Mereka di Sekitar My Universe

Luka, Marah dan Adventure – Aphrodite part 4

Tidak selamanya musim itu panas atau musim dingin, semuanya punya waktu yang tepat dihadirkan sesuai ketentuan pencipta. Begitulah juga kebahagiaan Aphrodite akhirnya di uji dengan satu kehendak yang selama ini dia cari. Hasilnya dia melakukan adventure yang selama ini dia tidak rancangkan sama sekali.

Amarah yang di akibatkan luka yang dia terima membuat Aphrodite melangkah pergi , menjelajahi Negara – Negara yang sedikitpun tidak di rencanakan olehnya.

Senja itu

Dalam dekapan pelukan Ravel, Aphrodite memberanikan diri membuka obrolan yang sejatinya Ravel kurang minati.

Namun seperti umumnya para wanita , keingintahuan tentang kelanjutan suatu hubungan. Aphrodite memberanikan diri untuk membuka obrolan.

” Ravel, bersamamu hidupku terasa lengkap “ , begitulah Aphrodite mengawali obrolan, dan Ravel menyambutnya dengan kata yang sama bahwa Ravelpun merasa lengkap dengan hadirnya Aphrodite.

Obrolan berlanjut yang mengarah Aphrodite menanyakan apakah bahagia yang dia rasakan bisa seterusnya dengan seutuhnya dia memiliki Ravel.

Dekapan Ravel mengendur, Ravel terdiam, tidak langsung menjawab.

Butuh kekuatan untuk menjawab pertanyaan seseorang yang dia sayangi, Ravel bukan tidak mau memberi kebahagian seterusnya , namun dia lebih belum bisa memastikan diri untuk melangkah ke jejang selanjutnya.

Ravel menjawab : “ Aphrodite sayang, seutuhnya aku adalah milikmu akan tetapi aku belum bisa memberimu kepastian untuk langkah selanjutnya “

Luka kedua kali.

“ kukira telah kutemukan yang satu, ternyata masih salah langkahku, kita sudah ada di ujung jalan , apakah ini saatnya , apakah cinta kadaluarsa “

Lirik lagu Sampai Nanti oleh Radhini terlintas dalam benak Aphrodite.

Selanjutnya Ravel memberi penjelasan , bahwa Aphrodite bebas memakai rumah , dia hanya bisa memastikan jika ada orang lain singgah dalam rumah itu, Aphrodite tetap menjadi orang utama yang berhak paling bebas.

Luka itu hadir kembali,  memang Ravel jauh berbeda dengan Dubai, karena jika Ravel membuka pintu sepenuhnya , Dubai menutup pintu rumah saat Aphrodite memutuskan melangkah pergi.

Karena tujuan utama Aphrodite adalah mencari rumah yang bisa di miliki beserta surat-suratnya, dengan luka yang begitu dalam, Aphrodite memutuskan meninggalkan Ravel.

Pedih, Marah dan luka yang kedua ini berlipat ganda, karena cinta Aphrodite terlalu dalam, melebihi cintanya terhadap Dubai.

Semakin dalam mencintai maka sedalam itulah luka jika perpisahan datang.

…And the Adventure is just begun.

Luka yang terlalu dalam yang dialami Aphrodite membuahkan Amarah . Adventure ke beberapa Negara adalah langkah dia. Pertama dia bertemu dengan seorang kawan yang mengajaknya ke Australia .

Keindahan yang di tawarkan tidak membuat Aphrodite tergoda.

Yang dia rasakan hanya datang, bermain dan bertemu dengan lelaki dan menikmatinya dengan sesuka dia mau. Tidak ada rasa , tidak ada komitmen.

Australia memberi kesenangan sendiri , melaluinya dia mengenal satu lelaki yang membawa dia pergi ke Singapura, Negara kesukaan Aphrodite dimana dia bebas berbelanja .

Swan sebut saja lelaki itu demikian, Swan memberikan kesenangan yang pada umumnya wanita suka. BELANJA.

Karena bertindak tanpa rasa Aphrodite dengan amarahnya mengikuti egonya, menikmati kesenangan yang diberi. Australia- Singapura seperti halnya tempat tanpa jarak . Semua diberikan oleh Swan.

Bosan dengan apa yang diberikan, Aphrodite mencari tempat yang lebih menyenangkan dan Berangkatlah Aphrodite ke Inggris.

Disana dia menginap di salah satu Villa seorang lelaki , seorang kawan baru yang memberikan kesenangan sesaat.

Merasa tidak menemukan apa yang di carinya Aphrodite kembali ke Australia. Kali ini dia tidak bersama dengan Swan, dia bertemu lelaki bernama James. Bulan demi bulan berlalu amarah Aphrodite mulai sedikit mereda.

Aphrodite mencoba menata hatinya dan mengingat kembali kenapa dia berpetualang. James lelaki yang ini mencoba menawarkan sesuatu yang membuat dia kembali melihat rumah ini cukup menawan. Tuan rumahnya begitu ramah , Aphrodite layaknya seorang tamu agung.

Namun Aphrodite tidak mau terlalu  terlena dengan kesenangan yang di tawarkan James, Aphrodite lebih jeli untuk memastikan kembali apakah rumah ini memang untuk dia atau bukan.

Dengan kepintarannya Aphrodite menemukan jawaban lebih cepat bahwa tuan rumahnya hanya butuh teman, bukan butuh seseorang yang akan menjadi milik.

Aphrodite meninggalkan Australia….meninggalkan James..

Melangkahlah Aphrodite kembali.

Kemanakah Aphrodite melangkah ? apakah yang di temukannya ?

Sampai bertemu di Kamis mendatang.

Selamat Menikmati hari kamis dengan Manis….

Tinggalkan Jejakmu... Karena itu Sangat Berarti!

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: