Laut Indonesiaku Langkahku

Langkahku di Bumi Pertiwi, Indonesia

Beruntung di lahirkan di Indonesia, Alam menjadi kawanku sejak masa anak-anak, indah ketika aku bisa menikmati hujan di sawah dan sungai.

Bagiku laut adalah tempat paling menyenangkan, pantainya bisa diajak bermain apapun dalamnya bisa kuselami sambil mengagumi berwarna-warni ikan-ikan yang menari, deburan ombaknya pun mengajakku untuk menari, semuanya indah.

Aku selalu mencari kesempatan untuk bisa diajak kemanapun ibu pergi. Mungkin aku mengikuti jejak ibu dan bapak yang memang gemar berjalan-jalan.

Ketika melangkah meninggalkan Bali, aku selalu berharap dalam do’a untuk bisa menjelajahi bumi Indonesia. Ketika saat ini aku melihat kembali langkah di setiap tempat yang aku jelajahi, syukurku kupanjatkan.

Bukan hanya keindahan yang bisa aku nikmati, tetapi ada banyak hal yang bisa aku pelajari saat melangkah di tempat itu. Namun kisah-kisah itu akan aku ceritakan di lain waktu. Kali ini aku hanya akan menceritakan kesan dan bagaimana aku bisa sampai di tempat-tempat itu.

Semua Diawali dari Membaca Peta Indonesia

  1. ACEH bertemu dengannya saat aku dikirim oleh bos ku untuk mengatur keuangan Proyek Pembangunan Rumah Kembali ketika Tsunami melanda Aceh. Senyumnya tidak secantik wajahnya, itu kesan yang aku alami saat itu.

  2.  Medan, pertama menginjakkan kaki disana setelah dari Aceh, Soto Udang membuat aku selalu teringat dengan  Medan.

    Danau Toba Medan

  3.  Sibolga, menikmati dia saat aku silahturami dengan sahabatku.

  4.  Padang, cantikmu sungguh tidak terawat.

  5. Batam, Bintan , terlalu banyak kenangan yang kau beri.

Pulau Bintan

6.    Bangka Belitung, keindahanmu mempesonakan hatiku. Bukan hanya wajahmu saja, tetapi perilakumu membuat aku   ingin berjumpa kembali denganmu.

belitung

7.  Lampung, pedih melihat keadaanmu, namun kecantikanmu tetap menggoda.

 8. Balikpapan, engkau begitu bersih dan terawat, menemuimu karena tugas yang mengutus.

9. Derawan, ah, belum puas aku menikmati indahmu, waktu begitu kejam memaksaku untuk pergi, tunggu aku kembali.

labuan cermin Derawan

10.  Tidak semua hal di bayar dengan uang, hal itu aku rasakan saat melangkah pertama di Bandung.

11.  Semarang, selalu ingin kembali.

12.  Karimun Jawa, kenangan itu menjadi titik awal mimpi untuk Negeri.

13.  Jogja, rumah keduaku setelah Bali, selalu kembali dan kembali.

14.  Solo, rumah ketiga, sahabat seperti saudara yang membuat aku menjadikan dia rumah ketiga.

15.  Surabaya, tidak banyak yang ku kenal tapi langkah inipun ingin kembali kesana.

16.  Malang, keindahanmu membekukan hatiku.

madura

17.  Madura, engkau melebihi apa yang kubayangkan – indah, ramah dan merindukan.

18.  Bali, ingin bosan namun engkau begitu pintar memikat hati untuk aku lebih jauh mejelajahimu.

19.  Lombok, ah, kamu membikin hatiku selalu RINDU.

20.  Kupang , indahmu belum semua aku nikmati.

21.  Lembata, pulau kecil yang begitu menggoda.

22.  Manado, tidak salah aku bermimpi untuk menikmatimu, engkau sungguh penuh pesona.

manado

23.  Makassar, sedikit aku mengetahuimu itu yang membuat aku ingin kembali mengenal lebih dekat.

24.  Selayar – Takabonerate, bangga bisa hidup di Indonesia karena mempunyai kecantikan yang sempurna seperti Takabonerate.

takabonerate

25.  Kendari, masih harus kembali karena belum banyak yang bisa dijelajahi.

26.  Wakatobi, suka diving tapi belum ke Wakatobi? RUGI.

wakatobi

Di Jawa mungkin sudah beberapa yang lain aku jelajahi tetapi rasanya masih banyak yang belum di jumpai di negeriku ini, namun niat hati ini belum mau menjelajahi negeri orang jika belum menginjakkan kaki di Raja Ampat. Semoga Tuhan mengijinkan.

Ah negeriku, engkau penuh pesona. Harapku, semoga anak cucu bisa menikmati pesonamu.

Edited by : Alin Riona

12 Comments

  1. nia nastiti 18 Mei 2016
    • Nik 18 Mei 2016
  2. dani 19 Mei 2016
    • Nik 20 Mei 2016
  3. Samuel 23 Mei 2016
    • Nik 23 Mei 2016
  4. BaRTZap 23 Mei 2016
    • Nik 24 Mei 2016
  5. adelinatampubolon 24 Mei 2016
    • Nik 24 Mei 2016
  6. Andhika Diskartes 24 Mei 2016
    • Nik 24 Mei 2016

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: