My Energy Source Mereka di Sekitar

Liar, Sepi dan Menunggu – Aphrodite 5

Hi, peminat kisah Aphrodite aku minta maaf ya , kisah Aphrodite baru tayang lagi. Sejujurnya aku sendiri sedikit rumit merangkai kisah ini. Dan akhirnya dengan kekuatan cinta, kisah Aphrodite aku lanjutkan. Sepi dan menunggu menjadi proses kisah Aphrodite selanjutnya.

Liar dalam amarah.

Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya , Apa yang dilakukan Aphrodite terhadap lelaki adalah karena lukanya terlalu dalam yang mengakibatkan amarahnya yang menjadi tuan atas dirinya.

Australia dia tinggalkan dengan langkah pasti, entah kenapa setelah dari Australia Aphrodite semakin liar dalam berpetualang. Bukan untuk menemukan “rumah” tapi lebih balas dendam .

Swiss, German, Prancis, Italy, Canada, Turky, Chili, Prancis, Serbia,Irlandia, adalah negara-negara yang dia jelajahi setelah dari australia. Yang menjadi kesenangan Aphrodite diantara negara yang dia jelajahi adalah UK dan US.

Keindahan dan kenyamanan Swiss tidak mampu menghapus US yang menanamkan luka serta UK yang memberi harapan.

Negara yang disebutkan tadi dikunjungi dengan mudahnya , semudah dia meninggalkannya. Jika boleh dikatakan dia seperti datang ke rumah –rumah dengan mengetok, menikmati dengan liar setelah itu pergi tanpa rasa bersalah.

Pernah Aphrodite berkata padaku bahwa mungkin di mata orang lain, keliaran dia dalam menjelajah karena dimanfaatkan oleh negara-negara tersebut,

Salah… kata Aphrodite..

Mereka bukan memanfaatkan aku , sebaliknya akulah yang memanfaatkan mereka..

Dan apakah yang didapat dari keliarannya itu ?

Sepi dan Sendiri.

Itulah yang dialami Aphrodite, mungkin yang paling menyakitkan dalam hidup adalah hidup dalam kesepian, apa yang yang telah Aphrodite lakukan dengan keliarannya tidak mampu mengisi apa yang dibutuhkan relung hatinya, jiwanya.

 Memanfaatkan keindahan dan kekayaan negara-negara yang dia jelajahi adalah sia-sia.. Ketika menyadari itu hanya air mata yang menjadi jawaban dan sahabat setia , ya.. air mata sahabat para wanita disaat amarah dan hampa menghampiri.

Sebulan Aphrodite mengurung diri dalam rumah, tidak mau bertemu dengan siapapun, amarah dan kecewanya semakin memuncak ketika dia semakin sadar bahwa kemewahan dan kenikmatan yang dirasakan adalah semu.

Sepi dan menunggu - Aphrodite

Sepi dan menunggu – Aphrodite

Setahun lamanya Aphrodite tidak berkelana dan tidak berusaha kembali menemukan “rumah” impiannya. Hari-harinya diisi dengan bekerja dan menikmati kebersamaan dengan sahabat serta keluarga.

Dalam setahun Aphrodite belajar banyak, belajar bagaimana Tuhan sungguh mengasihi dia dengan segala keberadaannya. Aphrodite pun semakin sadar dan semakin bertanggung jawab akan hidup yang sudah dia nikmati selama ini.

Disaat dia menerima keadaaan ,menerima dirinya dengan apa adanya seperti Tuhan menerima dia, disaat itulah lelaki itu datang menawarkan sesuatu yang dia harapkan sejak bertahun-tahun lalu, yang dia lupakan selama setahun .

Menunggu ..

Perjumpaan pertama Aphrodite dengan lelaki ini tidak ada rasa apapun dihati Aphrodite , sebatas pertemuan biasa seperti pertemuan dengan teman-teman lainnya. Bahkan sempat melupakan sosok lelaki itu.

 Entah siapa yang memulai terlebih dulu, kedekatan mereka semakin jelas ketika banyak hal kesamaan diantara mereka.  Atau ketidaksamaan  membuat mereka semakin dekat karena ketidaksamaan mereka saling menglengkapi.

Yang membuat Aphrodite terharu dengan sikap lelaki itu ketika dengan tegas mengatakan bahwa lelaki tersebut mencari pasangan hidup, teman yang mengisi hari-harinya sampai tua. Hati wanita mana yang tidak terharu disaat sesuatu yang dia harapkan sudah ada didepan mata.

Kunci rumah itu sudah diserahkan.. hanya butuh surat-surat kepemilikan ..

Dan itu semua sungguh teramat tidak mudah. Butuh pengujian yang lebih matang , butuh pemurnian yang lebih jelas. Aphrodite benar-benar tidak gegabah menerima hal itu. Kali ini Aphrodite bersahabat dengan waktu dalam proses menunggu .

Tahun-tahun sebelumyan Aphrodite sudah menerima pembelajaran banyak , kali ini dia mau praktekkan ilmu yang diterima terutama bersabar dalam proses.

Aphrodite memutuskan untuk menerima proses , menerima hal-hal yang tidak sesuai harapan dalam hubungan , kuat dengan segala rintangan yang sering kali menggodanya.

Akhirnya.

Akupun berkata pada Aphrodite disaat masa-masa sulit dalam proses yang sedang dia alami.

Kalimat ini  yang aku berikan pada Aphrodite adalah

‘ mau menikmati hal yang sementara atau menikmati hal yang seutuhnya’’

Dan untuk mendapatkan terbaik selalu butuh pengorbanan , dan Aphrodite mengorbanan egonya.

Egonya yang senang akan belanja ketika godaan itu datang. Dan ego-ego lain yang kadang membuat Aphrodite menyerah.

Proses menunggu ini sampai saat tulisan ini aku kerjakan , Aprodite menunggu memang tidak mudah tapi akan jauh lebih sia-sia jika dilakukan terburu-buru.

 

6 Comments

  1. Inayah 16 Januari 2017
    • Nik 16 Januari 2017
  2. adelinatampubolon 17 Januari 2017
    • Nik 17 Januari 2017
  3. Yekti Mahanani 18 Maret 2017
    • Nik 18 Maret 2017

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: