My Energy Source

Yakin Nikah – Cemburu yang membunuh ( Review Web Series )

Yakin Nikah,

Baper.

Begitu rasa saat nonton web series Yakin Nikah yang di persembahkan oleh JBL Indonesia.

Senyum, tertawa, terharu, marah dan kesal,  hadir dalam rasa saat nonton web series ini.

Entah ya, bisa jadi apa yang ditayangkan di web series ini adalah salah satu cerminan pernikahan masa kini, atau begitu banyak adegan yang aku rasa ingin bilang semestinya tidak seperti itu.

Hal itulah yang membuatku ingin mengutarakan pikiran dan pendapatku dalam review ,  sejak dari selesai nonton episode pertama, namun karena ingin melihat dari akhir ceritanya, aku dengan segala rasa penasarannya sabar menunggu sampai series terakhir.

Setiap episodenya bikin Baper.

Terbawa perasaan bagaimana ingin hadir ditempat -tempat indah yang di sajikan, terbawa perasaan bagaimana pemain begitu epik dan sempurna memerankan setiap tokohnya.

5 Series yang disajikan pada akhirnya ada beberapa hal yang ingin aku ungkapkan melalui tulisan ini.

Sebelumnya jika ada yang kurang berkenan , mohon dimaafkan.

Kesukaan Berbeda – Karakter Berbeda – Yakin Nikah

Bastian ( suami ) penyuka gunung yang artinya biasanya orang penikmat gunung lebih tertutup dan pendiam, sedangkan Farah sang Istri penyuka Pantai yang artinya jiwa yang terbuka dan cenderung bebas.

Bastian yang cool dan Farah yang Charming

Pengantin baru yang melakukan bulan madu dengan traveling tanpa agenda.

Seru memang dan buatku disinilah letak permurniaan masing-masing.

Mendengar Awal dari komunikasi

Web Series ini membawaku terbang dalam imajinasi bagaimana sejatinya hubungan itu bisa bertahan itu karena sebuah komunikasi yang baik, dan itu diawali dengan mendengar.

Bagaimana bisa mengutarakan jika salah satu pihak tidak mau mendengar?

Saat Farah begitu marah HP nya di lihat oleh Bastian, sedikitpun Farah tidak mau memberi ruang untuk Bastian memberi penjelasan bahwa Bastian melihat HP tanpa sengaja.

Ketika Farah bangun pagi suaminya tidak ada, dia marah-marah hingga meninggalkan suami membereskan tenda tanpa membantunya. Farah tidak mendengar kalau suaminya bangun lebih awal tanpa membangunkannya karena tidak mau mengganggu lelap tidurnya.

Permurnian

Series pertama ditampilkan bagaimana Bastian merasa beruntung memiliki istri Farah, wajahnya melihatkan dia begitu bahagia.

Hingga waktu memainkan peran manisnya, memperlihatkan karakter Farah lebih banyak.

Buatku,

Ada banyak karakter Farah belum mencerminkan bagaimana seorang istri.

Bukankah saat ingin menjadikan satu sama lain pasangan , proposal melayani itu hadir ? proposal saling menerima dan membangun itu sudah di tanda tangan kedua belah pihak ?

Aku memang belum menikah tapi aku pernah menjalin hubungan selama tujuh tahun dan hubungan kami tumbuh sangat sehat karena tanda tangan proposal suatu hubungan itu sudah kami tanda tangani di awal.

Maka ketika sang mantan hadir , permurnian atas hubungan Bastian dan Farah semakin jelas.

Aku melihat Farah memang tidak ada niat sama sekali untuk bersama dengan mantan tapi begitulah waktu, dia begitu pintar mengatur diri memurnikan seberapa jujurnya Farah atas Mantan, seberapa bertahannya mengikuti keinginan atas kesukaan.

Farah melupakan bulan madunya, disaat egonya tersentuh dimana dia marah ketika suami tidak ada saat bangun tidur dan mengikuti godaan sang mantan tentang pantai indah kesukaannya.

Celakanya lagi dia menikmati dan mengabadikan dalam foto, menciptkan kenangan yang seharusnya itu sudah tidak boleh.

Permunian juga hadir untuk Farah bagaimana dia harus belajar menunggu suami dimana suaminya masih menikmati kesukaan.

Menunggu memang tidak mudah, tapi begitulah istri sejatinya menurut apa yang di perintahkan suami jika itu baik, suka tidak suka begitulah ketentuannya. Tidakkah Farah khawatir saat suami lama tidak pulang ?

Tidakkah ada rasa untuk mencari tahu lebih dekat, perahunya baik-baikkah ?  bukan meninggalkannya dengan menikmati kesukaan sendiri tanpa memberi pesan.

Hingga akhirnya waktu begitu sempurna menghadirkan sang mantan di depan suami dengan celotehnya yang memperlihatkan bagaimana dia mengetahui sangat detail kesukaan Farah.

Cemburupun hadir dengan gembiranya.

Cemburu itu membunuh

Yap.

Membunuh semua rasa.

Rasa Bastian begitu beruntung memiliki istri Farah yang berujung penyesalan menikahinya.

Rasa percaya kalau Farah memang tidak ada niat sama sekali kembali dengan mantan.

Rasa menerima , kalau Farah seorang wanita dengan segala kelebihannya pasti masih banyak kekurangan.

Rasa Cinta, yang sejatinya akar dari suatu hubungan.

Yakin Nikah ?

Jika aku ditanya yakin nikah ( kebetulan aku single )

Maka aku akan menjawab.

Sangat Yakin mau menikah

Kenapa ?

Karena aku akan mencoba tidak seperti Farah,

Walau kesukaannya sama , pantai dan berjiwa bebas.

Tidak akan aku biarkan suamiku memasak sendiri mempersiapkan sarapan ( kecuali aku masih tidur )

Tidak akan membiarkan suami membereskan tenda sendiri

Tidak akan membiarkan amarah hadir sebelum tidur hingga pagi mendapati suami tidur sendiri diluar

Tidak akan mengikuti sang mantan walau godaanya sehebat apapun dan selalu mengingat bahwa jika diri sudah komitmen menjadi istri maka segala sesuatu tidak bisa di putuskan sendiri.

Akan selalu mencari cara bagaimana meredakan emosi suami.

Karena bagaimanapun

Dalam amarah selalu ada kesalahan

Menerima dan membangun

Untukmu yang menjadikan web series Yakin Nikah,

Ada banyak hal yang bisa disajikan untuk bagian selanjutnya, namun jika boleh hadirkan lebih banyak tentang penerimaan dan membangun sebuah hubungan.

Seperti bagaimana Bastian & Farah saat pagi hari sama-sama minta maaf satu sama lainnya. ( ini bikin baper berat #terharu ) atau bagaimana Farah begitu manisnya menggoda Bastian saat dia mengutarakan kecemburuan.

Tentu konflik memang menjadi ornamen indah setiap tayangan namun setiap konflik berpasangan dengan solusi.

Bisa jadi hadirnya tokoh baru menjadi ornamen indah, hingga Web Series Yakin Nikah akan terus berjalan dan memberikan banyak makna setiap tayangannya.

Ditunggu series selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

2 Comments

  1. MC adit sastra 10 Desember 2018
    • Nik 11 Desember 2018

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: