My Universe

Tergores Terluka Boleh – Bernanah jangan – Terbaik – Hidupberkehidupan 2024

Tergores Terluka Boleh Bernanah Jangan

Bagaimana?

Sebelum lanjut berdialog melalui aksaraku ini, aku ingin menyapa kalian.

Apa kabar nafas?
Tetapkah hidup?

Mungkin pertanyaan diatas membuat kamu merasa berpikir berat, maksudnya?

Begini kisanak, tuan puan yang terkasih.

Sebulan ini begitu banyak lalu lalang kisah datang dan sebagian besar tentang beratnya langkah, bagaimana nafas tidak benar-benar memberi kehidupan, konon katanya disebut berat, lelah.

Sekedar bernafas, melakukan segala aktifitas yang cenderung menguras banyak tenaga.
Lupa tujuan lupa untuk apa semua itu, tanpa gairah, hal-hal yang getir terus datang tanpa memberi jeda.

Bukan hanya tentang diri tapi insan-insan hadir membawa kisahnya padaku dan aku tertegun bertanya,

Hidup, kau sedang memainkan melodi apakah?

sedangkan akupun teringat blog ini, oh Tuhan April terlewatkan begitu saja tanpa sempat melanjutkan draff tulisan dibulan lalu yang baru tersadar sejak menulis blog dari 2016 baru kali ini membuat draff tulisan.

Biasanya sekali ada ide langsung meluncur dalam satu artikel dan selesai.

Tergores Terluka Boleh Bernanah jangan

Tentang topik ini mari kita tilik lebih mendalam,

Nanah bisa muncul di tubuh sebagai tanda adanya infeksi yang umumnya disebabkan oleh bakteri.

Kalimat diatas aku ambil dari artikel alodokter tentang sebab nanah dan kenapa tergores Terluka Boleh Bernanah jangan.

Iya,
Infeksi & Bakteri menjalar dalam luka.

Terus apa hubungannya dengan hidupberkehidupan?

Khusus untuk yang mengalami berat langkah, hidup terasa seperti badai, mari sejenak pejamkan mata dan bertanya,

  • Apakah diri tergores?
  • Apakah diri terluka?

dengan semua hal-hal berat persoalan.

Tergores

Peristiwa terus bergulir dalam langkah kita dan pertemuan banyak hal terutama dengan insan kadang tanpa sadar membuat diri kita tergores, ada perih yang tersentuh dalam relung.

Bisa jadi insan yang menoreh tanpa sengaja, perkataaan yang mungkin terasa menyinggung awalnya tidak menjadi maksud tapi diri kita yang begitu penat dengan tuntutan merasa tergores.

Perih

Terus apakah dengan tergores itu dibiarkan begitu saja?

Terluka

Tergores Terluka Boleh Bernanah jangan.

Perih, lara dengan tergores kalimat ataupun keadaan sekeliling tidak mendukung tentu saja boleh saja karena siapa yang bisa mengatur orang lain atau keadaan yang kadang memang tidak bisa dirubah.

Setiap orang punya hak beraksi, berprilaku termasuk diri kita punya hak untuk menentukan apa goresan itu dibiarkan menjadi luka atau cukup saja tergores, diobati dengan melihat bahwa bisa jadi yang menoreh goresan itu hidupnya sedang tidak baik-baik saja.

Cukup sampai dikamu saja

Tergores Terluka Boleh Bernanah jangan.
Iya jangan, cukup sampai dikamu saja untuk terluka jangan sampai bernanah, membiarkan “bakteri” perih hati itu terinfeksi dengan tidak menerima bahwa setiap insan memiliki gelapnya.

Terus marah, sedih, kecewa dengan keadaan dan lebih berbahaya lagi berusaha melukai kembali, bernanah yang tanpa sadar itu melukai diri sendiri dan orang lain.

Bernanah dalam kepahitan, bercerita kesana kemari tentang betapa kejamnya hidup, betapa kejamnya orang lain dan terus menjadi korban.

Melupakan bahwa setiap insan memiliki persoalan dan butuh saling dirangkul dan melupakan bahwa hidup bukanlah tentang diri sendiri.

Cukup dikamu saja dengan memaafkan dan bila tak mampu menerima, tinggalkan dan lupakan.

Kuat dan jadilah pejuang hidupberkehidupan

tergores terluka boleh bernanah jangan
tergores terluka boleh bernanah jangan

Hidup memberi arti, merangkul yang tersisih, memberi nafas untuk bergerak, berbuah yang bisa dikecap banyak insan dan melahirkan kehidupan.

Hidup berkehidupan.

Tidak hanya bernafas, meratapi dan terluka akan peristiwa yang tidak sesuai hati terjadi, lupa bahwa perkara ada untuk memberi banyak makna.

Bisa jadi terasa berat untuk menguji sekuat apa jiwamu dan sekuat apa diri yang kemudian sebenarnya hidup mempersiapkan perkara yang jauh lebih besar, dipercayakan untuk mengatur kebaikan bagi banyak pihak.

Bagaimana membangun HidupBerkehidupan pernah saya tulis di halaman blog sebelumnya.

Melangkahlah Engkau akan mengerti

Tergores Terluka boleh bernanah jangan
Tersakiti dengan sesuatu melahirkan goresan luka boleh saja, tapi membiarkan terus tidak diobati dengan memaafkan dan menerima akan menjadikan bernanah.

Untuk apa?

Sedangkan waktu terus bergulir memberi tawaran-tawaran penghidupan yang sejatinya memberi kesempatan pada kita untuk tumbuh membawa kebaikan.

Tidak bisa mengatur keadaan bukan berarti tidak bisa mengatur diri sendiri.

Siapa yang memiliki hidupmu?

Iya dirimu bisa menentukan apakah luka itu berubah jadi nanah atau cukup dikamu saja terluka dan selanjutnya melangkah hingga mengerti apa tujuan dari sebuah peristiwa.

Tergores terluka boleh bernanah jangan

Iya,
Karena kamu terlalu berharga untuk menyimpan luka yang menjadikan dirimu tak bersinar.

Mari saling memeluk dalam penerimaan, hidup berkehidupan dan melangkahlah saatnya kamu akan mengerti.

10 Comments

  1. eryka 21 Mei 2024
  2. faziazen 22 Mei 2024
  3. tukang jalan jajan 22 Mei 2024
  4. Dedew 23 Mei 2024
  5. Fanny Nila 23 Mei 2024
  6. Lifestyle Blogger 23 Mei 2024
  7. lendyagassi 23 Mei 2024
  8. Latipah Rahman 23 Mei 2024
  9. Dian 24 Mei 2024
  10. Lisa Maulida R. 30 Mei 2024

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: