Secangkir kopi menjadi cerita khusus dalam perjalanan Maret 2026 dan GOFFEÉ Doughnuts & Coffee, Lenteng Agung menjadi saksi atas kemenangannya.
Selalu ada pengorbanan di setiap kemenangan
Sebentar ya pembaca, jangan terburu-buru merasakan tulisan ini terasa berat ketika membaca kalimat diatas. Kisah yang akan kutulis kali ini, sebuah Peta Rasa Sukacita yang sungguh indah.
Tentang bagaimana akhirnya memutuskan untuk pantang dalam 40 hari, tentang perjuangan bertahan atas komitmen dan terlebih tentang pertemuan sebuah tempat yang begitu asyik dan akan jadi salah satu terbaik.
Semuanya memetakan rasa sukacitaku dan melihat kembali hidup sungguh menjadikan segala sesuatu pada akhirnya baik.

Pantang 40 Hari Prapaskah dan Pemurnian Diri
Akhirnya baik.
Boleh dibilang arah yang selalu menjadi pusaran jiwa dan rasaku tentang apapun. Mungkin ada yang mengatakan itu naif karena bisa jadi ada celah tidak baik. Namun sepanjang langkah diri sudah sebentar lagi di kepala lima, pusaran jiwa atas ‘akhirnya baik’ semakin terbukti.
Lalu sebagai pemurnian atas arah yang tepat, Maret 2026 bertepatan dengan prapaskah aku mengambil bagian untuk pantang. Tahun ini pantang yang aku ambil,
- Minum Kopi
- Makan Daging
- Jajan jajanan pasar
Tiga hal itu aku ambil karena semuanya kesukaan. Tidak makan tiga hal itu sebagai wujud atas pengendalian diri. Bagaimana secangkir kopi sering membuatku bertahan dengan benturan dan tekanan hidup.
Begitu juga daging dan jajanan pasar adalah penghiburan sebagai pengganti laut yang sudah lama tidak bisa aku temui.
Secangkir Kopi dan Pertemuan dengan Kafe 24 Jam GOFFEÉ Doughnuts & Coffee – Lenteng Agung
Sementara itu mari beralih sebentar ke satu tempat yang pertama aku temui langsung jatuh hati. Kafe 24 jam di Lenteng Agung. GOFFEÉ Doughnuts & Coffee berada tepat di seberang stasiun Lenteng Agung.
Wajah kafe dari luar tidak terlalu luas, begitu juga ketika masuk ke area lantai pertama terasa biasa saja. Namun ada sudut yang menghadirkan sentuhan manis.

Lalu dari arah masuk dan belok kanan ada tangga yang memberi peta atas area di GOFFEÉ Doughnuts & Coffee .

Naik ke lantai dua ada area teras dan aku langsung merasa kafe 24 jam ini akan menjadi tempat favoriteku. Area teras ini bisa jadi tempat bengong dengan melihat lalu lalang kendaraan dan kereta api.

Setiap lantai memiliki design yang hampir sama, ada kursi manis dan sofa. Tempat nyaman untuk WFC atau berdialog intim dengan orang terkasih. Lalu yang membuat penasaran area rooftopnya. Saat itu aku datang di pagi hari.
Saat melihat area rooftop matahari sedang terik-teriknya dan membayangkan sore atau malam rasanya akan menghadirkan suasana yang nyaman.

Alamat lengkap GOFFEÉ Doughnuts & Coffee – Jl. Moch. Kahfi II No.9, RT.1/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640
Kisah Kemenangan dan Cinta pada Diri
Pertemuanku dengan kafe 24 jam di Lenteng Agung ini berawal dari kebingungan kami mencari tempat ngopi di area Depok. Saat itu adalah hari Paskah dan aku dan para sahabatku selesai kebaktian subuh.
Kebaktian jam 4 pagi dan selesai dua jam setelahnya tentu saja kami mencari tempat yang buka 24 jam atau paling tidak sudah buka di jam 7 pagi. Setelah dengan segala pertimbangan akhirnya pilihan jatuh pada GOFFEÉ Doughnuts & Coffee.
Tempat yang menjadi saksi kami lulus dari pantang selama 40 hari dalam prapaskah 2026. Aku dan seorang kawan mengambil pantang secangkir kopi menjadi sesuatu pelunasan yang sangat indah saat itu.
Pantang 40 hari sebagai pemurnian diri adalah wujud dari mencintai diri.
Dan ketika akhirnya aku kembali bisa menikmati secangkir kopi, ada kemenangan terasa lengkap ketika saat merayakannya di tempat yang nyaman. Sebuah perayaan kemenangan atas pengorbanan akan kesukaan.
Akhirnya kisah ini menjadi peta rasa sukacitaku, dan bagaimana denganmu, adakah kisah secangkir kopi dan tempat yang membuatmu terasa aman? Yuk cerita di kolom komentar.
Jakarta Selatan, April 2025
Ditulis bersama malam dengan teduhnya kidung harapan.


satu Respon
Bagi mereka yang terbiasa mengawali harinya dengan kopi pastinya pantang ini lumayan berat ya, mbak. Saya waktu bulan puasa kemarin juga sempat tuh merasa duh kapan ya bisa minum kopi lagi soalnya kan siang biasa ngopi. Akhirnya pas lagi haid aku beli kopi pas sore hari