Resto Jepara Marina
Resto Jepara Marina

Aku duduk melanjutkan menikmati bir, tetapi buku aku lipat dan saat itu menikmati waktu dengan menonton tv yang ada di hadapan bar, menikmati video klip lagu-lagu yang di-nyalakan. Kebetulan semua lagu yang ada aku suka.

Sejam berlalu, malam semakin datang, aku memesan pizza dan segelas minuman. Juga sebatang lilin.

Menghilang saat ulang tahun di Jepara
Menghilang saat ulang tahun di Jepara – Resto Jepara Marina

Sepuluh tahun merayakan di tempat baru, biasanya orang-orang setempat hampir semua memberikan kejutan dan merayakan ulang tahun. Baru kali ini Jepara, aku benar-benar menikmatinya sendiri, tiup lilin sendiri tanpa ucapan selamat dari siapapun.

Aku tetap bersukacita, karena memang sudah keputusanku untuk memilih tempat yang tidak seorang pun aku kenal. Tetapi hidup akhirnya tidak sekejam yang aku bayangkan, saat diantar kembali ke penginapan, mba karyawan resto yang mengantar mengucapkan dan memberikan doa yang manis sambil menyetir motornya.

Resto Jepara Marina mungkin kau tidak sehangat tempat lain, tetapi tempatmu memiliki hal yang dibutuhkan orang-orang yang ingin menghabiskan malam. Kelak jika aku kembali, pasti aku akan berjumpa denganmu lagi.

Address: Jl. Raya Undip RT01 / RW01, Telukawur, Tahunan, Jepara Regency, Central Java 59427

Open · Closes 12.00 am Phone: (0291) 595932

Resto Jepara Marina
Menikmati malam ulang tahun di Resto Jepara Marina

Kembali ke Akar: Keberanian Melangkah di Tengah Keterbatasan

Perjalanan dari Jogja ke Jepara, termasuk singgah di resto Jepara Marina, bukan perjalanan yang kuambil dalam kondisi lapang. Ada keterbatasan ekonomi yang sedang menyertai langkahku saat ini. Namun justru di situlah keberanian diuji, apakah hidup akan dijalani sambil menunggu, atau sambil bergerak.

Aku memilih bergerak. Melangkah dengan sadar, bukan mengabaikan keadaan, tetapi tidak membiarkannya langkah terhenti. Perjalanan ini menjadi caraku melukis kisah sendiri.

Berani melangkah dan memutuskan bergerak dan setelah kembali dari Jepara, seseorang mengirimkan dana sebagai hadiah ulang tahun, tanpa kuminta.Sebuah jawaban bahwa keberanian untuk hidup sering kali dijawab setelah langkah diambil, bukan sebelumnya.

Dengan itu aku abadikan kisah perjalanan Jogja ke Jepara dan bertemu resto Jepara Marina pada series Jumat, kembali ke akar berkehidupan.

Percaya bahwa hidup bukan menunggu cukup,
tetapi berani melangkah meski terbatas.

Baca juga series Jumat sebelumnya di: Kembali ke Akar

Lalu,
Kamu setelah membaca kisahku, adakah mengalami hal yang sama. Berani melangkah dalam keterbatasan. Cerita dong di kolom komentar, barangkali kisahmu membawa warna yang melengkapi tulisanku ini.

Jakarta Selatan, Januari 2026
Ditulis di area kantin apartemen sambil melihat seorang yang manis dengan hujan yang tidak berhenti seharian.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

satu Respon

  1. Melangkah melewati keterbatasan kurang lebih sama dengan melewati rasa takut. Rasanya tidak mudah, kadang mau angkat kaki buat melangkah saja, pikiran ini sudah kesana kemari. Bayangan yang tak diinginkan pun muncul mendadak. Tapi setelah ada kata nekad dan yowis lah, kadang bayangan itu berangsur hilang. ✨✨

    Tapi btw, aku jadi pengen coba bir heineken mbak. Terakhir minum bir bintang 10 tahun lalu, dan rasanya kurang nikmat di tenggorokanku. 🫣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink