#Hidup Berkehidupan

Karena Hidup Tak Hanya Tentang Saya

Mental Generasi Muda Rapuh? Temukan Rahasia Akar yang Tidak Banyak Dibicarakan – Series ke 24

Bagikan

Mental generasi muda rapuh? Lalu, peran siapa sampai hal itu terjadi? Yakinkah kerapuhan itu hanya dimiliki anak muda? Atau jangan-jangan pendidik atau orang tua yang dititipkan penerus, mengatur tumbuh kembang ada terselip kerapuhan diri?

Banyak tanya hadir dalam logikaku. Tahun ini tepatnya, di mana semakin banyak hadir insan-insan yang rapuh pada sesi coaching. Belum lagi teman-teman yang menghadapi teamnya, yang sebagian besar generasi z. Cerdas tetapi rapuh dalam emosi.

Proses pertumbuhannya sudah banyak menjauh dari aturan

Begitu sering aku ungkapkan dalam setiap dialog, jika berhubungan dengan kerapuhan anak-anak sekarang. Generasi yang lahir dua ribuan. Seringkali mereka di labelkan sebagai generasi yang tidak mau berjuang. Aku sendiri merespon itu kadang hanya tersenyum, kadang membenarkan.

Tetapi dalam pembenaran itu, terselip rasa dan tanya mengusik.

Bukankah penerus terbentuk semua dari didikan? Atau mereka terbentuk karena melihat, mendengar dan akhirnya meniru laku kita sendiri. Atau juga karena segala sesuatu di sediakan tetapi tidak diarahkan, bagaimana mengaturnya dengan tepat.

Mental generasi muda rapuh? Lalu, langkah apa yang perlu disadari untuk menghindari hal itu terjadi kembali?

Mental Generasi Muda Rapuh?
Mental Generasi Muda Rapuh?

Kesadaran akan Akar Kehidupan

Pohon kuat karena akarnya kokoh, angin kencang tidak akan merobohkannya.

Aku selalu memakai analogi alam untuk pertumbuhan. Benih akan tumbuh baik bila di rawat baik. Dan aku mengingat akan proses tumbuh kembang anak juga seperti itu. Benih layaknya anak baru lahir, titipan dari kehidupan untuk di rawat oleh orang tua.

Mengapa orang tua?

Karena melalui mereka tunas itu ada. Terlepas lahir dari cinta kasih atau tidak. Apapun alasannya, anak ada untuk meneruskan kehidupan. Itu tugas yang diberikan oleh hidup.

Bersoal tugas, sebelum lanjut menilik soal kesadaran akan akar kehidupan, izinkan aku minta maaf sebelumnya, bilamana tulisan ini, ada yang tidak sesuai prinsip atau aturan yang di jalani. Ini murni adalah opini pribadi berasal dari pengalaman hidup dan belajar dari kisah yang datang padaku.

Mental generasi muda rapuh? sebuah tanya yang berasal dari keresahanku atas persoalan sekitar, dikarenakan generasi muda seperti tidak siap menghadapi kehidupan yang sudah semakin menua.

Lalu disinilah letak pentingnya kesadaran yang perlu dibangun, bahwa proses pertumbuhan tumbuh kembang anak adalah akar dari kehidupan. Pernah aku menulis bahwa pondasi hidup adalah makan dan tidur. Begitu juga dengan tumbuh kembang anak, hal yang perlu di perhatikan adalah bagaimana proses makan dan tidurnya.

Baca juga: 2 Pondasi Hidup Berkehidupan – Saat Kita Lupa Hal Paling Dasar – Tentang Menikmati Hidup

Namun karena ini adalah proses tumbuh kembang, ada satu yang tidak kalah penting untuk di perhatikan adalah proses mandi. Sehingga perlu disadari bahwa akar kehidupan untuk kelak anak kuat dalam menghadapi hidup, bagaimana anak itu dalam menerima tentang makan, tidur dan mandi.

Hal sederhana tetapi begitu kuat perannya. Mengapa?

Mari sejenak luangkan waktu lebih lama, membaca pemikiranku atas mental generasi muda rapuh? mengapa peran tiga hal mendasar kehidupan memiliki peran yang sangat kuat?

Mental generasi muda rapuh? – Dialog Sentuhan dan Kisah

Tiga akar tiga sumber pertumbuhan.

Makan, Mandi dan tidur adalah akar yang paling penting diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak. Melalui itu mereka mengenal penerimaan, didengar dan diperhatikan. Kunci dari kesehatan mental.

Sedangkan dialog, sentuhan dan kisah sebagai sumber pertumbuhannya, sarana merawat bagaimana anak bisa mengenal pokok perkembangan mental yang sehat. Layaknya seperti air yang membawa kehidupan pada pohon, dialog, sentuhan dan kisah adalah air bagi anak-anak dalam proses bagaimana saat makan, mandi dan tidur.

Dan dari ketiga sumber pertumbuhan, KISAH adalah hal yang paling besar.

Sebuah kisah bisa mengubah peradaban dan begitulah anak, semakin sering dituturkan kisah, jiwa akan semakin hidup. Ada emosi yang disalurkan dalam bercerita, dan itu ada dalam proses saat anak makan, mandi dan tidur.

  • Mandi

Seberapa banyak di era sekarang, proses mandi anak dipakai untuk berdialog atau berkomunikasi yang tepat. Ketika anak tidak mau mandi, diarahkan dengan sebuah cerita, ketika menangis atau berteriak ditenangkan dengan komunikasi baik, emosinya diterima dengan baik oleh orang tua.

Selesai mandi ada proses mengeringkan badan. Disanalah letak hubungan intim dengan anak, ada dialog dengan bahasa tubuh. sentuhan hangat dengan ketulusan atas penerimaan, pelukan cinta saat anak dibalut handuk sebelum melangkah memakai pakaian. Sampai selesai disisir, semuanya ada nafas sumber pertumbuhan disana. Dialog, sentuhan dan kisah.

  • Makan

Aku ingat betul saat mengasuh anak. Proses makan adalah cara orang tua mengenal apa yang disukai dan tidaknya. Pahit, manis atau semua rasa akan terlihat dalam prosesnya. Itu adalah cerminan jiwanya, Ketika semua rasa di kecap membawanya pada pengenalan atas emosi.

Ketika pedas, pahit, asam ada rasa tidak nyaman, Manis, gurih ada binar di wajahnya. Di sanalah peran orang tua menyelipkan tentang nilai-nilai hidup yang sederhana. Seperti mengatakan pahit itu tidak enak tetapi baik pada tubuh.

Ketika membaca tulisan seorang blogger tentang Kenangan dalam Semangkuk Mie Ayam di Sukabumi aku hanyut dalam kenangan masa-masa mengasuh anak. Saat memberi makan atau makan bersama, sebuah didikan tersampaikan. Ada cinta kasih tersalurkan. Ada kenangan yang akan terbentuk dan itu sebuah proses SALING didengar, terutama anak ketika didengar akan terasa diterima.

Kelak, kenangan itu akan menjadikan kisah dan itu air kehidupan pada jiwanya.

  • Tidur

Rasanya kalau dilihat hampir semua sudut bumi, sebelum tidur adalah waktu paling baik menanamkan nilai pada anak dan kisah menjadi bagian pentingnya. Dongeng, begitu sebutannya. Kisahnya bisa jadi tidak nyata. Tetapi aku melihat, di setiap kisah yang dituturkan pada anak, ada pesan kuat untuk pertumbuhan anak itu sendiri.

Sebelum tidur diantarkan cerita, atau dibacakan buku cerita-pun bisa jadi sarana untuk membangun jiwa anak lebih kuat. Saat anak tertidur, diberi pelukan dan kecupan, anak akan merasa aman, dan rasa itu yang kelak menjadikannya kuat dalam menghadapi bagai kehidupan.

Dialog, sentuhan dan kisah membentuk jiwa menjadi kuat. Dan masa anak-anak adalah fase paling penting untuk membangunnya, melalui proses makan, mandi dan tidur.

Mental Generasi Muda Rapuh?
Mental Generasi Muda Rapuh?

Rahasia Akar yang Tidak Banyak Dibicarakan

Di balik rahasia akar ini, kita diajak melihat kembali pondasi hidup yang sering terlupakan. Proses tumbuh kembang anak-anak kerap terlewatkan, padahal di sanalah kekuatan masa depan dibentuk.

Mental Generasi Muda Rapuh? Pertanyaan ini penting dijawab dengan penuh kesadaran.

Sudahkah kita bertanggung jawab atas titipan kehidupan?

Bukan soal materi, melainkan emosi yang dikenali, dibangun, dan dirawat dengan penerimaan. Mungkin terasa terlambat, tetapi masih ada generasi selanjutnya yang perlu dirawat prosesnya dengan tepat, agar kelak mereka mampu menghadapi kehidupan yang semakin menua.

Mental Generasi Muda Rapuh? Bagaimana menurutmu? Cerita yuk di kolom komentar.

Serpong, 28 November 2025, 00.29 AM
Ditulis untuk Series Kembali ke Akar setelah miris dengan berita hilangnya tumbler.

Bagikan

Kasih Semangat

Mungkin tulisanku tidak sempurna tapi jika itu menyegarkan, kamu suka, iklas membuatku lebih rajin menulis dengan berbagi rejekimu, silahkan ya.

BCA Ratmini 8831921978 || GoPay, +6281317616161

artikel lainnya

9 Responses

  1. Soal makan ini aku yang berusaha berdialog
    Namun kadang berhasil sepekan tetapi sepekan kemudian beda lagi
    Cuma memang namanya anak kecil apalagi di tengah teknologi canggih sekarang banyak distraksi fokusnya
    Saya cuma berharap mereka kuat pondasinya dari rumah
    Sehebat apa pun godaan dari luar, mereka tetap punya pendirian

  2. Banyak distraksi memang.
    Apalagi dunia tak lagi sama.
    Dan paling kzl banyak ortu yg melabeli “stawberry generation” jadinya ya bocah makin affirmasi beneran lembek ala stroberi beneran.
    sulit jd GenZ atau GenAlpha.
    jadi ortu mereka lebih sulit lagi 😷✌️

  3. Seolah diingatkan, sejak kecil saya selalu menasihati anak ketika tiga waktu tersebut. Mandi, makan dan mau tidur
    Etikanya benar2 saya tanamkan sebagaimana saya ketahui bagaimana etika makan mandi dan mau tidur anak majikan waktu kerja di luar negeri.
    Karena saya yakin, akhlak dasar itu yang setidaknya akan dibawa kemanapun kelak ketika anak dewasa. Entah itu merantau untuk sekolah, kuliah, kerja atau bahkan di kampung halaman istrinya kelak
    Akhlak baik sejak dini yg ditanamkan itu insyaallah akan jadi pondasi kuat yg selalu diingat dan dilakukan anak. Semoga generasi muda kita semua sangat membanggakan ya

  4. Sebenarnya aku kurang setuju dengan kata “generasi Z itu rapuh”. Beberapa teman² gen Z yang kutemui banyak yang terlihat “rapuh” tapi rasa²nya mereka yang melabeli itu datang dari generasi lama, istilah populernya kalau nggak salah Gap Generation. Dan, gap generation ini yang sering memunculkan cap kalau gen z ini begini begitu.

    Tapi kalau dilihat lagi hal yang tak terlihat di belakang. Tantangan mereka juga banyak mulai dari kesehatan mental, distraksi, tuntutan, desakan tekno, dll. Kadang kasihan dengan mereka yang sering disalahpahami begitu sih. Meski di satu sisi, juga ada sebagian mereka yang “rapuh” karena pola² parenting yang “kurang pas”. ❤️❤️❤️

    Semoga Gen Z dan Generasi sebelumnya bisa punya jembatan untuk saling memahami. 🤗🤗

  5. wah aku baru tahu nih terkait filosofi mandi ini bagi orang tua dan anak. Tapi jujur ya kalau dipikir memang di 3 kegiatan ini orang tua dan anak itu terkoneksi dan momen-momen ini adalah waktu yang tepat untuk menjalin kedekatan dengan anak kita

  6. Jadi orang itu memang berdinamika sekali, ya dalam membersamai anak-anak, karena tugas kita tak hanya mencukupi masalah makan saja, tetapi juga yang lebih fundamental adalah membentuk karakternya. Tak melulu harus serius, kita pun bisa tetap mendidik dengan hangat agar mereka tumbuh menjadi sosok yang tak rapuh

  7. Jadi kepikir juga kenapa generasi jaman now kok kayak melempem. Apa memang seperti yang diuraikan Kak Nik ya, kurangnya komunikasi dalam keluarganya terhadap hal² yang dekat dari urusan makan, mandi dan tidurnya? Sebab kalau komunikasi kurang terjalin ya tentunya bisa memberikan dampak kurang baik kedepannya

    1. Teringat pepatah ‘Didiklah anakmu sesuai jamannya’ hal ini menjadi pondasi untuk pola asuh anak. Saya pun masih berproses menjadi orang tua, karena seorang anak nanti menjadi seperti apa itu tergantung juga pada pola asuh. Sebagian dari diri ini pun tak sepakat jika ada yang menyebut gen Z rapuh, sebetulnya tidak juga. Mereka bertahan pun dengan versi mereka dan itu dipengaruhi pola asuh ortunya. Cara mendidik mereka pun berbeda, lebih banyak mengandalkan komunikasi dan ortu ga boleh wegah melakukannya. Tuntutan jaman pun sudah berbeda. Generasi tangguh pun berproses. Banyak juga gen Z yang tangguh kok, berarti ortunya berhasil mendidik nya bukan

  8. Kerasa banget dengan segala yang terjadi saat ini.. tidak bisa disalahkan serta merta karena pengaruh instannya informasi. Bahkan, generasi anak dan cucu kita ini adalah kita sendiri yang melahirkan yaa..
    Jadi bener banget, ka Nik..

    Mereka yang muda saat ini adalah berkat hasil pendidikan kita, generasi sebelumnya. Yang mungkin ditempa tidak seberat jaman kita, yang mungkin diberikan segala fasilitas dan segala kemewahan, sehingga melenakan.

    Semoga dengan kemajuan teknologi, kita semua bisa tetap mindful dalam menjalani proses hidup.
    Karena yakin, akar ini bisa bertumbuh kuat layaknya pohon besar, karena proses dan tempaan hidup yang gak mudah dan instan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Subscribe Newsletter

Daftarkan email kamu, dapatkan update terbaru di email.

Subscription Form

Artikel Terbaru

Tentang Saya

Seedbacklink