Ocean Story

Indahnya Pelangi Kerajaan Atha – Tentang Perubahan

Indahnya pelangi di ujung tahun 2018, melanjutkan kisah tentang seorang mahamentri yang tidak belajar dari Raja. Kerajaan Atha begitu namanya.

Sebelumnya,

Aku memohon maaf untuk para pembaca blogku, mungkin sedikit terlihat kurang tepat karena jika ada yang bertanya tentang blogku tentang apa , aku selalu menjawabnya tentang travel, namun belakangan sering hadir tulisan-tulisan berbeda dengan travel blogger lainnya.

Seperti yang sudah aku selalu informasikan, di blogku tidak akan pernah ditemukan tentang bagaimana cara menuju ke tempat-tempat indah yang telah dikunjugi.

Yang ada hanya hal apa yang kudapat dalam perjalanan dan seperti apa detail tempat tersebut, karena itulah aku sering menyebut diri travelstory.

Perjalanan itu memberikan banyak inpirasi membuat diri lebih baik dan bisa menceritakan pada yang membutuhkan tentang makna sebuah perjalanan.

Tentang kerajaan Atha inipun lahir dari sebuah pertualangan dengan gabungan imajinasi.

Sang Petualang yang menunggu Indahnya pelangi

Seperti yang telah kutulis di akhir kisah kearifan yang tidak mengalir – Tentang Raja & Mahamentri, Aindri sang petualang yang sedang tinggal di kerajaan Atha itu sedang menunggu.

Menunggu waktu memberi didikan dan ajaran seperti apa kepada kerajaan itu dengan Mahamentri baru.

Insting Aindri cukup tajam untuk mengetahui bahwa pasti ada perubahan, karena dia seorang petualang yang belajar banyak pada semesta melalui waktu.

Tentang kerajaan Atha pun Aindri punya firasat akan terjadi sesuatu,  buat dia tak ada ketenangan yang kekal ataupun sebaliknya.

Sesuatu disebut indah dan lengkap itu ketika ada keseimbangan.

Begitu juga dengan kerajaan Atha, Aindri melihat kerajaan itu tenang makmur semua rakyat atau petingginya terlihat tenang.

Aindri menganggap itu tidak akan pernah bertahan lama, dan benar saja angin sepoi itu menghembus tambah kencang.

Kerajaan Duke menuntut

Diatas langit ada langit, begitu kira-kira sebuah pepatah, begitu juga kerajaan Atha bukanlah kerajaan berdiri sendiri, kerajaan itu lahir berkat perluasan dari kerajaan Duke.

Artinya kerajaan Duke ini pemilik dari kerajaan Atha.

Sebagai pemilik tentu punya otoritas paling tinggi, dia berhak melakukan apapun yang dia mau.

Begitulah,

Kerajaan Duke menuntut lebih pajak pada kerajaan Atha, Duke merasa Atha sudah cukup lama dibiarkan tumbuh subur dan makmur.

Giliran dia sebagai pemilik ingin mendapatkan pajak yang berlipat.

Dengan itu tentu dengan tuntutan yang tinggi kerajaan Atha tidak bisa lagi melakukan sesuatu yang seperti biasa, harus ada perubahan, harus ada tindakan yang jauh lebih baik.

Aindri akhirnya melihat perubahan yang semestinya.

Bagaimana Raja mulai tegas dan menuntut pada Mahamentri untuk memberikan kinerja yang lebih tinggi.

Mendengar Menerima – Mahamentri yang berubah

Tentang kerajaan Duke yang menuntut dan bagaimana kelanjutannya kita lupakan sejenak. Karena itu masih dalam proses.

Bagaimana akhirnya kerajaannya, Bagaimana angin kencang itu akan berubah tenang atau tidak, masih menunggu waktu menjelaskan karena saat ini angin itu masih cukup kencang melanda kerajaan Atha.

Menjadi fokus Aindri saat ini melihat bagaimana Mahamentri dimana wilayah dia berada ada perubahan sangat baik.

Ketika Aindri memutuskan tetap tinggal dan memutuskan menaruh kasih terhadap Mahamentri serta memohon pada semesta ikut andil terhadap perkaranya.

Hingga keputusan Aindri untuk tetap tinggal adalah sesuatu yang tepat.

Dimana dia melihat banyak sekali hal-hal yang baik yang diinginkan pencipta untuk Aindri ikut berperan dalam wilayah itu.

Bagaimana ada banyak rakyat yang butuh pelukan kasihnya, butuh nasehatnya , butuh cerita-cerita pertualangannya.

Yang paling menyenangkan buat Aindri adalah ketika bagaimana Mahamentri akhirnya mendengar, menerima apa yang menjadi didikan Raja hingga indahnya pelangi terlihat di wilayahnya dan tentu dalam kerajaan Atha Juga.

Gemilangnya dan berseminya wilayah Mahamentri baru

Dibalas Tunai.

Begitu jika mau mendengar, mau menerima dan berubah.

Bagaimana Aindri mau menerima kekurangan Mahamentrinya dan semesta bekerja sesuai haknya hingga Mahamentripun dididik keras oleh sang Raja.

Bagaimana awalnya sang Mahamentri melakukan apapun sesuai kehendaknya, sekarang tidak lagi, dia lebih lembut, lebih mau mendengar dan tidak lagi berkata ” saya maunya …..”

Berganti dengan ” kalau menurut saya ….”

Sebenarnya tujuan sama tapi kalimat dan nada sangat berpengaruh.

Seperti itu, sedikit perubahan kalimat nada dan sikap menentukan hasil.

Ada banyak perubahan-perubahan yang ada dalam diri Mahamentri, sejatinya Aindri melihat cukup tahjub karena karakter Mahamentri sebenarnya sangat keras.

Namun memang jika mau ada perubahan yang baik, Mahamentri semestinya berubah dalan hal ini egonya.

Dan dia melakukan itu.

Menurunkan ego, menghilangkan sesuatu dalam diri untuk kebaikan itu jauh lebih baik dari pada tetap ada walaupun kadang menurut diri itu benar.

Dengan perubahan itu dibayar tunai oleh semesta.

Dia berhasil mencapai tuntutan sang raja bahkan dia memberikan pertambahan kurang lebih seratus persen dari tuntutan atau target.

Bagaimana sang waktu begitu adil menyatakan perkara, indahnya pelangi dia berikan, semi dan gemilangnya sebuah pelajaran dia bayar dengan tunai.

Jika mau berubah……

Bagaimana dengan tuntutan kerajaan Duke ?

Mungkin saat ini apa yang dituntut oleh kerajaan Duke terhadap kerajaan Atha cukup tercapai dengan semi dan gemilangnya persembahan dari Mahamentri baru bersama wilayah-wilayah lain yang punya kewajiban.

Namun demikian angin kencang itu apakah akan reda ?

Tidak ada yang tahu…

Saat ini Aindri punya firasat, angin itu akan tetap ada selaras dengan pemurnian untuk Mahamentri – Mahamentri lainnya, apakah mereka sanggup mendukung penuh sang Raja untuk membawa upeti yang sesuai ketentuan kerajaan Duke.

Kembali Aindri menunggu,

 

*all Picture by www.pejalansenja.com

 

 

 

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: