#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Rujak Es Cream Jogja Sejak 1978: Pengalaman Pertama Mencicipi Kuliner Legendaris Yogyakarta

Bagikan

Rujak Es Cream Jogja Sejak 1978

Sejak tahun kelahiranku, aku sudah puluhan kali bertemu Jogja.
Tapi baru di akhir 2025, aku pertama kali bertemu dengan kuliner legendaris ini.

Kemana saja ya aku selama ini?

Pertanyaan yang benar-benar menyadarkan kalau lagu Adhitia Sofyan ‘Sesuatu di Jogja’ menjadi nyata dalam langkahku kali ini. Kupercaya selalu ada sesuatu di Jogja, penggalan lirik dalam lagu tersebut melunasi rasaku, mengapa kota selalu memanggil kembali dan kembali.

Kemana saja ya aku selama ini? lagi tanya itu terlintas, mengapa kuliner yang unik dan legendaris ini baru aku ketahui. Mungkin setiap kali datang ke suatu kota aku jarang memberi perhatian pada kuliner, namun biasanya hal-hal yang khas dan legendaris tetap bisa kutangkap. Mengapa kali ini justru luput dari perhatianku?

Atau mungkin saja rujak es cream Jogja ini baru ingin berkenalan denganku.

Langit diatas Kuliner Rujak Es Cream Jogja
Langit diatas Kuliner Rujak Es Cream Jogja

Baca Juga: Rujak Kuah Pindang dan Tipat Cantok: Kuliner Bali Paling Dicari yang Wajib Kamu Coba – Peta Rasa 26

Kisah Awal Sebelum Bertemu Rujak Es Cream Jogja

Selalu ada kisah sebagai awal bertemu. Begitu juga dengan aku mengapa akhirnya bertemu kuliner legendaris ini. Berawal ketika aku dan keluarga kakak angkatku mencari perlengkapan Natal, ditengah laju mobil yang di setir oleh ponakan, tiba-tiba kakakku berkata kalau rujak es cream ini enak dan legen.

Logikaku langsung menyala dan ingin mencobanya. Seiring bertanya pada diri, mengapa kuliner legendaris ini baru kuketahui. Apalagi perpaduan yang tidak biasa membuatku ingin sekali mencobanya. Namun saat kami berbincang soal nikmatnya kuliner tersebut, mobil sudah cukup jauh meninggalkan tempat rujak. Jadilah aku perlu bersabar dulu menikmatinya.

Waktu demi waktu berlalu, kami disibukkan dengan perayaan Natal, rujak yang membikin ngeces itu belum bisa juga dinikmati. Lalu selang dua hari kami melintas kembali ketempat tersebut, tetapi sepertinya rujak es cream Jogja yang berada pinggiran jalan tersebut tidak menerimaku, atau tidak jadi rejeki menikmatinya disana.

Saat itu aku dan kakak turun, tempatnya sudah buka dan gerobak terlihat dengan buah-buah segar, tetapi ketika dipanggil orang yang dagang, satupun tidak ada yang keluar. Sekitar lima menit menunggu, kembali aku perlu bersabar untuk menikmati kuliner Jogja yang satu ini.

Rujak Es Cream Jogja
Rujak Es Cream Jogja pinggir jalan

Bertemu Rujak Es Cream Pertama Kali: Sejarah Pak Nardi dan Awal Kuliner Legendaris Jogja

Lima hari kemudian sejak tahu Rujak Es Cream Jogja, akhirnya berhasil bertemu dan menikmatinya.

Langit biru setengah berawan di atas Pakualaman saat itu menyambutku, tersenyum manis dan seakan menyapa, selamat datang di kuliner rujak es cream pertama kali lahir.

Langkahku melaju masuk kedai dan setelah duduk dan memandang tulisan yang tertera, aku akhirnya memahami mengapa waktu begitu tega menunda rasa yang ingin sekali kunikmati. Ternyata ia ingin aku mencicipi kuliner legendaris ini ketempat yang pertama kali Rujak Es Cream ini lahir.

Kesabaran selalu memberi hadiah terbaik jika mau melihat tujuan setiap perkara

Lagi hidup memberi pengetahuan dan mengingatkan kadang bersabar itu memang tidak nyaman, tetapi jika mau menunggu dan melihat setiap perkara, hidup melalui waktu akan adil memberi hadiah terbaik.

Seperti ketika bertemu kuliner rujak Jogja ini, sejak mengetahui tentang rujak es cream, aku perlu menunggu lima hari untuk mencicipi. Sedangkan kuliner ini sebenarnya bertebaran ada di area Jogja. Sebenarnya aku tidak meminta untuk menikmati ditempat Pak Nardi ini, konon memang paling enak.

Aku hanya ingin menikmati paduan rasa yang tidak biasa. Rujak dan Es Cream, aku penasaran seperti kuliner Bali Rujak kuah pindang, sesuatu yang sepertinya berlawanan rasa tetapi ternyata jika di padukan, melahirkan sensasi rasa nikmat tersendiri.

Rasa penasaranku ternyata tidak dilunasi cepat, perlu menunggu lima hari dan pertemuan ditempat terbaik itupun bukan di rancang. Aku menyadari kalau tempat legendaris itu jauh dari area tempat kami tinggal. Tetapi ternyata kalau waktu berkehendak ada saja jalannya.

Saat itu, aku dan ponakan menjemput kakak dari reunian. Ternyata ada teman kakakku yang perlu diantar pulang. Setelah berceloteh tentang kuliner rujak es cream Jogja di mobil, teman kakak memberi arahan untuk menikmati kuliner tersebut di area Pakualaman, yang ternyata tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Begitulah, jika hak akan menjadi hak.

Lahir Tahun 1978 Karena Inovasi

Sambil menunggu rujak es cream di sajikan, aku penasaran bagaimana kuliner ini lahir dan setelah mengulik lebih jauh, aku menemukan informasi kalau kuliner ini ada karena penjual es pudeng melihat penjualannya kurang baik. Sebagai pedagang tentu mencari jalan bagaimana cara jualannya laris.

Merasa penjualannya tidak begitu bagus, akhirnya mereka memutar otak untuk mengganti menu yang dijualnya. Maka, terciptalah rujak es krim. Ternyata, menu rujak buah dengan topping es krim di atasnya disukai oleh para pelanggan.

Aku mengutip informasi tersebut dari jogja.idntimes.com dan membuatku merasa beruntung datang ketempat tersebut.

Bisa menikmati bukti bertahannya sebuah usaha dari sebuah inovasi. Menariknya lagi sudah berumur puluhan tahun tetap tidak membuka cabang di manapun. Sebuah komitmen yang luar biasa.

Berani untuk tetap setia, seperti tidak tergoda dengan menjadi besar dengan buka cabang di mana-mana.

Rujak Es Cream Jogja pertama
Rujak Es Cream Jogja pertama

Baca juga: Buku the Innovators – Memikirkan kepentingan banyak orang – Review 4 Tokoh

Rasa dan Harga Rujak Es Cream Jogja Pak Nardi

Paduan yang tidak umum, es cream dengan manis susu, dengan buah serut yang ada asem dan kuah sambalnya berbaur pedas manis menyatu. Lumer di mulut dan sensasinya nikmat tak bisa aku ungkapkan dengan detail.

Mataku terpejam dan menikmati setiap rasa dan aku terbayang, jika di nikmati setelah bermain air laut atau di pantai dengan matahari, rasa ini begitu sempurna. Es creamnya tidak pada umumnya, testurnya lembut, manisnya tidak berlebihan.

Rasa yang begitu nikmat ini di beri harga Rp.10.000,- per porsi. Harga terlalu terjangkau dibandingkan rasa yang diberi.

Dan rasaku berkata, “rujak Es Cream Jogja, maaf ya kalau aku baru bisa bertemu denganmu, mungkin jika kukenal lebih lama sebelumnya, kamu bisa jadi pelunas rasa waktuku dan menjadi alasan kuat untuk kembali ke Jogja”

Rujak Es Cream Jogja
Rasa dan harga Rujak Es Cream Jogja

Peta Rasa Sukacita ke 28

Kemudian dengan bertemunya kuliner legendaris rujak es cream Jogja, aku memetakan rasaku dengan penuh sukacita.
Bersamanya kembali diingatkan, bahwa kesabaran selalu adil membayar rasanya, Jika jalan ditutup selalu ada jalan lainnya, seperti pak Nardi ketika tidak laku jualan es podeng menjadi penjual rujak legendaris.

Baca juga series sebelumnya: Peta Rasa Sukacita

Setiap peristiwa melahirkan materi dan bagaimana melihatnya itu menjadi kunci cahaya langkah selanjutnya.

Bersama peta rasa sukacita-ku atas rujak es cream Jogja ini, aku semakin tertarik mengulik kuliner rujak unik di Nusantara.

Kalau kamu pernah mencicipi rujak es cream Jogja, rasa apa yang paling menempel di ingatanmu?
Di kotamu ada nggak kuliner unik yang memadukan rasa ‘berlawanan’ seperti rujak dan es krim?
Ceritakan dong di kolom komentar.

Yogyakarta, Desember 2025
Ditulis sambil memandang sawah dan langit Jogja yang biru.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

3 Responses

  1. Mbok Niiikk, yaampuunn kalau es mambo rujak aku udah sering liat dan nyoba. Kalau rujak es krim sungguh baru tauuu..hahahaa, tapi emang kombinasinya nggak terlalu absurd sih yaa, jadi masuk=masuk aja rasanya.

    Anu, itu eskrimnya ala jadoel banget gitu yaaa bukan yang lembut2 krimi yg gampang leleh tapi kaya msh ada bulir-bulir es batunya haaaa rasanya pasti nostalgic banget.

  2. Aku belum pernah makan rujak es krim. Kapan hari waktu ke Jogja juga lupa nyobain. Ini rujaknya ada pilihan tidak pedas nggak sih mbak? Murah aja ya ternyata cuma 10rb harganya. Di Bandung aku browsing kayanya belum ada rujak es krim ini.

  3. ku percaya selalu sesuatu di Jogja , aku kangen ih ke jogja , kalau ke jogjaa aku makan mie dog dog yang favorite malem2 jalan2 nyari nya ini mi dogdog kuah ( bener gaa sih nulisnya gini, satu lagi pas dullu main ke kulon progo , makan di tempat makan nyediain garang asem dan itu perdana aku makan grang asem enakkkkkk bangeut Allah . Isinya masih inget ada ampela, belimbinng wuluh ,tomat ijo, sayap ayam , kkuah santan ) wangi akku sampai ssekrng sukanya pake bangeut ya Allah hidden gems bngeutt deh aku lupa nnama tempat makan nnyaa sesdih

    nanti eskrim rujak ini aku rekomendasi kan sama temen2 deh ka nik
    terimkasih infonya ya nik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink