Selamatkan mentalmu tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Kadang, ia berawal dari cara sederhana: menjaga penglihatan dari hal-hal yang menguras rasa. Saat mata diberi keindahan bunga, senyum yang tulus, dan bacaan yang membangun. Merawat kesehatan mental.
Lalu bagaimana menjaga penglihatan bisa menjaga merawat kesehatan mental?
Burung-burung menari di luar jendela dan aku memandangnya dengan penuh perhatian. Mereka seperti tidak perduli dengan awan yang sedang pekatnya menutupi langit. Walau tidak sepenuhnya, tetap saja hari terasa kelam. Mereka juga tidak perduli dengan pohon berdiri tanpa ada angin sedikitpun.
Sunyi, walau logika riuh tetapi tetap berusaha menikmati keceriaan burung-burung dan jemariku terus melakukan tugasnya, menuangkan rasaku tentang selamatkan mentalmu dengan menjaga penglihatan.
Mata pancaran jiwa
Rasanya banyak yang tahu ungkapan tersebut, tetapi seberapa banyak, mengerti mata pintu segala rasa masuk ke jiwa? Dan aku sebagai makhluk visual sangat terasa, bagaimana pandangan ini memberi pengaruh besar pada pikiran, rasa dan jiwaku.
Walau memang, tidak semua digolongkan pribadi yang kuat menangkap sesuatu dengan visual. Ada juga dari pendengaran. Tetapi kita sebagai manusia, mata adalah indera utama menangkap segala hal dalam kehidupan.
Berangkat dengan hal itu dan bersama pengalaman yang sudah aku lalui, izinkan berbagi rasa pada Rabu ini, merangkai selamatkan mentalmu dengan jaga penglihatan pada Peta Rasa Sukacita.
Baca juga series sebelumnya: Peta Rasa Sukacita
Selamatkan Mentalmu – Jaga Penglihatan dengan hal yang Indah
Ada banyak cara merawat kesehatan mental, sebelumnya aku sudah menulis juga bagaimana mental dirawat dengan kuliner masa kecil, mengingat rasa dan membawa semangat pada langkah.
Baca juga: Merawat Mental Lebih Tenang – Rahasia Kuliner Masa Kecil – Peta Rasa Sukacita #25
Kali ini, aku berbagi bagaimana mata atau penglihatanmu penting sekali dijaga, untuk selamatkan mentalmu dengan memberi hal-hal yang indah.
Ada tiga hal aku petakan pada rasa sukacita untuk merawat kesehatan mental melalui cara memberi makan pada mata.
Mengapa Melihat Bunga Bisa Menenangkan Mental dan Emosi
Memang tidak semua pribadi suka bunga, dulu aku termasuk yang tidak mengerti di mana letak keindahan bunga, dan apa manfaat bunga di ciptakan. Seperti biasa saja. Lebih suka lihat pohon tinggi besar, rindang dan akar yang kuat.
Aku melihat bunga sebagai lambang kerapuhan. Tetapi hidup memang tidak pernah bisa berhenti memberi perubahan. Tidak pada keadaan, juga pada pribadi-pribadi yang terlalu percaya diri akan prinsip.
Contohnya aku sendiri, waktu menghadapkan pada langkahku dan melihat bagaimana bunga punya peran besar pada kesehatan mental dan aku sendiri tahun belakangan, begitu menikmati bunga dengan segala bentuknya.
Minggu lalu, kami Teras Sapa menyediakan waktu berbagi bunga pada insan yang sedang olah raga di CFD dan melihat wajah-wajah mereka ketika menerima , ada senyum indah terpancar. Melahirkan semangat dan energi baik pada kami semua.
Mata kita memang diciptakan untuk menyukai hal-hal indah. Salah satunya adalah bunga. Dengan segala wajah dan karakternya, bunga selalu punya cara mengembalikan kesegaran jiwa saat kita memandangnya.
Saat mempersiapkan berbagi, aku tergoda dengan satu bunga yang begitu manis. Entah kenapa memandangnya ada rasa nyaman. Setelah dipikir-pikir, Tuhan itu sungguh sempurna menciptakan bumi dengan segala isinya. Salah satunya bunga ini, sebatang saja sudah memberi kehangatan, seperti menyapa dan berkata,
“Tidak apa-apa dunia tidak berputar disekitarmu, aku masih ada dan lihatlah merekahku. Sini cium sejenak”

Hatiku hangat memandang mekarnya dan rasa tenang hadir. Mungkin itu juga dirasakan oleh seorang wanita yang datang, menghampiri kami saat cfd minggu kemarin. Wajahnya begitu merekah dengan senyumnya, memandang bunga-bunga yang akan kami bagikan.
“Bolehkah saya beli dan berapa harganya?“
Begitu tanyanya, dan aku menjawab kalau bunga ini tidak dijual tetapi mau dibagi untuk orang-orang. Dan aku ambil satu dan berikan padanya. Senyumnya penuh dan itu membawa semangat pada kami yang membagikannya.

Selamatkan mentalmu dengan menjaga penglihatan, beri dengan hal yang indah. Seperti memandang bunga dan segala keajaibannya. Sepertinya bunga memang diberi tugas oleh hidup, untuk memerankan keindahan dan tidak hanya itu, juga memberi sentuhan energi baik untuk jiwa.
Senyum sebagai Sumber Sehat Mental: Ketika Mata Menangkap Rasa Aman

Foto diatas diambil tanpa aba-aba, aku sedang asyik ngobrol dengan salah satu kawan, dan setelah melihatnya aku sendiri merasa senang, bukan bermaksud narsir. Tetapi saat itu aku sedang senang-senangnya karena banyak hal. Ketika melihatnya energinya tetap terasa sampai saat ini.
Senyuman tulus
Akan membawa energi baik bagi siapapun yang melihat. Semuanya dimulai dari diri sendiri. Sebelum berharap orang tersenyum, berikan senyum tertulus kita pada sekitar. Aku sendiri berusaha memasang status yang bernuansa senyum dan ternyata sebagian berani menyampaikan terima kasihnya karena melalui itu semangatnya bertambah.
Siapa yang suka dengan wajah kesal dan cemberut? rasanya tidak ada ya, tetapi senyuman akan membawa energi baik. Membasuh jiwa dan menyehatkan mental. Karena itu selamatkan mentalmu dengan memandang hal-hal indah, satu diantaranya senyuman.

Senyuman tulus menjadi sumber kesehatan mental dan mata sebagai cerminan hati menangkap rasa aman. Terbukti ketika dua tahun lalu, walau dengan segala pelik hidup, aku berusaha untuk tersenyum pada orang. Saat itu duduk ditepi pantai dan tiba-tiba dua orang perempuan datang menyapa dan berujung menumpahkan semua rasanya (curhat).
Orang asing, tidak mengenal sama sekali tetapi berani mencurahkan persoalan hidupnya.
Bukti kalau senyuman menghadirkan rasa aman, tetapi tidak sembarangan senyuman, karena hati bisa merasakan melalui penglihatan. Mata, hati dan jiwa memilik koneksi yang tak bisa dijelaskan dengan kata. Hanya lewat rasa.
Menjaga Kesehatan Mental dengan Memilih Bacaan yang membangun
Selamatkan mentalmu dengan menjaga penglihatanmu terakhir, tentang memilih bacaan. Terlebih era saat ini, begitu banyak informasi datang dan pergi dan tanpa sempat memahami lebih jauh, sudah tergantikan yang lain. Dinamis.
Tidak semua bacaan baik buat diri, tidak selalu memang kita butuh informasi yang terlihat membangun, tetapi hal-hal yang nyata boleh di lihat, hanya cukup sebagai informasi, tidak perlu menjadi asupan pikiran. Cukup tahu saja.
Ketika membaca tulisan seorang blogger tentang stoick, Aku sangat setuju dengan apa yang jabarkan. Terutama kalimat Menyaring Emosi yang Masuk dan Tidak Semua perlu Kita Masukkan ke Dalam Kepala, semuanya bisa di filter oleh mata kita.
Selamatkan mentalmu mulai dari jaga penglihatanmu. Memilih bacaan yang membangun. Walau kadang terpikir itu hanya terlintas dan tidak bermaksud untuk diingat. Tetapi mata kita ini indra yang kadang tak sepenuhnya kita mengerti perannya.
Perlu ketegasan dari diri sendiri, jika ada informasi lewat, tidak perlu terlalu detail membacanya, cukup garis besar sebagai pengetahuan. Karena apa yang sudah terekam akan tertinggal dibawah alam sadar.
Akhirnya
Selamatkan mentalmu dengan menjaga penglihatanmu. Pandanglah yang indah-indah seperti bunga, senyuman dan bacaan yang membangun. Memberi rasa energi baik, merawat kesehatan mental. Sederhana saja.
Lalu,
Untukmu, apa hal indah terakhir yang kamu lihat hari ini, dan bagaimana itu memengaruhi rasamu? sharing di kolom komentar yuk.
Jakarta, Desember 2025
Ditulis sambil membayangkan wajah-wajah penerima bunga saat berbagi di CFD.


17 Responses
Salah satu kenikmatan yang saya sendiri rasakan ketika pindah ke rumah baru yang ditempati sekarang adalah karena kita tinggal di lokasi yang dekat dengan perkebunan. Nikmatnya adalah ketika membuka pintu, pemandangan kita adalah daun-daun hijau yang menyegarkan dari tanaman-tanaman yang ditanam para petani. Ini jalan ninja banget buat pemandangan jadi adem dan mental kita pun ikut calm
dulu kalau berbicara tentang mental ujung2 ya ke sakit mental seperti depresi dll. Sekrng aku pelan2 faham about mentalhealth, rasa tenang, seimbang itu hal tentang mentall yang kadang lupa. Sehari-hari aku ngurus tanaman2 di teras rumah ka, ada bnyak alhamdullillah liat mereka dimakan ulet aku sedih , lihat merekaa tumbuh hijau ah senang nya hatiku
Baca ini aku jadi ingat beberapa komenmu ditempatku Mbak.. Heartwarming.. ❤️❤️
Tapi beneran, aku sendiri mendekati akhir tahun lebih suka di rumah dan menghabiskan waktu sama anak dan buku² yang belum terbaca. Aku tipe yg kalau ketemu orang suka sulit cari obrolan, jadi biasanya cenderung diam mengamati apa kira² yang ada dalam pikiran orang yg kutemui itu. 😁
Cara boleh beda dalam menjaga mental, tapi hal² indah selalu menyenangkan tak hanya untuk mata tapi juga hati. Seperti teras sapa yang sempat kuintip di IG.. 🥰🥰
Secara fitrah manusia memang suka keindahan. Manusia yang sehat secara mental pasti memcari dan menyukai keindahan. Jika terjadi di luar itu, sudah dipastikan ada yang salah dengan mentalnya. Jadi benar, melihat yang indah, memilih bacaan yang sesuai adalah salah satu kunci merawat kesehataj mental.
Kalau terbiasa melihat hal-hal yang indah memang bakalan memberikan hal positif yang indah juga. Apalagi yang dilihat ada bunga yang sedang mekar, dapat memberikan nuansa hangat dan tenang tatkala melihatnya
Turut merasakan kebahagian ketika melihat bunga mekar, indah membuat mata terhipnotis dan senang melihat nya. Maka tak heran saat Teras Sapa membuat agenda membagikan bunga ke orang-orang yang sedang berolahraga menghadirkan banyak senyum, bahagia. Tersentuh juga pastinya dengan sapaan dari orang yang full senyum lalu kasih bunga.
Sayangnya aku tidak bisa ikut terlibat di kegiatan tersebut, padahal sangat tertarik tetapi kondisinya sedang kurang baik masih pemulihan. Semoga di kesempatan lain bisa gabung.
Makasih sudah mengingatkan terkait kuatnya pengaruh mata untuk kesehatan mental. Mari melihat hal-hal yang indah agar mental jauh lebih sehat.
Dari mata turun ke hati, ungkapan ini sepertinya pas menggambarkan tentang kerja mata. Pemandangan yang indah akan mengirimkan sinyal pada otak dan hati untuk berkata ‘lihatlah aku maka perasaanmu akn menjadi hangat dan tenang, duduklah di dekatku sejenak menikmati waktu bersamaku’
Berhubung aku petani, aku seneng bgt kalo bunga tanamanku mekar. Itu artinya, bakalan jadi buah dan sumber cuan. Hehe.
Masalahnya, kalo hujan gini emg suka bikin rontok tuh bunga. Buah bakalan nggak jadi deh. Tp aneh jg sih. Desember yg biasanya hujan lebat, di tempatku tuh malah jarang hujan. Sekalinya hujan lgsg gede bikin tanaman ambruk. Ini yg kdg bikin sedih mkn bertambah deh.
Mata adalah jendela jiwa dan memang betul kita harus bisa menjaga mental kita dengan menjaga penglihatan ketika kita melihat yang buruk dan juga tidak baik otomatis kita mengotori jiwa kita tapi ketika kita melihat hal-hal yang baik otomatis apa yang di dalam akan ikut menjadi baik juga
Mau donk dibagiin bunganya hehe.
Nggak tahu kenapa kalau dapat bunga tu bawaannya jadi hepi yaaa. Tapi pada intinya kalau dikasi sesuatu sama orang tu merasa kek dapat perhatian gitu, jadi merasa nggak sendirian lagi.
Apalagi di masa sekarang banyak sekali keburukan2 dipertontonkan, kudu bener2 bisa menjaga mata supaya nggak terus2an melihatnya.
Sesekali alihkan pandangan untuk bisa melihat hal2 indah supaya mental tetep sehat yaa.
Iya mba Nike…betul banget apa yang ditulis di artikel mba….mata kita biar fresh dan tenang jiwa yaa mesti melihat hal² yang baik dan memberi kebahagiaan. Saya juga suka melihat bungaa…apalagi bunga² dwngan warna² memukau seperti anggrek, mawar apalagi melati putih bersih wangii lagi…sukaa saya mata dem melihat bunga jadi pikiran juga tenang.
Terima kasih, reminder yang penting mbaknik beberapa bulan belakangan ini energimu terkuras dengan berita soal pemerintahan dan ketidakadilan negara ini rasanya lelah ya aku harus mulai fokus pada melihat hal indah, bacaan yang membangun dan hal-hal yang bisa kuatir.. Terima kasih banyak yaa..
Terima kasih reminder yang penting mbaknik beberapa bulan belakangan ini energimu terkuras dengan berita soal pemerintahan dan ketidakadilan negara ini rasanya lelah ya aku harus mulai fokus pada melihat hal indah, bacaan yang membangun dan hal-hal yang bisa kuatir.. Terima kasih banyak yaa.. berarti banget..
Maaff, ka Nik..
Aku jadi tertarik sama hal lain selain membahas mengenai penglihatan.
Ijin tanya yaa, ka Nik.. Memberikan link ke sahabat blogger ini bagian dari program artikel ka Nik atau ikut semacam arisan backlink, ka Nik?
Maaff..
Karena aku tertarik sekali dengan bahasan-bahasan yang inspired by tulisan sahabat blogger lain. Kadang aku juga jadi terinfluence secara gak langsung dengan melakukan hal yang sama seperti tulisan yang pernah aku baca.
((terutama kalo ada rekomendasi tempat makan yang enak ya.. auto inget pernah baca di sini dan sana))
Atau tulisan ka Nik yang selalu memberikan makna yang mendalam.
Aku selalu inget kalo sedang menjalin relasi. Betapa kita sering dipertemukan dengan seseorang dan pasti ada maksud dari Allah.
Menggali makna ini yang bikin aku selalu teringat ka Nik.
Ketulusan.
Terima kasih Lendy sudah mengingat tulisanku.
Soal backlink, sebenarnya ini murni karena merasa sedikit nyambung dan aku membutuhkan link luar sebagai refrensi. Aku mikir kenapa tidak tulisan orang yang aku tahu dipakai.
Kadang aku juga ga bilang ke yang punya link he he he.
menjaga pandangan mata memang bisa berpengaruh sama mental kita ya. kayak sekarang nih negara kita sedang terkena bencana pastinya setiap melihat video atau foto lokasi bencana akan sangat berpengaruh pada perasaan kita. Lalu soal bacaan, kadang memang kalau membaca tulisan yang berat atau isinya mengeluh itu juga memberikan energi buruk buat kita sendiri
Bener banget, kesehatan mental dan fisik itu saling nyambung ya Mbak.. Ini termasuk soal kesehatan penglihatan yang sering kita abaikan. Kadang kita fokus banget ke kerjaan atau gadget sampai lupa istirahatin mata, padahal itu bisa ngaruh ke mood dan fokus juga. Tips-tipsnya Mba Nik seperti biasa sederhana tapi mampu kita berkontemplasi >.< Hal sederhana seperti jaga jarak layar, istirahat rutin, dan perhatikan sinar sekitar biar mata nggak cepat capek. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya jaga penglihatan supaya mental juga ikut terjaga dengan baik yaa Mbaa