#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Skill Life Sederhana yang Sering Diremehkan: 3 Kunci Akar Kehidupan Sejati

Banyak orang sibuk mencari rahasia sukses, padahal skill life sederhana – mulai dari beres-beres sampai menjaga hubungan baik, bisa jadi akar rejeki dan hidup tenang. Begitu seloroh merpati genit, yang heran dengan insan-insan sibuk berjuang mengejar keberhasilan tetapi melupakan akar kehidupan.

Dan aku sendiri setuju dnegan apa yang dikatakan merpati itu, karena dalam langkahku sudah terbukti.

Setiap kita punya peran dan masing-masing punya cara untuk berusaha melakukan terbaik, tetapi perlu, sekali waktu sejenak mencerna kembali, apakah langkah sudah sesuai aturan kehidupan, atau jangan-jangan karena tidak paham, langkah lima tahun ternyata hanya butuh setahun saja.

Mirisnya lagi ketika disadari, ternyata itu semua tidak mengasah, atau mempertajam skill life sederhana yang sering diremehkan. Betapa seringnya melupakan akar kehidupan, yang sejatinya hal utama yang perlu dipertajam.

Sederhana tapi sering menyelamatkan.

Baca juga: Mainkan Peranmu 1 terbaik – Tentang Rumah Pijakan

Ada tiga skill life sederhana yang sering diremehkan, tetapi menjadi kunci dari kehidupan sejati. Di mana itu semua sudah menjadi bagian langkahku. Selaras juga dalam tulisan onlinedegrees.sandiego.edu.

1. Mengolah & Merawat Kebutuhan Dasar – Skill Life Sederhana

Skill life sederhana yang utama perlu dimiliki adalah memasak, walau aku tergolong tidak bisa memasak tetapi hal ini aku jadikan utama, karena jika bisa memasak, mengolah dan merawat hidup selanjutnya akan lebih mudah.

Mengapa penting mengasah dan mempertaham keahlian memasak?

Siapa yang tidak butuh makan? kebutuhan utama manusia dan seringkali melalui kebutuhan perut itu akan berdampak hal-hal lainnya. Bahkan sebuah kalimat, what you are, what you eat. Karena itu kalau boleh menyesal, waktu kecil aku tidak mempertajam keahlian itu, sementara Ibu seorang juru masak di desa.

Jika memiliki keahlian memasak, tidak hanya memberi kecukupan untuk kebutuhan diri, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan dan keahlian itu akan terus dibutuhkan sampai kapanpun.

Hidupi Kesenangan - Skill Life Sederhana

Selanjutnya skill life sederhana utama dalam mengolah dan merawat kebutuhan utama adalah beberes.

5 alasan kenapa beberes - Skill life sederhana

Jika ada yang tahu siapa gambar diatas, aku yakin sudah paham. bagaimana skill life sederhana merawat kebutuhan dasar kehidupan yaitu beberes, menjadi bagian penting yang perlu dimiliki dan selalu dipertajam.

Iya, gambar diatas adalah seorang Marie Kondo Sang Ratu Beberes Asal Jepang Seorang wanita yang memiliki skill life sederhana tetapi membawanya menjadi tokoh beberes dan menghasilkan karya.

Aku sendiri memang kurang suka memasak, tetapi untuk beberes sangat menyukainya. Saking sukanya, sering kalau datang ke rumah kawan atau kerabat, tanpa sadar langsung beberes tanpa diminta. Dan itu membuat mereka menambah rasa sayang padaku.

Beberes sering dianggap remeh, tetapi sejatinya itu membawa hal-hal baik. Rumah rapi akan mudah mengaturnya. Tempat tertata akan mempermudah menemukan apa yang dibutuhkan. Tidak hanya itu kerapihan dan kebersihan membawa energi baik. Membawa ketenangan.

Sering aku mengatakan bahwa segala sesuatu terhubung, dan dalam hal beberes-pun demikian. Jika skill life sederhana beberes diasah akan terbiasa rapi dan hal itu membuat hati nyaman. Kerapihan menghubungkan kenyamanan.

Siapa yang tidak suka kerapihan dan kebersihan? Bahkan semesta-pun begitu. Buktinya segalanya tertata dan terbentuk keteraturan. Seperti mengapa Tuhan menciptakan tumbuhan lebih dulu sebelum binatang dan begitu juga mengapa manusia tercipta terakhir. Semuanya memiliki tujuan.

Semuanya memperlihatkan keteraturan. Lalu dengan itu kenapa kita tidak menirunya?

Jika memasak skill life sederhana menjadi utama perlu diasah, untuk mencukupkan kebutuhan utama, maka beberes hal yang membawa kemudahan termasuk rejeki. Tidak hanya materi juga kesehatan.

Dengan mampu mengolah dan merawat hal mendasar, kemandirian-pun terbentuk, sehingga peran apapun yang akan diberikan oleh kehidupan akan siap dilakukan.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Beberes Akhir Tahun Wajib Jadi Kebiasaan

Skill Life Sederhana

2. Komunikasi dan Jaga Hubungan

Skill life sederhana yang kedua terkait dengan hubungan baik. Aku mengambil aspek komunikasi dan menabur kebaikan.
Mungkin terlihat tidak umum dan bukan mendasar, tetapi buatku sendiri yang sudah mengasah kemampuan ini, terbukti dengan mempertajamnya, membawa kemudahan dalam hidupku.

Mengasah kemampuan berkomunikasi, mendengar dan bagaimana cara menyampaikan dengan tepat, perlu di asah dengan baik. Karena mengarah pada satu hal yang jarang dipahami, bahwa itu akar kehidupan, memiliki keterhubungan dengan orang lain.

Selain komunikasi, hal membawa keterhubungan adalah menabur kebaikan. Sekecil apapun akan menjadi benih. Bersama waktu bisa jadi sesuatu yang baik, kadang kita tidak duga.

Komunikasi dan menabur kebaikan semacam benih atau tabungan pada hubungan baik.

Baca juga: Menemukan Peran Hidup Saat Rasa Senang dihidupi – Peta Berkehidupan – Kembali Ke Akar #6

Ruangmu - skill life sederhana

3. Kreativitas

Skill life sederhana yang terakhir aku ambil adalah kreativitas. Hal yang perlu di asah dan dipertajam. Ada banyak kreativitas yang bisa membawa kehidupan lebih baik. Namun dalam tulisan kali ini aku mengambil tentang fotografi.

Aku melihat satu hal ini jadi kebutuhan dalam era saat ini. Hampir semuanya memerlukan dokumentasi. Lintas usia, laki ataupun perempuan. Sampai aku berpikir, sepertinya khususnya para lelaki atau suami, skill memotret perlu sekali dipertajam, karena para wanita atau pasangannya akan senang jika difoto apik.

Bahkan skill life sederhana ini jadi bagian penting dikuasai oleh pra staff pramuniaga restoran. Keahlian ini seperti syarat yang tak tertulis, karena jika menguasai dengan baik, pelanggan jadi senang.

Jika customer atau pelanggan suka, bisnis apa yang tidak akan berkembang?

Aku sendiri karena memang suka di foto, tentu tanpa disadari menjadi tahu hal-hal apa yang baik kalau di foto. Ternyata hal itu membawaku pada hubungan baik juga.

Baca juga: Kisah Foto Terbaik 2019 – Cerita Jejak Sukacita

semalam di Bandung - skill life sederhana

Mengapa Penting Diasah dan Dipertajam

Kemampuan dasar kehidupan memang terlihat sepele, tetapi nyatanya itu seringkali menyelamatkan. Untuk mempermudah kamu yang terbiasa gambar, aku buatkan tabel dan sekaligus menjadi alasan mengapa skill life sederhana itu penting diasah dan dipertajam.

Pilar UtamaContoh PraktikMakna & Mengapa Penting
1. Mengolah & Merawat Kebutuhan DasarMemasak, BeberesMenyiapkan makanan dan merawat ruang bukan hanya soal fisik, tapi latihan tanggung jawab. Ia memberi kemandirian, rasa tenteram, dan menumbuhkan disiplin. Tanpa skill ini, hidup sering terasa kacau dan tidak tertata.
2. Komunikasi & Jaga HubunganBerbicara, Mendengar, Menabur kebaikanKomunikasi yang sehat adalah akar dari relasi manusia. Dengan menjaga hubungan melalui kata-kata baik dan kebaikan kecil, kita belajar empati, menciptakan dukungan, dan menghindari kesalahpahaman yang menguras energi.
3. KreativitasFotografi, Ekspresi diriKreativitas membuat hidup lebih ringan dan penuh warna. Fotografi misalnya, bukan sekadar hobi, tapi cara merawat mood, menangkap momen, dan mengasah perspektif. Kreativitas adalah bekal fleksibilitas dalam menghadapi perubahan hidup.

Kembali ke Akar Kehidupan

Seperti pohon yang tumbuh tinggi karena akarnya kuat, manusia pun butuh fondasi yang kokoh agar tak mudah goyah. Dan akar itu, seringkali, adalah skill life sederhana.

Aku mengangkat tema ini sebagai ajakan, terutama bagi para orang tua, untuk menjadikan skill life sederhana sebagai hal wajib yang diasah. Di tengah kemudahan teknis zaman sekarang, kemampuan seperti memasak, beberes, berkomunikasi, menjaga hubungan baik, dan bahkan fotografi, bukan sekadar tambahan, tapi fondasi hidup yang perlu dikuasai.

Kalau hidup adalah pohon, skill life sederhana adalah akarnya. Menurutmu, akar mana yang paling sering kita abaikan? Tulis pendapatmu yuk di komentar – biar kita saling belajar dan bertumbuh.

Skill Life Sederhana

Jakarta, Agustus 2025
Ditulis setelah menikmati jernih birunya langit. Sungguh indah.

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

17 Responses

  1. Setuju banget! Dan di era sekarang di mana semua tampak mudah, nyatanya ya bisa memudarkan life skill rimba kita sebagai manusia. Nggak bisa masak Gofood, sesekali ya ok sih tapi kalau tiap hari juga kasihan dompet, kasihan juga tubuh. 🙁

    Dan BTW, sadar atau tidak, skill-skill tadi itu bener-bener ngingetin ujaran-ujaran orang tua jaman dulu. Misal tentang pentingnya beres-beres yang bersih kayak “nyapu nggak bersih nanti pasangannya berewokan”. Nah, secara nggak langsung sebenarnya bukan masalah nggak logisnya, tapi makna apa yang ingin mereka sampaikan. Dan … masih banyak kata-kata orang tua jaman dulu yang sejatinya ya, punya tujuan di masa depan. 😀

  2. Ternyata benar, komunikasi itu skill life sederhana tetapi mampu memporak-porandakan keluarga jika tak dimiliki
    Rasanya sesak jika semua diam sementara masalah sudah menyerap kemana-mana
    Diminta bantu solusi tetapi hanya bisa diam bahkan tanpa kode apa pun
    Benar-benar malapetaka

  3. Betul sekali kak. Kelima skill di atas penting untuk bertahan hidup. Masak saya nggak bisa-bisa banget tapi suka. Beberes itu juga menyennagkan. Lingkungan berantakan bikin mood nggak bagus. Komunikasi itu kunci hubungan baik dengan siapa pun.

    Berbuat baik juga sangat penting karena saya percaya setiap kebaikan yang kita lakukan akan berbalik pada diri sendiri.

    Yang terakhir kreativitas. Ini bisa membuka berbagai peluang. Entah untuk menghasilkan uang atau sekedar mengusir kebosanan.

  4. Agree mbaaaa. 3 kill di atas basic banget sih. Yg seharusnya semua orang kuasai.

    Baca part yg mba nik suka beres2, bahkan kali ke rumah temen, aku jadi inget temen SD ku, dia pun orangnya pembersih.

    Pembersihnya dalam artian, kebangetan. Pas kami ke rumah nya, semua terlihat rapi, tanpa debu, tersusun cantik, tapi jujur terasa dingin.

    Apalagi kalo kami masuk kamarnya, sedikitpun kami ga boleh berantakin barang2 dia. Dan kalo ambil sesuatu, mesti taro lagi di tempat. Dan ternyata itu Krn mama nya dia begitu, jadi nurun ke semua anak. Cuma gimana yaa, aku ga bisa bayangin anak SD, udh terlatih rapi begitu, berarti pas kecil aku ga yakin dia bisa menikmati mainan. Kasian sih

    Trus skill komunikasi. Ini paling penting. Suamiku bisa di posisi skr, Krn skil komunikasi dia juara. Supel bangettttt, bisa masuk ke semua kalangan, dari atasan pejabat tinggi, sampai ke bawahan. Jadi orang2 di atas dia pun notice. Dan akhirnya jadi banyak ditawari Macam2 posisi.

    Beda Ama aku yg ga bisa langsung cepet akrab. Ketemu orang aja milih2 🤣🤣. Kalo blogger oke, tp yg di luar itu agak mikir lamaaaa banget hahaha. Padahal dengan punya banyak koneksi ke berbagai orang, itu akan mempermudah hidup.

  5. Jujurly aku tu tipe yang gak diajarin ibuku masak dan emang akhirnya gak suka ke dapur, tapi begitu menikah juga gak suka masak, ditambah suamiku lebih pinter masak wkwk. Tapiiii semua berubah saat punya anak dan ada keinginan kasi makanan rumahan, yawda akhirnya masak deh.
    Trus sekarang anak2 masih SD mereka dah aku ajarin masak, semoga nanti bermanfaat buat masa depannya. Khususnya yang cowok biar gak ngandelin istrinya soal ngisi perut 😀
    Wah soal skill komunikasi ini yaaa kalau buat intopret kyknya emang butuh ya biar bisa mengeluarkan uneg2nya, kalau buat ekstrovert supaya bisa menjaga mulut dan tingkah lakunya haha.
    Terakhir soal kreativitas, yes, minimal kita punya satu hal di mana kita jago di situ dan bisa bikin hidup kita lebih berwarna, syukur2 bisa menjadi sumber pendapatan 😀

  6. Tiga skill yang dikupas tuntas diatas memang beneran berguna sekali dalam menjalani kehidupan. Sebelum sakit paru, aku hobi memasak camilan dan membuat kue. Lewat kedua hobi tersebut, aku bisa menambah pundi-pundi cuan. Apalagi aku senang membuat WA story, IG story untuk memasarkan makanan homemade tersebut. Sekarang aku harus sabar sampe Oktober, kalau beneran sudah sehat dan bersih dari sakit paru² barulah aku mulai lagi cari tambahan via masakan.

    Nah, berbenah rumah terlihat sepele dan biasa saja. Padahal banyak banget manfaatnya. Melatih diri buat lebih teratur dan bersih. Pastinya makin terhubung sama banyak kebaikan.

    Terkait komunikasi pun ini beneran penting banget sih. Dalam setiap hal dibutuhkan komunikasi yang ngena dan membuat lebih terkoneksi. Apalagi diimbangi sama kreativitas makin double combo ya.

    Terima kasih mba Nik, sudah mengingatkan kemampuan dasar yang seharusnya lebih terasah agar hidup terasa semakin membaik dan nyaman.

  7. sampai sekarang, aku ga suka beres beres mbaaa🤣😷 Ndilalah suamiku agak freak soal kerapian.
    jadi kami bagi jon desk.
    saya yg berantakin, dia yg rapiin. 😴😷🙏

    tapii klo masak, aku mulai demen sih.
    walo rasanya kadang agak di luar nurul qkqkqkqk

    ya bertahap lah yaa. insyaAllah makin membaik 💐🪷🌻

  8. skill life sederhana yang mungkin diacuhkan oleh beberapa orang. Aku sendiri dulu suka mencatat resep-resep masakan, meskipun nggak direalisasikan, karena masih sekolah kalau ga salah.
    Sekarang, meskipun bisa dibilang jarang masak besar, karena yang masak bukan aku kalau dirumah, minimal untuk masak simple juga bisa. sekarang juga udah canggih, aku pernah masak sekedar oseng-oseng masih nyontek resep dan setelahnya jadi lancar

    skill lain seperti komunikasi perlu juga nih, kalau buatku yang mana aku sadari, kalau kalau ngomong pun masih belibet juga.

  9. Setuju Mba semua skill ini wajib ada, jujur aku lagi keberatan mendidik anak sulung perempuanku yang skill beberes-nya masih dalam kategori rendah sekali ya ampun kamarnya sudah kayak kapal pecah, sampe capek aku sering nasehati dari nada Do hingga Si namun tak kunjung berubah. Adakalanya ia beresi jika ada maunya *ada udang dibalik batu* wkwk

  10. Saya bersyukur karena sejak saya kecil, 3 skill dasar ini sudah diajarkan oleh ibu saya. Punya 5 anak dengan 4 laki-laki dan 1 perempuan, ibu saya tetap meminta anak laki-lakinya membantu setiap proses masak. Akhirnya lama-lama bisa masak juga hehehe. Lalu soal beberes pastinya. Dan mulai dari kepentingan pribadi dulu. Beresin tempat tidur , rak buku, lemari baju dan lainnya. Lalu setiap masak, ibu saya menyuruh mengantar ke tetangga. Jadi saya diajarkan juga untuk mulai membangun komunikasi di luar rumah.

  11. Sepertinya ada orang yang menonjol di beberapa life skills, namun kurang di bagian lain.

    Dan aku setuju, meski independent women, yang namanya skills memasak dan beberes ini perlu banget.

    Kalau aku amati, karakteristik penataan rumah seseorang bisa jadi cerminan bagaimana otaknya bekerja dalam menghadapi masalah.
    Huhuhu.. dan sayangnya, rumahku berantakan. Huhuhu.. seringkali aku terpaut dengan beberapa barang dengan dalih “penuh kenangan”. Dan ini bikin rumah kayak gudang yaa..

    Padahal kalau “dilepaskan” pun, aku gak nyari kok!

  12. 3 skill ini basic banget sebenernya, tapi prakteknya mustiii banget diasah terus biar update dan relevan. Masak, itu musti pinter-pinter di tengah kondisi ekonomi yang gak pasti ini. Musti bisa ngatur biar keuangan nggak blasss cuma karena masak serampangan.
    Beberes juga butuh konsentrasi dan seni. Sementara komunikasi itu juga perlu dilatih tiap hari, sebab beda orang beda pula cara berkomunikasi kita. Yhaaa, begitulah mbak, nnamanya manusia ya.. kadang yang diucapnya A, sampenya malah B.

    Anyway, makasih udah menuliskan ini mbak. Aku jadi keinget lagi zaman-zaman dulu awal ngerantau, bahkan sekedar lipetin baju aja aku gakbisa hahaha

  13. Klo liat Marie Kondo tuh antara lucu dan salut. Ternyata beberes juga ada ilmunya, ada teorinya yg bikin dia jd tokoh terkenal sedunia.
    Bener kata mbak Nik, skil sederhana seperti beberes dan masak itu terlihat simpel tapi penting juga

    Dan aku agak miris melihat anak zaman now yg mostly skill beberesnya jauh dari cukup. Dari kreativitas mungkin ok, tp untuk sekedar beresin properti sendiri aja syulit. Ini pengalaman sendiri punya anak gen z ya 😁

  14. Setuju banget tiga life skill itu penting banget.. apalagi kreativitas ya sebagai penulis hal ini penting banget biar daku bisa terus berkembang dan berkarya Mbak… harus diasah terus dengan berbagai cara..

  15. Saya setuju dengan Kak Nik, kalau memasak adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki semua orang. Memasak itu keterampilan yang sebaiknya dimiliki baik pria maupun wanita. Perempuan apapun jabatannya di luar sana, sepertinya tetep harus bisa memasak minimal masak air. Buat saya memasak itu sebuah panggilan jiwa untuk memberi cita rasa cinta dalam keluarga.

  16. iya sih kak.. bener itu lifeskill dasar itu sebenarnya wajib dimiliki semua orang, masak beberes itu bukan cuma tugas wanita.
    soalnya kalau lagi sendiripun kalau ngga bisa ya bingung. aku lagi ngajarin anakku yg sd beberes sama masak, Alhamdulillah pelan2 kelas 3 kemarin udah bisa beberapa menu. semoga tetep semangat buat belajar terus.

  17. Aku tuh gimana ya Mba
    Suka bilang membiasakan berkomunikasi untuk latihan bersosialisasi sebagai life skill ke anakku.. tapi dijawabnya “aku introvert” huhuu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink