Random Thoughts

Semua Akan Kembali Padamu…. Pada Akhirnya

Pernah mengalami ketidakadilan di pekerjaan??

Rasanya banyak ya yang mengalami hal ini, semoga kisahku ini menjadi perenungan bersama.

Waktu itu, siang hari aku dipanggil oleh HRD di mana aku bekerja. Dengan tanpa penjelasan yang detail saya di-PHK, dengan alasan yang tidak masuk akal. Saksi kejadian itu masih ada dan masih berteman baik sampai saat ini.

Saat menerima hal itu, aku hanya bisa menerima dengan ikhlas, tidak ada perlawanan ataupun hal yang lain. Yang kurasakan waktu itu hanya kecewa, sedih tapi tidak membuat marah.

Semua proses pemutusan kerja, surat ataupun gaji dilakukan pada saat itu juga. Sambil menunggu proses surat dan gaji diterima, aku melakukan proses serah terima pekerjaan ke rekan kerjaku.

Tidak ada tangis. Tidak ada kemarahan. Hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Aku pamit ke semua rekan dan atasan, berterima kasih untuk semua hal yang sudah dialami bersama dan tidak lupa memohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan di saat kerjasama.

BERTANYA

Akhirnya sampai di kos, semua air mata yang kubendung sedari tadi. Tumpah semua. Aku menangis dalam doa. Kukatakan Tuhan, apa rencanaMu padaku hingga aku menerima hal seperti ini.

Aku merasa tidak pernah melakukan hal yang menyimpang dariMu.

Waktuku aku abdikan dalam pelayanan dan bekerja. Tiap pagi, bangun, tujuanku hanya bekerja sungguh-sungguh, tidak sedikit pun aku menyia-nyiakan waktuku untuk tidak bekerja dengan baik.

Kebiasaanku adalah selalu menumpahkan emosi ke dalam doa.

Esok paginya aku bangun dengan lemas, tidak ada yang bisa aku lakukan, rekan kantor tetap berhubungan baik. Hari-hari aku lalui dengan mencari pekerjaan. Berapa pun gajinya, aku lakukan asal bekerja. Karena prinsipku sambil menunggu kerjaan yang sepadan untuk hidup, aku harus bekerja.

Tidak mau membuang waktu hanya menghabiskan tabungan, tidak ada kata gengsi dalam hidupku, asal tidak membuat Tuhan sedih dan melukai orang lain, apa pun aku lakukan.

Waktu berjalan, hingga suatu saat rekan kantor yang memecatku datang meminta pertolongan kepadaku untuk membantu menyelesaikan laporan bulanan, apa yang kulakukan?

Aku datang ke kantor itu, kembali dan memberi bantuan, tanpa digaji.

Ada banyak teman yang menasehatiku untuk tidak melakukan itu, untuk apa? Kan kamu sudah di buang, biarkan mereka usaha sendiri mencari solusi dalam permasalahan mereka, itu kata teman-temanku.  Tapi hatiku berkata, Bantulah.

Dalam hidup, aku selalu mengikuti kata hati, karena benar kata satu ungkapan hati itu mendekati kebenaran.

Aku datang dengan niat baik, membantu menyelesaikan laporan karena kebetulan di tempat kerja baruku masih tidak terlalu menyita waktuku. Hal ini aku lakukan berturut-turut selama tiga bulan hingga rekan yang menggantikanku bisa melakukan dengan baik.

Sekali lagi, sahabatku bilang padaku hal terbodoh yang pernah dia lihat adalah kelakuanku,

DIBUANG, MENOLONG DAN TANPA DI BERI UPAH…

Ha ha ha ha, bodoh mungkin ya, tapi apakah itu benar bodoh ?

Jawabannya adalah ketika aku MELANGKAH terus dengan hati tulus. TETAP BERBUAT BAIK tanpa harus memikirkan apa yang akan diterima.

Waktu berlalu, aku mendapatkan pekerjaan yang sesuai kebutuhan. Tahun demi tahun berganti, ada beberapa perusahaan di mana aku bekerja, selalu ada kesempatan lebih baik yang ditawarkan.

Namun aku bukan orang yang kutu loncat. Proses keluar masuk ke satu perusahaan minimal setahun masa kerja. Hingga suatu saat, akhirnya aku dihadapkan suatu pilihan yang harus memutuskan keluar dari pekerjaan, di saatbelum ada bekerjaan menanti.

Belum ada sebulan ada satu tawaran dari seorang sahabatnya sahabatku membutuhkan jasaku di perusahaannya dia bekerja. Saat itu prosesnya sangat cepat. Yang aku lakukan hanya email CV, sertakan gaji yang diminta.

SEND

Dan balasannya adalah: ‘bisakah gaji dinego?’ Aku bilang tidak bisa (ha ha ha setelah dipikir-pikir songong juga ya. Tanpa ada kerja tapi negosiasi gaji gak diterima, seperti biasa hatiku waktu itu berkata katakan tidak).

YESSS permohonan Gajiku di terima dengan balasan email OK , MINGGU DEPAN KAMU LANGSUNG MASUK , TTD KERJASAMA dan LANGSUNG DI TERIMA SEBAGAI STAFF (tanpa masa percobaan).

WOOOUUU inikah hasil dari sebuah kesabaran yang sudah kutabur? itu yang menjadi pemikiranku waktu itu, hanya berijasah SMEA, bahasa Inggris kurang memadai. Dan hanya bermodalkan pengalaman aku diterima di perusahaan yang berlokasi di kawasan Sudirman dan mendapatkan gaji sesuai kemauanku.

Waktu itu memang ajaib, salah satu sahabat terbaikku. Dia selalu memberi jawaban di setiap pertanyaan yang tidak terjawab. Yang perlu aku lakukan hanya SABAR.

Sampai detik ini dan tulisan ini dibuat, aku masih bekerja di perusahaan itu dan bisa menikmati indahnya pulau-pulau Indonesia (baca: traveling keliling Indonesia).

Jadi kawan, ada banyak ketidakadilan yang kadang kita dapatkan.

Jangan menyerah, jangan nodai pikiran, hati apalagi melakukan hal yg tidak baik.

TETAPLAH BERBUAT BAIK, sertai KETULUSAN dalam tindakan dan MELANGKAHLAH.

Serahkan semua pada yang mengatur kehidupan, dan lihatlah, semuanya akan dikembalikan kepadamu karena DIA sungguh BAIK.

Jakarta , 20 April 2016

Edited by : Ryan

4 Comments

  1. Leo 3 Mei 2016
    • Nik 3 Mei 2016
  2. dani 19 Mei 2016
    • Nik 20 Mei 2016

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: