Langkahku

Asyik Traveling dan Tiba-tiba menua.

Asyik traveling ?

Tiba-tiba menua, tiba-tiba sadar waktu sudah cukup lama bersamaku.

Bisa jadi karena memang asyik berkelana atau memang terlalu asyik menikmati waktu. Lupa ada hal yang perlu di perhatikan.

Menikah salah satunya.

Eh,

Permisi yang pembaca , kali ini tulisanku lebih mengarah ke bagaimana aku belakangan ini semakin sadar ternyata aku sudah menua tanpa sadar.

Melangkah ke pelosok negeri, mencari cara bagaimana menuju kesana tanpa sadar menyita waktuku dan melupakan salah satu tujuan aku diciptakan adalah beranak cucu.

Traveling memang sangat menyenangkan, boleh dibilang itu bagian hidupku yang tak bisa dipisahkan ataupun di hilangkan.

Karenanya aku bisa belajar banyak dan memberi banyak.

Akan tiba-tiba sadar…

Menua ?

Tidak salah dengan traveling , namun memang aku terlalu asyik dan tahun ini bahkan tahun kemarinpun sudah disadarkan oleh waktu bagaimana seorang yang boleh disebut ponakan sudah berumur 17 tahun.

Sedangkan saat lahirpun aku ada dan menggendongnya.

Disinilah aku merasa waktu terlalu kejam, tanpa sadar mereka tumbuh besar dan mengingatkan diri bahwa ada yang aku lewatkan.

Tentang pasangan dan kesendirian pernah aku tulis juga di halaman berbeda. Saat itu memang waktu mengajarkan hal itu.

Sedangkan saat ini waktupun mengusikku untuk belajar bagaimana mengingat ada tujuan lain yang masih di perhatikan.

Tentu semuanya adalah untuk kebaikan.

Mereka Tumbuh.

Dengan tumbuhnya mereka, bahkan kemarin aku diberi kabar bagaimana salah satu ponakanku sudah di terima di UGM, semakin sadarku ternyata aku sungguh sudah menua.

Ada sedikit resah,

Waktu tak menunggu, dia berjalan tanpa bisa sedetikpun berhenti dan aku baru tersadar bagaimana waktu sudah cukup lama bersamaku.

Namun resahku taklah lama karena diingatkan kembali bahwa semuanya punya tujuan.

Akan tetapi kenapa hal ini aku tuliskan disini, mungkin saja ada pembaca sama denganku.

Asyik traveling dan tanpa sadar melupakan sejatinya manusia di ciptakan untuk berpasangan.

Jodoh memang ditangan pencipta namun kita juga punya andil sendiri, begitu kira-kira para sesepuh berkata.

Kini aku lebih memahami hal itu, asyik traveling aku tidak terlalu memperdulikan hal itu, hingga tiba-tiba waktu bersamaku lebih dari empat puluh.

Memberikan ketenangan

Akhirnya,

Suka ataupun tidak , diingatkan kembali bagaimanapun bahwa ketika kita menemukan pasangan dan hidup bersamanya, yang pertama bahagia dan tenang adalah orang tua.

Itupun aku baru kusadari, mereka seringkali membuat telinga sedikit tuli karena tak mau mendengar pertanyaan tentang pasangan hidup.

Sejatinya karena mereka ingin masa nanti kita punya seseorang yang saling mendukung satu dengan yang lain.

Bukankah waktu lebih banyak dengan mereka , karena itulah mereka mengerti bagaimana masa kita nanti.

…mengingat itu rasanya aku ingin lekas pulang…

Mungkin saja ada diantara pembaca belum beruntung punya orang tua yang tak perduli tapi aku yakin hampir semua orang tua dimuka bumi ingin buah hatinya mendapatkan terbaik.

Belajar & Berjuang

Setiap hal terjadi itu baik dan pada akhirnya baik

Begitu yang selalu aku tanamkan dalam diri, walau dibilang terlambat sadar dengan salah satu tujuan, antara aku memang manusia yang sulit diajar untuk hal itu ataupun ada yang lain entahlah.

Namun aku tak mau menyesali terlalu lama.

Karena bagaimanapun semuanya sudah diatur, namun demikian ketika diingatkan marilah belajar dan berjuang untuk mewujudkannya.

Meminta dengan harap waktu mengijinkan tahun ini.

Amin.








5 Comments

  1. Inayah 26 Maret 2019
    • Nik 28 Maret 2019
  2. Justisia Nita 27 Maret 2019
    • Nik 28 Maret 2019

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: