Indonesiaku Langkahku

10 Jam pertama di Makassar & Kencan dengan Samalona

Samalona, pesona Makassar yang menggodaku saat berkunjung ke Makassar untuk kesekian kalinya. Walau sebenarnya tujuan kedatangan saat itu bukan bertujuan menjelajahi pulau.

Menjelajahi Indonesia selalu antusias buatku karena banyak pulau yang bisa di kunjungin , apalagi Sulawesi dan kali ini Makassar.

Mengunjungi Makassar kala itu untuk kepentingan tugas site jobku.  Saat mendapatkan informasi akan di utus ke Makassar hal pertama yang aku lakukan adalah pulau mana yang bisa aku jelajahi di kota itu.

Seperti biasa aku mengerahkan semua cara untuk mendapatkan informasi.  Akhirnya pilihan jatuh pada pulau Samalona.

10 Jam pertama di Makassar

Terbentur dengan semakin menipisnya jatah cuti di kantor, memaksaku untuk mencari penerbangan paling pagi karena tidak mau kehilangan kesempatan menjelajahi pulau disela tugas di Makassar.

Aku ambil penerbangan pagi tepatnya pesawat 4.30 WIB, dengan itu aku harus berangkat jam 2 dini hari. Tentu dengan itu aku harus rela tidur hanya beberapa jam.

Namun membayangkan ketemu laut , padatnya waktu tidak membuatku lelah , justru membuatku semakin semangat.

Samalona, membayangkanmu saja hatiku berbinar.

07.00 WITA – Mendarat di Makassar

Hi Pagi, begitulah kira-kira aku menyapa Makassar, dengan semangat bertemu Samalona aku berjalan sedikit menjauh dari pintu kedatangan bandara, seperti biasa taxi online belum diterima dengan ramah di setiap kedatangan beberapa bandara .

8.00 Wita aku meluncur ke pelabuhan Pulau Samalona yang letaknya berseberangan dengan Benteng Rotterdam. Seperti biasa rejekiku adalah punya kawan yang siap sedia menemani, saat itu sampai di Benteng Rotterdam aku menunggunya.

8.30 Wita, tidak terasa waktu berlalu dan perut terasa ada yang memanggil, sebelum menyebrang aku sempatkan dulu menikmati nasi goreng khas Makassar.

entah memang aku lapar atau ini memang enak, entahlah yang jelas saat itu nasi goreng yang aku nikmati sungguh nikmat.

Waktu yang sedikit namun jiwa petualangnya tidak bisa ditawar, maka ada harga yang harus dibayar. ( ada yang dikorbankan ) Kali ini aku mengorbankan waktu istirahatku.

Hanya dengan tidur beberapa jam badan harus tetap sehat, aku harus makan yang banyak dan menambah multivitamin terbaik.

09.00 WITA – Hallo Samalona, Kamu mempesona

Perjalanan dari pelabuhan ke pulau hanya di tempuh tiga puluh menit, sampai di tujuan aku langsung menjerit karena dengan begitu dekatnya dari kota bisa melihat pulau yang begitu indah.

Lautnya jernih, pasir putih dan itu masih bisa melihat kota Makassar.

Tidak perlu berlama lagi, aku dan kawanku langsung bersiap diri kencan dengan Samalona. Tidak memperdulikan matahari semangat terik dan kami langsung menyelam.

Karena memang penikmat laut dan freedive, sesekali kami menyelam dan melihat lebih dekat ikan-ikan dibawah. Aku terpesona karena dengan adanya lalu lintas kapal tidak jauh dari sana, karangnya termasuk masih sehat dan ikan-ikan cantik bertebaran disana.

Bahkan kami menemukan Nemo, kami sungguh beruntung.

Begitu asyiknya menikmati pesona Samalona, tidak terasa kami harus kembali , padahal ada aktivitas yang belum aku lakukan dan secara tidak langsung memanggilku untuk kembali kesana.

16.30 WITA – Sampai Jumpa Samalona

Berat rasanya meninggalkannya karena kencan kami belum usai, bisa dibilang aku belum puas menikmatinya. Apalagi ada yang mengatakan menikmati sunset dipulau itu lebih sempurna.

Namun aku harus berpuas diri karena ada kewajiban lain yang harus dikerjakan.

17.00 wita – Mengejar Sunset

Tidak bisa menikmati sunset di pulau samalona bukan berarti tidak mau menikmatinya, sebagai penikmat sunset aku tetap berusaha mendapatkannya.

Aku berusaha bisa menikmati sunset di dekat pelabuhan, tapi setelah kembali di Hotel ternyata dia sudah menyambutku di jendela kamar.

Tetap Indah kupandang, aku memandangnya dengan tersenyum dan menyapanya dalam hati.

” kamu, dimanapun berada selalu indah dan membuat rindu”

Tunggu aku kembali…

Samalona, kebersamaan kita memang tidak banyak, namun pesonamu sudah membuatku ingin kembali bertemu dan menikmatimu.

Tunggu aku kembali dan semoga kau tetap indah dan mempesona.

 

 

7 Comments

  1. Ila Yahya 13 Desember 2017
  2. Justisia Nita 14 Desember 2017
    • Nik 14 Desember 2017
  3. Adriana Dian 15 Desember 2017
  4. Lia Lathifa 19 Desember 2017
  5. ndypada 11 Januari 2018
    • Nik 11 Januari 2018

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: