Langkahku My Energy Source

Minggu Sore Bercerita- Tempat Menepi BaratDayaCoffee – Depok

Minggu sore bercerita
26 Januari 2020 di tempat menepi Baratdayacoffee – Depok

Mulai dari pertemuanku dengan salah satu sahabat, seperti biasa aku menyukai pertemuan dengan sahabat.

Karena dengan itu seringkali aku mendapatkan hal-hal yang tak pernah dipikirkan, bahkan hanya sekedar tertawa bersama membawa semangat dalam langkah selanjutnya.

Bukan suatu kebetulan tempat menepi di Depok ini yang di sediakan oleh seorang putra bangsa biasa dipanggil Uda Dendy.

Boleh dibilang aku beruntung bisa mengenalnya, karena buatku dia salah satu putra bangsa yang dibutuhkan negeri ini.

Kreatifias banyak, rajin serta punya banyak sahabat adalah modal menciptakan suatu karya.

Karena itulah aku tak ragu untuk mendukungnya dengan hadir dalam soft launching #tempatmenepi sebuah coffee shop bernama BaratDayaCoffee.

Sharing Session – Minggu Sore Bercerita

BaratdayaCoffee salah satu karya Uda Dendy ini menjadi salah satu tempat menepi kesukaanku.

Jarak yang terjangkau dari mana saja terutama dengan akses kereta dengan turun di stasiun UI, selanjutnya dengan gojek online.

Karena itulah sekarang bila butuh tempat menepi aku memilih tempat ini , terlebih tempat ini memberi sentuhan acara sharing sesion.

Seperti di minggu sore itu, dimana para anak muda berkumpul. Ada cerita yang menjadi catatan penting dalam langkahku.

Mengalir saja

Sharing Sesion saat itu tidaklah ada tema, kami hanya cerita apa yang bisa di ceritakan, asal positif.

Walau begitu tetap Uda Dendy menjadi Moderator supaya ada garis yang dituju. Seperti halnya bagaimana mereka mengenal satu sama lainnya.

Cerita itu mengalir saja mulai dari bagaimana anak-anak muda tersebut memiliki pekerjaan dari hobby sampai kendala-kendala yang didapat.

Banyak yang aku dapatkan dari cerita mereka dan sebagai yang lebih dulu hidup dan ingin meninggalkan bumi ini nantinya dengan meninggalkan sesuatu.

Melihat mereka ada harapan dan anak muda seperti merekalah yang dibutuhkan oleh negeri ini.

Ada satu hal yang paling mengena di minggu sore itu saat sharing sesion, tentang bagaimana hidup yang sejatinya sekarang lagi aku hadapi.

Aku mengerti hal itu namun kalimat yang tepat diucapkan salah satu pemuda yang bernama M. Schode Ilham Fadh

Dia berkata bahwa,

Pada akhirnya yang butuh diberi makan bukanlah hanya perut tapi juga jiwa dan pikiran.

Memang kadang di situasi tertentu kita tetap bertahan dalam kekeringan jiwa dan pikiran, namun bila hal itu terus terjadi, mungkin sejenak perlu berhenti.

Berpikir untuk mencari jalan dan karena memang semua pilihan dan setiap pilihan punya resiko.

Bila ditanya padaku, aku akan sangat memilih sesuatu yang memberi perut, jiwa dan pikiran supaya hidup seimbang.

Walau itu sulit jalannya tapi aku percaya bila ada keinginan akan tercipta jalan. Karena Tuhan menciptakan manusia bukan hanya tubuh tapi jiwa dan akal.

Menunggu dalam Sukacita

Cerita minggu sore di tempat menepi saat itu menjadi salah satu langkah terbaikku saat dimana aku belajar bahwa menunggu itu ada sukacitanya.

Aku seorang Capricorn tulen, kata orang waktu menjadi hal sangat penting. Ada orang bilang bila ingin membuat terluka orang capricorn buat saja janji dan terlambatlah tiga puluh menit maka rasakanlah akibatnya.

Namun berbeda denganku di minggu sore itu, berjam-jam menunggu sharing sesion dimulai ada sukacita.

Bagaimana tidak,
Hujan badai menemanipun tak menyurutkan sukacitaku dan kawan-kawan yang lainnya.

Ada Gitar yang siap dimainkan, ada suara-suara merdu mengiringi, tak perduli judul lagu apa yang kami nyanyikan , yang ada hanyalah sukacita.

Coffee dan roti serta kentang gorengpun tak lupa menemani kami, dengan hujan yang menari riangnya seakan dalam tariannya seakan mereka ikut bernyanyi bersama dengan kami.

Menikmati waktu menunggu dalam Sukacita.

Akhirnya,
Cerita minggu sore itu begitu berkesan dengan berpikir kembali bahwa,

Bila bersama dengan orang yang tepat dan tempat yang tepat maka segala sesuatu yang tidak nyaman akan menjadi sangat nyaman

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: