Tahun ini genap sepuluh kali aku menghilang saat ulang tahun. Tanpa orang yang dikenal, tanpa sinyal, dan kali ini di Jepara. Aku tidak sedang mencari makna, hanya memberi ruang khusus pada diri.
Deburan ombak dengan sinar mentari menuju matahari terbenam, tarian angin bersama batang pohon kamboja, menemaniku mengingat alasan mengapa memilih menghilang saat ulang tahun.
Korden merah disampingku seperti ingin merangkulku, seakan paham bahwa sudah ke sepuluh kali, tetap saja ulang tahun sendiri tanpa orang yang dikenal. Bukan tidak berterima kasih pada hidup, begitu banyak orang yang sayang padaku, tetapi tidak mengizinkan mereka merangkulku dalam kasih pada hari lahirku.
Setelah berpisah dengan seseorang di tahun 2016, memilih untuk menghilang saat ulang tahun, harapannya dengan bertemu orang-orang yang tidak dikenal bisa meluaskan perkenalan. Dan juga ketika tanpa sinyal lebih utuh hidup hari ini tanpa ada distrasi sosial media.
Selain itu, aku sendiri memang paling suka dengan hal-hal baru, kota baru dengan kebiasaan mereka selalu membawa energi baik dan menambah pengetahuan bagaimana hidup melakukan prosesnya.

Kali ini aku melihat bagaimana hidup berjalan dengan tenang di kota penghubung dengan salah satu tempat snorkling terbaik di Indonesia. Jepara.
Namun sebelum sampai di Jepara, ada jejak panjang yang membentuk langkah-langkahku. Sebagai gambaran bagaimana aku melihat secara langsung hal-hal baru memberi pengalaman dan menjadi pengetahuan hidup dalam langkahku.
Tahun ke-10 Menghilang saat Ulang Tahun
Tahun ke-10 merayakan genap usia, tanpa orang-orang dikenal dan semuanya memiliki energi sangat baik. Awalnya tidak menyangka, kalau kebiasaan menghilang saat ulang tahun membuatku ketagihan. Beberapa kawan sempat bilang, meminta sekali waktu merayakan ulang tahun bersama mereka pas tanggalnya.
Tetapi tetap saja aku lebih memilih menghilang, bukan tidak sayang mereka, tetapi lebih ingin memberi hadiah pada diri. Mengingat kembali waktu lahir, tidak ada siapapun menyambut di hari lahirku.
Hanya Ibu yang melahirkan dan Bapak sebagai suster yang membantu prosesnya.
Bukan, aku bukan mau cerita bagaimana mandirinya diri sejak kelahiran, hanya ingin berbagi, walau tanpa ada yang menunggu, kelahiranku punya tujuan. Seperti saat tenang hari ini, iseng mencari tahu, apa saja terjadi di tanggal 5 Januari dalam sejarah.
Aku menemukan hal-hal yang unik dalam sejarah di tanggal 5 Januari, terutama dalam negeri diperingati hari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dan aku melihat setiap peristiwa akan menjadi sejarah, termasuk kelahiranku, ada kisah ada sejarah.
Kemudian, kisah kelahiranku dengan menghilang saat ulang tahun sejak 2017, menjadi catatan khusus langkahku. Memberi warna indah. Mengenal lebih dekat tempat baru dan menjadikan kisah tersendiri.
- 2017 – Semarang – Sendiri Tapi tidak Sepi
- 2018 – Pontianak – Istimewa
- 2019 – Ambon – Pesonanya
- 2020 – Purwokerto – Lahirnya Peta Hidup
- 2021 – Jakarta – Pandemi Staycation
- 2022 – Jakarta – Staycation
- 2023 – Maumere – Best Part
- 2024 – Banyuwangi – Panggilan
- 2025 – Bandung – Staycation
- 2026 – Jepara – Kesepuluh
Lima tahun pertama, semua perjalanan punya rencana, walau akhirnya selalu bertemu dengan kota yang bukan tujuan awal. Dan tahun sesudahnya, semuanya dadakan. Terlebih tahun lalu dan saat ini, keuangan sedang merintih, tetapi tetap ingin merayakan dengan diri sendiri. Tanpa rencana tetapi terjadi.
Semuanya bertemu dengan tempat yang sesuai kondisi keuangan. Walaupun begitu, waktu selalu mengatur terbaik dan memiliki tujuan. Seperti halnya di Jepara ini, aku menemukan hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Melihat kota memiliki kuliner yang lezat dan ada tempat menarik yang bisa dinikmati malam hari. Diluar Jepara sendiri sudah anggun dengan sejarahnya.

Kuliner, Alun-Alun dan Resto – Warna Manis Jepara
Jika disebut kota Jepara, pasti akan langsung teringat tokoh wanita Kartini, selain itu ada juga yang mengingatnya dengan mebel kayu. Juga akan langsung ingat pulau keindahan bawah laut dengan keindahannya- Karimun Jawa.
Semuanya yang disebutkan memang jadi alasan, mengapa akhirnya memutuskan menjadi kota menghilang saat ulang tahun di 2026. Selain alasan itu, utamanya karena masuk dalam anggaranku.
Kisah detail perjalanan dan bagaimana aku menikmatinya, akan menjadi cerita tersendiri dalam tulisan terpisah. Saat ini, aku bercerita dengan bagian besarnya dulu.
Hal utama yang aku temui di Jepara ini adalah kuliner yang selalu dicari orang, tidak hanya yang baru datang tetapi juga orang setempat. Kuliner Warung Makan Khas Karimun dengan ikan pindang serani dan ikan bakar serepeh-nya.
Ketika aku menikmatinya, benar-benar sesuai apa yang direkomen. Hal wajib di nikmati jika ke Jepara.
Lalu setelah makan, aku berjalan kaki ke arah alun-alun, ternyata tidak jauh dan beruntungnya aku mendapatkan suasana yang manis, saat itu setelah senja seperti biasa akan hadir blue momen.

Aku bersyukur mendapat blue momen ini, hal manis sehari sebelum ulang tahun. Esoknya aku jalan kaki sekeliling penginapan dan banyak hal menarik kutemui termasuk resto, yang ternyata menjadi tempat orang-orang menikmati waktu dan ketika aku kesana, tidak salah apa yang tersiar tentang resto Jepara Marina.
Tempatnya nyaman dan masakannya enak. Sore tadi aku memesan pizza dan sungguh ini rasanya enak banget. Walau makan sendiri, tidak mengurangi sedikitpun rasa lezatnya.
Tetap Sendiri dan Selamat datang Usia Baru
Ternyata di usia baru di tahun 2026, aku tetap sendiri. Ketika menikmati pizza dengan lilin yang aku minta sendiri dari pegawai resto, meniup sendiri aku mendapati diri terasa asing. Biasanya selalu ada saja orang-orang yang memberi kejutan disekelilingku, walau tidak kenal.
Kali ini aku disadarkan, rasa sendiri sesungguhnya. Tidak merasa sedih karena akhirnya, ada kejutan manis dari hidup di ujung hari tetap aku dapatkan, Aku diantar pulang oleh pegawai resto dan dia mengucapkan selamat ulang tahun dengan doa yang membuatku tersenyum.

Akhirnya,
catatan ke-10 menghilang saat ulang tahun di Jepara mengantarkanku pada diri dengan ucapan.
Selamat datang usia baru dan mari isi dengan berkehidupan.
Jepara, 5 Januari 2026
Ditulis saat sore hari dan bagian akhir setelah menikmati malam di resto Jepara Marina.


3 Responses
Huaaa Kak Nik. Jepara itu tempat kelahiranku dulu, dan alm mbah rumahnya di sana, juga ada banyak saudara di sana. Jadi kalau lebaran mudiknya ke sana.
Asyik kan? meski panas wkwkkw.
Habis baca ini jadi pengen makan pindang srani.
Sempat nyobain sate kerbau kah? eh sebenernya itu khas Kudus.
Happy belated birthday yaa.
Mba Nik, keren sekali karena memutuskan untuk bepergian ke Kota asing saat ulang tahun kemudian sengaja mematikan koneksi internet. Ini sebuah keputusan yang patut ku kasih dua jempol, salut sekali. Apalagi tahun sekarang menjadi tahun kesepuluh.
Jepara dan pesona nya. Sungguh sebuah Kota yang amat indah sekali. Aku suka banget ngeliat hasil jepretan mba dan syukur banget ada pegawai resto yang mengantarkan pulang serta mengucapkan selamat ulang tahun 🤩🤩🤩 selalu ada orang baik di sekeliling mba.
Semoga tahun kesebelas nanti ada banyak kebaikan yang datang pada mba. Semangat dan sehat-sehat mba 😇
Waaahh menarik, ini menghilang saat ultah buat refleksi diri juga ok ya mbak momennya.
Aku belum pernah ke Jepara niihh, penasaran sama kotanya RA Kartini ini. Emang udah deket banget sama Karimunjawa yaa kata orang2.
Penasaran kenapa dinamai Jepara Marina apa deket ma marina/ pelabuhan/ laut?
Lho mbak justru karena makan sendiri, pizzanya makin lezat karena nggak perlu dibagi2 😀
BTW happy birthday mbak Nik, Eh ultahnya 5 Januari? Samaan kek ultah anakku 😀